PENINGKATAN KINERJA SAAT PUASA

Pada hari keempat bulan Ramadlan kemarin  di IAIN  Walisongo Semarang  diselenggarakan pelantikan  pejabat eselon III dan IV,  yang berlangsung cukup khidmat.  Barangkali ada yang bertanya kenapa pelantikan dilaksanakan pada bulan Ramadlan, pada saat semua sedang menjalankan ibadah puasa. Nah justru karena itu pelantikan pejabat memang disengaja dilaksanakan pada bulan Ramadlan ini.  Disamping  tuntutan pengisian posisi yang mulai ditinggalkan pejabat sebelumnya yang memasuki masa purna bakti sejak tanggal 31 Juli 2011, juga memang bulan ini merupakan bulan baik untuk memberikan kepercayaan kepada seseorang untuk menjabat.

Jabatan adalah amanah yang harus ditunaikan dengan sungguh-sungguh dan harus dipertanggung jawabkan oleh pemegangnya, baik kepada Negara melalui atasannya, maupun kepada Tuhan.  Untuk itu sudah selayaknya seluruh pejabat menyadari hal ini dan kemudian  mau melakukan berbagai inovasi dalam bidang tugasnya sehingga kehadiran para pejabat dalam jabatan yang diamanahkan peadanya akan memberikan manfaat yang besar, tidak saja kepada  instansi dimana ia bekerja, melainkan secara keseluruhan akan dapat memberikan kontribusi bagi bangsa dan Negara.

Kalau jabatan itu merupakan sebuah amanah maka melalaikan amanah atau tidak menjalankan tugas jabatannya dengan baik,  dapat diketegorikan sebagai orang yang khiyanat dan tidak  memegang amanah yang dipercayakan kepadanya.  Orang seperti  itu tentu sangat jauh dari  kondisi taqwa yang menjadi tujuan utama puasa  itu sendiri.   Kita asemua tahu bahwa secara teoritik  puasa akan dapat menungkatkan ketaqwaan seseorang, meskipun dalamm prakteknya justru mayoritas tidak bisa mendapatkan manfaat puasa tersebut.  Karena itu para pejabat yang baru saja dilantik seharusnya dapat  merenungkan dalam-dalam tentang maksud bahwa puasa  akan memberikan dampak ketaqwaan yang lebih baik.

Memang sering saya sampaikan bahwa  ketakwaan sebagai dampak puasa  tersebut tidak akan secara otomatis dimiliki oleh setiap orang yang berpuasa, melainkan harus terus dicari dan diupayakan sendiri oleh  orang yang menjalankan poasa dengan  merenung dan memikirkan  hikmah dan manfaat puasa, serta berusaha dengan sungguh-sungguh untuk melatih diri menjadi manusia yang lebih baik, serta berusaha menjauh dari segala bentuk maksiat, termasuk sesuatu yang tidak membatalkan puasa tetapi dapat menghapuskan pahala puasa, seperti berdusta, berkata kotor, menggunjing, mengadu domba kawan, memelihara rada dendam, iri dan dengki, serta sifat tercela lainnya.

Sebagai pejabat yang bekerja dan mengabdi di lembaga pendidikan tinggi Islam, IAIN Walisongo, tentu  akan menjadi berbeda dibandingkan dengan pejabat di tempat lain.  Artinya sesuai dengan lembaga yang menjadi tempat pengabdiannya, semua pejabat haruslah dapat menjadi teladan bagi siapa saja dalam hal kinerja, sikap, perilaku, dan kedisiplinan.  Sejauh mungkin harus dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat dan warga kampus dalam segala hal.  Buktikan bahwa  puasa tiu tidak akan menyurtkan semangat untuk bekerja, tetapi justru akan menambah motivasi kerja, dengan tetap aktif melakukan pekerjaan dan tidak loyo dan lesu  atau kurang bersemangat.

Apalagi pada saat ini kita sedang dalam tahap awal penerimaan mahasiswa baru, yakni  registrasi, dan sebentar lagi kegiatan yang menjadi agenda rutin akan segera  dimulai, yakni pada  tanggal 8 Agustus, untul itu kita semua harus menunjukkan semangat baru dan  dapat memberikan pelayanan kepada mereka dengan baik, ramah dan tentu saja dengan senyum merekah yang memberikan  kesan positif bagi mereka.  Pemberian layanan prima adalah termasuk bagian tak terpisahkan dari rasa syukur yang memang harus terus  dilakukan, dengan harapan Tuhan akan terus menambah nikmat-Nya kepada kita semua melalui berbagai macam cara yang beraneka ragam dan disesuaikan dengan kondisi kita masing-masing.

