AROGAN

Ketika ada BB mengedarkan  informasi bahwa ada  salah seorang angota dewan berlaku arogan dengan menampar salah seorang petugas bea dan cukai di bandara Sukarno Hatta, kemudian banyak yang menyikapi berbeda.  Ada yang tidak kaget dan bahkan menatakan  sangat wajar karena memang seperti itulah kenyataannya para wakil rakyat yang ada di Senayan dan juga yang ada di daerah.  Bukannya mereka itu malah santun dan berlaku  sopan kepda rakyat yang diwakilinya, malahan  berlaku kasar dan menyakiti mereka, baik langsung maupun tidaklangsung.

Perlakuan menyakitkan yang langsung sudah sering kita dengar, termasuk penamparan atau setidaknya bentakan yang dilakukan oleh anggota dewan yang terhormat kepada masyarakat, bahkan kepada mereka yang sedang bekerja menjalankan tugas.  Sedangkan yang tidak langsung antara lain dalam bentuk perilaku hedonis dan "umpak umpakan" dalam  menggunakan uang Negara, semisal kelencer ke luar negeri, memark up pembangunan dan pengadaan barang, dan sering bolos rapat, padahal mereka menerima gaji tetap dan utuh.

Kita memang belum mengetahui secara pasti tentang perlakuan arogansi seorang anggota Dewan terhadap petugas bea dan  cukai sebagaimana  telah beredar di mas media, karena  anggota dewan  yang bersangkutan  membantah telah menampar dan hanya mendorongnya saja.  Meskipun demikian dia mengakui memang  berteriak  lantang dan keluar dari barisan untuk mendekat kepada pintu  yang baru saja dibuka, sehingga menimbulkan sedikit ketegangan  dengan petugas bea dan cukai.

Namun ditinjau dari sisi keelokan tindakan anggota dewan tersebut cukup disayangkan, karena seharusnya dia menjadi teladan dalam segala tindakannya.  Jangan mentang mentang  menjadi anggota legislative dan dengan alasan mempunyai  fungsi pengawasan, lalu seenaknya  memerintahkan dan membentak pihak yang sedang menjalankan tugasnya.  Seharusnya  anggota dewan tersebut mau bersabar dengan mengikuti antrian yang ada, bukannya  berteriak teriak  kepada petugas agar  menambah jalur antrian, sementara diketahui bahwa sebagian petugas sedang menjalankan ibadah shalat.

Kita juga  menyayangkan kepada pihak partai yang  dengan begitu gampangnya  membela  dan meyakini  penjelasan sepihak anggota partainya, dan bukannya mengadakan pengecekan langsung ke lapangan sebelum mengeluarkan pernyataan resmi atas nama partai.  Memang sangat mungkin anggota dewan tersebut yang benar, tetapi bisa jadi berita di BB tersebut yang benar.  Sebab dengan sedikit pengakuan yang diberikan oleh  anggota dewan tersebut, sepertinya memang ada perlakuan  arogan, meskipun mungkin tidak terjadi penamparan.

Cek  dan cros cek seharusnya dijalankan oleh siapapun terhadap berita yang mengandung dua versi, lebih lebih sebuah partai politik.  Itu se,ua dalam upaya memberikan pencerahan kepada masyarakat  tentang bagaimana seharusnya menyikapi sebuah berita.  Kita saat ini memang sedang dihadapkan kepada situasi yang sangat membingungkan.  Artinya tidak ada satupun pihak yang seratus persen dapat dipercaya dan dijadkan rujukan.  Hampir semua pihak, termasuk partai politik, tidak ada yang bisa dipercaya dapat menjaga kebenaran sejati,apalagi akan membawa kesejahteraan masyarakat.  Justru yang ada saat ini ialah bagaimana mensejahterakan  partai dan  mencari modal untuk berebut kursi pada saat pemilu.

Bahkan termasuk para pihak yang  seharusnya menjadi tumpuan harapan terakhir dalam memperoleh kebenaran, saat ini sudah sulit dipercaya.  Karena ternyata ada  pihak pihak tersebut yang  menyelewengkan kepercayaan umat, seperti ustadz dan  para habib yang melakukan  pebuatan tercela.  Memang masih cukup banyak  pihak yang bisa dijadikan rujukan, meskipun  harus ekstra hati hati. Tetapi dengan kenyataan  bahwa ada sebagian orang "suci" yang ternyata menodai kesuciannya tersebut, maka  citra orang orang suci tersebut menjadi tercoreng.

Sikap arogansi memang bisa menghinggapi sispa saja, terutama yang merasa mempunyai "sesuatu" yang diandalkan, misalnya kedudukan,  harta, posisi strategis, dan lainnya.  Seorang bos sebuah perusahaan bisa saja berlaku arogan kepada para pegawainya,  seorang  oknum polisi bisa saja berlaku arogan kepada rakyat kecil yang  tidak atau kurang berpangalaman, dan seorang anggota dewan pun dapat berlaku arogan terhadap rakyat yang dianggapnya  bodoh  dan harus hormat kepadanya.

