SELAMAT ULANG TAHUN KPK

Kamis tanggal 29 desember kemarin Komisi Pemberantasan Korupsi telah genap berusia 8 tahun, sebuah usia yang  menurut ukuran  manusia masih  sangat dini dan  sama sekali belum dapat diandalkan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi pihak lain.  Namun untuk KPK tidalkan demikian, karena semenjak kelahirannya, lembaga ini  sudah menjelma sebagai sosok yang cukup dewasa dan kuat untuk melawan segala macam bentuk korupsi.  Mungkin karena usianya yang relative masih muda itulah makanya KPK belum banyak pengalaman, khususnya  mengenai  balasan pihak pihak yang dirugikan dengan rencana jahat mereka.

Dalam kepemimpinan Antasari Azhar misalnya, KPK ini merupakan lembaga yang demikian hebat dan ditakuti oleh  pihak pihak yang berniat korupsi ataupun mereka yang telah terlanjur melakukannya.  Jadilah banyak pihak yang merasakan betapa dahsyatnya sepak terjang KPK pada saat itu, termasuk besan presidenpun digasaknya.  Namun  kondisi tersebut kemudian berbalik dengan diterpanya tragedy yang kemudian menyeret Antasari ke penjara, karena dituduh mendalangi pembunuhan Zulkarnain.  Setelah peristiwa tersebut memang lambat laun kiprah KPK menjadi semakin kurang greget  kalau tidak bisa dibilang melempem.

Secara umum sosok Antasari memang begitu hebat dan berani sehingga semua orang pada saat itu segan dengannya, bahkan hingga beliau divonis bersalah dan harus menjalani hukuman belasan tahunpun , banyak orang masih mempercayai ketidak terlbatannya dalam pembunuhan Zulkarnain.  Apalagi setelah pengadilan  terhadapnya saat ini digugat, serta  jaksa penuntut pada saat itu Sirus Sinaga juga telah terbukti melakukan kesalahan meskipun dalam kasus lain.  Saat ini banyak pihak yang kemudian mempertanyakan beberapa kejanggalan dalam proses pengadilan Antasari.  Beberapa pengabaian terhadap bukti yang disampaikan oleh pihak Antasari juga sedah mulai diungkap.  Namun semua itu masih dalam proses untuk membuktikan bahwa Antasari memang bersih dari kasus tersebut.

Sehubungan dengan  tersandungnya Antasari dengan kasus pembunuhan tersebut, KPK mulai banyak digoyang, mulai “perang” antara  KPK dengan kepolisian yang terkenal dengan perang cicak melawan buaya yang  kemudian  beimbas kepada tuduhan suap yang dialamatkan kepada pimpinan KPK saat itu, yakni Candra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto.  Publik saat itu sangat meyakini bahwa mereka berdua hanyalah merupakan korban kriminalisasi pihak pihak tertentu yang memang merasa terancam oleh kiprah KPK.  Salah satu pihak tersebut ialah keluarga Aggodo dan Anggoro yang memang menjadi lakon dalam kisah tersebut.

Bagaimana public kemudian dibuat terbelalak dengan diputarnya rekaman tentang kasus tersebut dihadapan sidang Mahkamah Konstitusi.  Sampai sampai presiden harus  membentuk Tim pemberantasan mafia hokum untuk ikut menyelesaikan persoalan tersebut.  Toh akhirnya kedua pimpinan KPK tersebut kasusnya dideponiring dan tidak diproses, sehingga posisi keduanya menjadi sangat lemah dan dapat dipertanyakan orang.  Dan benar pada beberapa waktu kemudian  posisi keduanya kemudian digugat Anggodo dan kemudian  gugatan tersebut dikabulkan.  Jadilah KPK dipermainkan kembali.

Dalam kondisi seperti itu, jangankan  memburu koruptor, untuk menanggulangi persoalannya sendiripun menjadi persoalan tersendiri.  Nah, saat ini KPK  sudah cukup berpengalaman dengan berbagai peristiwa yang menimpa para pimpinannya dan saat ini juga telah dilakukan pergantian pimpinan KPK, sehingga  dalam ulang tahunnya yang ke 8 ini KPK memang benar benar fres dan seluruh pimpinannya sama sekali tidak ada masalah.  Untuk itu masyarakat tentu sangat berharap bahwa KPK saat ini  dan kedepan akan dapat melakukan penuntasan kasus kasus besar dan menjadi perhatian public.

Kita masih ingat betul janji ketua KPK yang baru bahwa  ia akan menuntaskan kasus kasus besar tersebut, dan kalau dalam waktu 100 hari belum bisa berbuat apa apa, ia akan secara sukarela mengundurkan diri.  Dalam pernyataannya kepada para kuli tinta dalam memperingati ultah KPK, Abraham Shamad juga mengakui bahwa masih banyak pekerjaan rumah KPK yang harus segera ditangani dan tuntaskan, terutama kasus kasus besar yang menjadi perhatian public, seperti kasus bank Century, kasus  Wisma Atlet, Hambalang, kasus pemilihan Deputi Gubernur senior BI, kasus di kemenakertras, dan lainnya.

