MEMULAI DENGAN SEMANGAT BARU

Hari ini adalah hari pertama masuk kerja, khususnya bagi pegawai pemerintah, setelah libur cukup panjang semenjak 27 Agustus hingga 4 September 2011.  Untuk itu kiranya tidak ada alasan lagi buat mencari alasan tidak masuk kerja atau tidak memulai kerja dengan semangat tinggi.  Libur idul  fitri yang cukup panjang tersebut sangat mungkin untuk melakukan apa saja yang diinginkan termasuk mudik dan bersilaturrahmi dengan  keluarga dan berbagai macam aktifitas lainnya.  Memang kalau ingin mencari alasan, libur setengah bulanpun masih dianggap kurang, karena masih ada saja  sesuatu yang  belum dilakukan.

          Kesempatan kali ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk membuktikan bahwa apa yang selama ini kita yakini bahwa Ramadlan akan mengubah diri kita menjadi lebih baik dan meningkat dalam hal kinerja, memang benar-benar menjadi kenyataan.  Bahkan kedisiplinan yang selama ini telah kita tunjukkan akan semakin meningkat dalam berbagai hal, terutama dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

          Dalam skala kecil, saya tentunya sangat berharap bahwa seluruh pegawai dan dosen di IAIN Walisongo Semarang, hari ini telah memulai masuk kerja dan melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing.  Apalagi kali ini bertepatan dengan dimulainya  perkuliahan semester ganjil tahun 2011-2012.  Memang desainnya baru Selasa besuk perkuliahan secara umum akan dimulai dengan ditandai oleh stadium general.  Sementara hari ini akan dimanfaatkan  untuk bersilaturrahmi dan halal bhalal bersama seluruh keluaga besar IAIN Walisongo Semarang dan berbagai persiapan  perkuliahan.

          Kita tentunya tidak akan membiarkan kebiasaan jelek yang beberapa waktu lalu selalu menjadi persoalan di lembaga pendidikan termasuk IAIN Walisongo, yakni kurang aktifnya perkuliahan di minggu pertama.  Kita sangat mengingnkan bahwa IAIN Walisongo Semarang akan menjadi teladan dalam hal kedisiplinan dalam mentaati peraturan perundangan yang ada dan berlaku, termasuk mentaati peraturan pemerintah tentang disiplin pegawai sebagaimana tertuang dalam PP 53.  Dan karena itu kita memang sudah berketetapan untuk memberlakukan paraturan tersebut dengan benar.  Artinya siapapu yang tidak melaksanakan kewajibannya sebagai pegawai tentu akan mendapatkan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan.

          Kita semua sangat sadar bahwa pekerjaan yang kita lakukan adalah merupakan amanah dari Negara atau rakyat, karena kita digaji dengan uang Negara atau uang rakyat, karena itulah kiranya  sangat berdosa apabila kita tidak melaksanakannya secara benar  sesuai dengan tanggung jawab dan fungsi kita masing-masing.  Disamping itu sebagai umat Islam, kita juga meyakini bahwa  bekerja itu  ibadah yang pertangung jawabannya tidak semata-mata kepada Negara atau rakyat, melainkan juga kepada Allah SWT.  Nah, kalau dalam menjalankan pekerjaan tersebut kita lambari dengan keyakinan yang demikian, insya Allah seluruh hal yang menjadi tanggung jawab kita, akan kita laksanakan dengan semangat tinggi danketulusan.

          Memang kita mengharapkan bahwa dalam menjalankan pekerjaan, kita harus berusaha  mencintai  tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepada kita, sebab tanpa menyenangi sesuatu yang kita kerjakan, dapat dipastikan bahwa pekerjaan tersebut tidak akan berhasil secara maksimal.  Pekerjaan apapun dan seberapapun beratnya, kalau kita jalankan dengan senang hati dan kita memang mencintainya, maka pekerjaan tersebut akan terasa ringan dan semangat untuk menyelesaikannya pun menjadi pemicu tersendiri, sehingga akan menjadi ringan tugas dan pekerjaan yang harus kita selesaikan tersebut.

          Dengan demikian seluruh pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita, akan dapat kita jalankan dengan enak dan penuh semangat, terutama setelah dipompa dengan semangat Ramadlan yang baru saja selesai kita kerjakan.  Inilah perbedaan yang sangat menonjol antara kita sebagai umat Islam dengan umat lainnya, dimana kita diberikan kewajiban puasa  Ramadlan sebulan penuh dalam upaya menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, dalam berbagai aspek, termasuk aspek kedisiplinan dan semangat dalam menjalani kehidupan dengan segala romantikanya.

