SAYANG ANAK

Terkadang kita jarang berkomunikasi dengan orang orang yang sesunguhnya dekat dengan kita, semisal anak anak, disebabkan kesibukan kerja yang luar biasa.  Artinya meskipun setiap hari bertemu dan berpapasan, tetapi tidak sempat untuk berkomunikasi secara berkualitas, seperti menanyakan bagaimana  sekolahnya, ada kesulitan  atau tdak  tentang pelajaran di sekolah, bagaimana dengan nteman temananya, apakah ada yang nakal, atau bahkan yang lucu atau tidak dan seterusnya.  Seolah kita hidup dengan dunia masing masing dan tidak perlu mengetahui persoalan masing masing.

Tentu kondisi seperti itu sangat tidak baik  untuk hubungan keluarga, meskipun mungkin hingga kini belum ditemukan indikasi saling menggugat dan protes, namun dalam waktu tertentu sudah dapat dipastkan bahwa saling bungkam diantara angota keluarga tersebut pasti akan menuai masalah, terutama kalau salah satu anggota keluarga tersebut  sedang bermasalah. Kita harus yakin bahwa  orang hidup dan berhubungan dengan pihak lain, dapat dipastikan pada suatu saat akan mendapatkan masalah, sehingga sebelum segalanya menjadi runyam, sebaiknya  dipersiapkan semenjak dini.

Hubungan diantara keluarga   itu memgang pernanan penting, terutama  dalam menanggulangi berbagai masalah yang sangat mungkin timbul.  Hubungan antara suami isteri, antara  orang tua dengan anak anaknya dan antara  mereka dengan pembantu misalnya, harus dapat dilakukan sedemikian rupa, sehingga tidak akan saling mencurigai atau bahkan saling apatis dengan persoalan masing masing.  Idealnya semua masalah yang dihadapi bisa  dibagi diantara mereka, sehingga  akan terasa ringan beban yang ditanggung, walaupun belum bisa diselesaikan.

Anak sekolah, meskipun masih belum memikirkan tentang bagaimana mencari nafkah, akan tetapi bisanya juga  mempunyai banyak persoalan seputar dunia mereka.  Untuk itu sebagai orang tua kiranya akan sangat bijak manakala kita  memulai berkomunikasi dengan mereka dengan menanyakan berbagai hal tentang pelajaran mereka, tentang teman temannya, dan prestasinya di sekolah.  Komunikasi yang dibangun tersebut akan memudahkan dan sekaligus memberikan kepercayaan kepada anak bahwa kita benar benar memperhatikan kepada  mereka dan bahkan menyayangi mereka.

Kedekatan kita dengan mereka akan memungkinkan mereka  membagi persoalan yang tengah dihadapi kepada kita, karena mereka percaya bahwa kita akan  ikut memcahkan persoalan tersebut dan memberikan support kepada mereka.  Perhatian yang demikian akan memungkinkan anak berkembang dengan baik dan merasa terlindungi oleh sikap dan tindakan orang tua mereka.  Akan berbeda misalnya jikalalu kita sama sekali idak pernah perhatian kepada mereka, tentu mereka akan menganggap bahwa kita tidak mau memperhatikan mereka, dan kalaupun mereka mempunyai masalah, akan menyimpannya sendiri.  Toh kalau dibagi dengan orang tuanya, mereka akan mengira bahwa orang tuanya akan mengacuhkannya dan bahkan malahan menyalahkan mereka.

Kita memang harus  menyediakan waktu khusus untuk mereka dan mungkin mengorbankan sedikit waktu yang sangat berharga untuk sekedar menyapa mereka.  Sesibuk apapun kita, wajib hukumnya bagi kita untuk memberikan waktu bagi keutuhan dan keharmonisa  serta keutuhan keluarga.  Anak anak dan juga suami atau isteri akan merasa bangga kalau kita (suami atau isteri) sebagai orang tua  bisa memberikan kesegaran suasana di dalam rumah tanga.  Maksudnya ialah  ketka kita bisa membuat cerah seluruh keluarga dengan sikap kita dengan perhatian kita dan dengan kasih sayang kita, tentu mereka akan merasa bahagia dan  nyaman berada dalam satu keluarga yang kita bina.

Keluarga yang seperti itulah yang kita idamkan dan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw, bahwa  rumahku adalah surgaku memang benar benar terwujud.  Tetapi kalau  tidak ada saling komunikasi dan bahkan seolah saling hidup sendiri dengan dunia masing masing, maka  tidak mungkin akan tercipta suasana yang membahagiakan, malahan sangat mungkin lama lama penghuni rumah merasa sangat gerah berada di dalamnya.  Mereka tidak nyaman dan tidak kerasan berada di rumah.  Akibatnya mereka mencari kenyamanan di luar rumah dan sangat mungkin akan ada keretakan di rumah tersebut.

