KEMAH PRAMUKA PENDIDIKAN ISLAM NUSANTARAN

Barangkali gaung perkemahan pramuka pendidikan Islam Nusantara yang diselenggarakan di Batam Kepulauan Riau saat kurang menggema, dibandingkan dengan even lainnya yang banyak diliput oleh media.  Namun  sesungguhnya perkemahan yang didesain  dengan menyatukan dua perkemahan yang selama ini telah berjalan, yakni perkemahan wirakarya  para mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri dan perkemahan santri nusantaran ini  mengandung makna dan nilai nilai yang luhur dalam upaya mengantarkan pramuka dan generasi muda untuk mengelola negeri ini dengan baik di masa depan.

Kita tentu mengetahui bahwa pramuka dengan dasa dharmanya diharapkan akan mampu melakukan  pembenahan dalam pengelolaan Negara ini, manakala mereka terus diberikan kesempatan dan secara konsisten memegang prinsip dasa dharma  serta dibina dengan  serius, terutama dalam hal ketrampilan, ilmu pengetahuan serta akhlak mulia.  Di negeri kita  sekarang ini  sesungguhnya  sudah banyak orang pandai walaupun masih banyak orang yang bodoh, namun hanya sedikit sekali  diantara anak bangsa ini yang  secara tulus mau membaktikan dirinya untuk kepentingan bangsa dan negaranya.

Bahkan mereka yang saat ini  memegang amanah untuk memperbaiki Negara, malahan  menjadi perampok uang rakyat atau setidaknya tidak mempunyai  rasa kepedulian yang  sungguh sungguh dalam mengelola Negara, sehingga  kondisi Negara kita semakin terpuruk di mata  dunia.  Betapa banyak  anak bangsa ini yang justru menjadikan amanah yang dipercayakan kepada mereka sebagai alat untuk mengeruk keuntungan  pribadi atau golongannya.  Betapa memilukan  kondisi di parlemen kita yang selalu saja melakukan berbagai aktifitas yang bertentangan dengan aspirasi mereka yang diwakili oleh dewan di lembaga itu.

Korupsi, suap, perjalanandinas yang tidak terlalu penting, proyek spektakuler yang tidak rasional dan lain sebagainya menjadi santapan masyarakat kita yang sesungguhnya  sudah sangat bosan dan muak dengan keadaan.  Bahkan sampai sampai pengadaan kitab suci saja dijadikan ajang untuk mengeruk keuntungan.  Sungguh  merupakan  kondisi yang sangat kontras dengan falsafah bangsa yang selama ini kita anut dan sudah banyak dilupakan.

Nah, dalam suasana seperti itulah diperlukan  usaha usaha nyata  untuk memberikan harapan bagi sebagian anak bangsa yang sadar akan keberlangsungan bangsa ini, yakni dengan membina karakter anak anak muda , khususnya  para santri dan mahasiswa Islam , agar mereka nantinya bisa diandalkan dalam hal  keteladanan, ketulusan dalam niat dan  pekerjaan, serta dalam mengelola Negara. Pembinaan yang  terus menerus dalam upaya mengantarkan mereka menjadi orang yang  matang memang harus sudah dimulai dan tidak boleh bosan serta menyerah kepada keadaan.

Melalui kegiatan kepramukaan itulah salah satu yang bisa dilakukan, karena  mereka yang aktif dipramuka biasanya telah terbiasa dengan  hidup prihatin, tabah dalam menghadapi segala resiko kehidupan dan mencintai alam serta lingkungan. Prinsip dasa dharma yang  menjadi prinsip hidup pramuka akan sangat membantu mereka dalam penciptaan karakter baik yang memang diharapkan. Kondisi seperti itulah yang dibutuhkan untuk bisa dikembangkannya berbagai kreaatifitas mereka menuju kesejahteraan  hidup  rakyat banyak.

Kegiatan kepramukaan melalui kemah seperti saat ini tentu akan menghadirkan banyak aktifitas  yang langsung menyentuh kepentingan rakyat, seperti kegiatan  baktisosial, bazaar, dan lainnya, disamping berbagai kegiatan internal pramuka yang tentu dalam upaya  mengeratkan tali persaudaraan, disiplin diri, saling menghargai, tolerans, dan lainnya.  Sikap hidup sederhana yang selalu dumunculkan dalam  sikap hidup pramuka tentu sangat diharapkan nantinya akan dapat terus menyelimuti kehidupannya, terutama setelah mereka diberikan tanggung jawab dan  amanah untuk mengelola bangsa ini.

