MEMPERSIAPKAN DIRI MENGHADAPI RAMADLAN

Banyak tingkah polah umat manusia dalam menghadapi bulan suci Ramadlan; ada yang menyiapkan segala keperluan saat Ramadlan, seperti bahan makanan, vitamin suplemen, hingga pernak pernik perlengkapan ibadah, semacam mukena,  sajadah, baju koko, sarung, peci dan lainnya.  Semua itu sesungguhnya merupakan hal yang sah untuk dilakukan, hanya saja sesungguhnya yang lebih perlu dipersiapkanialah membersihkan diri; pikiran, hati, dan nurani kita dari berbagai macam kotoran  dan maksiat, seperti rasa dendam, iri, dengki, sakit hati, dan lainnya.  Kebersihan juwa kita terseut akan sangat membanu dalam melaksanakan ibadah di bulan suci nanti.

Menjalani ibadah puasa dan segala macam ibadah di dalam bulan suci tersebut akan sangat terasa dan  diyakini akan mendapatkan balasan pahala dari Tuhan, manakala jiwa kita telah bersih dari segala mcam dosa dan noda yang akan menghalangi pahala atas amal yang kita lakukan.   Suatu saat nabi Muhammad saw pernah  memohon kepada Tuhan yang kurang lebih maksudnya ialah: Wahai Tuhan janganlah engkau terima puasanya orang orang yang  mempunyai kesalahan kepada kedua orang tuanya dan belum sempat meminta maaf kepada mereka , ya Allah jangan;ah Engkau terima [uasanya orang orang yang masih mempunya salah kepada suami atau isterinay dan belum meminta maaf kepada suami atau isteri tersebut, ya Tuhan janganlah Engkau terima puasa orang yang masih mempunyai salah kepada saudaranya dan tetangganya, sehingga mereka meminta maaf.  Lalu doa tersebut diaminkan oleh malaikat Jibril sampai tiga kali.

Kisah tersebut sangat jelas menunjukkan bahwa Nabi sangat mendorong kita semua agar sebelum menjalankan ibadah puasa kita mempersipkan diri dengan membersihkan diri kita baik dari dosa kepada Tuhan maupun dari segala kesalahan terhadap sesama manusia.  Kita harus berani mengubah kebiasaan selama ini yang meminta maaf kepada semua umat manusia setelah menjalankan ibadag puasa.  Memang tidak ada salanya kalau kita meminta maaf karena hal tersebut memang sangat dianjurkan kapan saja, termasuk  pada bulan Syawaal setelah menjalankan ibadah puasa.  Hanya saja justru yang lebih dipentingkan ialah  meminta maaf tersebut sebelum kita menjalankan ibadah puasa.

Kebersihan jiwa sebelum menjalankan ibadah puasa akan memungkinkan kita bisa meraih seluruh kesempatan yang ditawarkan  pada bulan suci tersebut, terutama tawaran yang sudah biasa kita dengar dan kenal yakni siapapun yang mau menjalankan ibadah puasa dan dilandasi dengan keimanan yang benar serta kepasrahan serta ikhlas karena Tuhan, maka segala dosanya akan diampunkan oleh Tuhan,  Rasionya mana mungkin Tuhan akan mengampuni segala dosa, kalau ternyata kita masih menyimpan dendam kepada saudara kita, masih mempunyai salah serta menyakitkan hati saudara kita, dan  belum sempat meminta maaf kepada mereka.

Karena itu sangat tepat bilamana saat ini kita sudah mempersiapkan diri menghadapi bulan suci dengan membersihkan diri dari segala noda dan maksiat serta mempererat tali silaturrahmi dengan orang orang terdekat dan  tetangga.  Factor silaturrahmi tersebut  saat ini menjadi sangat penting, karena dengan bersilaturrahmitersebut tentu akan dapat mencairkan suasana yang sebelumnya membeku, bisa menimbulkan sikap saling menhargai, saling mengasihi, saling memahami, serta saling memaafkan kekurangan dan juga kesalahan dengan  ringan dan ikhlas.

