PEGAWAI KONTRAK

Ketika kemarin saya menyerahkan surat keputusan pegawai kontrak IAIN Walisongo Semarang kepada mereka yang beberapa waktu lalu dinyatakan diterima sebagai pegawai kontrak, ada suasana lain yang cukup menggembirakan, meskipun ada sedikit yang cukup mengecewakan.  Dikatakan menggembirakan, karena  sebagian besar dari mereka sangat antusias dan dating tepat waktu, bahkan sebelum waktu yang ditentukan. Sementara dikatakan kecewa, karena ada dua pegawai kontrak yang tidak datang tanpa alasan.  Barangkali untuk yang pertama kali ini, kondisi ini dapat dimaklumi tetapi tetap menjadi catatan tersendiri.

IAIN Walisongo Semarang memang sangat membutuhkan beberapa tenaga dalam bidang-bidang tertntu, seperti tenaga laboran, tenaga analis computer, tenaga teknik listrik, satpam dan administrasi umum.  Namun dengan keterbatasan  rekrutmen pegawai, maka sangat tidak mungkin akan mendapatkan tenaga-tenaga tersebut melalui rekrutmen PNS.  Nah, satu satunya yang sangat memungkinkan ialah dengan mengangkat pegawai kontrak yang dibiayai dengan BLU.  Tentu ya  berbeda dengan PNS, terutama dalam hal gaji dan kesejahteraan secara umum.  Pegawai kontrak tersebut hanya berlaku satu tahun, tetapi kalau kinerjanya menun jukkan  peningkatan yang cukup bagus, tentu akan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan.

Awalnya diperkirakan bahwa yang berminat untuk menjadi pegawai kontrak tersebut tidak banyak, mengingat gaji yang akan diterima, sangat jauh dari cukup, namun ternyata  peminatnya cukup banyak dan bahkan untuk  bidang administrasi umum dapat dikatakan sangat banyak.  Apakah ini sebagai bukti bahwa di masyarakat kita ternyata masih banyak yang membutuhkan lapangan kerja alias  masih banyak pengangguran, wallahu a’lam, tetapi faktanya memang demikian.  Mudah-mudahan mereka yang berminat bergabung dengan IAIN Walisongo ini bukan  disebabkan kepepet dan terpaksa, melainkan memang didasari niat untuk mengabdikan diri mereka di lembaga perguruan tinggi Islam ini.

Meskipun begitu bukan berarti kemudian gratis  semata-mata pengabdian saja, tetapi tetap  ada penghargaan bagi mereka sesuai dengan kepammpuan yang dimiliki oleh IAIN Walisongo.  Artinya ada kemungkinan pada saatnya nanti ada peningkatan kesejahteraan dan gaji yang mereka akan terima, dengan catatan kinerja mereka baik dan  kekuatan financial IAIN mampu untuk tujuan tersebut.  Sehubungan dengan hal tersebut kiranya sangat terpuji manakala mereka memang mengerahkan seluruh kemampuan mereka untuk diabdikan di IAIN Walisongo, sambil berharap kiranya suatau saat nanti akan mendapatkan kepuasan tersendiri, baik karena ada peningkatan penerimaan, mapun  karena sangat cocok dengan suasana kerja dan lingkungan.

Memang kalau dinalar secara mendalam, apa yang ditentukan oleh IAIN Walisongo Semarang kepada para pegawai kontrak tersebut sungguh kurang  pas.  Kenapa?, karena  tuntutan atas mereka dalam hal pelaksanaan kerja sama dengan PNS, namun gaji yang bisa dibayarkan kepada mereka sungguh sangat minim.  Artinya mereka harus memenuhi kedisiplinan sebagaimana pegawai lainnya, yakni masuk kerja maksimal jam 07.30 dan pulang kerja palimng cepat pada jam 15.30.  Sementara untuk hari jumat jam pulang kerja pada pukul 14.30.  Kalau kemudian dihitung antara jam kerja dengan gaji yang mereka terima tentu akan terasa jomplang.

Namun demikian sesungguhnya ketentuan tersebut, baik mengenai jam kerja maupun gaji yang akan diterima, sudah disampaikan  terlebih dahulu sebelum mereka bergabung dengan IAIN,  sehingga  apa yang saya sampaikan di depan bahwa perkiraan yang berminat untuk bergabung  sedikit atau bahkan kurang, tetapi pada  realitasnya ternyata sangat diluar dugaan.  Dengan kenyataan seperti itu, sebenarnya kondisi tersebut tidak boleh dianalisa secara  umum yang mengesankan bahwa  IAIN terlalu banyak menuntut dengan gaji yang sedikit.  IAIN dalam hal ini sudah sangat transparan dan hanya memberikan kesempatan yang mau bergabung dengan kondisi seperti  itu.  Dan kalau kenyataannya mereka memilih bergabung, berarti mereka sudah mengerti dan mau dengan ketentuan sebagaimana disebutkan di atas.

