Keberhasilan meraih taqwa untuk mengatasi persoalan bangsa

السلا م عليكم ور حمة الله وبر كا ته

الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر 

ألله أكبركبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا  لا اله الا الله والله أكبر   ألله أكبر ولله الحمد

الحمد لله     الحمد لله الذي  جعل هذا اليوم  من اعظم  الا يام والذى احلنا فيه الطعام وحرم علينا فيه الصيام ااشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له ذوا الجلال والا كرا Ù… واشهد ان محمدا عبده ورسو له المبعو Ø« رحمة  للا نام Ùˆ العالم اللهم صل Ùˆ سلم وبارك على سيد نا محمد وعلى اله وأصحابه الكرام  اما بعد:  فيا اخواني رحمكم الله  او صيكم وايا ÙŠ بتقوى الله   اتقوا الله   لعلكم  تر حمو Ù† قال الله تعالى : ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ما هداكم Ùˆ لعلكم تشكرون

 

Kaum muslimin dan muslimat jamaah shalat Id yang berbahagia dan dimulyakan oleh Allah SWT.

          Allahu akbar, Allah Maha Besar, Allah Maha Agung, Allah Maha Mulia dan Maha segala galanya.  Segala puji hanya pantas untuk Allah semata.  Allahu Akbar. Pada hari ini, hari yang agung,  suci dan mulia, yakni Hari Raya Idul Fithri, di hari ini Allah SWT. Menghalalkan makan dan minum serta mengharamkan berpuasa bagi kita, kiranya amat sangat terpuji apabila kita senantiasa tetap bersyukur kepada Allah SWT. Karena Allah lah yang telah melimpahkan karunia kenikmatan, taufiq, kasih sayang, pertolongan dan Hidayah-Nya kepada kita, sehingga sampai detik ini kita tetap istiqamah dan mantap untuk memeluk dan mengembangkan ajaran syariat Islam.  Rasa syukur  tersebut perlu terus kita tumbuh-kembangkan mengingat meskipun masalah dan tantangan serta cobaan yang menghadang dihadapan kita masih banyak dan bervariasi, namun Allah SWT masih tetap memberikan kemudahan, kesehatan dan kekuatan iman, serta kasih sayang untuk menyempurnakan ibadah Ramadlan tahun 1432 H. ini. 

          Karena itu sekali lagi kita wajib  bersyukur atas kemurahan Allah SWT kepada kita, dan senantiasa berusaha untuk meningkatkan kualitas taqwa yang kita miliki dengan berusaha secara sungguh-sungguh melaksanakan perintah Allah dan sekaligus menjauhkan diri dari larangan-Nya, sehingga di hari yang fitri ini kita benar-benar menjadi muttaqin sejati yang tulus ikhlas dan berbudi luhur sesuai dengan identitas ketakwaan itu sendiri..

Jamaah shalat `Id yang dimuliakan oleh Allah

          Setelah satu bulan lamanya kita menjalankan ibadah puasa dengan segala romantikanya, tentu  kita mempunyai harapan bahwa setelah menyelesaikan tugas suci tersebut kita akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT, karena kita sangat yakin bahwa dalam menjalankan ibadah puasa kemarin itu telah kita lambari dengan iman yang benar dan kokoh serta tidak ada satupun tujuan dan pengharapan, melainkan hanya keridlaan Tuhan semata.  Keyakina tersebut didasarkan kepada  janji Nabi Muhammad SAW , yakni melalui sabda beliau:

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Barang siapa yang menjalankan puasa dengan didasari oleh iman dan hanya berpengharapan serta ikhlas karena Allah, maka seluruh dosanya akan diampuni oleh Allah.

