KERJASAMA 4 IAIN

Saat ini, lebih lebih di masa mendatang tdiak dapat dipungkiri bahwa tantangan berat pasti menghadang di hadapan kita, khususnya para pengelola perguruan tinggi. Lebih lebih jikalau kita tidak cermat dalam membaca masa depan serta tidak mempersiapkannya sedemikian rupa.  Menyadari akan hal tersebut rektor empat perguruan tinggi agama Islam negeri di Indonesia sepakat untuk melakukan kerjasama dalam berbagai bidang, terutama dalam pelaksanaan dan pengembangan tri dharma perguruan tinggi.

Keempat rektor tersebut ialah rektor IAIN Sumatera Utara Medan, rektor IAIN Raden Patah Palembang, rektor IAIN Mataram, dan rektor IAIN Walisongo Semarang.  Semua sepemahaman bahwa untuk meningkatkan kualitas dalam bidang bidang, terutama tri dharma perguruan tinggi, tentu tidak akan mungkin dapat dilaksanakan dengan cepat, manakala hanya sendirian.  itulah landasan yang memperkuat komitmen bersama untuk mengadakan kerjasama tersebut

.         Disamping itu dalam upaya meyakinkan pihak IDB dalam pemberian bantuan yang direncanakan akan direalisasikan pada akhir tahun 2012  dan atau awal tahun ini, perlu ada bentuk kerjasama yang memungkinkan keempat perguruan tinggi Islam tersebut saling menopang dan memberikan kontribusi nyata dalam mengembangkan pendidikan. Untuk itulah keempat IAIN tersebut kemudian mencari kekuatan yang dimiliki, dan menjadi distingsi, terutama dalam hubungannya dengan pengembangan keilmuan dan ketersediaan SDM serta  secara umm dalah pengembangan tri dharma perguruan tinggi.

Nah, dalam pandangan yang demikian, akhirnya masing masing IAIN tersebut, kemudian menemukan ciri khas keilmuan yang dikembangkan dan mendapatkan prioritas utama dalam pengembangannya, yang ternyata berbeda dengan lainnya. Tentu semua itu didasarkan atas pertimbangan matang serta kesiapan SDM serta kemungkinan pengembangannya di masa depan.
Untuk IAIN Sumatera utara Medan pengembangan ekonomi Islam sebagai andalannya, IAIN Raden Patah Palembang mengembangkana kajian budaya Islam Melayu, sedangkan IAIN Mataram mengembangkan studi alquran sebagai andalannya.  Semenetara itu IAIN Walisongo Semarang menjadikan ilmu falak sebagai kajiannya.  Dengan demikian sesungguhnya kita nanti dapat mengklaim bahwa siapapun, terutama  dikalangan empat IAIN yang ingin memperdalam dan mengembangkan ilmu ekonomi Islam, silakan datang ke IAIN Sumatera Utara Medan, siapa yang berminat untuk mengkaji budaya Islam Melayau hendaklah datang ke IAIN Palembang, dan siapapun yang ingin memperdalam dan mengembangkan kajian ilmu alquran, silakan datang ke IAIN Mataram, serta bagi siapa saja yang menghendaki kajian ilmu falak, ya harus datang ke IAIN Walisongo Semarang.

Kebetulan juga keempat perguruan tinggi Islam tersebut memang sudah masuk blue book di bappenas untuk mendapatkan bantuan luar negeri dari Islamic Development Bank dan tergabung dalam program 4 in 1.  Untuk itu kerjasama kali ini memang mempunyai nilai strategis dalam upaya membangun perguruan tinggi yang maju dan berkembang di masa depan dan juga dalam upaya mempercepat raihan target tersebut.

Sebagaimana kita ketahui bahwa model projek 4 in 1 seperti itu memang diperlukan kerjasama yang harmonis diantara angotanya, karena projek tersebut menjadi satu kesatuan.  Artinya kalau ada salah satu diantara keempat yang menerima bantuan luar negeri tersebut tidak beres dalam melaksanakan projek tersebut, maka semua akan terkena dampaknya.
Karena itu kerjasama seperti itu menjadi sangat penting maknanya, tidak saja bagi penembangan keilmuan dan tri dahrma perguruan tinggi seperti yang disebutkan tadi, namun juga sekaligus dalam upaya memuluskan kerja projek bantuaan IDB tersebut.

