MENYAMBUT 1 MUHARRAM 1433 H

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله,  الحمد لله الذى خلق الانسان علمه البيان  أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله المبعوث رحمة للأنام اللهم صل  وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وأصحا به الكرام, وسلم تسليما كثيرا, أما بعد: فيا عبادالله او صيكم وإياي بتقوى الله . اتقوا الله فى السر والعلا نية وبادروا بالأعمال الصالحات ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون . قال الله تعالى : يا أيها الذين امنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تمو تن إلا وانتم مسلمون.

Jamaah Jumat rahimakumullah

Dalam kesempatan yang sangat mulia ini, marilah kita senantiasa mengungkapkan rasa syukur kita kepada Allah SWT. atas segala limpahan karunia yang telah diberikan kepada kita dengan cara memperbaiki kinerja dan prilaku, serta pengabdian kita sehari-hari sebagai makhluk dan hamba-Nya.  Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW., para keluarga dan sahabatnya, serta seluruh umatnya hingga hari akhir nanti.  Amin.

Jamaah Jumat rahimakumullah

Dalam rangka kesyukuran itulah, ijinkanlah saya  mengajak kepada hadirin semua untuk berusaha meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. dalam arti yang sebenarnya, yaitu berusaha maksimal dengan mengerahkan seluruh kemampuan kita untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya, dan sekaligus menjauhkan diri dari larangan-larangan-Nya.  Dengan usaha nyata yang kita lakukan seperti itu, maka insya Allah kita akan senantinasa diberikan bimbingan, taufiq, hidayah dan inayah dari-Nya.  Amin.

Jamaah Jumat rahimakumullah

          Dua hari lagi insya Allah kita sudah akan berada di tahun 1433 H.  Itu artinya pada saat ini kita sedang berada di penghujung tahun, karena itu sangat dianjurkan untuk  malakukan instrospeksi diri atau muhasabah terhadap segala hal yang telah kita lakukan dalam tahun ini;  sejauh mana kita telah dapat memerankan diri kita sebagai hamba Tuhan yang baik dan memberikan manfaat bagi  makhluk Tuhan lainnya.  Atau dengan kata lain apa saja yang pernah kita lakukan pada tahun ini, apakah semua yang kita kerjakan tersebut sudah sesuai dengan perintah syariat atau bahkan bertentangan dengannya.

          Nah, dengan melakukan muhasabah seperti itu kiranya kita nanti akan dapat menentukan sikap kita pada tahun baru.  Tentu tekad kita harus lebih baik  dan mengubah segala yang kurang baik pada tahun ini menjadi lebih baik dan lebih memberika manfaat bagi  semua pihak.  Muhasabah yang kita lakukan saat ini tentu akan sangat penting artinya bagi kita, karena kita yakin bahwa  di akhirat nanti akan ada pengadilan yang sangat teliti dan tidak mungkin akan ada yang bisa lolos dari dari pemeriksaannya.  Dalam hal ini  Umar bin al-Khaththab pernah mengingatkan kepada umat Islam untuk terus melakukan instrospeksi diri di dunia ini sebelum nanti dihisab pada hari kiamat.

حا سبوا أنفسكم قبل ان تحا سبوا يوم القيامة

Jamaah Jumat rahimakumullah

          Sebagai umat Islam tentunya kita harus bangga dan sekaligus memanfaatkan kalender Hijriyyah ini untuk hal hal yang positif, bukannya malah memperlakukan dan menyikapinya dengan penuh kecurigaan dan bahkan menghindarinya.  Kita boleh menggunakan kalender Miladiyyah, tetapi jangan tinggalkan kalender Islam atau Hijriyyah.  Untuk setidaknya daam pergantian tahun seperti yang insya Allah akan segera terjadi, kita patut untuk memberikan apresisasi dengan melaksanakan berbagai kegiatan positif yang memberikan makna bagi kebersamaan, persatuan dan kesatuan, serta solidaritas, seperti  aksi aksi social, kebersihan lingkungan hingga santunan kepada ereka yang sangat membutuhkan.

          Tentu kita sangat menyayangkan adanya sebagian umat Islam yang  cenderung bersikap kurang positif terhadap datangnya tahun baru Hijriyyah tersebut.  Kita masih menyaksikan  orang orang Islam yang menghindari bulan Muharram atau bulan pertama dalam kalender Hijriyyah dan menganggapnya sebaga bulan yang akan membawa malapetaka.  Bulan Muharram atau dikenal dengan bulan Suro selalu dihindari terutama  dalam melksanakan hajat, seperti menikah, khitanan, mendirikan rumah, memulai usaha dan lainnya.  Padahal bulan Muharram menurut Tuhan termasuk salah satu bulan yang dimuliakan.  Di dalamnya Tuhan telah banyak menyelamatkan umat-Nya yang shalih dari berbagai malapetaka yang akan menimpa mereka.