Disamping  ampunan tersebut yang menjadikan kita benar-benar fitri,  yang lebih penting lagi ialah keyakinan kita bahwa di hari nan fitri ini kita harus menunjukkan bahwa kita telah lulus diklat Ramadlan dan mendapatkan  serta mencapai tujuan utama ibadah puasa itu sendiri, yakni ketakwaan yang tingi, seperti yang  tertulis dengan jelas dalam surat al-Baqarah ayat 183.

يا أيها الذين أ منوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan kepada kalian untuk berpuasa sebagimana telah juga diwajibkan kepada umat sebelum kalian agar kelian menjadi taqwa.

Artinya kita harus dapat  mewujudkan katakwaan tersebut dalam diri kita dalam kehidupan sehari-hari kita dan dalam setiap langkah serta perilaku kita bahkan dalam setiap detak jangtung kita, katrena  sesungguhnya itulah buah dari puasa yang kita laksanakan sebualan penuh.  Untuk itu dalam bulan Syawwal ini kita harus tunjukkan kepada  siapa saja bahwa puasa  Ramadlan kemarin itu benar-benar telah memberikan dampak positif bagi kita.  Kita harus tunjukkan bahwa kondisi disiplin, sabar, tabah dalam menghadapi cobaan, peka terhadap penderitaan pihak lain, meningkat dalam etos kerja, berakhlak mulia, rajin menjalankan ibadah dan lainnya  sudah benar-benar melekat dalam diri kita dan menghiasi setiap langkah kita.  Pendeknya saat ini kita harus tunjukkan bahwa kita  benar-benar telah menjadi manusia yang bertakwa yang terhiasi oleh sifat-sifat baik, seperti taat hokum, sabar, berdisiplin tinggi, kreatif, mempunyai etos kerja tinggi, peka terhadap lingkungan, berbudi pekerti baik, santun, dan jauh dari sifat sombong  suka pamer, serta sifat jelek lainnya.

Allahu akbar Allahu akbar wa lillahil hamd

Jamaah shalat `Id yang dimuliakan oleh Allah

Meskipun pada saat ini kondisi kita sudah jauh lebih baik apabila dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, tetapi kita harus yakin bahwa  di negeri kita tercinta ini masih ada  bermacam persoalan yang harus mendapatkan penanganan secara serius, yakni  persoalan moralitas bangsa, disamping persoalan kemiskinan, pengangguran dan kebodohan.  Persoalan moral di negeri ini ternyata  masih sangat memprihatinkan.  Bagaimana tidak, Banyak diantara warga bangsa  yang saat ini telah kehilangan karakter sebagai warga bangsa yang  santun, suka damai, suka menolong, suka bermusyawarah dan lebih mengutamakan kepentingan bersama,  sehingga dengan hilangnya karakter tersebut, mereka sangat mudah marah, mudah merusak, anarkhis, dan tidak mau dinasehati. Disamping itu sebagian dari  orang pintar di negeri ini yang seharusnya menjadi pelopor untuk menyantuni dan berusaha mengangkat mereka yang kurang mampu, malah justru dengan teganya mengemplang uang negara yang hakekatnya ialah uang rakyat.  Merebaknya kasus-kasus korupsi kelas kakap yang sempat terungkap semakin memebelalakkan mata kita bahwa ternyata sebagian para penggede kita dinegeri ini ternyata masih sakit secara moral.

Persoalan moral memang menjadi persoalan serius, karena kebesaran dan kekokohan suatu bangsa  itu hakekatnya terletak pada akhlak dan moral bangsanya.  Selama moral suatu bangsa itu tinggi dan mulia serta terjag secara baik, maka bangsa tersebut akan tetap kokoh, disegani,  dan mulia dimata internasional, tetapi kalau akhlak sudah tidak lagi diindahkan dan kerusakan telah merebak dimana-mana, maka  akan lemah dan bahkan hancurlah bangsa tersebut.

