BERWIRAUSAHALAH

Setiap kali  menyaksikan dan mewisuda para  alumni , selalu terpikir oleh saya bagaimana caranya mereka yang telah menyelesaikan kuliah tersebut kemudian  tidak lantas berangan angan menjadi pegawai negeri atau pegawai di tempat lain, melainkan bagaimana mereka bisa berusaha sendiri dan bahkan kalau mungkin malah memperkerjakan orang lain.  Itulah sebabnya saya selalu menekankan pentingnya berwira usaha dan jangan pernah berangan angan atau bermimpi menjadi pegawai atyau kuli di tempat lain.  Tentu hal tersebut tidak mudah untuk dilakukan oleh mereka para alumni, karena memang kondisi lingkungan  dan alam sekitar kita tidak mendukung untuk hal tersebut.

Kali ini kita juga sedang menyaksikan  para alumni yang diwisuda sejumlah 1012 orang dari berbagai program studi.  Satu sisi kita bangga dapat mengantarkan mereka  hingga lulus dan dapat diwisuda hari ini, namun dalam waktu yang bersamaan kita juga sangat prihatin dengan nasib mereka dikemudian hari.  Tetapi setelah merenung dan sekaligus memberikan  motivasi kepada mereka, tentu kita, terutama saya harus merasa optimis bahwa seluruh wisudawan tersebut  nantinya dapat sukses dalam menapaki dunia fana ini.  Kesuksesan tersebut tentu dibarengi dengan kemauan mereka untuk berusaha  secara riil dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang sudah dimiliki.

Memang belum semuanya mendapatkan ketrampilan berwirausaha, namun dengan kecerdasan dan kearifan  alumni dala menekuni ilmu dan belajar selama ini, kita menjadi yakin bahwa kalau ada kemauan, pasti di sana aka nada jalan mulus yang dapat dilalui.  Satu hal yang perlu disadari oleh seluruh alumni ialah bahwa tidak ada sesuatu yang dapat diperoleh dengan mudah dan instan, tetapi semua harus yakin bahwa  untuk mendapatkan kebehagiaan dan kesuksesan, diperlukan proses yang bisa panjang dan mungkin juga melelahkan.  Tetapi siapapun yang tabah dan tidak pentang menyerah, pasti akan mendapatkan jalan kesuksesan tersebut.

Bangsa kita saat ini  memang kekurangan para wirausahawan,  dan kebanyakan masyarakat kita lebih condong  menjadi kuli atau buruh kepada pihak lain.  Akibatnya  secara umum negara kita tidfak bisa maju dan berkutat dalam persoalan kemiskinan, perebutan kekuasaan dan juga korupsi.  Nah, untuk bisa menjadi negara yang maju dan makmur, diperlukan para wira usahawan yang banyak, dan minimal sekitar 5% dari seluruh penduduk kita, atau bahkan kalau bisa mencapai 15%, maka sudah barang tentu kita akan bisa maju dan meninggalkan beberapa negara lain.

Jadi kuncinya memang ada pada orang yang mau berusaha  menjadi  pengusaha dan tidak mengandalkan sebagai buruh.  Bahkan  kiranya cukup beralasan kalau kita saat ini  terus mendorong kepada seluruh warga bangsa, terutama mereka yang baru diwisuda, agar mereka  berani terjun dalam dunia usaha.  Itu disebabkan bahwa  untuk menjadi PNS, sebuah pekerjaaan yang saat ini dimimpikan oleh sebagian besar anak bangsa, ternyata  sudah  sangat dibatasi.  Bahkan  profesi sebagai PNS tersebut sangat rawan  melakukan penyimpangan, baik dari sisi waktu, kinerja dan juga bahkan korupsi.

Ini bukannya  semua PNS menjadi brengsek dan tidak ada yang masih memegang  idealism untuk membangun bangsa ini menjadi lebih maju, akan tetapi kenyataan yang kita hadapi saat ini ialah kondisi yang sangat kurang menguntungkan.  Bahkan suara lantang untuk memberantas korupsi saja kurang mendapat respon p[osistif  dari semua pihak.  Untuk itulah kiranya aka bijak manakala  seluruh alumni yang hari ini diwisuda agar  dapat berpikir ulang  dengan berbagai cita cita yang selama ini telah terpendam dalam hati.  Dan mulailah memberanikan diri untuk melakukan usaha dalam bidang apapun yang kiranya  pada saat yang akan datang  dapat menjadi andalan dalam mengembangkan usaha dan bisnis.

