SEKALI LAGI BOM BUNUH DIRI

Setelah sekian lama,  setidaknya untuk beberapa bulan terakhir terasa aman-ama saja,  tiba-tiba kita dikejutkan oleh bom bunuh diri.  Kali ini tidak lagi terjadi di masjid seperti yang terjadi di Cerebon beberapa waktu lalu, tetapi di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo. Sampai saat ini siapa dan apa motiv dari bom bunuh diri masih diselidiki oleh polisi.  Meskipun demikian sangat diyakini bahwa bom kali ini tidak berdiri sendiri tetapi  masih ada rangkaian dengan peristiwa lainnya.  Ada sedikit informasi yang dapat diperoleh bahwa  palakunya mengaku berasal dari Bandung,  karena sehari sebelumnya seseorang yang dianggap sebagai pelakunya pernanh makan di warung dekat gereja tersebut dan mengatakan bahwa dirinya berasal dari Bandung serta menanyakan tentang gereja yang terdekat.

          Sebagaimana biasanya setelah terjadi peristiwa, baru dihimbau dan juga dilakukan penjagaa ketat, terutama di gereja-gerja.  Siapapun yang masuk ke dalamnya harus diperiksa, bahkan petugas dikerahkan untuk menjaganya  secara terus menerus.  Menurut saya penjagaan yang demikian ketat tersebut jelas tidak akan menemukan  calon pelaku lainnya.  Mereka yang  akan melakukan bom bunuh diri juga tidak akan mungkin melaksanakan niatnya pada saat berdekatan dengan waktu kejadian kemarin.  Menurut saya penjagaan ketat seperti yang dilakukan saat ini baik tetapi kurang bermanfaat, karena jelas tidak akan ditemukan lagi  orang yang berniat melakukan bom bunuh diri.

          Mereka tentunya akan mencari waktu dimana tempat-tempat sasaran lengah dan tidak terjaga. Lalu pertanyaannya sapai berapa lamakah penjagaan tersebut akan terus dilakukan, khususnya oleh aparat keamanan?.  Kita semua tahu bahwa tugas kepolisian tidak hanya menjaga keamanan  suatu tempat saja, melainkan  banyak tempat dan bahkan banyak halyang mesti dikerjakan oleh mereka.  Untuk itu  seharusnya  kewaspadaan semua pihak selalu ada dalam setiap tempat  yang digunakan  untuk pertemuan banyak orang.

          Namun yang lebih penting menurut saya ialah jaminan pemerintah untuk menjadikan Negara ini aman dari terror-teror semacam itu.  Ada yang hilang dari peran pemerintah dalam hal menjamin keamanan masyarakatnya, karena terlalu sibuk dengan persoalan politik, mulai dengan mempertahankan kedudukan, persoalan reshuffle cabinet sampai persoalan pencitraan.  Kalaupun ada yang mengkritik bahwa system intelejen ita yang sangat lemah,  sehingga menjadi lengah, buru-buru dijawab bahwa  peristiwa semacam itu bukanlah disebabkan karena kelengahan BIN, tetapi memang  inisiatif pelaksanaan bom bunuh diri itu datang dari pelaku.

          Memang semua  orang tahu bahwa sejak zaman bahula sudah terjadi bahwa niat untuk melakukan kejahatan, apapun bentuknya, mesti datang dari pelaku,  tetapi kenapa  di beberapa Negara lain, intelejen akan segera tahu sesuatu yang bakal terjadi dan dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.  Dahulupun negeri kita cukup baik system intelejennya,  sehingga beberapa rencana kejahatan dapat diendus dan dicegah.  Tidak bermaksud membandingkan dengan Negara lain ataupun pemerintahan yang dahulu, harus diakui bahwa saat ini terlalu banyak pekerjaan pemerintah yang seharusnya dapat diselesaikan dengan mudah, tetapi berlarut-larut tidak kunjung selesai, sehingga  kurang memperhatikan persoalan keintelejenan ini.

          Kondisi seperti ini kalau kemudian kita  runut kebelakang, dapat disimpulkan bahwa  ada yang salah dengan system pemerintahan yang saat ini kkita terapkan.  Sudah sangat jelas  bahwa undang-undang kita menyatakan bahwa system pemerintahan kita ialah presidensial, namun  kenapa presiden masih harus  marasa takut dengan keberadaan parlemen yang selalu mengancam akan melengserkan presiden yang dipilih langsung oleh rakyat.  Seharusnya kedudukan presiden itu sangat kuat dan tidak akan dapat dilengserkan oleh parlemen, terkecuali telah dengan sangat jelas melanggar undang-undang.  Tetapi sayangnya parlemen kita saat ini selalu mencari-cari alasan untuk "mengancam" eksekutif,  sehingga eksekutif tidak bisa focus untuk mensejahterakan rakyat, termasuk memberikan jaminan keamanan kepada mereka dan hanya  berusaha untuk menyelamatkan kedudukan.  Ini merupakan kondisi yang sangat runyam, dan kalau  hal ini terus dibiarkan tentu  kondisi Negara kita tidak akan pernah berubah apalagi bangkit menjadi Negara yang kuat dan disegani oleh rakyat maupun Negara lain.

          Sementara itu pada sisi lain sangat perlu untuk memberikan pencerahan kepada umat dengan pengetahuan dan keyakinan yang benar, sehingga tidak akan ada lagi  anak manusia  yang pikirannya dipenuhi dengan rasa dendam kepada pihak lain.  Semua orang, khususnya para tokoh dan pemukan agama harus terus menrus menanamkan  rasa kasih sayang atas seluruh makhluk Tuhan.  Ajaran yang bersumber  pada kasih sayang tersebut tentu akan mendorong  orang untuk melakukan kebaikan dan memberikan manfaat bagi sesame, dan bukan sebaliknya selalu saja dendam.  Surga tidak akan pernah diraih dengan melampiaskan dendam kepada pihak lain, termasuk kepada orang yang tidak seiman.