وإنماالأمم الأخلاق ما بقيت وإن هموا ذهبت أخلاقهم ذهبوا

Jamaah shalat `Id yang dimuliakan oleh Allah

Kita semua tahu dan sangat paham bahwa Rasullulah Muhammad SAW sendiri diutus oleh Allah SWT kepada umat manusia ini  dengan fungsi utamanya untuk menyelamatkan dan  memperbaiki akhlak umat manusia itu sendiri, sebagimana  yang beliau  sampaikan:

إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق

Aku diutus (kepada umat manusia) untuk memperbaiki dan menyempurnakan budi pekerti atau akhlak. Jadi persoalan moral ini memang  menjadi perhatian utama Islam, karena  dari akhlak itulah suatu bangsa akan dapat maju dan berkembang, dan begitu pula sebaliknya,  bahwa  suatu bangsa akan dapat hancur dan terpuruk juga disebabkan oleh akhlak yang bobrok.

Allahu akbar, Allah Akbar, Allau Akbar, walillahilhamd

Disamping persoalan akhlak dan karakter bangsa,  kemiskinan dan pengangguran yang masih tampak merajalela di hampir semua daerah, juga menjadi persoalan kita semua yang memerlukan penanganan serius dan komprehensip.  Meskipun usaha-usaha untuk mengatasi dan mengentaskan mereka terus diupayakan, namun pemandangan semakin merebaknya pengemis jalanan dan gelandangan di sudut-sudut kota, setidaknya  menjadi bukti dan sekaligus justifikasi bahwa  persoalan kemiskinan dan pengangguran ternyata masih menjadi persoalan krusial dan harus ditangani secara serius, bukan saja  menjadi urusan  pememerintah sebagaimana diamanatkan oleh UUD kita, tetapi juga oleh kita semua sebagai manusia-manusia beriman dan  mempunyai kepedulian tinggi terhadap sesama dan lingkungan.

Sementara itu dipihak lain, meskipun anggaran pendidikan  sudah ditingkatkan hingga 20 % dari total APBN, namun dalam realisasinya di lapangan, ternyata masih banyak anak usia sekolah yang tidak dapat mengeyam dan menikmati pendidikan dan terpaksa harus bekerja.  Akibatnya kebodohan masih harus terus berlangsung di negeri kita tercinta ini. Kisah-kisah pilu menyangkut  terpuruknya anak-anak usia sekolah yang harus berjuang untuk mencari ekonomi dan menjadi tulang punggung sebuah keluarga dan sejenisnya ternyata terus silih berganti menghiasi  mas media kita. Sungguh merupakan pemandangan yang sangat  menyedihkan dan sekaligus memilukan.  Lantas dimana letak kesalahannya? Persoalannya ternyata  terletak pada pengawasan dalam  realisasi anggaran tersebut serta sosialisasinya.  Banyaknya data mengenai beasiswa yang salah sasaran, dan nakalnya sebagian oknum pelaksana, selalu masih menjadi kendala nomor satu di negeri kita ini.

Jamaah shalat `Id yang dimuliakan oleh Allah

          Persoalan-persoalan tersebut yang sampai saat ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua, kiranya akan menjadi teratasi manakala kita semua dapat memerankan diri kita  sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing.  Buah puasa Ramadlan tahun ini diharapkan akan mampu memberikan kesadaran total kepada setiap muslim untuk kemudian  dapat memerankan diri masing-masing dalam upaya mewujudkan keadilan dan kesejahteraan umat manusia secara keseluruhan.

Hasil puasa yang berupa takwa seharusnya meniscayakan kondisi ideal bagi setiap individu dalam memerankan hidupnya di dunia, bukan saja  untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk lingkungan dan  bangsanya.  Sifat-sifat muttaqin yang melekat dalam diri seseorang, seperti disiplin, etos kerja tinggi, kreatif, sabar dan tabah dalam menghadapi persoalan, tidak mudah marah, berbudi luhur, tidak sombong, tidak menyimpan dendam kepada siapapun,  tepo seliro dan suka musyawarah dan lainnya, akan dapat mengantarkannya kepada suatu kondisi  yang memungkinkan setiap orang mendapatkan manfaat  yang besar dari setiap langkah dan kebijakan yang dibuatnya.