Silaturrahmi memang sangat dianjurkan oleh agama.  Allah swt sendiri ketika menciptakan manusia juga sengaja dibuat berbeda beda dengan tujuan agar mereka semua saling mengenal satu sama lain dan saling memahami karakter, budaya dan kebiasaan masing masing.  Dalam surat al-Hujurat ayat ketiga belas, Allah berfirman yang maksudnya kurang lebih: Wahai manusia  sesungguhnya aku telah ciptakan kalian semua  dengan jenis laki laki dan perempuan dan aku Jadikan kalian semua berbangsa bangsa dan bersuku suku agar kalaian semua saling mengenal, dan sesunguhnya yang paling mulia diantara kalian ialah yang paling bertaqwa, dan sesungguhnya Tuhan itu Maha Mengetahui lagi Maha Waspada. Pengertian saling mengerti, memahami dan mengenal tersebut akan dapat dilakukan  dan diwujudkan dengan silaturrahmi .

Jadi dengan demikian silaturrahmi tersebut sesungguhnya merupakan perintah langsung dari Tuhan.  Disamping itu silaturrahmi juga mengandung banyak makna yang sangat bermanfaat bagi umat manusia, terutama dalam aspek keduniaan, yakni dalam upaya mempererat tali persaudaraan, menguatkan komitmen untuk terus melakukan kebaikan dan membagi kebahagiaan dan kesusahan secara bersama.  Bahkan secara khusus Nabi Muammad saw pernah menyatakan bahwa barang siapa yang menginginkan agar rizkinya diluaskan oleh Tuhan dan umurnya juga dipanjangkan, maka hendaklah ia memelihara dan melestarikan silaturrahmi.

Lebih lebih kalau silaturrahmi tersebut ditujukan kepada kedua orang tua, tentu akan lebih mempunyai makna, karena orang tua tentu akan selalu merindukan anak anaknya dan ingin mengetahui kondisinya secara  lebih sering dan bertemu secara langsung.  Naha, kalau kemudian dikaitkan dengan birrul walidain atau berbuat baik kepada  orang tua, maka hal tersebut juga sekaligus memenuhi perintah Tuhan yang lain.  Artinya bersilaturrahmi itu merupakan perintah Tuhan yang kita simpulkan dari ayat yang tersebut, sedangkan perintah Tuhan yang lain yang mesti kita lakukan ialah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan cara cara yang memungkinkan mereka bisa puas dan tidak bertentangan dengan syraiat Tuhan.

Jadi kembali kepada persoalan awal, yakni mempersiapkan diri menghadapi Ramadlan, bukan sekedar mempersiapkan sesuatu yang lahir, seperti kebutuhan pokok untuk sahur dan berbuka puasa, serta persiapan peralatan ibadah seperti mukena, sarung dan baju serta lainnya, tetapi justru yang lebih penting dari itu semua ialah mempersiapkan diri secara mental, yakni membersihkan diri kita dari berbagai noda dan maksiat.  Berbagai aktifitas yang dapat dilakukan antara lain memperbanyak istigfar memohon ampuna kepada Tuhan atas segala dosa yang pernah kita lakukan secara serius dan bersungguh sungguh, kemudian juga meminta maaf kepada sesama umat manusia, terutama  kepada kedua orang tua, dan tetangga serta kawan kawan terdekat.

Kita semua berharap bahwa pada saat Ramadlan datang kita semua sudah dalam keadaan bersih sehingga diharapkan  akan dapat mendapatkan kebaikan kebaiakan  Ramdlan.  Saat ini kita masih mmpunyai waktu dan kesempatan sekitar dua minggu untukmempersiapkan diri tersebut.  Untungnya masyarakat kita sudah terbiasa  melakukan kunjungan kepada orang tua  di bukan Sya/ban seperti saat ini, baik kunjungan kepada orang tua yang masih hidup maupun berziarah ke makam mereka yang sudah meninggal dunia.  Mereka biasanya menyebutnya dengan istilah nyadran atau pun lainnya.  Kondisi sepertiitu tentu akan sangat membantu kita dalam mewujudkan silaturrahmi sebagaimana yang kita maksudkan  tersebut.

Hanya saja yang perlu kita perhatikan ialah jangan sampai justru kita larut dalam kebiasaan jelek yang terkadang m8uncul bersamaan dengan acara nyadran tersebut, yakni melakukan hal hal yang bertentangan dengan ajaran syariat Islam.  Artinya kita harus bisa mewarnai kegiatan nyadran tersebut untuk bersilaturrahmi dan mempererat jalinan kekeluargaan yang lebih baik.  Mudah mudahan niat kita untuk mempersipkan diri menghadapi Ramadlan tersebut akan benar benar terwujud, yakni membersihkan diri dari dosa dengan memperbanyak istighfar dan juga bersilaturrahmi serta meminta maaf kepada sesama, sehingga  nantinya kita akan dapat memperoleh hikmah, kemuliaan dan berkah Ramadlan, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.