SELAMAT ULTAH KORPRI

Hari ini adalah hari korp pegawai republic Indonesia dan seluruh  anggota korpri diwilyah nusantara memperingatinya dengan  melakukan upacara bendera.  Tidak ubahnya para anggota korpri unit IAIN Walisongo Semarang yang hari ini juga melaksanakan upacara hari jadinya tersebut.  Tentu disamping upacara, masih banyak aktifitas lainnya yang dilaksanakan oleh para  anggotanya, baik yang bersifat ilmiah dan akademis maupun yang bersifat  lomba dan pertandingan.  Namun semua itu  mempunyai satu tujuan, yaitu dalam upaya memeriahkan harlah korpri.

Semua aktifitas yang dilaksanakan dalam memperingati harlah korpri tersebut boleh boleh saja dan  wajar, namun yang lebih penting dari semua itu ialah bagaimana seluruh anggota korpri merenungkan tentang sejauh mana kiprah korpri dalam mengabdikan dirinya kepada bangsa dan Negara.  Selama ini korpri sudah tepat dalam mengambil sikap, terutama dalam hubungannya dengan partai politik, yakni sikap netral dan tidak memihak kepada satu kekuatan politik yang ada termasuk partai politik yang sedang berkuasa.  Sikap tersebut harus terus dipertahankan oleh korpri, karena memang sikap seperti itulah yang seharusnya diambil dalam upaya tetap  bisa mengabdikan dirinya untuk bangsa dan Negara.

Kita tidak mau pengalaman pahit pada saat  orde baru, dimana korpri dijadikan alat kekuasaan untuk mendulang dan memenangkan salah satu kekuatan politik.  Pada saat itu peran korpri dalam upaya mengabdikan dirinya untuk kepentingan bangsa dan Negara menjadi  tidak maksimal dan bahkan dapat melenceng dari garis perjuangannya.  Korpri digaji oleh Negara yang berarti digaji oleh  rakyat, sehingga tidak layak kalau kemudian memihak kepada salah satu partai politik tertentu.  Ia harus netral dan membela kepentinan seluruh bangsa dan rakyat Negara ini, melalui peran masing masing sesuai dengan  tugas dan tangung jawab yang diberikan.

Khusus bagi keluarga besar korpri IAIN Walisongo Semarang, harlah kali ini tentu mempunyai makna strategis, karena  IAIN Walisongo sedang memperjuangkan berbagai keinginan yang telah dicanangkan dan harus didukung oleh seluruh komponen keluarga besar IAIN Walisongo sendiri, termasuk para anggota korpri.  Tentu dukungan untuk mensukseskan berbagai program yang telah direncanakan tersebut tidak boleh main main, melainkan  harus dengan kesungguhan  dan sepenuh hati, sampai  target yang dicanangkan tercapai.

Sebagaimana  kita ketahui bersama bahwa salah satu yang saat  ini sedang diperjuangkan keberhasilannya ialah perubahan  kelembagaan dari Institut Agama Islam Negeri menjadi Universitas Islam negeri.  Proses dan persiapan untuk menuju ke sana  telah dilalui.  Artinya persiapan yang dilakukan  sudah sedemikian  siap, mulai dari penyusunan proposal dan naskah akademik, dukungan dari berbagai pihak dan bahkan  persiapan  sumber daya manusia dan sarana prasarana untuk  sebuah universitas juga telah dipersiapkan.

Sementara itu proses pengajuan permohonan  yang dilengkapi dengan seluruh persyaratan juga telah ditempuh, dan presentasi untuk meyakinkan  pihak pihak tertentu, terutama kementerian agama juga telah dilaksanakan.  Hanya saja pada saat ini masih ada sedikit perbedaan persepsi di kalangan pengambil keputusan di kememnterian agama untuk memberikan rekomendasi atas niat IAIN Walisongo Semarang untuk mengubah dirinya menjadi universitas.  Tetapi perbedaan persepsi tersebut seharusnya tidak boleh mengganggu dan bahkan mengorbankan  keinginan lembaga pendidikan di dalam pebinaannya yang berkeinginan untuk berkembang dan lebih maju lagi.

Untuk itu dalam harlah korpri kali ini patut kiranya seluruh anggota korpri IAIN Walisongo Semarang bertekad bulat secara bersama sama untuk mengegolkan  perubahan IAIN menjadi UIN tersebut.  Tekad tersebut tentunya  harus dilaksanakan sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing masing.  Kita semua sangat yakin bahwa  dengan kebersamaan tersebut, sesuatu yang sangat sulitpun akan menjadi mudah, bahkan sesuatu yang tidak mungkin sekalipun , akan menjadi mungkin.

Disamping program besar perubahan  lembaga dari IAIN menjadi UIN, kita juga mempunyai agenda besar lainnya yang sesungguhnya telah kita perjuangkan cukup lama, yakni  membangun berbagai sarana yang dibutuhkan, seperti ruang kuliah, laboratorium, perpustakaan, pusat pusat kajian, perkantoran  dan lainnya yang representative dan dapat diandalkan.  Untuk mewujudkan keingiinan tersebut tentu tidak mungkin kalau  kemudian kita anggarkan melalui DIPA yang kita miliki.  Dan salah satu yang memungkinkan untukmewujudkan hal tersebut ialah dengan pinjaman luar negeri, yakni dari Islamic Development Bank (IDB).