Pendeknya dengan ketaqwaan yang tulus seperti itu sesungguhnya kita dapat  merealisasikan ajaran syari`at Islam yang luar biasa santun dan peduli terhadap masalah sosial, sekaligus kita akan dapat memerankan diri kita dalam  menyelesaikan persoalan-persoalan sosial umat, termasuk bagaiaman cara mengatasi bobroknya moral, kebodohan, kemiskinan, pengangguran, dan berbagai penyakit sosial lainnya.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar  wa lillahil hamd

Kaum muslimin, jamaah shalat Id yang dimuliakan Allah

          Islam sangat jelas memerintahkan agar umatnya senantiasa berlaku santun kepada siapapun, baik yang sudah dikenal maupun yang belum,  bahkan banyak teks teks suci yang sangat mengecam perilau  anarkhis, kejam, dendam, berperangai buruk, dan berbagai sifat jelek lainnya.  Dan sebaliknya Islam sangat menganjurkan kepada pemeluknya untuk selalu berbuat baik dan dapat memberikan manfaat  kepada sesama dan lingkungan serta bangsanya.

Nabi Muammad sendiri pernah mengatakan bahwa sebaik-baik manusia ialah mereka yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya.

خير الناس أنفعهم للنا س

Demikian juga dengan anjuran Islam untuk menghargai manusia lain, menghormati yang lebih tua dan juga menyayangi yang lebih muda, menghormati tamu yang datang, baik terhadap tetangga, memelihara lingkungan, larangan merusak, larangan menyakiti pihak lain dan lainnya menjadi bukti bahwa sesungguhnya Islam  sangat peduli terhadap persoalan akhlak tersebut.  Dan tentunya bagi setiap orang yang bertakwa, lebih-lebih  yang baru saja mentas dari diklat Ramadlan, tentunya akan  dapat diharapkan menjadi pionir dan teladan dalam hal perbaikan moral dan karakter bangsa ini.

Islam juga sangat peduli dan bahkan mewajibkan kepada pemeluknya untuk terus mencari ilmu dalam rangka mengolah  bumi dengan baik menuju kedamaian, kemaslahatan, dan keharmonisan sejati.  Banyak teks-teks suci, baik al-Qur’an maupun hadis Nabi SAW. yang mengisyaratkan tentang hal ini. Bahkan sangat tidak pantas bagi manusia yang diberikan akal pikiran oleh Allah SWT yang kemudian tidak menggunakannya untuk mencari ilmu dan berpikir positif dalam upaya kesejahteraan kehidupan umat manusia.  Hanya orang-orang yang pandai dan bijak sajalah yang akan mendapatkan karunia Allah secara maksimal, sedangkan bagi orang-orang bodoh  dan malas selalu akan menjadi beban bagi pihak lain dan bahan akan menjadi bahan ejekan dan cemoohan oleh pihak lain.

          Islam juga sangat  peduli dan menganjukan terhadap pemberantasan kemiskinan dan sangat membenci pengangguran.  Perintah Allah SWT. Untuk berzakat, berderma, bersedekah, wakaf, dan lainnya menjadi bukti bahwa Allah SWT sesungguhnya menghendaki agar umat Islam itu selalu berusaha mencari karunia Allah yang digelar di atas bumi ini.  Dengan kesungguhan dalam mencari karunia Tuhan tersebut  pada akhirnya mereka akan mampu secara materi, dan akhirnya akan dapat  menunaikan kewajiban zakat, mampu menolong saudaranya yang lemah dan  berkekurangan, serta dapat menyantuni anak-anak yatim, sehingga tidak akan terlantar.  Pendeknya perintah Tuhan untuk melaksanakan kewajiban  zakat dan anjuran bersedekah, infak, wakaf dan amalan baik lainnya tersebut juga dikandung maksud untuk dapat diwujudkannya kesejahteraan yang merata diantara umat manusia.

