HINDARI KERUGIAN

Tidak ada seorangpun yang berkeinginan rugi dalam kehidupannya, namun ternyata banyak umat manusia yang mengalami kerugian, bahkan tidak sedikit pula yang mengalami kerugian sangat besar, disebabkan oleh kesalahannya sendiri.  Hanya saja ada diantara mereka yang  menyadari kondisi kerugian yang dideritanya dan ada pula yang tidak menyadari kerugian tersebut.  Kalau kerugian tersebut berkaitan dengan sesuatu yang bersifat materi, sudah barang tentu semua orang akan mudah menyadarinya, akan tetapi manakala kerugian tersebut berkaitan dengan non materi, maka sangat jarang yang menyadarinya.  Dan itulah yang saat ini terjadi dan menimpa banyak umat di dunia ini.

Umat manusia memang terkadang  tidak menyadari berbagai hal atau berbagai kesempatan yang seharusnya  dapat dimanfaatkannya untuk meraih keuntunan dan kesuksesan, namun dibiarkannya berlalu begitu saja, sehingga secara riil manusia tersebut rugi.  Contoh yang dapat menggambarkan hal tersebut antara lain ialah  betapa banyak manusia yang menyia nyiakan waktu hanya untuk bersenang senang di masa muda dan potensial untuk produktif atau untuk mempersiapkan diri dengan memperbanyak ilmu pengetahuan dan ketrampilan. Pada akhirnya  setelah berlalu beberapa lama, mereka baru menyadari betapa mereka telah menyia nyiakan kesempatan berhargalewat begitu saja.

Demikian juga ada beberapa diantara mereka yang tidak mau mengunakan masa mudanya  untuk menempa diri dengan  berbagai ketrampilan dan kepandaian, yang kemudian  menyadarinya setalah beberapa lama dan pada saat mendapatkan kesulitan menghadapi berbagai problemkehidupan.  Penyesalan memamng selalu datangnya terlambat, dan hanya mereka yang kemudian mau berusaha  dan memulainya  lagi;ah yang nantinya akan menuai keberhasilan, meskipun  tidak maksimal.  Sementara kebanyakan diantara mereka justru hanay bisa termangu menyaksikan kegagalan mereka dengan penyesalan yang tiada henti.

Kalau kita  memperhatikan ajaran Islam, terutama firman Tuhan di dalam al-Quran, sesungguhnya Tuhan telah memperinatkan persoalan tersebut, antara lain melalui surat al-Ashr yang maksudnya “ Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam kerugian, terkecuali mereka yang beriman dan beramal shalih serta saling berwasiat dalam hal yang hak dan kesabaran”.  Firman Tuhan tersebut sangat jelas emberikan sinyal bahwa  setiap manusia itu berpotensi mengalami kerugian, dan hanya mereka yang beriman dengan benar dan kemudian meu melkukan perbuatan baik dan memberikan manfaat serta mau saling mengingatkan tentang hal yang hal dan sabar sajalah yang akan terhindar dari kerugian tersebut.

Bagaiamana nalarnya sehingga mereka itu tidak kan mengalami kerugian?.  Ya, karena orang yang beriman secara benar tentu mereka akan melakukan apapun yang dianggap oleh Tuhan dan sekaligus meninggalkan segala yang dianggap jelek oleh Tuhan .  hal tersebut dilakukannya akibat keyakinan yang  sungguh sungguh dan merasuk kedalam hati dan pikirannya, dan bukan sekedar iman yang ada dibibir semata.  Maka pantaslah orang orang seperti itu tidak akan mengalami kerugian dalam hidupnya, baik ketiika di dunia maupun nanti di akhirat.

Demikian juga mereka yang tidak akan mengalami kerugian ialah  yang mau  mengerjakan perbuatan baik dan tentu bermanfaat bagi banyak orang, termasuk dirinya. Orang yang selalu berpikiran positif dan memandanag bahwa hanya kebaikan sajalah yang  akan dapat membahagiakan  serta membuanya sukses serta mendapatkan ridla dari Tuhan, tentu tidak akan pernah berpikir  ingin menyakiti dan merugikan pihak lain.  Jangankan smpai menyakiti dan merugikan pihak lain, hanya sekedar menyinggung kepentingan orang lain saja mereka sudah merasa tidak nyaman.  Jadi seluruh hidupnya memang diperuntukkan bagi kebaikan  semua pihak termasuk alam dan linkungannya.  Na, orang seperti itu tentu tidak akan mengalami kerudian, akan yang akan didapatkannya hanyalah keberuntungan dan kesejahteraan.

