MENGEMBANGKAN PRODI FALAK DI S2

Barangkali program studi ilmu falak di pascasarjana  IAIN Walisongo Semarang menjadi satu satunya program studi ilmu falak di Indonesia dan bahkan sangat mungkin di dunia.  Bukan berarti program studi ini menjadi aneh dan asing di duniakeilmuan, sama sekali tidak demikian, tetapi lebih disebabkan ilmu falak tersebut hanya dipelajari sebagai mata kuliah semata, sehingga kajiannya kurang mendalam dan tidak ada  keinginan untuk lebih mengembangkannya sebagai sebuah ilmu yang mandiri dan memberika kontribusi nyata di masyarakat.

Menyadari keberadaan prodi ini yang memang masih relative baru, kiranya sangat diperlukan dorongan dari semua pihak untuk memperkuat dan sekaligus mengembangkannya,  sehingga nantinya akan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas.  Dorongan tersebut tidak  semata mata  dari  komponen IAIN Walisongo saja melainkan juga diharapkan dating dari semua pihak, terutama dari kementerian agama dengan memberikan berbagai fasilitas untuk pengembangannya.  Demikian juga  diharapkan  dorongan dari semua ilmuwan yang menkuni bidang ilmu falak ini serta seluruh pimpinan perguruan tinggi Islam.

Kenapa dibutuhkan dorongan dari semua pihak seperti itu, ya, karena sudah saatnya kita  mengembangkan kekhususan kajian keilmuan dengan maksud bahwa  kekhususan basic keilmuan tersebut akan dapat dimanfaatkan bagi seluruh masyarakat di tanah air.  Artinya masing masing perguruan tinggi agama Islam harus dapat merumuskan kekkhususan  kaijain kelimuan yang dikembangkan di institusinya dan kemudian didorong oleh semua pihak serta diupayakan pengembangannya sedemikian rupa,  sehingga akan dapat menjadi icon dan andalan serta kebanggaan  perguruan tinggi Islam.

Nah, kalau masing masing perguruan tinggi agama Islam  dapat merumuskan dan sekaligus dapat mengembangkannya sedemikian rupa, tentunya dikemudian hari diharapkan akan menjadi rujukan siapa saja yang  berkeinginan untuk memperdalam dan mengkaji keilmuan khusus tersebut.   Pada saatnya nanti akan dapat disampaikan kepada dunia bahwa siapapun yang berkeinginan untuk memperdalam kajian bidang ilmu tertentu harus belajar di perguruan tertentu yang mengembangkan kejian keilmuan tersebut.

Kalau IAIN Walisongo Semarang saat ini sudah berketetapan  untuk menjadikan prodi ilmu falak ini sebagai prodi andalan di masa depan,  dan kemudian didukung oleh semua pihak dengan memberikan berbagai  fasilitas yang diperlukan untuk mengembangkan prodi falak tersebut, maka pada satnya nanti semua pihak akan dapat  mengatakan bahwa siapapun yang  akan mempelajari ilmu falak, harus dating ke Semarang.  Demikian juga dengan perguruan tinggi Islam lainnya yang mengembangkan prodi tertentu.

Persoalannya ialah kenapa IAIN Walisongo berketetapan untuk menjadikan prodi ilmu falak ini sebagai prodi yang akan dikembangkan secara khusus serta menjadi centre of exelence bagi institusi ini.  Penentapan tersebut bukan tanpa alasan, tetapi didasarkan atas berbagai pertimbangan yang cukup matang.  Diantara pertimbangan tersebut ialah tersedianya  sumber daya manusia yang memang ahli dalam bidang ilmu falak serta peran mereka dalam berbagai kepentingan  nasional yang berkaitan dengan keilmuan falak.

Disamping itu juga didasarkan atas analisis mendalam tentang kebutuhan tenaga yang paham dan bahkan ahli dalam ilmu falak.  Secara praktis, kebutuhan tenaga ahli ilmu falak ini  setidaknya harus dimiliki oleh setiap kantor kementerian agama kabupaten/kota.  Kenapa begitu? Ya karena  dalam setiap daerah seharusnya dibutuhkan tenaga  ahli falak tersebut agar  dalam persoalan yang berkaitan dengan berbagai hal menyangkut pelurusan arah kiblat, tentang waktu waktu shalat, tentang penetapan awal dan akhir  bulan Qamariyah, dan lainnya  akan dapat dilakukan,  sehingga  kondisi tersebut akan sangat membantu umat dalam menjalankan ibadah.

Kebutuhan  tenaga ahli dalam ilmu falak tersebut juga  sangat dirasakan di beberapa Negara lain, terutama di Negara Negara  di kawasan Asean,  sehingga keberadaan prodi falak yang menjadi andalan tersebut akan mampu  menarik perhatian dan minat dari para calon mahasiswa dari beberapa Negara tersebut.  Hal ini meskipun prodi ilmu falak di IAIN Walisongo  masih relative baru namu keinginan dari beberapa caon mahasiswa manca Negara tersebut telah muncul  dengan  adanya beberapa  permintaan informasi dari mereka seputar prodi ilmu falak tersebut.

Hal lain yang mendasari kenapa prodi ilmu falak  tersebut menjadi prodi andalan yang akan terus dikembangkan dan disempurnakan, ialah bahwa ilmu ini sesungguhnya sangat mungkin untuk terus dikembangkan dan diintegrasikan dengan ilmu lain, seperti astronomi misalnya.  Ilmu falak sebagaimana yang kita kenal saat ini sesungguhnya telah mengalami  penyusutan atau dengan bahasa lain telah mengalami distorsi  dalam bidang kajian.  Ilmu falak pawa awalnya merupakan ilmu yang  mencakup berbagai bidang kajian yang berkaitan langsung dengan kebutuhan umat manusia, seperti bagaimana merancang sebuah kapal laut dengan mendasarkan kepada kemungkinan  terjadinya ombak besar yang sewaktu waktu dapat terjadi menurut perhitungan yang cukup akurat,  demikian juga ilmu falak dapat dijadikan landasan untuk  memilih permukiman yang aman dan lainnya.

