HARUS BERUBAH

Pagi ini sekitar 900 sarjana dalam program DMS (Dual Mode System) dan program kualifikasi diwisuda di kampus III IAIN Walisongo Semarang. Tentu kita semua berharap bahwa dengan diwisudanya  para sarjana tersebut, mereka akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Negara kita yang saat ini dirasakan  kurang berkualitas secara umum. Dengan progam peningkatan kualitas guru, yakni dengan memberikan bea siswa untuk menyelesaikan  pendidikan strata 1, diharapkan  para guru akan dapat  memberikan dharma baktinya untuk mencerdaskan anak bangsa.

          Sebagaimana kita tahu bahwa kondisi pendidikan di Negara kita saat ini  masih banyak yang memprihatinkan.  Disamping fasilitas yang sangat minim, bahkan sangat tidak memadahi sebagai sebuah pendidikan yang baik, juga para guru yang ada  masih banyak yang belum standar atau belum memiliki kualifikasi yang persyaratkan sebagaimana diatur dalam undang undang.  Karena itu sangat pantas, manakala  masih banyak keluhan dari masyarakat tentang rendahnya kualitas pendidikan kita.  Jangankan untuk  berkompetisi dengan pendidikan di Negara lain,  untuk hanya sekedar memiliki kecakapan khusus yang dapat diandalkan saja, masih sangat kurang.

          Memang tidak semua kualitas pendidikan di tanah air rendah dan  seperti gambaran tersebut, karena ternyata  kita harus mengakui dan kagum dengan sebagian lembag pendidikan  yang berhasil memberikan pengetahuan dan sekaligus ketrampilan bagi para peserta didiknya.  Ambil contoh beberapa SMK yang saat ini  sedang naik daun dengan kemampuan siswa siswanya  dalam  merakit mobil, kompter, bahkan pesawat terbang dan lainnya.

          Namun yang berkualitas sepert itu masih sangat sedikit, sementara yang berkualitas rendah, justru masih sangat banyak.  Untuk itulah kita harus terus mendukung dan  memberikan pengawasan  agar anggaran pendidikan yang saat ini sudah mencapai 20% dari total anggaran Negara kita dapat dimanfaatkan secara maksimal bagi peningkatan pendidikan kita.  Dan jangan sampai ada kebocoran dalam  pelaksanaan proyek proyek perbaikan sarana prasarana pendidikan yang saat ini  sedang di gencarkan.

          Memang  tidak akan mungkin  dalam waktu sekejab pendidikan kita akan berubah menjadi sangat maju, tetapi  dengan langkah langkah yang jelas, maka dalam beberapa tahun ke depan, kita berharap ada perubahan signifikan bagi kemajuan pendidikan kita.  Saat ini barang kali disamping  diprioritaskan untuk memperbaiki berbagai sarana pendidikan, seperti gedung sekolah atau kelas kelas yang digunakan untuk pemelajaran langsung, berbagai laboratorium pendukung, perpustakaan, dan  sarana lainnya, juga  sekaligus   diprioritaskan untuk peningkatan kualitas  sumber daya insaninya, seperti guru dan dosen serta staf dan tenaga kependidikan lainnya.

          Target yang dicanangkan dalam memperbaiki sarana pendidikan ialah hinga akhir tahun 2012 ini, karena itu diharapkan seluruh kelas  sekolah  pada  awal tahun 2013 nanti tidak ada lagi yang  tidak layak dan membahayakan  peserta didik disebabkan  kondisinya yang  rusak parah.  Namun demikian tentu kita juga menyadari  bahwa  dipastikan masih ada saja gedung atau kelas yang masih belum tersentuh oleh  anggaran pendidikan tersebut, khususnya  yang berada di daerah terpencil dan tidak sempat dideteksi ileh petugas yang bertanggung jawab untuk maslah tersebut.

          Karena itu kita masih  tetap akan memberikan perhatian kepada  persoalan tersebut hingga benar benar seluruh fasilitas  yang digunakan untuk mendidik anak bangsa ini dapat layak dan bisa mengantarkan peserta didik menjadi  cerdas dan pada saatnya dapat  membaktikan diri kepada Negara dan bangsanya.

          Semntara itu  untuk sumber daya insaninya, tentu masih sangat jauh dari selesai, apalagi kalau dalam  dua tiga tahun kedepan.  Dengan kondisi  seperti saat ini, dimana masih banyak guru yang belum  mencapai standar kualifikasi, tentu kita harus  secara intensif memprogramkan  program  kualifiasi guru tersebut dalam lima tahun.  Barangkali  waktu lima tahun juga belum cukup untuk menuntaskan persoalan tersebut, namun  perencanaan tersebut sangat diperlukan untuk  mendapatkan  standar perubahan yang kita inginkan.

