SILATURRAHMI MENTERI AGAMA DENGAN TOKOH DAN ULAMA JATENG

Menurut rencana, pagi ini Menteri Agama RI Surya Dharma Ali akan bersilaturahmi dan halal bihalal dengan jajaran tokoh dan ulama se Jawa Tengah bertempat di Masjid Agung Jawa Tengah Semarang. Silaturrahmi kali ini mempunyai arti penting dalam upaya lebih memberikan nuansa kesejukan diantara para tokoh dan ulama  di Jawa Tengah  khususnya dan di Indonesia pada umumnya,  karena semakin sering pejabat, terlebih yang memang mengurusi persoalan agama dan umat, bertemu dan berkomunikasi dengan para tokoh agama dan ulama, maka akan semakin dapat  dijaring berbagai informasi penting dalam upaya untuk kedamaian dalam mengarungi kehidupan di dunia ini.

Pertemuan semacam ini tentu telah dan akan dilakukan oleh menteri dengan berbagai tokoh dan ulama di nesantara, walaupun tentu tidak akan mungkin secara keseluruhan dapat dijangkau, karena terlalu banyaknya wilayah.  Untuk itu barangkali pertemuan semacam ini dapat didesain dalam bentuk yang beraneka ragam,  seperti halal bihalal,  seperti saat ini, tetapi juga dapat didesain dalam  bentuk dialog secara berkala dan atau pertemuan silaturrahmi lainnya.  Pertemuan semacam itu memang dirasa sangat penting, terlebih ketika persoalanyang berkaitan dengan isu agama semakin hari semakin marak.

Beberapa hari lalu juga terjadi perusakan patung yang dibuat oleh pemerintah, dengan dalih keagamaan, yakni  bahwa patung-patung tersebut dianggap dapat merusak akidah  umat, walaupun  alasan tersebt sangat lemah.  Persoalan yang dikaitkan dengan suatu agama atau kepercayaan, tentu akan selalu muncul di masyarakat yang  heterogin seperti di Indonesia, terlebih kalau tidak segera dicarikan solusi dan usaha usaha preventif untuk meminimalisir atau sama sekali menghilangkan akar yang menjadi penyebab persoalan tersebut.  Nah, dengan  silaturrahmi dan dialog yang terus menerus  diantara para pemimpin  dan tokoh agama, diharapkan  akan dapat meredam benih-benih perbedaan  dan pertikaian yang muncul.

Silaturrahmi dan dialog tersebut hanyalah merupakan sarana untuk mengetahui berbagai persoalan dan akar permasalahannya, dan kemudian dicarikan solusi terbaik untuk mengatsinya.  Tentu peran para tokoh dan pimpinan agama tersebut sangat besar, karena bagaimanapun juga masyarakat kita  sebagian besar menganut paham paternalistic, dan mengikuti apa yang dilakukan dan dianjurkan oleh para pemimpin mereka.  Kalau para tokoh dan pemimpin agama yang ada di Indonesia  kemudian dapat berpikir secara jernih denganmengutamakan persatuan dan kesatuan umat, serta  mengedepankan sifat toleran, tentu berbagai persoalan social dan keagamaan, akan dapat diatasi dengan mudah.

Hanya saja memang kita harus mengakui bahwa masih banyak pemimpin dan tokoh agama yang lebih mementingkan “keyakinan” mereka, walaupun keyakinan tersebut tidak bersifat mutlak, melainkan hanya  sebatas sesuatu yang didasarkan atas dugaan,  sehingga ada kemungkinan berbeda dengan “keyakinan” lainnya.  Atau dalam bahasa khas keagamaan Islam hanya sebatas persoalan khilafiyah saja.  Tentu kondisi seperti itu amat sangat disayangkan, karena sesungguhnya ditingkat para elit dan tokoh tersebut memang tidak ada masalah yang serius, tetapi di tingkat akar rumput, perbedaan persoalan agama tersebut tentu akan berdampak sangat luas, yang kalau tidak segera disikapi dengan bijak akan dapat menjadi bom waktu yang sangat mengerikan.

 Apa yang dilakukan oleh menteri Surya Dharma Ali di semarang  kali ini menurut saya  sungguh sangat strategis,  karena disamping dalam upaya  luas untuk mempekokoh  hubungan antara pejabat dan ulama serta para tokoh, juga  dalam upaya menunjukkan kepada public bahwa  sebagai menteri, beliau tetap concern terhadap segala isu yang muncul dan sekaligus memberikan  informasi yang  benar kepada masyarakat.  Disamping itu  pertemuan yang dikemas  dalam bentukhalal bihalal tersebut juga dapat menunjukkan bahwa sebagai menteri, beliau  tetap bersikap professional, karena meskipun di luar dan juga di Istana sedang ramai-ramainya membahas tentang reshuffle cabinet bersatu jilid 2, tetapi beliau masih tetap biasa dan menjalankan tugas dengan tenang.  Seharusnya memang demikian yang harus dilakukan oleh seluruh pejabat, termasuk menteri dalam cabinet bersatu.

Dalam kaitannya dengan hal tersebut ada beberapa kemungkinan, yang antara lain bahwa meskipun isu tentang reshuffle tersebut semakin menguat, tetapi tidak terkait dengan beliau, karena menurut isu yang berkembang, santernya  informasi tentang reshuffle tersebut dikarenakan beberapa persoalan yang tidak terkait dengan kementerian agama, seperti isu  korupsi yang saat ini sedang mengguncang dua kementerian, tentang persoalan moral atau selingkuh, soal kesehatan menteri dan lainnya.  Sehingga dengan demikian tidak akan ada kekhawatiran sama sekali.  Toh, kita sangat yakin bahwa beliau menganggap bahwa jabatan itu merupakan amanah yang sewaktu waktu dapat saja dicabut dan dialihkan kepada pihak lain.