          Menurut saya justru ajaran inilah yang akan mampu  menciptakan keamanan abadi di masyarakat kita.  Kalau misalnya aparat keamanan dikerahkan untuk menjaga seluruh masjid dan gereja serta tempat-tempatibdah lainnya,  sementara  keyakinan  sebagian umat ini ternyata memang dipenuhi dengan rasa dendam dan melakukan terror, maka sampai kapan aparat tersebut dapat bertahan?.

          Kita mengetahui bahwa setelah terjadinya bom bunuh diri tersebut para tokoh agama  melontarkan pernyataan yang bernada mengutuk pelakunya, tetapi hanya sebatas itu.  Pernyataan mengutuk seperti itu sudah berulangkali kita dengar dan tidak ada pengaruhnya sama sekali terhadap para pelaku terror, karena mereka menganggap bahwa keyakinan yang sudah ditanamkan  di dalam pikiran mereka sajalah yang benar, dan yang lain dianggap salah.

          Kita menyayangkan  kenapa tidak ada pernyataan yang tegas tentang pelaku terror tersebut sebagai orang yang dapat dipastikan sengsara  dalam hidupnya dan bahkan akan masuk neraka di akhirat nanti.  Selama ini kata mengutuk tersebut hanya sebatas mengutuk saja dan tidak ada pernyataan yang secara eksplisit memberikan justifikasi bahwa para pelaku terror dan bom bunuh diri adalah bukan lagi termasuk manusia beriman.  Sekarang beranikan para tokoh agama, khususnya para ulama memberikan pernyataan bahwa pelaku bom bunuh diri termasuk orang beriman dan  akan masuk neraka?.

          Selama ini masih ada anggapan bahwa para pelaku terror dan bom bunuh diri tersebut adalah termasuk jihad suci dan akan langsung masuk surga.  Keyakinan  seperti itulah yang menjadkan  motivasi tersendiri  bagi mereka,  sehingga akan sangat sulit untuk dihentikan.  Namun kalau para ulama dan juga para tokoh agama apapun kemudian berani membuat kesepakatan bahwa pelaku terror dan bom seperti itu hakekatnya adalah penjahat dan keluar dari keimanan yang benar,  serta dilaknat oleh Tuhan dan seluruh makhluk-Nya, tentu  akan menjadi lain.  Menurut saya  para ulama harus berani mengatakan yang demikian, karena  kalau dalam hal yang sesungguhnya hanya merupakan masalah yang ringan saja mereka berani memberikan justifikasi sesat, apalagi kalau  hal tersebut berkaitan dengan terror dan pembunuhan.

          Ambil contoh saja kasus seorang isteri yang tidak mau diajak jimak atau bersetubuh oleh suaminya, maka perempuan tersebut akan dilaknat oleh Tuhan, para malaikat dan bahkan sampai ikan-ikan di lautan hingga subuh.  Padahal kita semua menyadari bahwa ada kalanya seseorang itu sedang tidak ada nafsu, karena sangat capek setelah bekerja mengurus rumah tangga seharian atau karena sedang sakit, sehingga menghindar untuk melakukan setubuh.  Seharusnya  isteri yang demikian justru haus diberikan penghargaan, bukannya malah dihukum dengan laknat yang sangat  menakutkan.

          Jadi dalam mensikapi bom bunuh diri tersebut harus ada sikap yang jelas dalam upaya  mencegah kejadian serupa, bukan saja dengan meningkatkan kewaspadaan  yang memang harus terus dilakukan, namun juga  upaya preventif dengan memberikan pencerahan kepada semua orang, lebih-lebih bagi mereka yang saat ini mempunyai keyakinan yang berbeda dengan keyakinan kebanyakan umat.  Kita mengetahui bahwa masih banyak umat yang masih mengimpikan adanya Negara yang bukan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

          Menurt saya, keyakinan yang sedikit berbeda tersebut akan dapat menjadi  benih yang nantinya sangat membahayakan kesatuan Negara kita tersebut harus terus dilakukan pengawasan dan pembinaan  intensif.  Kita boleh saja membiarkan pikiran berbeda, namun kalau sudah sampai kepada persoalan ide pendirian Negara selain NKRI, tentu kita harus tegas dan harus ada tindakan nyata untuk mencegahnya.  Membiarkan pikiran  menyimpang  dengan upaya membuat Negara  selain NKRI seperti itu justru akan semakin mambuat masalah tambah banyak dan sulit untuk diatasi.

          Cukuplah bom bunuh diri  Solo menjadikan kita semakin arif dan tajam dalam menatap masa depan yang aman, damai dan sentosa.  Semua orang harus  berusaha untuk mencari cara bagimana  terror dan bom bunuh diri seperti itu bisa ditekan dan bahkan diberantas sampai keakar-akarnya.  Kita seluruh masyarakat tentu sangat mendukung kerja aparat yang berusaha untuk menumpas para teoris tersebut.  D ippihak lain pemerintah harus juga terus berupaya memfungsikan intelejen dengan lebih baik,  sehingga  akan dapat menangkap dan mendeteksi adanya sinyal-sinyal yang akan membayakan keamanan.  Kesigapan dan keprofesionalan para  aparat dan kewaspaan seluruh masyarakat akan menjadi alat yang sangat ampuh untuk mencegah terjadinya terror tersebut.  Semoga Tuhan meluluskan keinginan kiota tersebut. Amin.

                   

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.