KESOMBONGAN ITU HANYA MILIK TUHAN

Kecenderungan manusia yang memiliki harta cukup banyak dan berlebih biasanya akan menganggap reme pihak lain, terutama mereka yang kebetulan miskin harta.  Hal tersebut sangat wajar karena harta memang merupakan sesuatu yang sangat menarik bagi umat manusia.  Harta selalu menjadi obyek pengejaran setiap manusia, bahkan dengan berbagai cara termasuk yang  bertntangan dengan akal pikirannya sekalipun.  Jadi kepentingan mendapatkan harta tersebut akan dapat mengalahkan akal pikiran dan kepentingan lainnya.  Pantas saja kalau kemudian  manusia yang banyak harta kemudian  cenderung menjadi sombong dan menganggap remeh manusia lainnya.

Padahal kita semua tahu bahwa harta itu hanyalah cobaan Tuhan kepada umat manusia.  Apakah dengan harta tersebut manusia dapat menjadi lebih baik dan taat epada aturan Tuhan ataukah sebaliknya dengan harta tersebut manusia justru menjadi lupa  dan menganggap dirinya sebagai pihak yang paling hebat dan berkuasa.  Memang betul bahwa harta tersebut sebagai ujian bagi manusia, karena dengan harta tersebut  seseorang akan dapat menjadi semakin lebih baik dan  dapat pula seseorang akan menjadi lebih jahat.  Semua itu terletak pada seberapa jauh seseorang menyikapi harta tersebut.

Manusia yang terbuai dengan harta dan dikendalikan olehnya, akan  semakin menjadi jahat dan jauh dari Tuhan, karena ia menganggap bahwa semuanya akan dapat ditaklukkannya dengan harta.  Apapun dapat diperoleh dengan harta.  Wanita, tahta, kedudukan,  jabatan, keadilan dan bahkan keyakinan, semuanya akan dapat dikendalikan oleh harta.  Dengan demikian ia  akan menganggap bahwa  siapapun yang mempunyai harta, maka ia akan dapat menentukan dunia.  Dia akan dapat menguasai dan  mengendalikan dunia bahkan dapat mewarainya sesuka hati.  Itulah akidah manusia yang  terkendalikan oleh harta ingga membutakan mata hatinya.

Anggapan sebagian manusia yang  dikendalikan oleh harta tersebut sesungguhnya sangat salah, karena tidak semua hal dapat dibeli dan ditentukan oleh harta.  Masih banyak manusia yang mempunyai hati nurani dan pikiran jernih, sehingga tidak akan terpengaruh oleh harta, berapun jumlahnya.  Artinya masih  cukup banyak wanita yang tidak akan terpengaruh oleh rayuan harta; masih banyak pula tahta yang tidak dapat dibeli dengan uang.  Demikian pula dengan kedudukan, jabatan dan terutama keadilan yang tidak bisa ditembus dengan harta.  Walaupun kita harus mengakui masih ada sebagian  dari semua itu yang  bisa dikalahkan oleh harta.  Tetapi sekali lagi bukan semua, bahkan yang leih banyakjustru yang tidak bisa dipengaruhi oleh harta.

Namun demikian memang kita harus mengakui bahwa  justru manusia yang mudah dikuasai oleh harta tersebut selalu muncul ke permukaan, sehingga akan dapat mempengaruhi manusia lainnya.  Dan hamper semua orang yang dikendalikan oleh harta tersebut akan bersikap sombong kepada siapapun juga termasuk keada orang pernah berjasa kepadanya, seperti orang tua, guru dan lainnya.  Kesombongan dan tingi hati itulah yang kemudian dapat menyeret orang tersebut kepada kesengsaraan yang sangat mengerikan.  Bahkan ketika masih di dunia sekalipun, seperti ketika  harta tersebut dilenyapkan oleh Tuhan melalui  kebakaran, ataupun gempa yang meluluh lantakan seluruh hartanya, misalnya, maka ia akan menjadi orang yang paling menderita.

Karena itu sesungguhnya sombong itu hanyalah sifat Tuhan yang sekali kali tidak boleh dimiliki oleh selain Tuhan.  Sebab dalam kenyataannya hanyaTuhanlah yang Maha segalanya.  Tuhanlah yang Maha kaya, maha perkasa, maha menentukan, maha kuasa, dan segala maha.  Sekaya kaya manusia kalau dibandingkan denngan Tuhan tentu tidak ada apa apanya.  Karena sangat  naïf bagi manusia yang kemudian  menyombongkan dirinya karena harta yang dimiliki.

