RANJAU PAKU DI JALAN RAYA

Akhir akhir ini kita disuguhi denganpersoalan yang cukup meresahkan pengguna jalan raya, yakni tentang maraknya ranjau paku di jalanan yang ditebarkan oleh mereka yang tdiak bertanggung jawab, tenu dengan maksud jahat.  Barangkali dulu kita hanya bersuudzdzan kepada para penambal ban yang mangkal dekat dengan paku paku bertebaran tersebut, tetapi saat ini kita tidak hanya mengarahkan sangkaaan kita kepada mereka, melainkan justru kepada orang orang jahat yang bermaksuduntuk merampok atau motivasi lainnya.  Indikasi tersebut sangat jelas, karena ternyata saat ini ranjau paku tersebut justru banyak bertebaran di jalan raya yang relative sepi, setidaknya dari pengamatan polisi.

 Memang banyak modus yang digunakan oleh mereka yang berniat jahat.  Menyebar paku di jalanan tentu mempunyai maksud jahat, misalnya untuk membuat pengendara  berhentu karena bannya kemps misalnya, lalu kalau pengendara tersebut tidak waspada, bisa bisa penjahat tersbut kemudian  beraksi dengan melumpuhkan pengendara tersebut. Ataua berpura pura ingin membantu, tetapi kemudian melakukan aksinya dengan menodongkan senjata ataupun lainnya.  Jadi dalam menyikapi ranjau paku di jalanan, setiap penendara  selayaknya waspada tinggi, dan kalau memang ban kemps, harus  mewaspadai sekitar sebelum turun dari kendaraan,  dan kalau misalnya belum aman, maka sebaiknya terus berjalan hingga ditempat yang cukup ramai atau di dekat pos polisi.

Walaupun modus yang dilakukan dengan tujuan hanya ingin mendapatkan jasa menambal ban yang dilakukan oleh para tukang tambal ban yang nakal juga masih mungkin, akan tetapi sudah sangat langka.  Dalam kondisi sepertiitu seharusnya para aparat senentiasa melakukan patrol rutin untu menangkap para pelaku penebaran paku di jalan raya.  Meskipun kita sangat tahu bahwa pekerjaaan polisis saat ini menjadi bertambah dengan maraknya aksi kejahatan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat kita.  Tentu kita belum lupa dengan maraknya perampokan di mini market yang beberapa waktu lalu sangat menghebohkan, dan hingga kini juga masih  terjadi, saat ini kita juga dihadapkan kepada kejahatan lainnya  dengan modus menebar paku di jalanan.

Cukup banyak teori yang disampaikan oleh para ahli tentang kenapa kejahatan menjadi semakin marak, namun menurut saya  teori teori tersebut  memang tidak salah, akan tetapi yang paling menjadikan sebab utama maraknya kejahatan ialah minimnya atau bahkan kosongnya  mereka dari iman dan taqwa. Barangkali alasan saya tersebut dianggap terlalu klasik dan hanya  untuk berlindung di balik dakwah keagamaan, namun  kita dapat membayangkan, seandainya  seluruh masyarakat terdidik dengan pembekalan iman yang cukup dan pendidikan agama yang memadahi, tentu  akan ada pengendalian  dari dalam diri seseorang.

Parahnya pengendali dari dalam dir seseorang tidak ada atau kalaupun ada tidak kuat, dan ditambah dengan pengaruh dari luar yang sangat kuat, jadilah kejahatan tesebut muncul ke permukaan.  Faktor penarik dari luar yang sangat kuat tersebut dapat disebabkan oleh  factor ekonomi yang memang kurang mendukung atau factor pergaulan dan lingkungan yang tidak kondusif untuk  pengembangan  iman yang masih tipis ataupu factor lainnya.  Faktor ekonomi memang harus kita akui sebagai penyebab utama  daya tarik jahat dari luar yang akan mempengaruhi jiwa seseorang untuk berbuat jahat.

Kalau seseorang kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan, padahal ia  sangat membutuhkan pemasukan uang untuk menopang kebutuhannya sehari hari, termasuk menghidupi keuarganya, maka  ia harus  memutar otak untuk bisa mendapatkan uang tersebut. Nah, kalau jalan sudah buntu dan sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari masyarakat dan lingkungan sekitar, maka ia akan menjadi gelap mata dan sanggup melakukan apa saja  yang penting dapat menghasilkan uang.  Barangkali untuk pertama kalinya ia masih  ada perasaan berdosa, tetapi kalau keadaan kemudian menghendaki seperti itu, dan dorongan untuk mendapatkan uang dengan cara yang gampang dan cepat, maka kejahatan yang dilakukannya akan semakin berkembang dan memungkinkan dirinya untuk terus  melakukannya dengan berbagai modus yang direncanakannya.