Nah, untuk tujuan terebut sesungguhnya kita telah melakukannya sejak tahun 2003 yang lalu, namun dengan berbagai persoalan yang muncul dan menyertainya, baru pada ahun 2009 permohonan kita masuk dalam blue booknya bappenas.  Namun sayangnya pada tahun tersebut tidak cukup waktu untuk erealisasikannya, sehingga kita garus memulainya  dari awal dengan emngajukan proposal project lagi.  Dan alhamdu lillah kita dapat masuk lagi dalam blue book, dan sekarang posisi kita sudah sangat jelas insya Allah akan mendapatkan bantuan IDB tersebut bersama dengan IAIN lainnya yang tergabung dalam four in one, yakni IAIN Sumatra Utara Medan, IAIN Raden Intan Palembang, IAIN Walisongo Semarang, dan IAIN Mataram.

Kalau tidak ada aral melintang dan kebijakan yang mendadak dari pemerintah tentang pinjaman luar negeri, insya allah kita akan mendapatkan  bantuan IDB tersebut pada tahun 2012 nanti.  Untuk itu  dalam harlah korpri kali ini sangat dibutuhkan suatu kebersamaan  dalam berbagai hal; dalam berikap, dalam  berdoa dan dalam memperjuangkan terwujudnya bantuan IDB tersebut, sesuai dengan  tugas dan tanggung jawab masing masing.  Artinya seluruh keluarga besar IAIN Walisongo Semarang, termasuk anggota korpri seharusnya  mempunyai sikap dan pikiran yang relative sama dalam mengupayakan terwujudnya bantuan IDB tersebut.

Kita sesungguhnya telah yakin bahwa seluruh keluarga besar IAIN Walisongo Semarang telah mempunyai sikap yang sama dalam menghadapi bantuan IDB tersebut, hanya saja  kesamaan  tersebut  seharusnya dapat diwujudkan dalam  pernyataan  yang gaungnya diharapkan akan dapat didengar oleh seluruh masyarakat.  Hal ini sangat penting dalam upaya meyakinkan semua pihak bahwa IAIN Walisongo memang sudah siap untuk menerima bantuan IDB tersebut dan  kemudian mengembangkannya sesuai dengan misi pendidikan yang diembannya.

Harlah korpri kali ini juga mempunyai makna strategis  daam upaya  mengembangkan IAIN ke depan, karena  tiga hari kedepan kita akan menyelenggarakan rapat kerja untuk merumuskan program program penting kedepan.  Kebersamaan dan tekad yang kuat dari seluruh komponen  IAIN Walisongo, termasuk para anggota korprinya diharapkan akan mampu merumuskan berbagai program cerdas dan realistis sesuai dengan prediksi perkembangan  zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia ini.

Dengan memperhatikan berbagai  program yang sangat penting  di institusi kita tersebut, harlah korpri kali ini memang benar benar mempunyai arti penting .  Tidak saja dalam upaya mendukung langkah dan program yang telah direncanakan, melainkan juga  dalam upaya menemukan berbagai program  cerdas yang akan dilaksanakan  di masa depan.  Semua itu didasarkan atas kenyataan bahwa  para dosen dan pimpinan serta  karyawan atau tenaga kependidikan yang ada di IAIN Walisongo Semarang  hamper seluruhnya merupakan anggota korpri.

Kita semua berharap seluruh anggota korpri mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap wilayah pengabdiannya, termasuk di lembaga kita.  Kita sangat berharap bahwa sebagai anggota korpri, seluruhnya  dapat memberikan kontribusi yang maksimal untuk kepentingan lembaga dimana mereka mengabdikan diri.  Tunjukkan bahwa korpri sekarang sangat berbeda dengan korpri masa lalu yang mendapatkan cap sebagai  kumpulan pegawai yang malas dan hanya  menghabiskan uang Negara.  Sekali lagi kita harus dapat membuktikan bahwa korpri itu professional dan hanya  mengabdikan dirinya untuk kepentingan Negara dan bangsa.

Momentum harlah inilah  merupakan sarana yang sangat strategis untuk membuktikan diri bahwa korpri memang sudah berubah, dan bukan lagi sebagai alat kekuasaan dari salah satu partai politik, termasuk partai penguasa,  bukan lagi sebagai sekumpulan pagawai yang malas dan tidak kreatif, bukan lagi sebagai penguras uang Negara, tetapi sebagai pegawai professional dan  sepenuhnya  mengadikan diri untuk kepentingan bangsa dan Negara.  Artinya untuk menunjukkan perubahan  tersbut  tidak diperlukan argumentasi, melainkan cukup  dengan membuktikan diri melalui karya nyata dalam lingkup pekerjaan kita masing masing.

Semoga dengan pembuktian seperti itu, korpri kedepan akan semakin mendapatkan  tempat di hati masyarakat dan bahkan menjadi harapan mereka untuk memajukan dan mengembangkan bangsa  menuju kesejahteraan dan keadilan seluruh masyarakat Indonesia.  Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.