          Kita semua tidak tahu mengapa sikap sebagian umat Islam bisa begitu terhadap bulan Muharram tersebut, padahal kalau ditilik dari seluruh ayat dan hadis Nabi, tidak satupun ditemukan isyarat yang memberitahukan tentang bahayanya bulan Muharram untuk melakukan hajat seperti tersebut.  Bahkan sangat jelas Allah SWT telah berfirman dalam surat al-Taubah ayat 36 sbb:

إن عدة الشهور عند الله اثنا عشر شهرا فى كتاب الله يوم خلق السموات والأرض منها أربعة أشهر… الأية

Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah itu ada dua belas yang ditetapkan pada saat  Allah enciptakan lelangit dan bumi, dan diantaranya ada empat bulan yang dimuliakan…..

          Sementara itu empat bulan yang dianggap sebagai bulan yang dimuliakan tersebut, menurt Nabi Muhammad SAW, salah satunya ialah bulan Muharram.  Dengan penjelasan  seperti itu seharusnya seluruh umat Islam  dapat mengubah sikapnya terhadap bulan Muharram tersebut, yakni dengan memperlakukan bulan terseut secara wajar dan bahkan malah berusaha untuk memanfaatkan bulan tersebut untuk hal hal positif, termasuk menikah, khitanan, mendirikan rumah, dan berbagai hal positif lainnya.

Jamaah Jumat rahimakumullah

          Memang  berat untuk mengubah sebuah kepercayaan yang telah mengakar  atau mendarah mendaging, namun kalau kepercayaan tersebut salah dan bahkan sangat mungkin akan dapat mempengaruhi akidah kita, tentu  kita sebagai umat Islam harus bisa  melakukannya, meskipun untuk pertama kalinya harus melaluiperjuangan berat dan  memaksa.  Kita tentu sangat perihatin dengan kepercayaan yang menganggap miring terhadap bulan Muharram dan bahkan berusaha menghindarinya, padahal sangat jelas bahwa bulan Muharram tersebut justru dianggap oleh Tuhan sebagai bulan mulia, dan bahkan secara tegas jga bahwa Tuhan telah menolong  banyak Hamba-Nya yang baik dari  malapetaka yang sangat dahsyat.

          Sekali lagi mari kita terus berusaha untuk menyadarkan dan meyakinkan umat untuk tidak takut dan menghindari bulan Muharram, dan bahkan mendekat dan memanfaatkannya sedemikian rupa untuk hal hal yang baik.  Tugas meyakinkan umat tersebut menurut saya sangat mulia karena akan dapat menjauhkan umat dari kepercayaan yang salah dan membahayakan akidah mereka.  Karena itu kepada seluruh tokoh masyarakat dan ulama sangat dihimbau untuk memberikan teladan  kepada masyarakat dengan memperlakukan bulan Muharram tersebut sebagai bulan mulia. 

Artinya kalau  akan menyelenggarakan upacara pernikahan anaknya atau khitaan, sebaiknya diupayakan  pada bulan Muharram.  Saya sangat yakin bahwa dengan pemberian teladan yang seperti itu, lama kelamaan masyarakat akan dapat menyadari dan meninggalkan kecurigaan mereka kepada bulan Muharram tersebut.

Jamaah Jumat rahimakumullah

          Kembali kepada menykapi tahun baru Hijariyyah tersebut mari kita lakukan muhasabah dengan berdoa kepada Allah SWT sebagaimana yang dituntunkan oleh para ulama, yakni berdoa pada akhir tahun, yakni pada hari Sabtu sehabis Ashar dengan memohon kepada Tuhan agar segala amal baik yang telah dijalankan selama tahun 1432 H dapat diterima  serta seluruh ksalahan khilaf dan maksiat, akan dapat diampuni oleh Tuhan, dan kemudian berkomitmen diri untuk membaiki  segala kekurangan pada tahun baru nanti.

          Sementara itu pada awal tahu 1433 H, yakni setelah maghrib juga dianjurkan untuk memohon kepada Tuhan agar pada tahun yang baru kita semua dapat melaksanakan kebaikan yang lebih banyak dan dihindarkan dari perbuatan maksiat dan perbuatan negative lainnya.

          Tentu permohonan  lainnya, seperti memohon dilancarkan dan berkah rizkinya, diberkan kesehatan, baik dirinya  anak anaknya dan juga seluruh keluaganya,  terus dibmbng untuk selalu berada dalam jalan yang benar dan diridloi oleh Tuhan,  diwujudkan cita citanya, dijauhkan dari segala macam marabahaya, dijauhkan dari segala hal yang menyedihkan dan menyengsarakan, dan diberikan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, dan lainnya.

Jamaah Jumat rahimakumullah

          Pada akhirnya marilah kita berdoa kepada Tuhan  agar kiranya dalam menghadapi tahun baru 1433 H nanti kita  benar benar dapat mengubah diri kita menjadi lebih baih dan lebih bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar kita. Amin.

بارك الله لي ولكم فى القران العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الأيات والذكر الحكيم  وتقبل مني ومنكم تلا وته إنه هو الغفور الرحيم

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.