          Dengan semangat yang ditanamkan oleh keyakinan yang tinggi setelah menjalankan puasa Ramadlan tersebut, diharapkan akan semakin memberikan hasil yang lebih baik dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.  Apalagi kalau ditilik dari sisi penamaan bulan dimana saat ini kita berada, yakni bulan Syawal, yaitu bulan peningkatan.  Sangat tepat kiranya kalau bulan ini dinamakan dengan bulan Syawal, karena  sekali lagi setelah semua umat menjalankan ibadah puasa, maka di bulan ini mereka diharapkan akan dapat meningkatkan seluruh potensi yang ada untuk  lebih maksimal.  Artinya bahwa di bulan ini seharusnya  apapun yang dilakukan oleh umat harus ada nilai tambahnya; apakah itu disiplin, kinerja, hasil karya, pelayanan, dan lainnya.

          Kondisi sepertiitulah yang dapat dikatakan sebagai  kondisi ideal dan nanrinya akan  mendapatkan keuntungan yang tidak saja berupa materi, melainkan juga pahala di akhirat.  Dalam kaitannya dengan peroslan ini, ada riwayat hadis yang menyatakan bahwa " siapapun yang hari dimana ia   ada ternyata lebih baik ketimbang ahri kemarinnya, maka ia  beruntung, dan barang siapa yang hari dimana ia ada ternyata masih sama dengan hari kemarinnya, maka berati ia rugi,  tetapi kalau hari dimana ia ada ternyata lebih jelek ketimbang hari sebelumnya, maka ia  termasuk orang yang  celaka".

          Riwayat tersebut tentunya dapat juga diartikan tidak hanya hari, tetapi kondisi atau keadaan yang kita alami; bisa satu bulan atau satu tahun.  Tetapi yang  sangat mungkin kita ukur tentunya ya tahun,  sehingga  dapat disimpulkan bahwa  kalau pada tahun ini, khususnya setelah Ramadlan kinerja kita bisa lebih baik dibandingkan dengan sebelum Ramadlan, tentu kita termasuk orang yang beruntung, tetapi kalau kinerja kita ternyata masih sama dengan sebelum Ramadlan, apalagi lebih jelek, maka kita termasuk orang yang sangat rugi dan bahkan dapat dikatakan sebagai celaka.  Yak karena  dalam menjalani kehidupan ini sehausnya kita selalu berusaha untuk memperbaiki seluruh keadaan yang kita alami menjadi lebh baik dan lebih sempurna.

          Tuhan memberikan hati dan pikiran kepada kita beserta seluruh anggota tubuh lainnya, bukan tanpa tujuan, tetapi  justru dalam uapaya agar kita dapat berpikir dan menjalankan kehidupan denga lebih baik, dan terus berusaha untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada.  Hidup ini tidak boleh berhenti, pikiran juga tidak boleh berhenti, karena kalau berhenti itu sama dengan mati, karena itu dinamika pikiran, hati dan seluruh anggota tubuh, sangat diperlukan menuju kepada kondisi yang lebih baik dan lebih sempurna.  Dengan begitu maka sesungguhnya kita telah  memanfaatkan karunia Tuhan dengan benar untuk kepentingan kta dan juga umat manusia serta alam lingkungan sekitar kita. 

          Tetapi sebaliknya kalau pikiran yang dianugerahkan Tuhan kepada kita tersebut kita biarkan, dan tidak kita manfaatkan untuk memkirkan kebaikan, hati juga tidak kita jalankan untuk memberikan pertimbangan,  serta seluruh anggota tubuh juga tidak kita arahkan untuk kemakmuran dan kemaslahatan yang lebih luas, dan bahkan malah dipergunakan untuk maksiat dan melanggar berbagai aturan, tentu kita sesungguhnya telah menyia-nyiakan karunia Tuhan, yang akibatnya nanti pasti akan diminati pertanggung jawaban oleh Tuhan.

          Untuk itu kiranya sangat tepat  kalau saat ini kita memulai lebaran hidup kita dengan melaksanakan upaya peningkatan dalam berbagai aspek yang dapat kita laksanakan, utamanya yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab kita.  Bulan Syawal atau bulan peningkatan ini harus dapat kita manfaatkan untuk memulai sesuatu yang baik.  Kita harus dapat membuktikan bahwa puasa kita di bulan Ramadlan tahun ini  memang telah berhasil dan sekaligus memberikan dampak positif bagi kehidupan kita.  Artinya kita memang benar-benar telah berhasil meningkatkan ketaqwaan kita mealui puasa Ramadlan, yang ditandai dengan peningkatan kinerja kita.

          Melalui kesempatan ini saya mengajak kepada seluruh umat Islam, terutama kepada seluruh pegawai dan keluarga besar IAIN Walsongo Semarang untuk menjadkan hari ini sebagai hari menorehkan komitmen diri untuk meningkatkan  kinerja dengan semangat baru dan menyala demi kepentingan bersama dan demi meraih ridla dari Allah SWT.  Semoga niat kita yang baik di hari ini akan mendapatkan  dukungan dari Tuhan dan sekaligus pertolongan untuk mewujudkannya dalam kehidupan nyata kita di hari-hari mendatang.  Amin.

         

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.