Namun sejalan dengan perjalanan waktu dan peralihan ilmu ini kepada generasi demi generasi, akhirnya ilmu ini hanya dijadikan  sebagai alat untuk keperluan yang sempit semata, yakni hanya untuk keperluan ibadah mahdlah saja, dan meninggalkan fungsi lainnya yang saat ini justru lebih penting dan memberikan manfaat yang besar bagi umat manusia.  Artinya, pada saat ini hamper menjadi pendapat umum kalau ilmu falak tersebut memang hanya untuk keperluan seputar ibadah, seperti untuk menetapkan akurasi arah kiblat,  untuk menetapkan awal atau akhir bukan Qamariyah, atau hanya sekedar untuk menetapkan waktu waktu shalat.

Nah, kondisi seperti itulah yang  menyebabkan ghirah besar untuk mengembalikan ilmu falak tersebut kepada fungsinya yang awal.  Tentu saja tidak  serta merta dapat diwujudkan, karena memang hal tersebut memerlukan proses yang tidak pendek dan sekaligus membutuhkan sumber daya manusia yang memang mempunyai basic keilmuan astronomi dan falak sekaligus.  Dapat saja nantinya keinginan tersebut dipercepat dengan merekrut tenaga ahli bidang astronomi dan kemudian dilakukan kejian secara bersama sama untuk selanjutnya  mengkombinasikan dan mengintegrasikan kedua ilmu yang memang telah menjadi saudara tersebut.

Untuk itulah dibutuhkan  dukungan  secara nyata oleh semua pihak terutama oleh kementerian agama.  Dalam kaitan pengembangan ilmu falak  ini dukungan tersebut hendaknya diwujudkan dalam bentuk pemberian rekomendasi yang memungkinkan IAIN Walisongo Semarang dapat membukan prodi Astronomi sebagaimana yang  saat ini telah dipersiapkan dan bahkan telah diproses perijinannya.  Hanya saja  justru  kementerian agama, dalam hal ini Direktorat jendral pendidikan Islam yang masih  belum  dapat mengeluarkan rekomendasi yang dibutuhkan untuk perijinan prodi astronomi tersebut.

Disamping dukungan yang berupa rekomendasi tersebut juga sangat diperlukan konsistensi dukungan kementerian agama untuk tetap memberikan support berupa bea siswa bagi  mereka yang  akan memperdalam  dan sekaligus melanjutnya studinya  dalam ilmu falak sebagaimana yang  sudah pernah dilakukan, dan tahun ini berhenti.  Masih sangat dibutuhkan support  bea siswa tersebut, karena masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa  lulusan dan keahlian bidang ilmu falak ini belum menjanjikan masa depan.  Dengan dukungan bea siswa penuh kepada setiap mahasiswa yang mengambil prodi falak tersebut, diharapkan akan banyak peminat yang akan memasuki dan belajar ilmu falak tersebut.

Lebih hebat lagi kalaumisalnya kementerian agama kemudian mengambil kebijakan untuk merekrut tanaga tenaga ahli dalam ilmu falak yang akan ditempatkan pada setiap kantor kementerian agama kabupaten/kota di seluruh wilayah Indonesia.  Atau setidaknya di wailayah Jawa, lampung dan Nuasa tenggara, dan beberapa wialayah lain seperti  Banjarmasin, Makasar, Ambon, dan lainnya.

Saya  sangat pesimistis kalau tanpa dibukanya  prodi astronomi tersebut, ilmu falak yang akan menjadi centre of exelence di IAIN Walisongo dan bahkan di kementerian agama tersebut akan dapat dikembangkan sebagaimana yang diinginkan dan sekaligus mengembalikan kejayaan dan bidang kajiannya.  Namun demikian bukan berarti  kalau saat ini kementerian agama belum memberikan sinyal dukungan sebagaimana yang saya sebutkan tadi, IAIN Walisongo menjadi kendor untuk mengembangkan ilmu falak dan prodinya, sama sekali tidak, tetapi justru IAIN Walisongo terus berusaha  dan menunjukkan keinginan dan ghirah yang besar untuk tetap menjadikan kajian ilmu falak ini sebagai  focus pengembangan yang utama.

Karena itu pulalah IAIN Walisongo Semarang tetap konsisten untuk meprogramkan  pembuatan planetarium  dari dana bantuan Islamic Development Bank yang insya Allah akan dapat direalisasikan pada tahun 2012.  Dengan kondisi seperti itu  semua pihak  harus yakin bahwa  keputusan  IAIN Walisongo Semarang untuk menjadikan prodi falak tersebut sebagai prodi andalan yang akan terus dikembangkan dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukungnya.  Tentu IAIN Walisongo juga tetap mengharapkan dukungan dari semua pihak, terutama dari kementerian agama dan pemerintah daerah dalam upaya mewujudkan keinginan tersebut.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan ridla dan taufiq serta hidayah-Nya,  sehingga  upaya mengembalikan bidang kajian ilmu falak sebagaimana awalnya  akan dapat terwujud.  Artinya semua pihak yang diharapkan dapat mendukung rencana tersebut akan dengan kesadaran penuh  dapat mewujudkan dukungan nyatanya termasuk  dalam upaya mengintegrasikan  keilmuan falak ini dengan keimuan astronomi.  Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.