BERKHIDMAH UNTUK BANGSA

Barangkalikalau kita menanyakan kepada setiap orang, lebih-lebih para alumni sebuah pergurauan tinggi yang baru diwisuda, tentu mereka akan dengan semangat menjawab bahwa  semua ilmu yang didapatkan di bangku kuliah akan diabdikan untuk masyarakat, bangsa dan negaranya.  Sangat idealis memang, karena mereka rata-rata belum merasakan bagaimana  suka dukanya hidup ditengah tengah masyarakat yang serba materialistis, seperti kebanyakan masyarakat kita.  Namun memang harus seperti itu, soal kemudian menjadi berbeda setelah bersentuhan langsung dengan dunia nyata, itu masalah lain.  Bangku kuliah memang diibaratkan dengan sesuatu yang bernilai idealis dan sunyi dari segala  kepentingan non ilmiah,  sehingga  teori teori yang diajarkan di sana masih sangat murni dan tentu  merupakan sesuatu yang sangat indah untuk didengar dan dibayangkan.

 Memang setiap kali kita menyaksikan peristiwa wisuda selalu timbul harapan yang terkadang bercampur dengan kecemasan.  Harapan untuk  terwujudnya masyarakat madani yang diharapkan tentu selalu muncul, karena dengan kehadiran masyarakat intelektual yang baru saja mentas dari perguruan tinggi, tentu akan dapat membawa angin segar pembaharuan dan keteladanan dengan berbagai ilmu pengetahuan dalam upaya memajukan dan mengembangkan masyarakat menuju kesejahteraan yang diidamkan.  Namun berbarengan itu sering juga muncul kecemasan yang terus menghantui.  Bagaimana tidak karena ternyata masih cukup banyak sarjana yang tidak mampu dan tidak mau membangun masyarakatnya, dan hanya menginginkan hidup enak tanpa kerja keras.  Jadilah mereka  malah menambah daftar pengangguran intelektual saja.

Kecemasan yang demikian   setidaknya memberikan gambaran bagaimana sesunguhnya para alumni dari perguruan tinggi yang seharusnya siap untuk menghadapi berbagai persoalan hidup di tengah tengah masyarakat, ternyata belum mampu dan bahkan tidak berani untuk menjadi pionir dalam membangun masyarakatnya.  Barangkali salah satu hal yang harus diperhatikan oleh perguruan tinggi ialah bagaimana  membekali seluruh mahasiswa, dalam program studi apapun, dengan ketrampilan terutama tentang kewarausahaan.  Disamping itu harus ditanamkan dan diberikan penekanan bahwa para alumni jangan berangan angan atau bermimpi untuk menjadi pegawai negeri, tetapi  didorong untuk menjadi bos dalm perusahaan yang drintis dan dikelolanya.

Menurut saya hal seperti itu menjadi mutlak untuk diberikan kepad seluruh mahasswa  sebagai bekal ketika mereka telah selesai dan mengerungi hidup di tengah masyarakat yang majmuk.  Sebab kalau sebuah perguruan tinggi tidak memberikan perhatiannya kepada persoalan tersebut, pada akhirnya perguruan tinggi tersebut nantinya akan semakin ditinggalkan oleh masyarakat.  Termasuk hal yang harus diperhatikan oleh seluruh perguruan tinggi ialah pembentukan karakter bangsa yang saat ini mulai memudar, sehingga mahasiswa sangat mudah digerakkan untuk melakukan hal-hal yang mengarah kepada anarkis.

Kita semua sangat paham bahwa sesungguhnya watak masyarakat kita itu sangat ramah, toleran, menghargai orang lain dan tahu berterima kasih kepada siapapun yang dianggap berjasa, termasuk para guru dan dosen yang selama ini telah memberikan motivasi, mengajari tentang tata karma, mengenalkan kepada ilmu pengetahuan dan tekonologi dan ketrampilan, memberikan contoh akhlak yang baik dan memberikan perhatian yang sangat besar untuk kemajuan  para peserta didik.  Namun  terkadang kita juga merasa sangat sedih ketika menyaksikan beberapa peristiwa yang tidak sesuai dengan  watak kita yang asli, misalnya melakukan kekerasan, mudah tersinggung, mudah marah, mudah merusak dan merugikan pihak lain, tidak tahu berterima kasih dan bahkan malah menyakiti pihak yang telah berjasa.

Karena itulah kiranya kita  perlu mengubah orientasi pendidikan kita, yakni tidak semata mata mentransformasi ilmu pengetahuan kepada peserta didik semata, melainkan justru bagaimana kita dapat menanamkam  moral dan keimanan kepada peserta didik, dan kemudian baru menusul mentransformasikan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan tingkat pendidikan yang ada.  Artinya mengarahkan  kepeda mereka untuk menghayati dan mempraktekkan akhlak mulia dan segala sifat baik seperti yang saya sebutkan di atas menjadi mutlak dilakukan pertama kali sebelum mereka mengena lebih jauh tentang berbagai disiplin ilmu yang  akan dipelajarinya selama studi.

