SELAMAT UNTUK INDONESIAKU

Walaupun masih menyisakan dua hari lagi,tetapi secara riil kontingen Indonesia dalam sea games kali ini sudah dapat dipastikan menjadi juara umum dengan raihan medali yang tidak mungkin lagi dikejar oleh kontingen manapun, bahkan  sesunggunya kepastian sebagai juara umum tersebut sudah dapat dipastikan sejak kemarin.  Sekali lagi kita semua  mengucapkan selamat dan bangga kepada perjuangan seluruh atlet dan kontingen yang menunjukkan prestasi gemilang dan semangat juang yang demikian hebat.  Semoga prestasi kali ini akan dapat memberikan sedikit harapan untuk even yang lebih tinggi lagi di Asian games dan bahkan olimpiade. Amin.

Meskipun demikian akan lebih lengkap rasanya kalau  dalam pertandingan final sepak bola yang akan digelar sesaat menjelang penutupan sea games, Indonesia dapat meraih emas dengan mengalahkan kesebelasan Malaysia.  Melihat semangat yang ditunjukkan oleh garuda muda  semenjak penyisihan hingga semi final kemarin itu, kiranya tidak berlebihan kalau kita berharap banyak kepada mereka.  Kesebelasan Malaysia bukannya tidak bisa  dikalahkan, tetapi memang harus ada semangat tambahan bagi tim garuda muda kita untuk dapat menaklukkannya.  Dan tambahan semangat tersebut saat ini telah tersedia, baik  melalui support seluruh masyarakat Indonesia maupun melalui pemberian motivasi berupa bonus bagimereka.

Pada awalnya ketika sea games belum dimulai memang banyak pihak yang pesimistis bahwa Indonesia akan dapat menjadi juara umum, mengingat berbagai persoalan yang melilit dunia olah raga kita.  Kita masih sangat ingat tentang gonjang ganjing di PSSI serta prestasinya yang selalu jeblok dalam berbagai even internasional.  Kemudian juga  berbagai cabang olah raga kita yang belum menunjukkan prestasi menjanjikan, setidaknya  apabila didengar dari para pembinanya, dan yang terakhir tentang  persoalan  pembangunan wisma atlet di jaka baring Palembang yang  penuh dengan persoalan.  Namun justru dengan berbagai lilitan persoalan tersebut, ternyata  malah membawa berkah, karena para atlet dapat terpacu semangat dan motivasinya untuk  dapat membuktikan bahwa mereka itu tidak seperti yang digambarkan selama ini.

Barangkali memang harus dilakukan suntikan  untuk memompa motivasi dan semangat juang melalui metode peremehan  terhadap mereka.  Artinya  sangat mungkin  semangat dan daya juang tinggi yang ditunjukkan oleh para atlet Indonesia tersebut dipicu oleh  banyaknya komentar miring dan meragukan kemampuan mereka, sehingga mereka tersengat dan  ingin membuktikan bahwa mereka itu tidak seperti yang mereka duga, karena mereka sesungguhnya bisa  berprestasi dan menjadi juara.  Aatau juga ada penyebab tambahan, karena  kondisi ekonomi masyarakat saat ini termasuk para atlet yang belum mendapatkan penghargaan yang memadahi dari Negara, sehingga iming iming  bonus 200 juta rupiah setiap keeping emas dan 50 serta 30 juta untuk  perak dan perunggu menjadi salah satu pemicunya.

Kalau hal tersebut memang benar, itu sangat manusiawi dan kita harus  angkat topi  serta salut kepada mereka. Bukankah selama ini para atlet nasional yang telah mengharumkan nama bangsa dan Negara  banyak yang menderita di sisi hidupnya?.  Bukankah banyak para atlet yang kemudian juga harus memikirkan bagaimana  caranya bisa mendapatkan pekerjaan yang baik .  Itu semua karena Negara belum dapat memberikan sesuatu yang  dapat menjamin masa depannya, sebagaimana yang dilakukan oleh negra dan bangsa lain terhadap para atletnya.  Tentu kedepan kita berharap bahwa prestasi mereka  dapat dihargai setimpal dengn jerih payah mereka, karena kita yakin  Negara kita mampu untuk melakukan hal tersebut.  Toh saat ini banyak  kekayaan Negara yang dikemplang oleh para koruptor, baik yang berwujud bajingan maupun  manusia berdasi dan juga mereka yang berpeci.

Benar bahwa semangat dan motivasi itulah yang kemudian  dapat mendorong tekad para atlet untuk berprestasi dalam even sea games kali ini. Bahkan para Pembina dan pelatihpun  menjadi salah prediksi.  Artinya banyak cabang olah raga yang hanya ditargetkan  meraih beberapa medali saja, tetapi hasilnya justru sangat mengagumkan dan diluar perkiraan semula.  Sekali lagi kita perlu mengacungkan jempol untuk  seluruh kontingen kita.  Namun  tetaplah harus ada evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan even sea games ini, tidak saja  terhadap prestasi dalam semua olah raga yang dipertandingkan dan dilombakan, melainkan juga tentang penyelenggaraannya itu sendiri.