Diantara orang yang tidak akan mengalami kerugian dalam kehidupannya ialah mereka yang saling mengingatkan tentang hal  yang benar.  Artinya kalau seseorang selalu berada dalam koridor kebenaran dan nyaman di dalamnya serta akan merasa gerah jika terpeleset sedikit saja kepada kebatilan, maka sudah barang tentu dia  akan mampu melakukan kebenaran tersebut dalam dirinya dan mampu juga untuk mengingatkan kepada saudaranya yang juga  dalam koridor yang sama.  Maksud dari saling mengingatkan tersebut ialah mereka tidak akan pernah membiarkan saudaranya terjerumus kepada kebatilan dan hal hal yang mengarah kepada kebatilan, dan begitu juga sebaliknya dia akan dengan senang hati menerima peringatan dari saudaranya untuk tidak terjerumus kedalam jurang kebatilan tersebut.

Orang terakhir yang tidak kanmengalami kerugian tersebut ialah mereka yang salng mengingatkan dalam hal kesabaran.  Barangkali perlu disampaikan di sini bahwa maksud sabar tersebut bukannya “alon alon waton klakon” atau pelan peln saja asalkan tercapai sebagaimana banyak dipahami oleh kebanykan orang.  Tetapi sabar yang ssungguhnya ialah  tabah dalam menghadapi setiap persoalan, terutama pada saat terjadinya persoalan dan masalah tersebut.  Maksud tabah tersebut ialah terus  melalukan kebaikan dan usaha kebaiakan dan tidak pernah menyerah dana berputus asa  jadi sabar tersebut mengandung arti aktif dan positif, yakni terus berusaha  menjalankan kebaikan tanpa merasa bosan dan putus harapan.

Itulah beberapa orang yang akan mendapatkan  karunia Tuhan dan tidak mengalami kerugian. Karena itu kalau kita mengiginkan  keberuntungan dan jauh dari kerugian, kita harus melakukan beberapa hal sebagaimana  tersebut, yakni  mendasi seluruh aktifitas dan hidup di duia ini dengankeimanan yang benar kepada Tuhan dan juga kepada  semua ajaran-Nya, termasuk mengimani Nabi yan diutus untuk membrikan pencerahan dan risalah kepada umat manusia, lalu mau melakukan perbuatan baik dan saling memerikan nasehat hal hal yang benar dan sabar.

Kalau kita justru berlaku sebaliknya, sudah tentu kerugianlah yang akan menghinggapi kehidupan kita. Sesungguhnyakita ini  merupakan umat yang sangat beruntung karena sebelum bertindak sudah diberikan penjelasan oleh Tuhan tentang berbagai kemungkinan yang akan kita peroleh dikemudian hari, yakni dengan penjelasan yang sangat gambling.  Tinggal pilihannya terserah kepad kita masing masing.

Sebagai makhluk yang diberi akal pikiran oleh Tuhan tentunya kita akan bisa menggunakan pikiran tersebut untuk menentuka nasib kita di masa depan.  Kalau kita benar benar menggunakan daya piker kita tent kita tidak akan mau hidup dalam kerugian, apalagi kerugian di akhirat yang tentu tidak bisa kita bayangkan kesulitan yang bakal kita temmui di sana.  Satu satunya pilihan bagi kita ialah harus melakukan hal hal yang disampaikan oleh tuhan tersebut, agar kita benar benar beruntung dan terhindar dari kerugian.

Lebih lebih pada bulan suci Ramadlan seperti ini, kita memang harus bisa mempertimbangkan segala sesuatunya dengan baik.  Artinya untuk kehidupan yang cerah dan tidak rugi, kita memang harus terus memupuk kehidupan di dunia ini dengan memperbanyak laku baik serta mengingatkan kepada sesama untuk melakukan hal terbaik.  Tujuannya sangat jelas untuk mendapatkan ridla Tuhan serta ampunan-Nya.  Karena kita yakin bahwa di bulan suci ini disamping pahala akan dilipat gandakan juga sekaligus sebagai sarana melatih diri  untuk menjadi hamba hamba yang taqwa secara hakiki.  Semoga kita diberikan kekeuatan untuk menjadi orang yang muttaqin dan beruntung serta terhindar adari kerugian. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.