Sesungguhnya persoalan tersebut akan sedikit terbantu manakala  beberapa lembaga yang mengurusi tentang keuangan umat, dapat menangkapnya dan sekaligus memberikan jalan keluar bagi mereka.  Artinya kalau umat Isam mau melaksanakan kewajiban membayar zakat dan sekaligus mengeluarkan berbagai amalan kesunnahan, seperti infaq, sedekah dan juga  waqaf, dan disalurkan melalui lembaga lembaga yang mengurunya, terutama yanag mengelolanya dengan baik daan sekaligus  mempunyai program jelas dalam pengentasan masyarakat dari jurangkemiskinan, maka  meskipun  harus  dimulai dari sedikit demi sedikit,tetapi sangat jelas akan dapat membantu mereka yang  tidak bisa keluar daripermasalahan ekonomi tersebut.

Namun sayangnya masih banyak umat yang belum berpikir kearah itu, dan mayoritas hanya berpikir bahwa  kalaupun mengeluarkan zakat, akan dilakukannya sendiri kepada mereka yang masih tergolong family, dan hal tersebut sama sekali tidak akan dapat menyelesaikan persoalan, tetapi hanya  memberikan kepuasan kepada pembayarnya saja, karena telah melaksanakan kewajiban.  Seharusnya kalau kita berpikir lebih maju sedikit, maka kewajiban zakat dan anjuran untuk bersedekah, infaq, dan juga waqaf ialah dalam upaya menjadikan umat itu bergairah dalam meniti hidupnya di dunia dengan memperbaiki keadaaan ekonomi mereka.

Misi zakat itu sungguh sangat jauh  dan tidak hanya semata mata  diperuntukkan bagi para pembayarnya saja, melainkan  justru lebih kepada para penerima, agar mereka dapat  mengembangkan dirinya sehingga pada saatnya nanti mereka juga akan dapat menjalankan kewajiban zakat sebagaimana yang lain.  Intinya misi zakat yang diwajibkan oleh Tuhan itu lebih kepada bagaimana  mengubah para mustahiq atau para penerima zakat menjadi muzakki atau para pembayar zakat.  Misi ini sungguh luar biasa, karena tidak saja  akan mengentaskan  masyarakat dari kemiskinan, tetapi juga dalam upaya mensupport agar seluruh manusia dapat melaksanakan seluruh perintah Tuhan, termasuk zakat dan aalan baik lainnya.

Jadi ternyata  maraknya kejahatan dengan berbagai modusnya tersebut sama sekali tidak dapat dilepaskan dari peran kita juga.  Selama ini kita hanya menyalahkan mereka yang melakukan kejahatan, tetapi tidak pernah menganalisanya, bagaimana mereka dapat melakukan kejahatan tersebut.  Memang  kita harus mengakui bahwa  ada kalanya  penjahat itu memang sudah menjadi  perbuatan yang  sudah mengakar dalam dirinya, disebabkan oeh  kurangnya pendidikan agama yang diperoleh dan ditambah dengan dukungan lingkungan, tetapi  kita juga yakin bahwa  ada banyak penjahat yang sesungguhnya hanya diawali dengan keterpakasaan.  Andai kata kita dapat menolongnya semenjak awal, maka  ia pasti tidak akan terjerembb dalam kegelapan seperti itu.

Untuk itu kiranya kita  harus cepat  menyadri persoalan ini dan kemudian mau berbuat untuk menyelamatkan anak anak bangsa ini, terutama mereka yang masih dalam usia sekolah.  Kita harus peduli dengan pendidikan mereka dan mengarajhkannya sedemikian rupa sehingga mereka nantinya akan tumbih dan berkembang secara wajar dan akan menjadi anak anak bangsa yang cerdas dan berakhlakmulia.  Tetapi kalau kita masih apatis terhadap kondisi mereka dan membiarkannya tetap seperti apa adanya, maka  kalau mereka kemudian tumbuh secara  liar dan  bahkan nantinya akan menjadi para penjahat, tentu kita akan ikut merasa berdosa.

Kejahatan melaui penebaran paku di jalanan hanyalah merupakan salah satu bentuk modus yang dilakukan mereka, dan  yakinlah masih banyak modus lainnya yang saat ini belum muncul ke permukaan yang sedang ada dalam rancangan para penjahat tersebut.  Untuk itulah yang harus kita lakukan ialah berusaha untuk  melakukan sesuatu yang diharapkan  dapat membantu mereka yang dalam kondisi menghawatirkan, yakni dengan  melaksanakan pembayaran zakat pada lembaga  zakat yang kredibel dan mempunyai program yang jelas.  Selanjutnya kita harus mewaspadi setiap  upaya yang mengarah kepada kejahatan, atau dengan kata lain kita harus menciptakan suasana yang tidak memungkinkan orang orang jahat untuk merealisasikan  niat mereka.

Tentu pasrah dan memohon perlindungan kepada Tuhan tetap harus kita lakukan dengan melakukan kebaikan kebaikan, baik yang besifat individual, seperti melaksanakan  ibadah mahdlah kepada Tuhan,  maupun yang bersifat social, seperti  bersedekah, beringaq, peduli kepada lingkungan dan berbuat baik kepada semua orang.  Dengan demikian kita  akan dapat menjalani kehidupan di dunia ini  dengan mantap dan sekaligus aman. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.