Terhadap seluruh cabang yang dipertandingkan dan dilombakan tentu harus ada perubahan orientasi dalam pembinaan kedepan. Jangan sampai  dengan prestasi yang diraih di sea games, justru malah menjadi  awal dari berbagai kegagalan di masa depan, disebabkan pembinaan yang salah.  Idealnya ketika kita Berjaya di sea games, maka pada even Asian games, kita tidak akan kalah dan berada di bawah Negara Negara Asia Tenggara sebagaimana yang selama ini terjadi.  Bagaimana  bisa membuat prestasi yang lebih baik di even asian games dan bahkan olimpiade, harus menjadi target dan bidikan selanjutnya.

Sementara itu dari penyelenggaraan, juga  masih banyak hal yang harus diperbaiki, manakala kita  berminat untuk menjadi tuan rumah even yang lebih besar lagi, seperti Asian games maupun olimpiade misalnya.  Disamping berbagai sarana yang memang harus lebih dilengkapi, yang lebih penting lagi ialah bagaimana memberikan pengertian kepada para pendukung  yang memberikan support dapat bersikap professional, atau setidaknya dapat menjaga nama baik  bangsa dan Negara di mata internasional.  Menyaksikan sikap para supporter kita dalam penyelenggaraan sea games kali ini tentukita sangat perihatin, dan harus segera ada perbaikan, terutama  yang menyangkut persoalan penghormatan  kepada Negara lain.

Bagaimana kita dapat membenarkan kalau kemudian supporter sudah melakukan hal hal yang dapat menodai hubungan baik antar Negara melalui symbol simbolnya. Bagaimana ketika misalnya lagu kebangsaan kita sedang dinyanyikan  atau diputas dalam acara resmi, kemudian ada pihak lain yang tidak menghormtinya dan bahkan malah mencemoohkannya, tentu kita akan merasa disepelekan dan bahkan marah.  Nah, kalau kita merasa demikian, maka  seharusnya kalau ada lagu kebangsaan Negara lain sedang diputar dalam  acara resmi, maka kita juga harus  bisa menghormatinya, dan begitu seterusnya.

Kita sangat menyayangkan  sikap sebagian supporter kita yang  melakukan perbuatan yang sangat tidak terpuji saat lagu kebangsaan Negara Malaysia dikumandangkan.  Pada saat memberikan dukungan, bolehlah kita meneriakkan yel yel untuk memberikan semangat tanding kepada atlet kita dan sekaligus untuk melemahkanmental lawan, tetapi semua itu tentu ada batasnya, misalnya tidak boleh rasis, tidak boleh menyinggung harga diri sebuah bangsa dan lainnya.

Namun bagaimanapun juga  raihan juara umum dalam perta olah raga se Asia Tenggara tersebut harus kita syukuri, karena sudah cukup lama kita tidak dapat merasakannya.  Sebagai bangsa yang besar dengan penduduk yang demikian  besar pula, kiranya cukup wajar kalau kita  merajai olah raga  dua tahunan tersebut.  Kalau beberapa waktu yang lalu kita selalu berada di bawah Thailand dan Vietnam, bahkan Filipina, tentu  harus diambil hikmahnya dan bukan kemudian menjadi lemah dan menyerah.

Terkadang sebuah Negara itu dikenal oleh masyarakat dunia melalui olah raganya atau melalui orang perorang yang mempunyai prestasi dalam bidang olah raga.  Kalau dunia mengenal  Brasil, Argentina, Spanyo;, Italia, Inggris dan bahkan beberapa Negara di Afrika seperti Pantai Gading, Ghana, Kamerun dan lainnya juga disebabkan oleh olah raganya, terutama sepak bola, dan  bukan karena hal lainnya. Nah, kalau saat ini banyak masyarakat dunia yang belum mengenal Indonesia, itu disebabkan prestasi kita dalam bidang olah raga belum begitu tampak.  Saat ini Negara Asia yang sudah dikenal dunia antara lain Jepang, China, Korea dan beberapa Negara Timur Tengah.

Untuk itu kiranya sangat bijak manakala kementerian pemuda danolah raga melakukan upaya maksimal dengan penyediaan dana yang memadahi untuk mengembangkan dan memajukan dunia olah raga kita, terutama olah raga yang mendunia, seperti sepak bola.  Selama ini kita sesungguhnya dapat dianggap tidak adil karena hanya menginginkan hasilnya, sementara pembinaannya tidak terencana secara baik.  Kalau system pembinaan terhadap olah raga didesain dahulu dengan baik, kemudian juga ada proses di dalamnya, tentu pada saatnya aka nada prestasi gemilang.

Namun sayangnya semuanya ingin instan.  Para pejabat dalam bidang olah raga maunya mendapatkan prestasi pada saat menjabat, ya tentu prestasi yang hasilkan akan setengah setengah saja dan tidak maksimal.  Harusnya orientasi pejabat olah raga saat ini tidak  akan berharap memetiknya hasilnya , tetapi  justru menanamkan ivestasi untuk lima  sepuluh tahun mendatang.  Dan kalau demikian  kondisinya, kita sangat yakin aka nada prestasi yang dapat diandalkan oleh Negara dalam even inernasional dan dunia.  Semoga semua pihak menyadari  persoalan ini dan kemudian mengubah orientasi mereka kepada investasi tersebut.  Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.