Kaum muslimin, jamaah shalat Id yang dimuliakan Allah

          Sebagai bukti bahwa Islam sangat peduli terhadap pengentasan kemiskinan, kiranya sangat patut untuk kita renungkan firman Allah SWT. Dalam surat al-Ma`un, yang berbunyi:

أرأيت الذى يكذب بالدين فذلك الذى يدع اليتيم ولا يحض على طعام المسكين.. الأية

Tahukah kalian siapakah yang mendustakan agama itu, ialah mereka yang  kasar dan membiarkan terhdapa anak yatim dan tidak menganjurkan untuk memberi makan kepada orang miskin …

          Menurut Allah SWT. sebagaimana diisyaratkan dalam ayat-ayat tersebut bahwa  pendusta agama itu bukanlah orang-orang yang memang tidak percaya kepada Tuhan, tidak beriman, dan kafir. Tetapi pendusta agama itu ialah mereka yang secara lahir tampak beriman, tetapi mereka membiarkan dan berlaku keras kepada anak-anak yatim dan tidak peduli terhadap nasib para fakir dan miskin, tidak mau mengeluarkan zakat sebagai kewajiban atas harta yang dimilikinya, tidak mau berbagi rizki dengan sesama, bahkan mereka justru seringkali  memamerkan kekayaan yang dimilikinya, menyombongkan diri dan lainnya.  Sungguh mereka itulah yang dianggap sebagai pembohong dan pecundang agama serta akan mendapatkan ancaman hukuman yang berat dari Tuhan, walaupun mereka itu melaksanakan shalat lima waktu, pergi hajji setiap tahun dan bahkan berangkat umrah setiap bulan.

          Pernyataan Allah SWT ini sungguh menyentuh nurani kita dan sekaligus mengajak kita untuk peduli terhadap mereka yang lemah, tertindas, terdhalimi, tergusur, dan tidak berdaya.  Mereka itulah yang harus menjadi prioritas perhatian kita, dan bukan kepentingan pribadi, meskipun berbentuk ibadah, seperti haji dan umrah.

          Karena itu di hari kemenangan nan fitri dan mulia ini, dimana ketakwaan kita memegang peranan dan sekaligus mejadi driver kita, mari kita renungkan dan sekaligus kita bulatkan tekad dan niat untuk berbuat kebaikan dan bermanfaat bagi sesama, terutama mereka yang sangat membutuhkan uluran tangan kita.  Kita yakin bahwa hanya dengan berbuat seperti itulah kita akan meraih kefitrahan, kesucian, kesejahteraan, kebahagiaan dan kemuliaan sejati yang kita cari dan harapkan selama ini.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar  wa lillahil hamd

Kaum muslimin, jamaah shalat Id yang dimuliakan Allah

          Rangkaian ketentuan syari`at untuk berakhlak dan berbudi luhur, untuk menuntut ilmu demi kemaslahatan umat manusia dan peduli terhadap sesama, baik dalam hal menyantuni anak-anak jalanan, anak-anak yatim dan lainnya, maupun dalam hal membantu mereka yang sedang dalam kesulitan, ditambah lagi ajaran tentang larangan berbuat dhalim, dan ancaman berat bagi pelanggaran norma dan ketentuan Allah, sesungguhnya merupakan akhlak mulia yang harus melekat dalam diri setiap muslim yang baik dan taqwa.  Karena dengan mengapresiasi dan memanifestasikannya dalam kehidupan nyata terhadap sifat-sifat mulia tersebut, pada hakekatnya seseorang telah melengkapi dan menghiasi dirinya dengan akhlak mulia yang merupakan cirri bagi orang-orang yang bertqwa.