Kalau kondisi rumah tangga sudah demikian, maka  pertanda  rumah tangga tersebut tidak bahagia, tidak sakinah dan sama sekali jauh dari mawaddah atau kasih sayang.  Makanya sebelum segalanya terjadi, kiranya belum terlambat bagi  rumah tangga yang belum  menyadari arti pentingnya berkomunikasi tersebut segera melakukannya, terutama kepada anak anak.  Kita sangat berharap bahwa anak anak kita  akan bisa terjaga dari pengaruh negative di luar rumah seperti pergaulan yang salah, penggunaan obat obat terlarang, dan juga praktek amoral.

Anak memang tidak bisa kita harapkan bisa berpikir seperti kita, melainkan kita yang harus mengerti dunia mereka.  Ada kalanya mereka itu menginginkan  kemanjaan, perhatian dan kasih sayang, tetapi terkadang mereka juga sesekali ingin sendirian.  Nah, kalau kita dapat mengerti dan kemudian berusaha mengarahkan, membimbing dan  menemani mereka,tentu mereka  tiak akan mudah terpengaruh kepada hal hal negative yang selalu mengintai.  Mungkin sesekali perlukita ajak jalan jalan ke toko buku untuk membelikan mereka buku yang disukai mereka, tetapi terkadang pula kita juga harus rela mengantar mereka ke mall dan juga ke tempat rekreasi dan tempat huburan lainnya.

Namun bukan berarti kita akan menuruti setiap keinginan mereka, karena boleh jadi kalau hal tersebut kita lakukan, justru akan membahayakan  anak itu sendiri, karena mereka tidak lagi bsa berpikir dengan baik dan berusaha membedakan mana yang baik dan bermanfaat dan mana yang tidak baik dan tidak memberikan manfaat.  Sayang bukan berarti menurut seluruh kemauan anak, melainkan  kita bisa memberikan bimbingan keada mereka kepada ha hal yang baik dan bisa memberikan manfaat, baik bagi mereka maupun kepada  orang lain.

Sayang kepada anak terkadang malah harus  menolak keinginan mereka, walaupun harus dilakukan denga cara yang bijaksana dan berusaha  memberikan argumntasi yang dapat diterima mereka, bukannya dengan nada keras dan tanpa  alasan apapun.  Jadi  kasih dan sayang kepada anak itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan itu sendiri.  Bahkan  sesunguhnya  sayang dan pendidikan kepada anak tersebut sudah harus dimulai semenjak  anak masih dalam kandungan ibu.  Artinya  ketika anak anak masih dalam kandungan, selayaknya kita bisa melakukan aktiftas positif dan tidak merugikan pihak lain, karena dengan begitu ita bisa berharap bahwa anak yang akan lahir nanti bisa meniru sifat baik yang dilakukannya.

Terlebih pada saat mereka telah lahir ke dunia, walaupun masih bayi dan kecil, tetapi kita wajib berlaku baik dan terus memberikan perhatian serta hubungan yang baik dengan sesame anggota keluarga.  Anak kecil tentu akan sangat peka terhadap lingkungannya.  Kalau lingkungannya selalu gaduh dengan suara keras dan bahkan bentakan yang terus menerus, maka  anak  tidak akan merasa nyaman dan bahkan  akan menirukan  hal hal negative seperti itu.  Lingkungan yang baik akan menumbuhkan anak anak yang baik dan karaternya akan terbentu dengan sangat baik, dan sebaliknya ketika lingkungannya sangat jelek maka karakternya juga akan terbentu seperti itu, dan akibatnya anak tersebu nantinya akan susah untuk diatur.

Sekali lagi sayang anak tidak identik dengan memenuhi segala kebutuhannya, melainkan  lebih terletak kepada perhatian kita yang utuh dan penuh bagi mereka.  Tentu kalau kita mampu untuk memenuhi  keinginan mereka akan lebih baik, meskipun harus juga dilakukan filterisasi, agar  keinginan anak tersebut mengarah kepada hal yang baik dan memberikan manfaat.  Sebagai orang tua, tentunya kita wajib mengarahkan  kepada anak anak kita, membimbingnya dan memberikan saran, dengan tujuan mereka akan dapat berpikir dengan baik dan  terjauhkan dari sifat jelek yang akan menyengsarakannya dikemudian hari.

Bagi mereka para orang tua yang sampai saat ini belum melakukan hal seperti secara maksimal, kiranya belum terlambat untuk segera melakukannya, mumpung  masih bisa dilakukan.  Jangan sampai kita terlambat dan menyesal seumur hidup.  Penyesalan memang akan selalu datang terlambat.  Kita harus ingat bahwa waktu itu tidak akan bisa berputar ulang, siapapun yang  bisa memanfaatkan waktu, dialah yang akan mendapatkan kesempatan yang lebih baik, dan siapa yang terlambat  menggunakan waktu, maka ia akan menyesalinya.  Semoga kita tidak akan menyia nyiakan waktu dan anak anak kita.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.