Sebagaimana kita ketahui bahwa  banyak diantara  mereka yang saat ini memegang amanah tersebut ternyata hanya pandai dalam berbicara tetapi  susah melakukannya.  Hampir semua orang  berbicara dan menyatakan  agar  berhemat dan hidup sederhana, tetapi dalam kenyataannya justru merekalah yang selalu meunjukkan  kehidupan  mewah dan  hedonis.  Seharusnya  kalau mereka mengajak hidup hemat dan sederhana tidak harus digembar gemborkan tetapi cukuplah menujukkan bukti dalam kehidupan kesehariannya.  Misalnya  tidak mengadakan upacara ceremonial dengan menghabiskan  uang milyaran rupiah yang hal tersebut tentu sangat bertentangan dengan prinsip sederhana tersebut, dan yang terpenting hal ersebut tentu sangat melukai hati rakyat yang miskin.

Kalau hanya untuk menyelenggarakan pesta ulang tahun ataupun pernikahan, khitanan dan sejenisnya,  misalnya, cukuplah  diadakan  secara wajar menurut ukurang bangsa yang  sedang menderita,  bukan sedang dalam pandangan mereka yang terbiasa hidup hedonis. Bukan malahan  dengan menyewa pulau ataupun hotel mewah di luar kota dan diliput oleh media, sehingga  akan membuat sakit mereka yang mengharapkan perhatian dari mereka yang dipercaya mengurus bangsa dan Negara.

Kembali kepada masalah perkemahan pramuka pendidikan Islam Nusantara yang diselenggarakan  hingga 8 Juli ini di Batam, bahwa  ada setitik harapan dari kita untuk kegiatan ini, karena  peserta terbanyak justru dari kalangan santri yang tentu kita  tahu persis bagaimana kondisi mereka yang saat ini sudah jauh berbeda dengan kondisi santri pada masa yang lalu.  Perbedaan mencoloknya  antara lain bahwa santri sekarang tidak bisa dikonotasikan dengan kejorokan, gudiken, dan berbagai label jelek lainnya.  Santri sekarang sudah dikenalkan dan praktekkan dengan kehidupan sehat dan dikenalkan pula dengan teknologi, sehingga mereka tidak lagi gagap dalam hal tersebut.

Namun  yang paling  penting dari keberadaan santri tersebut ialah  factor pembinaan akhlak yang tetap tinggi, penghormatan dan penghargaan kepada para ustadz dan kiai begitu kental, sehingga membuat mereka tetap dalam koridor dan bingaki akhlak yang baik.  Modal itulah yang  kita harapkan nantinya akan dapat menjadikan para pramuka santri tersebut bisa diandalkan di masa depan.  Semua  jajaran di kementerian agama tentu  berharap bahwa kegiatan kepramukaan kali ini akan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat  bagi bangsa ini, terutama mellui investasi pembinaan mental dan karakter para  anak bangsa yang berada dalam pramuka.

Hanya  saja memang ada yang perlu dievaluasi dalam pelaksanaan perkemahan pramuka pendidkan Islan Nusantara kali ini.  Salah satunya ialah dalam hal pemilihan lokasi perkemahan, dan eserta serta pendamping yang menyertai mereka.  Kita tahu bahwa Batam memang  dikenal dengan penduduk pendatang.  Di kota Batam sendiri lebih dari 5 ribu orang asing yang bermukin di sana, dankehidupannyapun  tentu  akan sangat berbeda dengan kehidupan kebanyakan rakyat Indonesia.  Karena itu sesungguhnya  akan lebih bagus kalau  penempatan perkemahan  tersebut tidak dikawasan  seperti itu, melaikan di kawasan penduduk yang  sangat membutuhkan uluran tangan para pramuka, sehingga mereka akan dapat berkiprah secara nyata serta bisa merasakan  apa yang sesungguhnya dirasakan oleh rakyat banyak tersebut.

Bukan berarti tempat perkemahan  saat ini sama sekali tidak cocok, melinkanhanya  akan lebih bagus kalau dilaksanakan di daerah yang lebih membutuhkan.  Memang ada  manfaat yang bisa dirasakan oleh peserta, karena letak dari perkemahan itu sendiri ada ditempat yang  sama sekali baru dan belum dihuni oleh banyak orang, bahkan  untuk penerangan  listrik saja  baru dapat dilaksanakan  bersamaan dengan pelaksanaan perkemahan.  Namun sekali lagi  akan lebih bagus kalau dicarikan lokasi yang lebih bisa memberikan pelajaran bagi para pramuka dalam pengabdian mereka dan mempraktekkan dasa dharma.

Disamping itu evaluasi yang juga tidak kalah pentingnya ialah  harus ada pembatasan pendamping, karena  dalam kegiatan perkemahan kali ini kita menyaksikan terlalu banyakpendamping, terutama dari instansi  kementerian, sehingga  tampak  seperti kesempatan untuk keluar kantor dan sekaligus rekreasi.  Menurut saya  sangat tidak efektif dan efisien kalau pendamping saja jumlahnya sampai riuan orang dengan peserta perkemahan hanya sekitar 6 ribuan orang.  Kedepan  kiranya perlu dilakukan upaya penghematan biaya  sehingga prinsip pramuka yang  hidup sederhana dan peka terhadap lingkungan akan dapat diwujudkan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.