Jadi kita memang harus mendukung kerjasama tersebut dan sekaligus mewujudkannya dalam dataran realitas di lapangan.  Artinya  jenis jenis bidang yang dikerjasamakan, semisal pertukaran dosen, pertukaran mahasiswa dan juga pengkajian bersama serta penelitian bersama, termasuk Pemanfaatan hasil riset untuk pengabdian masyarakat di masing masing IAIN, harus benar benar diupayakan oleh  semua komponen yang terkait dan direalisasikan.

Kerjasama antar empat IAIN tersebut memang sudah dilaksanakan di kampus IAIN Walisongo Semarang, tepatnya pada hari Kamis tangal 26 Januari 2012 kemarin dan dihadiri oleh empat rektor serta tim projeck Management Unit dari kementerian agama pusat dan juga dihadiri pula oleh masing masing Projeck Implementation Unit dari seluruh empat IAIN

Kesempatan bertemu empat rektor tersebut memang sangat berhaga dan amat sayang kalau hanya melakukan penandatanganan kerjasama semata.  Untuk itu pertemuan tersebut kemudian sekaligus didesain untuk mendengarkan pengalaman dari prof Amin Abdullah, mantan rektor UIN Yogyakarta yang pernah mendapatkan bantuan dari IDB, dengan maksud agar pengalaman yang telah didapatkan, bisa ditularkan kepada para rektor yang saat ini sedang akan mendapatkan bantuan IDB tersebut.  Dan benar kehadiran Prof Amin Abdullah tersebut  memang membawa banyak informasi penting seputar persiapan yang harus dilakukan  sebelum implementasi  proyek dana bantuan IDB tersebut benar benar dilaksanakan.

            Cukup banyak hal yang  sebelumnya tidak terbayangkan, seperti pentingnya koordinasi dengan berbagai pihak, konsultasi dan tentu meminta dukungan kepada semua pihak, termasuk kepada pemerintah daerah, dewan perwakilan rakyat dan berbagai pihak lainnya, seperti  amdal dan lainnya.  Disamping itu sosialisasi juga sangat diperlukan, baik kepada keluarga civitas akademika secara terus menerus, juga  kepada masyarakat sekitar, karena proyek ini sangat besar, yang tentu akan mengagetkan semua pihak.  Untuk itulah diperlukan  sosialisasi intensif dengan maksud semuanya akan dapat mengetahui semenjak dini dan tidak akan menjadi masalah dikemudian hari.

            Berbagai persoalan yang biasa muncul sehubungan dengan kehadiran dan pelaksanaan proyek besar seperti bantauan IDB juga  dimunculkan dengan maksud agar dapat diantisipasioleh  para calon penerima bantuan tersebut.  Masalah masalah tersebut tentu dilihat dari berbagai versi, seperti versi IDB itu sendiri, versi pemerintah, dan juga versi pelaksana.  Sungguh  informasi informasi  yang disampaikan tersebut  sangat berharga, karena memang itu yang dimaksudkan  dalam pertemuan  4 rektor dengan mengundang  pihak yang  berpengalaman dalam menangani proyek IDB.

Lebih beruntung lagi  ternyata dalam pertemua  4 rektor IAIN tersebut juga dapat dihadiri langsung oleh Direktur agama dan pendidikan Bappenas Dr. Ir Subandi, MSc, yang juga banyak memberikan arahan serta berbagai kemungkinan yang seharusnya dapat diantisipasi  oleh calon penerima bantuan IDB. Tentu semua itu  semakin memperlengkapi perispan yang sementara ini telah dilakukan oleh masing masing IAIN.

Kita semua berharap bahwa dengan dukungan  yang datang dari berbabagi pihak tersebut, justru akan semakin menambah gairah dan semangat empat IAIN untuk lebih mematangkan segala sesuatunya, sehingga pada saatnya nanti semuanya akan berjalan dengan mulus  tanpa kendala yang berarti.

           

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.