Persoalan yang perlu dibicarakan saat ini bukan lagi persoalan jam kerja dan gaji, melainkan  persoalan kinerja mereka.  Mampunkah mereka memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk kemajuan dan pengembangan IAIN yang saat ini telah menjadi bagian dari keseharian mereka?.  Seharusnya  memang mereka akan mampu melakukan semua itu dan kalau melihat dari ghirah dan semangat yang ditujukkan kemarin, saya menjadi sangat optimis bahwa mereka akan  dapat melakukan tugas dengan sangat baik.  Sementara yang pada saat penyerahan surat keputusan  tidak hadir, juga tetap diharapkan akan bisa menyesuaikan diri dengan peraturan dan kedisiplinan yang diterapkan di lembaga pendidikan  tinggi Islam terbesar di Jawa Tengah ini.

Pembinaan akan terus dilakukan untuk memberikan kepastian tentang ketepatan kiberja mereka dan sekaligus untuk memberikan rasa nyaman dalam bekerja.  Tentu mereka sangat menginginkan ada pembinaan yang  wajar dan terus menerus, sehingga akan memberikan pengalaman  yang sangat berharga bagi mereka, terutama dalam menyongsong masa depan yang lebih baik dan lebih cerah.  Setiap pagawai, apapun namanya, tentu mempunyai cita-cita dalam hal peningkatan karir mereka, dan bercita-cita  suatu saat akan menjadi pimpinan, setidaknya pada unit terkecil yang ada di sebuah system yang besar.  Untuk itulah  sangat dibutuhkan pengalaman dan kemampuan untuk  mengembangkan daya kreatifitas yang bermanfaat bagi diri dan institusin mereka.

Sebagai pimpinan IAIN Walisongo Semarang, saya tentu sangat bersyukur bahwa rekrutmen tenaga kontrak BLU kali ini diminati banyak orang, sehingga  dapat diseleksi secara maksimal dan dihasilkan  para tenaga yang dianggap mampu untuk melaksanakan tugas yang diberikan dan dipercayakan kepada mereka.  Beberapa  bidang yang selama ini tidak tertangani dengan baik, disebabkan oleh  adanya pegawai yang memasuki masa pension, atau  karena adanya pemngembangan bidang baru dan belum mempunyai tenaga untuk itu, atau  disebabkan memang kuirangnya tenaga yang dimiliki,  sat ini sudah dapat diatasi.  Tentu harapannya kedepan akan dapat lebih  ditingkatkan lagi pelayanan IAIN kepada masyarakat pengguna.

Kepada para pegawai IAIN Walisongo Semarang yang berstatus PNS diharapkan tidak akan menganggap beda dan bersikap beda dengan mereka yang berstatus pegawai kontrak, karena setelah mereka bergabung dengan IAIN Walsongo, hakekatnya sama dengan pegawai yang lain.  Justru kehadiran mereka seharusnya  dapat meningkatkan kinerja PNS yang selama ini sudah cukup baik dalam melaksanakan tugas.  Arinya kalau pegawai kontrak yang baru saja direkrut saja dapat melaksanakan tugas dengan disiplin dan baik, tentunya mereka yang sudah lama mengabdi di IAIN harus memberikan contoh yang baik dalam hal pelaksanaan tugas dan knerja secara keseluruhan.

Demikian juga dengan pegawai kontrak, harus dapat memberikan kontribusinya secara maksimal dan tidak boleh  tertinggal oleh mereka yang sudah lama mengabdi.  Jadi yang harus dijadikan acuan ialah tentang prestasi kerja, dan bukan soal lain yang berkaitan dengan status dan lainnya.  Tidak boleh ada sikap yang dapat menimbulkan persoalan dalam hubungan antara pegawai kontrak dan PNS,  semuanya satu, yaitu pegawai IAIN Walisongo Semarang dengan tugas dan fungsi sesuai dengan pembagian tugas yang telah ditentukan.  Semua pegawai harus bersatu dalam upaya memberikan pengabdian yang maksimal kepada  IAIN,  sehingga mereka seharusnya  saling memberikan support,  dan kalau ada persaingan itu bukan dalam hal yang negative, melainkan dalam hal positif, yakni berlomba dalam kedisiplinan dan kinerja.

Dengan begitu, kehadiran pagawai baru akan dapat berfungsi seperti yang diinginkan ialah  dapat mendorong terjadinya suasana yang lebih kondusif dalam pelaksanaan tugas. Apa yang selama ini belum dapat dikerjakan  disebabkan kurangnya tenaga, pada saat ini, setidaknya mulai awal Oktober nanti akan dapat dikerjakan.  Demikian juga berbagai hal yang sebelumnya  tidak dapat dimaksimalkan, dengan kehadiran pagawai baru tentu diharapkan akan dapat dilaksanakan dengan maksimal. Dan begitu seterusnya,  sehingga apa yang selama ini dianggap kurang, dapat dipenuhi  dengan kehadiran pegawai baru tersebut.

Mudah mudahan kedepan lembaga IAIN Walisogo Semarang akan dapat maju dan berkembang dengan cepat seiring dengan dipenuhinya beberpa kekurangan tenaga, terutama tenaga pada sector-sektor sebagaimana  yang saat ini sudah dapat dipenuhi.  Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.