KEKERASAN? NO WAY

Sesungguhnya sudah terlalu lama kita dibuat tidak nyenyak tidur  oleh sepak terjang beberapa pihak yang mengarah kepada bentuk kekerasan; apakah itu  menamakan diri atas nama demokrasi, kebebasan atau bahkan mengatasnamakan agama. Namun semua itu  tentu tidak  dibenarkan secara akal sehat, karena demokrasi, kebebasan dan juga agama sama sekali tidak identik dengan kekerasan.  Dengan begitu  sudah barang pasti ada pihak pihak tertentuyang menyelewengkan nya  demi membenarkan tindakannya yang tidak sesuai dengan aturan dan norma yang banyak dianut oleh masyarakat,

Saat ini  muncul kembali wacana tentang pembubaran sebuah ormas yang diidentikkan dengan kekerasan, yakni FPI.  Namun sebagaimana yang kita tahu bahwa  pada akhirnya  rencana seperti itu tidak akan pernah terjadi.  Ketika  peristiwa Monas terjadi banyak komponen bangsa ini yang menuntut pembubaran ormas tersebut, tetapi dengan erbagai dalih dan argumentasi, pada akhirnya ormas tersebut selamat dan dapat melaksanakan aktifitasnya sebagaimana biasa.  Kini tuntutan tersebut munculkembali, dan kementerian agama  dengan sigapnya  lalumemberikan solusi terbaik, ykani menganjurkankepada ormas tersebut agar mengubah gaya dakwahnya  dari kekerasan menjadi persuasive.

Tentu kalau hal tersebut kemudian dapat dipatuhi, masyarakat akan sangat berterima kasih kepada kementerian agama maupun FPI, tetapi kalau ternyata kesangggupan FPI untuk mengubah gaya dan cara dakah sebagaimana ditawarkan oleh kementerian agama tersebut hanya semata mata untuk meredam tuntutan masyarakat, dan  pada saatnya setelah  kondisi memungkinkan, FPI kembali kepada wataknya semula, tentu hal tersebut akan semakin membuat masyarakat geram dan  lebih kuat lagi mendorong pembubarannya.

Sebagai bagian dari umat Islam dan bangsa Indonesia, kita tentu  akan sangat senang  kalau ada pihak pihak yang mau berdakwah untuk menyiarkan syariat Islam, namaun  kalau ternyata cara yang digunakan untuk hal tersebut justru bertentangan dengan  substansi syariat itu sendiri, maka kita wajib memberikan peringatan agar tidak ada satu pihakpun yang kemudian memandang bahwa Islam itu identik dengan  kekerasan dan semacamnya.

Memang kita sangat paham bahwa FPI merupakan ormas yang beraliran keras dan cenderung sering melakukan  aksi yang mengarah kepada anarkhis.  Kita juga paham bahwa tujuannya sangat jelas memerangi kebatilan dan kemungkaran.  Saya yakin tujuan tersebut sangat mulia, hanya saja cara yang digunakan tidak sesuai dengan misi  Islam itu sendiri yang rahmatan lil alamin.  Benar kita memang tidak bisa membiarkan kemungkaran dan kebatilan terus berlangsung di sekitar kita, akan tetapi selama  ada jalan damai yang bisa ditempuh, maka  itulah yang harus kita jalani.

Apalagi kita ini berada di bumi Indonesia yang memberikan kebebasan kepada setiap warga Negara untuk menganut dan memluk keyakinan  masing masing dan tidak boleh saling menghina, mengejek dan menyalahkan.  Justru karena itulah kemudian kita  harus mencari cara bagaimana  berdakwah agar ajaran syariat kita dapat diterima oleh masyarakat tanpa menimbulkan persoalan.  Tentu kita harus dapat membungkus ajaran syariat tersebut  sedemikian rupa sehingga akan dapat diterima oleh semua pihak.  Kita sangat yakin bahwa prinsip ajaran Islam itu sesungguhnya sangat dapat diterima oleh semua masyarakat yang beradab dab berakal, karena landasannya  ialah kesmaaan, keadilan,kemanusiaan, dan kedamaian.  Hanya saja  karena factor sejah yang telah  dilampaui oleh banyak umat,  ada sebagian masyarakat  yang  mengatakan NO untuk segala hal yang berafiliasi dengan ISLAM.