Tuhan sendiri telah menyatakan bahwa orang orang yang sombong itu tidak akan pernah disukai dan disayangi oleh-Nya, bahkan  yang paling tepat ialah berkawan dengan setan.  Sementara itu nabi Muhammad saw sendiri juga telah menyatakan bahwa orang yang sombong itu salatnya tidak akan diterima oleh Tuhan, dan di akhirat nanti tidak akan diperhatikan oleh Tuhan.  Jadi orang orang yang sombong itu sama sekali tidak akan mendapatkan pertolongan Tuhan  dan hanya akan berdampingan dengan orang orang  yang mendapatkan laknat Tuhan.

Kalau seseorang itu  bersikap sombong, maka ia akan senderung tidak  menghormati orang lain, menganggapnya remeh,  dan sama sekali tidak mau mendengar nasehat dari siapapun.  Orang yang sombng akan tertutup matanya, telinganya, dan hatinya.  Artinya ia tidak akan pernah melihat kebaikan dari orang lain, terutama yang dianggap berada di bawahnya.  Ia juga tidak akan pernah mendengar nasehat, sebaik apapun nasehat tersebut, dan yang paling para ialah bahwa ia tidk akan pernah  bisa mengerti arti kehidupan serta tidak akan bisa mengambil pelajaran dari kehidupan, terutama dari orang orang yang  susah hidupnya.

Setiap orang yang sombong pada akhirnya ia akan mendapatkan kesengsaraan yang sangat  dahsyat.  Kita ingat betul apa yang dilakukan oleh raja Fairaun yang sangat sombong itu. Bakan ia mengaku sebagai Tuhan yang harus dipatuhi dan dipuja oleh seluruh umat manusia.  Tetapi  hanyauntuk menundukkan  nabi Musa saja dia tidak mampu bahkan setelah mendtangkan seluruh ahli sihir seantero negerinya sekalipun.  Sehingga secara lahir ia telah  tersiksa dengan ketidak-mampuannya untuk mengalahkan Musa, padahal ia mengaku sebagai Tuhan.  Rasa malu itulah yang menjadikannya semakin biadap dan tidak  bisa mengendalikan nafsunya,  sehingga membuat kerusakan  di atas dunia.

Masih banyak contoh para penguasa yang sombong yang pada akhirnya mengalami nasih sangat menyedihkan.  Itu semua seharusnya dapat menjadi pelajaran berharga bagi semuaorang, bahwa sifat sombog tersebut memang tidak boleh dipelihara dalam diri seseorang, karena memang sifat tersebut hanya pantas dimiliki oleh Tuhan.  Sedangkan manusia dengan segala keterbatasannya sangat tidak layak untuk bersombong.  Kalau ternyata masih ada manusia yang sombong, berarti ia itu bisu, tuli, dan buta yang tidak bisa melihat dirinya dan kemaha-kuasaan Tuhan.

Apalagi kalau  hanya sekedar mempunyai harta yang dianggap banyak atau karena mempunyai ilmu yang dianggap lebih atau karena mempunyai kekuatan tubuh yang diangggap luar biasa dan lainnya, kemudian bersikap sombong, tentu  hal tersebut merupakan sikap naïf yang  hanya akan membawanya  kepada kondisi  yang sangat berbahaya bagi dirinya dan bagi orang lain disekitarnya.  Barangkali bahaya yang saya maksudkan tersebut belum terlihat pada saat awal, tetapi pada akhirnya tentu akan sangat tampak dan lebih lebih lagi ketika di akhirat nanti.

Memang kalau kita memberikan  penjelasan dan nesehat secara langsung, tentu tidak akan diterima  begitu saja karena kesombongan yang ada dalam dirinya.  Untuk itu kiranya akan sangat terpuji manakala kita mencari cara terbaik agar orang yang sombong tersebut dapat menyadarinya dan sekaligus  bertobat serta kembali kepada sifat rendah hati dan santun.  Namun kalau ternyata  apa yang kita usahakan tersebut tidak mampu mengubahnya, aka  jalan yang paling mungkin ialah dengan berdoa memohon kepada Tuhan agar orang yang sombog tersebut disadarkan oleh Tuhan dengan cara Tuan sendiri.

Kita sesungguhnya sangat kasihan dengan orang yang sombong, karena pada dasarnya dia itu tidak mengerti, sehingga memang harus dikasihani dan didoakan.  Kebanyakan dari manusia justru sebaliknya  malah  sangat membencinya dan  mendoakan jelek untuknya.  Kita juga tahu bahwa tentu  dengan kesombongan yang ditampakkan, akan membuat jengkel dan dongkol kepada pihak lain yang merasa dianggap remeh.  Namun kalau kita merenungkan semua itu, tentu kita akan  dapat mengerti bahwa kita memang harus mendoakan kepada mereka yang sombong tersebut agar  menyadari keberadaan diri mereka sebagai manusia yang sangat terbatas dan lemah, sehingga tidak perlu sombong dan menyombongkan diri.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.