Publik tentu sangat berharap bahwa pimpinan KPK yang sekarang akan lebih berani dan sekaligus hati hati dan antisipasi terhadap  kemungkinan terburuk yang akan menimpa mereka sehubungan dengan rencana busuk para koruptor.  Kasus Wisma Atlet dan segala rentetannya, termasuk informasi yang diberikan oleh Nazaruddin, tentu  sangat dinantikan masyarakat mengenai penyelesaiannya.  Kasus kasus besar tersebut kiranya menjadi taruhan pimpinan KPK  saat ini.  Kalau mereka gagal menuntaskan kasus tersebut, masyarakat tentu akan semakin pesimis terhadap pemberantasan korupsi di negeri ini.

Kita memang harus setuju dengan kesederhaan KPK dalam memperingati hari ulang tahunnya.  Artinya bahwa memperingati  ulang tahun itu memang penting, tetapi untuk KPK tentunya ada hal yang jauh lebih penting ketimbang hanya peringatan dan acara seremonial yang hanya akan menghabiskan waktu saja.  Yang terpenting dalam memperingati ulang tahun tersebut ialah justrui melakukan instrospeksi diri mengenai kiprah yang telah dilakukannya, dan akan lebih baik manakala ada semacam perbandingan antara  awal keberadaan KPK sampai  akhir tahun ketujuhnya.

Perbandingan tersebut diperlukan untuk memberikan semangat yang lebih kepada semua komponen KPK dalam menjalankan tugasnya.  Kalau pak Antasari dulu begitu tegas dan kuat serta disegani dan bahkan ditakuti oleh para koruptor, kenapa  kemudian menjadi kurang greget dan bahkan mandul.  Kenapa sekarang seorang  Nazaruddin  berani mempertanyakan  ketidak obyektifan KPK dan kenapa  kasus kasus besar dan menjadi perhatian public belum dapat dituntaskan dan bahkan  seolah dihentikan karena ketidamampuan KPK untuk mendapatkan bukti dan seterusnya.

Apa yang saya sampaikan tersebut bukan dalam arti menggugat KPK yang dinilai banyak orang menjadi semakin kurang dalam memberantas korupsi, tetapi semua itu dimaksudkan untuk sekedar memutar kembali ingatan kita dan sekaligus  berkeinginan untuk memperbaiki kinerja KPk di masa mendatang.  Hal tersebut juga didasarkan kep[ada keyakinan  banyak orang bahwa pimpinan KPK yang sekarang tentunya lebih baik dan berani untuk melakukan perang melawan siapapun tyang melakukan praktek korupsi dan sejenisnya.  Sosok seperti Abraham Shamad, Bambang Widjoyanto, dan lainnya memang dapat diharapkan lebih  bisa mewujudkan harapan masyarakat dalam pemberantasan korupsi.

Namun demikian sesungguhnya kita  masih dapat menrima mereka manakala dalam beberapa saat di awal kiprah mereka, belum dapat langsung tancap gas dalam menuntaskan kasus kasus besar sebagaimana yang disebutkan tadi.  Bahkan meskipun Abraham Shamad sendiri mengatakan akan mengundurkan diri ketika dalam waktu 100 hari belum bisa berbuat sesuatu, namun menurut hemat saya janji tersebut hanya sebagai  pemacu semangat untuk  bekerja lebih saja.  Kita juga tidak menginginkan bahwa KPK kemudian ditinggalkan pleh para pimpinannya hanya karena belum dapat menyelesaikan kasu kasus besar.  Sebab kalau demikian keadaannya, maka justru akan lebih parah lagi kondisi negeri kita ini.

Kita semua yakin bahwa  saat ini ada pihak yang sudah memasang kuda kuda untuk menggagalkan  ambisi Abraham dan kemudian nanti menuntutnya segera mengundurkan diri seperti janjinya.  Tujuan utamanya ya jelas ingin mengacaukan pemberantasan korupsi di Negara ini.  Menurut saya  yang terpenting ialah komitmen semua pimpinan KPK dan seluruh  komponen KPK untuk terus bekerja dengan semangat tinggi dan tetap berhati hati.  Kita sangat yakin bahwa dengan tekad yang ditunjukkan dan sekaligus  dibarengi dengan keberanian, pastilah mereka akan dapat memberikan sesuatu yang dapat sedikit memuaskan masyarakat.

Masyarakat pasti akan mendukung setiap langkah baik menuju pemberantasan korupsi tersebut, tetapi dalam memberikan dukungan dan dorongan tersebut terkadang harus melalui kritik tajam, semata mata hanya untuk menyadarkan  dan mengingatkan tanggung jawab yang dipikulkan oleh Negara kepada mereka.  Untuk itu pimpinan KPK tidak perlu risau dengan kritikan tajam dari masyarakat dalam menilai kinerja mereka, apalgi sampai kemudian “mutung” dan malah membuat “nglokro”.  Semangat menyala  yang selama ini sudah ditunjukkan, terutama ketika  menjalani seleksi menjadi pimpinan KPK harus terus dikobarkan agar dapat membakar  seluruh unsur yang mengarah kepada praktek korupsi di Negara kita tercinta.

 

 

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.