Sikap arogan tersebut akan mudah menghinggapi seseorang, manakala  orangbtersebut tidak mempunyai cukup kesadaran  tentang asal usul  dirinya, dan  tidak menyadari akan  statusnya sebagai manusia.  Kalau kesadaran akan dirinya  ada  dan memenuhi jiwa dan pikirannya, tentu orang tersebut justru akan semakin santun, kepada siapapun, terutama kepada mereka yang lemah.  Sikap arogan itu mirip atau bahkan identik dengan sikap sombong, meskipun tentu ada perbedaannya.  Namun secara umum kedua sifat tersebut memang sangat tidak layak disandang oleh orang yang mempunyai kepribadian dan akhlak mulia.

Cerita tentang raja Namrud yang semena mena terhadap nabi Ibrahim  dan berusaha untuk membakarnya  hidup hidup merupakan bentuk  arogansi yang  sangat jelas.  Bagaimana tidak arogan, ketika Nabi Ibrahim  mengancurkan berhala yang menjadi sesemabahan  namrud dan pengikutnya dan ditinggalkan salah satu patung terbesar diantaranya, kemudian Namrud marah besar dan mencari siapa biang yang telah memporak porandakan tuhan mereka, tiba tiba  dia dibisiki bahwa  ada seorang pemuda yang memang sangat tidak suka dengan berhala berhala tersebut.  Lalu dipanggillah Ibrahim dan diinterogasi.

Namun  dalam interogasi tersebut Ibrahim sangat lihai dalam berargumentasi, sehingga Namrud terpepet dan tidak bisa berkutik,  namun karena dia seorang raja yang bisa berbuat apa saja, maka dia lalu memaksa Ibrahim untuk mengakuinya dan sekaligus memutuskan menghukmnya dengan hukuman dibakar secara hiduphidup.  Tetapi sebagiaman diinformasikan sendiri oleh Tuhan dalam al-Quran, Ibrahim kemudian selamat, karena titah Tuhan kepada api dengan firman-Nya " wahai api jadilah engkau  dingin dan sejuk dan menyelamatkan kepada Ibrahim".  Dan begutlah arogansi yang ditunjukkan oleh  Namrud karena kalah berargumentasi dengan Ibrahim.

Demikian juga kisah kisah menyedihkan yang dialami banyak masyarakat kta, akibat adari arogansi yang dilakukan oleh oknum oknum tertentu, bak itu dari keoplisian, bahkan satpam dari perusahaan.  Kita masih ingat betul kasus Mesuji yang sangat memilukan itu, dimana para satpam dan Pam swakarsa yang  dengan semena mena menyiksa beberapa angota masyarakat yang sesunguhnya menuntut hak mereka.  Kita juga belum lupa dengan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum pilisi terhadap salah seorang masyarakat hingga mengalami cacat permanent dan juga penganiayaan yang dialkukan oleh orang kaya terhadap orang miskin yang juga menyisakan duka selamanya.

Nah. Sikap arogan yang ditunjukkan oleh  beberapa oknum dari berbagai pihak tersebutternyata hanya akan membawa dan menyisakan kesengsaraan bagi masyarakat secara umum. Karena itu menurut saya sangat diperlukan upaya pencegahan melalui regulasi yang  mengancam hukuman yang berlipat atau sangat berat bagi mereka yang bersikap arogan kepada  siapapun.  Sebab sebagaimana saya sebutkan di depan bahwa kebanyakan pihak yang berbuat arogan ialah mereka yang  menganggap dirinya mempunyai sesuatu yang diandalkan, apakah itu harta, apakah itu kedudukan, apakah itu posisi yang strategis dan menentukan ataupun yang lainnya.  Dan sangat jarang, bahkan tidak ada orang miskin berlaku arogan kepada orang kaya dan semacamnya.

Sikap arogan seharusnya sudah hilang dari muka bumi kita, karena kita  telah berkomitmen untuk  membangun masyarakat madani, masyarakat yang  sadar akan hak dan kewajiban masing masing, sebuah masyarakat yang tentram, damai, dan kreatif serta penuh semangat untuk saling membantu sesame.  Walaupun komitmen tersebut baru sekedar teoritis, akan tetapi sebagai warga ang cinta damai, tentu kita harus berusaha mewujudkannya.

Kita  tentunya tidak  lagi ingin menyaksikan arogansi di tengah tengah masyarakat kita, apalagiyang dilakukan oleh pihak yang seharusnya  memberikan contoh teladan yang baik, seperti dewan, polisi, pejabat, dan orang yang diberi krunia Tuhan dengan harta yang banyak.  Semoga kedepan kita akan dapat mewujudkan  kondisi masyarakat yang seimbang dan saling menghargai satu sama lainnya.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.