Pendidikan moral dalam upaya  menciptakan dan memperkokoh  karakter peserta didik memang harus menjadi prioritas seluruh lembaga pendidikan termasuk perguruan tinggi, karena  saat ini kita telah menyadari bahwa masyarakat kita sudah sedemikian rusak dan parah dalam hal moralitas,  sehingga  sangat perlu diupayakan secara nyata oleh seluruh komponen  yang bergelut dalam dunia pendidikan.  Disamping itu kelau kita mengacu kepada apa yang pernah disampaikan oleh nabi kita Muhammad saw. bahwa  maksud utama beliau diutus oleh Allah SWT ke dunia ialah dalam upaya memperbaiki akhlak umat manusia.  Karena itu menjadi kewajiban kita semua untuk ikut memuluskan tugas nabi tersebut.  Bukankah kita ini sebagai pewaris Nabi dalam hal menyampaikan risalah beliau dan mewujudkan syariat di tengah masyarakat.

Bahkan banyak tokoh yang menyatakan bahwa akhlak itu merupakan tolok ukur suatu bangsa.  Artinya kalau akhlak suatu bangsa itu baik maka bangsa tersebut akan jaya dan dihormati bangsa lain dan  disegani oleh Negara manapun, tetapi sebaliknya kalau sebuah Negara sudah tidak mengindahkan akhlak, maka Negara tersebut akan compang camping dan bahkan akan menjadi mainan Negara lain serta sama sekali tidak diperhitungkan.  Akhlak memang penting  dan harus ditanamkan kepada anak-anak didik kalau kita menginginkan kondisi yang lebih baik di masa mendatang.  Lebih lebih bila diingat saat ini sangat rentan terhadap kebudaan lain yang  sangat mungkin tidak sesuai dengan budaya dan adat kebiasaan kita.

Internet dengan mudah dapat diakses oleh siapapun bahkan saat ini  dapat diakses melalui hand phone dan dalam hitungan detik akan dapat menjelajah ke seluruh pojok  dunia.  Nah, dalam keadaan yang demikian  kita akan sangat susuah untuk mengkontrol anak didik  serta seluruh masyarakat,  sehingga pendidikan dasar akhlak dan akidah yang mantap menjadi niscaya dan bahkan wajib ain bagi siapapun, lebih lebih bagi orang tua dan para guru dan dosen.  Kalau pennaman akhlak tersebut telah dapat kita wujudkan, tentu kita akan bernafas lega karena ada harapan yang cerah bagi generasi kedepan untuk dapat tetap mempertahankan akhlak serta keimanan mereka meskipun badai  akan menghantam mereka.

Dengan begitu ketika mereka telah menyelesaikan studi di perguruan tinggi dan kemudian terjun ke masyarakat untuk mengamalkan ilmu dan ketrampilan yang dimiliki, mereka akan tetap menjaga idealism dan cita cita luhur yang selama ini ditanamkan di bangku kuliah dan sekolah.  Komitmen untuk terus mengamalkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang telah dikuasai telah mereka ucpkan saat berikrar untuk tetap menjaga akhlak mulia, menjaga nama baik amamater  melalui berbagai kegiatan posisf dan bermanfaat, serta tetap menjalankan syariat serta menyebarkannya kepada seluruh masyarakat  dengan jalan yang santun dan menarik.

Pada akhirnya ikrar mulia yang diucapkan pada saat wisuda akan dapat diwujudkan  serta dipertahankan untuk selama lamanya. Itulah kiranya  wujud dari khidmah yang dilakukan untuk masyarakat, bangsa dan Negara.  Jadi dengan demikian cita cita untuk mengamalkan seluruh ilmu pengetahuan dan teknologi serta ketrampilan yang diperoleh di perguruan tinggi dan sekolah kepada masyarakat, bangsa dan Negara akan benar benar diwujudkan.  Hal tersebut sangat tidak mungkin kalau akhlak mulia tidak menyertai langkah kongkrit ketika terjun di masyarakat.

Bahkan sekali lagi yang terjadi ialah sebaliknya, mereka hanya menginginkan kehidupan yang enak, instan dan tidak mau bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya.  Mental yang seperti itu seharusnya sudah harus dibuang jauh dari pemikiran seluruh  mahasiswa yang nantinya akan menjadi masyarakat intelek dan menjadi harapan umat untuk memperbaiki kondisi yang ada saat ini.  Kita berharap semoga keinginan untuk mengabdi kepada masyarakat melalui pengamalan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki akan mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat,  sehingga ada secercah harapan untuk Indonesia  yang lebih baik di masa mendatang. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.