          Dengan merealisasikan syari’at Islam pada kehidupan kita, utamanya dengan menunaikan zakat bagi yang mampu serta  pengelolaan dan pendayagunaannya oleh Badan atau lembaga Zakat secara efektif dengan managemen yang baik,  insya Allah akan dapat mengatasi krisis ekonomi umat  dan secara  berangsung-angsur tetapi pasti, akan dapat meratakan jurang antara kaya dan miskin.   Melalui dana zakat ini pula kita yakin pengangguran yang semakin banyak juga akan bisa di tekan dan berangsur dapat diatasi.  Kita yakin bahwa aturan dan syari’at Islam sesungguhnya  telah dirancang oleh Allah SWT sedemikian   hebat, dan akan  dapat mengantarkan umat ini mencapai kebahagiaan dan kemuliaan sejati dunia dan akhirat, dengan catatan dilaksanakan secara konsisten dan dimenej dengan baik.  Hanya sayangnya  banyak umat yang lupa dan tidak menyadari kehebatan tatanan dan syari’at yang di disain oleh Allah SWT. Sang Maha segala-galanya tersebut.

          Karena itu pada hari yang mulia dan penuh  rahmat dan berkah serta ampunan ini, mari kita  bulatkan komitmen kita untuk  melaksanakan  ajaran dan syari’at Islam dengan benar dan sekaligus membuktikan diri bahwa kita telah lulus dari  diklat Ramadlan dengan nilai cum laude. 

          Pada akhirnya marilah dengan kemuliaan taqwa yang melekat dalam jiwa, hati, pikiran dan tindakan, kita berdo’a kepada Allah SWT.  Agar  diberi petunjuk, kemampuan dan kekuatan untuk dapat memerankan diri kita di tengah-tengah kehidupam umat, sebagai teladan dalam upaya-upaya positif meuju kesejahteraan yang hakiki.  Dengan peran seperti itulah kita juga berharap  akan dapat segera mengatasi  permasalahan yang menimpa umat ini, sekaligus dengan rendah hati kita dijadikan sebagai orang  mukmin yang taqwa, tulus dan  mulia baik di dunia maupun di akhirat. Amin.

          Sebelum mengakhiri khotbah ini saya perlu mengingatkan kepada kita semua bahwa apapun yang kita lakukan untuk kesejahteraan bangsa ini adalah semata-mata  dalam upaya pengabdian kita kepada Tuhan, karena hanya Tuhanlah sesungguhnya yang dapat mewujudkan semua keinginan kita.  Untuk itu sekali lagi marilah kita berdoa bersama dengan kesungguhan hati agar kita senantiasa diberikan ketetapan iman dan peningkatan taqwa, diberikan ampunan, diberikan karunia, serta diberikan kemampuan untuk mengabdikan diri kita secara tulus bagi  kesejahteraan umat, bangsa dan Negara yang sangat kita cintai ini.

اللهم صل وسلم ويارك على سيدنا محمد وعلى اله وأصحابه أجمعين اللهم اغفر للمسلمين و المسلمات والمؤ منين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات ويا قاضي الحاجات اللهم انصر أمة سيدنا محمد وأصلح أمة سيدنا محمد وارحم أمة سيدنا محمد واغفر أمة سيدنا محمد اللهم ارنا الحق حقا وارزقنا اتباعه وارنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه اللهم إنا نسئلك الهدى والتقى والعفاف والغنى والخير اللهم تقبل منا صلاتنا وصيامنا وزكاتنا وقيامناوقراءتنا القران وجميع أعمالنا الصالحات اللهم اجعلنا من عبادك الصالحين ومن عبادك المتقين ومن عبادك المخلصين اللهم اجعلنا من العائدين والفائزين والمغفورين والمقبولين امين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذاب النار والحمد لله رب العا لمين

الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر  لا اله الا الله والله أكبر   ألله أكبر ولله الحمد

والصلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.