Nah, seusngguhnya kita mempunyai tugas berat untuk mengembalikan posisi Islam tersebut agar tidak menjadi momok menakutkan bagi sebagian umat.  Kalau saat ini masih ada sebagian masyarakat yang phobi terhadap Islam, itu semata mata disebabkan oleh  kenyataan bahwa ada sebagian umat Islam yang justru melakukan berbagai kekerasan dengan menamakan agama.  Pada akhirnya  sebagian masyarakattersebut berkesimpulan bahwa Islam itu  identik dan mengajarkan kekerasan, dan hokum yang diberlakukannyapun juga sangat sadis, seperti hokum rajam ( dilempar batu hingga mati), hokum potong tangan, hokum qishash, dan lainnya.

Padahal kita juga sangat paham bahwa  beberapa kejadian menyangkut aktifitas keras dan bentuk hukuman yang diatas namakan Islam tersebut hanyalah merupakan salah satu paham yang  ada di dalam Islam.  Paham lainnya yang bernuansa sejuk, damai, toleransi, moderat dan lainnya juga cukup banyak dan berkembang.  Namun  kita juga dapat memahami bahwa sesuatu yang negative itulah yang selalu menonjol dan menjadi catatan banyak orang.  Ibarat pepatah stitik noda  habislah susu sebelanga.  Artinya  cukup banyak pmahaman dan aliran dalam Islam yang baik dan bersifat manusiawi, toleran dan sanggup bekerjasama dengan siappun, tetapi karena  ada praktek dari sebagian umat Islam yang jelek, keras dan cenderung anarkhis, maka rusaklah nama Islam di mata banyak umat.

Sudah cukup banyak penjelasan tentang Islam itu agama yang santun dan lebih mengutamakan kepentingan umum.  Hanya saja  masih banyak juga yang belum dapat mengerti dan masih berpandangan miring terhadap Islam.  Untuk itulah sekali lagi ini merupakan tugas berat yang harus kita tanggung dan laksanakan.  Menurut saya tidak ada jalan lain  bagi kita kecuali kita harus bersatu dan bersama sama  mengembalikan citra Islam yang santun tersebut.  Jangan ada lagi kekerasan yang mengatas namakan agama.

Contohlah kepada Nabi kita yang dapat menerima kerjasama dengan semua phak dan  selama  masih ada jalan yang terbaik bagi semua pihak maka jalan itulah yang harus kita upayakan.  Dan kita  melihat bahwa  untuk berdakwah di negeri ini sesungguhnya masih banyak jalan alternative dan dapat memberikan citra baik bagi Islam  yang belum dilalui.  Kita sangat berharap bahwa FPI sebagai ormas Islam yang selama ini dikenal dan diidentikkan dengan kekerasan, mau mengubah haluan  dakwahnya sebagaimana ditawarkan oleh menteri agama, sehingga  disamping akan dapat  meredam  dorongan untyk pembubaran ormas tersebut, juga sekaligus dapat mengangkat citra Islam kembali yang saat ini terlanjur dicap sebagai  agama yang mengajarkan kekerasan.

Bukankah Tuhan telah menyatakan bahwa  Muhammad SAW diutus oleh Allah itu untuk kedamaian dan kejayaan umat manusia dan alam semesta, dan bukan untuk menciptakan keonaran, ketakutan dan  kekhawatiran bagi umat manusia?.  Jadi sangat jelas  perbuatan yang mengarah kepada kekerasan dan anaskhis tentu sangat jauh dari  keinginan Islam itu sendiri.  Nah, kalau ternyata ada suatu kaum yang mengatas namakan Islam tetapi sepak terjangnya justru berlawanan dengan ajaran yang dibawa Islam, maka sesungguhnya kaum tersebut telah mencederai cita cita Islam rahmatan lil alamin itu sendiri.

Barangkali saya juga sepakat dengan pembasmian seluruh aktifitas yang   mengarah kepada ekerasan, apapuun namanya dan apapun  misi yang dibawanya.  Karena sesunguhnya yang demikian itu tidak sesuai dengan   cita cita  besar diwujudkannya umat manusia di bumi ini.  Karena itu ats nama  kebenaran, kedamiaan dan keadilan, kita wajib berperang dengan segala bentuk kekerasan, tetapi bukan dalam arti kita justru menciptakan kekerasan perang, sama sekali bukan begitu, tetapi perang tersebut harus diartikan sebagai bentukkeinginan  dankomitmen kita untuk  tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan di lingkungan kita.

Katakan NO WAY bagi kekerasan dan sejenisnya, karena itu merupakan salah satu syarat untuk hidup rukum, damai, sentosa dan aman.  Kita harus selalu memperjuangkan kedamian dan mewjudkan cita cita Islam rahmatan lil alamin yang memang menjadi  misi Nabi Muhammad SAW.  Semoga semua pihak dibukakan pintu hati dan pikirannya untuk bersama sama  menjunjung cita cita besar Islam yakni kedamaian dan kebahagisaan dunia dan akhirat.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.