Kita memang  mempunyai anggapan bahwa para lulusan IAIN kali ini  secara umum belum memp[unyai ketrampilan yang memadahi untuk melakukan usaha tertentu.  Namun dengan bekal ilmu pengetahuan dan tekat yang bulat, kita bisa yakin bahwa  mereka akan dapat melakukan usaha dan dalam waktu yang bersmaan juga melakukan belajar dari para pengusaha sukses dan juga dari pengalaman yang dilalui setiap harinya.  Banyak contoh para pengusaha yang berangkat dari nol pengalaman dan nol modal, namun saat ini telah merengkuh kesuksesan yang luar biasa.

Barangkali harapan kita semakin besar ketika nanti mereka  bisa menjalani kehidupan sebagai pengusaha dan memberikan pengalamannya kepada  sesame serta mempergunakan kesuksesannya tersebut untuk kesejahteraan umat manusia.  Tentang  perilakunya sebagai hamba Tuhan yang taat, tentu kita sangat percaya dan sama sekali tidak meragukannya, karena  di kampus Islam IAIN Walisongo, mereka telah ditempa dengan berbagai ilmu dan kajian  serta praktek pengamalan ajaran syaraiat dengan baik dan benar.  Untuk itu dalam urusan yang satu tersebut  sudah tidak ada persoalan yang menghawatirkan, dan bahkan  sangat mungkin mereka nantinya bisa menjadi pelopor bagi pelaksanaan syariat Islam lainnya, seperti zakat, infaq, sedekah dan lainnya.

Disamping itu semua  kita juga dapat memberikan pertimbangan bahwa  melakukan usaha tersebut sesungguhnya merupakan hal semua orang dan semua bisa melakukannya, dan tidak ada pembatasan  kepada siapapun.  Lain dengan menjadi pegawai, baik negeri maupun swasta yang tentu sangat terbatas.  Bahkan semua  alumni sangat yakin bahwa rizki Tuhan itu di gelar seluas luasnya, sertz seluruh hamba dipersilahkan untuk mengambilnya dengan cara cara yang baik dan tidak bertentangan dengan larang yang telah digariskan oleh syariat.  Keyakinan tersebut sesungguhnya telah lebih dari cukup untuk memberikan  kepercayaan kepada mereka menerjuni dunia usaha tersebut dengan optimism yang tinggi.

Demikian juga dalam kenyataannya   orang orang yang menekuni dunia usaha tersebut hamper seluruhnya meraih kesuksesan, terutama mereka yang tidak meudah menyerah dengan hambatan ataupun kegagalan.  Kalau ketekunan dalam melakukan usaha tersebut kemudian sudah menyatu dengan jiwanya, dan juga dilandasi oleh semangat untuk membantu orang lain dan keinginan untuk mendapatkan ridla dari Tuhan, sudah tentu akan menuai sukses.

Barangkali juga sangat perlu belajar  dan membaca pengalaman mereka yang telah sukses dengan kiat kiat tertentu dengan maksud agar bisa  meniru kesuksesannya dan menghindari kegagalan yang pernah dialami oleh mereka.  Kemauan untuk belajar tersebut  memang merupakan salah satu kiat sukses dalam berusaha.  Karena semua orang yang saat ini sukses pasti telah pernah mengalami kegagalan.  Tidak ada orang yang selalu sukses tanpa pernah menemui kegagalan.  Camkan hal itu, agar tidak akan mudah menyerah dengan kegagalan tersebut.

Tuhan itu maha Adil dan maha kaya, sehingga tidak perlu takut akan mendapatkan perlakuan tidak adil dari Tuhan.  Cobaan sudah pasti ada, tinggal  ketabahan kita saja dalam menghadapi ujian dan cobaan tersebut; apakah  tetap tegar dengan cobaan tersebut atau sebaliknya  menjadi lemah dan tidak berdaya serta menyerah.  Semuanya itu terserah kepada masing masing individu.  Dan kita sangat mengharapkan  semua alumni akan  memahami hal tersebut dan kemudian bisa menjadi orang yang sukses dan tabah menerima cobaan.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.