          Saat ini beberapa guru sudah menyelesaikan program kualifikasi tersebut melalui berbagai perguruan tinggi yang ditunjuk, tetapi  mash  harus dipacu lagi  agar mereka yang telah lulus  dapat memberikan  pengetahuan dan ilmunya untuk pengembangan dan kemajuan pndidikan kita.  Jangan sampai mereka  hanya berkeinginan untuk meningkat kesejahteraan materi semata.  Kita memang menyadari bahwa  faktor kesejahteraan, karena adanya  tunjangan profesi guru,  menjadi pemicu  utama  semangat mereka untuk  mengikuti program peningkatan kualifikasi tersebut.

          Bahkan kalau dilakukan survey, hasilnya akan  menyatakan bahwa  mayoritas mereka mengikuti program tersebut memang  tertarik untuk  dapat mengikuti sertifikasi guru dan kemudian muaranya ialah  bisa meningkatkan kesejahteraan mereka melalui  tunjangan profesi.  Sementara  tujuan dari pemberian tunjangan profesi itu sendiri sesungguhnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan kita dan bukan semata dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mereka.

          Untuk itu kita harus erus mengingatkan kepada mereka yang  hari ini diwisuda agar terus meningkatkan pengetahuan mereka dan sekaligus  berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan. Nah, untuk menuju ke arah sana  tentu dibutuhkan kemauan dan keseriusan mereka dalam membenahi kinerja mereka sebagai pendidik.  Artinya  mereka harus mau berubah kearah yang lebih baik dan memberikan dampak positif bagi peserta didik.  Kepdulian mereka terhadap kemajuan akan anak didik harus ditunjukkan dengan nyata, seperti selalu  berusaha melengkapi  diri dengan berbagai teori pembelajaran dan terus melakukan evaluasi sehingga  akan terjadi dinamika yang  sehat dalam pembelajaran.

          Kita juga tetap mengharapkan kepada  para guru yang sudah menyelesaikan program kualifikasi tersebut agar  lebih perhatian kepada anak didik mereka.  Bukan saja dalam memberikan pelajaran di kelas, melainkan juga  dalam memberikan bimbingan dan sekaligus keteladanan  dalam  kehidupan  keseharian.  Kita  sangat tidak berharap bahwa para guru hanya  puas  dengan melaksanakan tugas mengajar saja, tetapi kita berharapbahwa para guru tersebut tidak akan pernah puas dengan kinerjanya, dan terus berusaha agar anak didiknya dapat  pandai dan cerdas serta berakhlak mulia.

          Ilmu  dan ketrampilan, terutama dalam hal proses pembelajaran yang didapatkan selama mengikuti program kualifikasi tersebut hendaknya dapat diwujudkan  dalam pembelajaran di kelas dan sekaligus berusaha memodifikasinya  sedemikian rupa sesuai dengan kondisi kelas yang ada.  Ghirah untuk melakukan perubahan dalam seala hal untuk mencapai hasil maksimal dan lebih baik, tentu harus terus dipacu dan upayakan, karena hanya  dengan berubahlah  kita akan bisa mendapatkan kemajuan yang kita inginkan.

          Perubahan tersebut juga menyangkut  cara hidup kita yang sebelumnya barangkali kurang  melengkapi diri dengan pengetahuan yang cukup, maka setelah menyandang sebagai sarjana,  diharapkan  para guru yang sudah diwisuda harus  memaksakan dirinyanuntuk terus membekali dan melengkapi dirinya  dengan ilmu pengetahuan, melalui  membaca.  Sebagai pendidik seharusnya tidak ada hari dimana kita sama sekali tidak membaca, karena perubahan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi itu perdetik.  Nah, kalau kita tidak mengikutinya  dengan membaca, maka kita akan ketinggalan jauh dan  akan sulit mengejarnya.

          Kita juga mengharapkan  ada perubahan dalam diri para guru yang  saat ini diwisuda, khususnya dalam  melakukan budaya membaca.  Siapapun pasti  akan mendukung manakala  para guru hanya  memfokuskan diri dalam  ilmu pengetahuan dan tidak lagi "nyambi" kerja lain yang justru jauh dari dunia ilmu pengetahuan.  Itulah  salah satu  alasan kenapa  para guru yang profesional kemudian diberikan tunjangan profesi.  Sehingga diharapkan bahwa dengan tunjangan tersebut para pendidik akan dapat fokus dalam mencerdaskan anak anak bangsa dan sekaligus membekali mereka dengan  budi pekerti yang luhur.

          Kita tidak terlalu berharap banyak, dan cukup dengan  harapan berubah saja, yakni berubah dari  tidak atau kurang membaca menjadi gemar dan selalu membaca, berubah dari  sikap malas menjadi sikap trengginas  serta  dari sikap apatis menjadi sikap peduli terhadap perkembangan dan kemajuan anak didik.  Harapan berubah tersebut tentu  tidak merupakan  sesuatu yang menyulitkan, karena memang seharusnya pendidik itu  selayaknya bersikap seperti itu.  Mudah mudahan dengan perubahan tersebut, para guru memang benar benar menjadi pahlawan bagi bangsa ini.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.