Hampir semua orang mengininkan jabatan, tetapi tidak semua orang dapat menjalankan tugas jabatan tersebut dengan baik, bahkan tidak jarang yang justru menyalah gunakan jabatan tersebut, padahal ketika sesaat sebelum dilantik dapat dipastikan semua pejabat mengcapkan sumpah untuk menjalankan tugas jabatan dengan jujur dan penuh semangat, serta menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat merugikan dirinya sendiri maupun Negara secara umum.  Sebagai seorang muslim, sumpah merupakan sesuatu yang harus dilaksanakan dengan konsisten dan pantang untuk dilanggar, sebab ketika seorang muslim melanggra sumpah, sudah dapat dipastikan akan mendapatkan hukuman, terutama nanti di akhirat.

Namun demikian ternyata seperti yang saya sebutkan di atas, masih banyak orang yang menyukai dan bahkan beusaha untuk mendapatkan jabatan  yang sesungguhnya amanah tersebut.  Konon  dahulu Tuhan telah pernah menawarkan sebuah amanah kepada langit, bumi, dan gunung, tetapi mereka semua menolak untuk memikul amanah tersebut, karena mereka tahu bahwa amanah itu sangat berat dan mereka sangat takut tidak akan dapat menjalankannya dengan benar.  Tetapi kemudian amanah tersebut diambil oleh manusia, yang kemudian digambarkan oleh Tuhan bahwa  manusia itu memanag bersifat dhalim dan bodoh mau menerima amanah yang berat tersebut.

Lalu apakah orang yang mau menerima amanah untuk menduduki jabatan tertentu itu sama dengan berbuat dhalim dan bodoh?.  Jawabannya tentu tidak dapat diberikan secara sama.  Karena adakalanya menerima jabatan itu justru sangat mulia, karena  yang bersangkutan mempunyai keinginan untuk memberikan dharma bakti kepada bangsa  melalui pengabdiannya, melalui kreatifitas yang dikembangkannya, melalui pemikiran dan ide-ide briliannya, dan melalui berbagai uasha nyata untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negaranya.  Kalau niat yang disandangnya sedemikian baik, tentu menjadi pejabat sama sekali tidak identik dengan dalim dan bodoh.  Teapi kalau menjadi pejabat hanya menginginkan jabatan tersebut semata dan bahkan ingin memanfaatkan jabatan tersebut untuk keuntungan pribadi ataupun golongan, tentu itu yang dimaksud dengan dhalim dan bodoh.

Dalam persoalan ini, saya sangat optimis bahwa seluruh pejabat yang baru saja dilantik dan menduduki jabatan serta pos baru di lingkungan IAIN Walisongo, akan dapat menunaikan amanah tersebut dengan kesungguhan dan didasari oleh suatu keyakinan bahwa jabatan itu harus dipertanggung jawabkan tidak saja di dunia ini melainkan juga di akhirat nanti di hadapan Tuhan.  Keyakinan saya tersebut sangat beralasan karena selama ini seluruh pejabat di lingkungan IAIN Walisongo memang  menunjukkan sifat kejujuran yang sangat baik dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya.  Kalau toh ada sedikit kesalahan, maka itu akan dapat dijadikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua.

Meskipun demikian kita semua tetap berharap bahwa di bulan suci ini kita semua termasuk para pejabat yang dilantik  akan dapat memanfaatkan momentum bulan ini untuk meningkatkan semangat dan etos kerja kita sehingga kinerja di bulan ini akan lebih baik dan setelah selesai Ramadlan nanti  akan bertamah baik lagi.  Sebagai muslim yang beriman dan meyakini Ramadlan, tentu  kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan erkah dan karunia Tuhan yang disebarkan di bumi ini untuk kebaikan umat manusia.  Kita memang harus dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa puasa yang kita jalankan ini tidak  akan menjadi kendala untuk melaksanakan tuas, bahkan justru akan lebih memompa semangat kita.

Artinya ketika kita secara teoritis selalu mengatakan bahwa puasa  akan memberikan banyak makna dan spirit kepada kita, maka pada saat inilah waktunya kita membuktikan bahwa apa yang kita yakini tersebut dapat kita buktikan dalam dataran realita dan bukan hanya sekedar teori saja.  Kita harus dapat memberikan bukti dan sekaligus teladan bagi siapa saja  bahwa memang perintah puasa itu bukan untuk menyengsarakan orang dan bukan untuk menjadikan kita semua menjadi lesu dan kurang semangat, melainkan  sebaliknya bahwa puasa  akan dapat meningkat kebaikan kepada pelakunya, baik dari sisi ketaatannya maupun dari sisi semangatnya untuk melakukan hal-hal terbaik bagi dirinya, masyarakat dan bangsanya.

Pada akhirnya kita tetap berharap bahwa Tuhan akan senantiasa memberikan kesehatan dan kekuatan kepada kita untuk dapat  menjalankan ibadah puasa di bulan suci ini dan sekaligus  dapat melaksanakan tugas dinas yang diamanahkan kepada kita dengan lebih baik  dan bermanfaat. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.