Atau memang kegiatan silaturrahmi sperti itu justru malah akan memperkuat posisi, karena  kedekatannya dengan ulama dan para tokoh. Yang jelas kita tidaak boleh suudzdzn kepada siapapun apalagi kepada menteri yang sangat jelas melakukan silaturrahmi seperti saat ini bukan dadakan, tetapi memang  sudah sering dilakukan, sebagai bagian dari tugas beliau untuk menciptakan suasana damai, kondusif dan menjauhkan kondisi saling curiga.  Sesungguhnya saya tidak tertarik untuk memberikan komentar tentang persoalan ini, namun untuk memberikan informasi yang  cukup komprehensif, maka saya mencoba untuk memberikan analisis saya sesuai dengan kapasitas  yang saya miliki.

Barangkali untuk tidak menimbulkan polemic yang berkepanjangan dan bahkan  salah paham, kiranya  analisis tentang persoalan ini dianggap cukup dan kitta kembali  untuk membicarakan silaturrahmi dan halal bihalal itu sendiri.  Apa yang saya sampaikan di atas ialah kondisi riil dan ada dan disampaikan secara netral, tetapi sangat mungkin ada yang manilainya miring.  Untuk itu sekali lagi agar tidak malah membuat runyam keadaan, kita  lebih baik  membicarakan tentang pertemuan silaturrahmi itu sendiri.

Silaturrahmi memang mempunyai nilai positif, meskipun terkadang juga dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang kurang terpuji, terutama kalau sedang menghadapi suatu pemilihan umum, baik untuk memlih wakil rakyat maupun untuk memilih pemimpin.  Karena pada dasarnya silaturrahmi yang didesain untuk keperluan tersebut hanyalah silaturrahmi yang secar substansial justru bbukan untuk mengakrabkan serta mencari kesamaan pandangan untuk kepentingan umat secara umum,  tetapi justru terkadang malah untuk “menikam” kawan sendiri.  Dan terkadang juga justru dijadikan untuk merancang rencana busuk serta fitnah yang akan dilancarkan kepada  kawan yang kebetulan menjadi rival dalam pemilu tersebut.

Asal mula silaturrahmi memang sangat baik ialah untuk menyambung tali persaudaraan, sehingga  tidak akan putus atau setidaknya mengalami kerenggangan.  Bahkan silaturrahmi sangat dianjurkan oleh agama serta bagi yang sengaja memutuskannya malah akan dilaknat dan dibenci oleh seluruh makhluk Tuhan.  Dalam kenyataannya cukup banyak diantara umat manusia yang disebabkan persoalan duniawi, kemudian persaudaraan yang terjalin berdasarkan pertalian darah malah justru terputus,  sehingga  jangankan saling sapa, malahan justru yang terjadi ialah saling memusuhi dan membenci hingga sampai kepada keturunan mereka.  Karena itulah silaturrahmi atau menyambung persaudaraan baik yang sudah terjalin dikarenakan darah maupun yang berlum, sangat dianjurkan, s ehingga kehidupan umat manusia itu akan menjadi semakin  bahagia dengan banyaknya teman dan saudara.

Dalam kata-kata bijak pernah dimunculkan istilah “ kawan dan saudara seribu belumlah cukup, tetapi musuh satu sudah terlalu banyak”.  Kata-kata ini sungguh sangat  luar biasa kalau dihayati dan kemudian diwujudkan dalam kehidupan nyata.  Artinya dalam hidup ini kita harus terus berupaya memperbanyak teman dan sahabat, karena dengan banyaknya teman akan sangat memungkinkan kita untuk bisa berkomunikasi serta mendapatkan informasi yang sangat berguna bagi kehidupan kita.  Tentu disamping berbagai keuntungan lainnya.  Tetapi jangan sampai kita menciptakan musuh, karena sangat jelas dengan adanya musuh, maka  akan dapat mengancam kehidupan kita, bahkan  hingga keluarga dan keturunankita.

Isu dan tema halal bihalal juga  masih sangat relevan untuk diangkat pada saat ini, meskipun kita sangat paham bahwa  sangat mungkin pertemuan halal bihahal hingga hari yang ke 22 ini telah kita lakukan lebih dari tujuh kali,  tetapi halal bihalal  masih  akan menjadi menarik, terlebih kalau di dalamnya  dihadiri oleh para tokoh dan ulama kharismatik serta seorang menteri.  Menariknya tema halal bihalal tersebut memang lebih disebabkan  adanya  ulama dan menteri tersebut, yang kalau masyarakat pada umumnya menyempatkan diri untuk bersilaturrahmi secara khusus dengan mereka  sungguh akan  terasa sangat sulit.

Lepas dari semua itu silaturrahmi memang sangat dianjurkan oleh agama dan juga merupakan budaya luhur bangsa kita yang harus terus dipertahankan dalam kehidupan kita.  Banyak  manfaat yang dapat diperoleh dari silaturrahmi tersebut, selain yang diinformasikan sendiri oleh Nabi, yakni dapat memperluas rizki dan mamperpanjang umur.  Semoga Tuhan senantiasa memberikan ketenangan  yang hakiki kepada siapapun yang sering melakukan silaturrahmi dan sekaligus  diberikan berbagai kemudahan serta sukses dalam menjalani kehidupan, baik saat di dunia ini maupun pada saat nanti di akhirat.  Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.