RENUNGAN UNTUK PARA WISUDAWAN

Hari kedua pelaksanaan wisuda di IAIN Walisongo Semarang, yakni hari ini,  akan diikuti oleh alumni prodi pendidikan agama Islam non regular dan program pasca sarjana, baik S2 maupun S3.  Program studi PAI non regular tersebut merupakan program studi khusus bagi para guru dalam upaya peningkatan kualifikasi mereka, sehingga  nantinya mereka akan dapat menjadi guru professional sesuai dengan aturan yang ada.

          Meskipun hanya diikuti oleh program PAI kualifikasi bagi para guru dan program pasca sarjana, namun dari segi kuantitas, juga sama dengan pelaksanaan wisuda kemarin yang melibatkan seluruh  alumni D3 dan program S1 di seleuruh program studi yang ada.  Hanya saja memang ada nuansa perbedaan yang cukup mencolok, yakni bahwa hamper seluruh wisudawan yang diwisuda hari ini adalah mereka yang sudah bekerja, terutama sebagai guru.  Untyk itulah  dalam kesempatan ini  perlu disampaikan beberapa hal untuk direnungkan bersama, yakni:

Bahwa tugas guru sebagai pendidik itu sangat  terhormat, bilamana dilaksanakan dengan kesungguhan hati dan fokus serta mencintai profesi guru tersebut.  Karena gurulah yang dapat mengantarkan para peserta didik untuk dapat mengenal tulis baca, mengenal berbagai tempat bersejarah, mengenal etika dan bahkan mengenal ajaran syariat yang kita yakini.  Demikian juga gurulah yang  dapat memberikan berbagai hal yang sangat dibutuhkan oleh manusia  dalam mengarungi hidupnya.  Namun  bilamana seorang guru dalam menjalankan profesinya tdak serius dan tidak focus serta hanya menganggapnya sebuah pekerjaan, maka akan tidak bermakna seluruh yang dilakukannya untuk mendidik para murid.

Mungkin masih ada orang yang karena "terpaksa" menjadi guru, karena sudah tidak ada lagi pekerjaan yang dapat menghasilkan  rizki, sehingga sebagai guru juga bolehlah dari pada tidak mendapatkan pekerjaan, sehingga  dalam menjalankan pekerjaannya, guru tersebut hanya menjalankan kewajiban untuk mengajar dan mencoba untuk mentransfer ilmunya saja, tanpa  berusaha untuk dapat mendidik siswa dengan kasih sayang dan perhatian yang penuh. 

Akibatnya dunia pendidikan kita memang cukup suram, karena  para guru yang mengajar ternyata hanya sekedar menginginkan imbalan semata tanpa memikirkan bagaimana  anak-anak bangsa tersebut dapat menjadi pintar dan berakhlak serta mempunyai karakter kuat sebagai warga bangsa Indonesia yang nantinya diharapkan mampu untuk membangun bangsa dan negaranya.  Bahkan guru yang seperti itu  sama sekali tidak memikirkan bagaimana anak didiknya dapat menyerap dan memahami  pelajaran yang disampaikannya.  Ia tidak peduli apakah pelajaran yang disampaikan tersebut dapat dimengerti  oleh seluruh siswanya atau tidak, bahkan perhatiannyapun terkadang bukan kepada pelajaran dan siswa, melainkan kepada sesuatu yang lain.

Inilah kiranya yang menjadi kendala besar bagi dunia pendidikan kita yang seolah mandek dan tidak ada kemajuan yang berarti, apalagi kalau kemudian dibandingkan dengan pendidikan di Negara-negara maju.  Barangkali hal itulah yang kemudian menyadarkan  sebagian bangsa ini untuk kemudian melakukan upaya agar kesejahteraan guru menjadi meningkat, dengan harapan kualitas pendidikan kita juga secara otomatik akan meningkat pula.

Menurut saya selama masih ada guru yang motivasinya bukan  sebagai pendidik, dan hanya menjadikannya sebagai pekerjaan semata, maka selama itu pulalah dunia pendidikan kita masih tidak akan beranjak, karena kemandekan dunia pendidikan kita bukan diakibatkan  kurangnya kesejahteraan bagi para guru semata, melainkan juga disebabkan adanya  sebagian guru yang sama sekali tidak professional dalam  segala aspeknya.  Bahkan  guru yang demikian terkadang  dapat melakukan sesuatu yang  sangat memalukan, hanya untuk memberikan kesan bahwa  dia sukses dan berhasil mengantarkan anak didiknya lulus dengan baik, yakni dengan memberikan contekan saat pelaksanaan ujian.

Menurut saya tipe guru yang semacam ini masih cukup banyak di negeri kita ini.  Indiksi yang paling mudah dilihat ialah munculnya berbagai masalah di dunia pendidikan kita yang tidak pernak kunjung selesai.  Tetapi saya juga sangat yakin bahwa masih lebih banyak guru yang memang menjadikan profesi guru sebagai nafas hidupnya, sehingga ibarat tidak digajipun ia tetap akan terus mendidik anak-anak bangsa ini, karena profesi guru tersebut baginya adalah panggilan jiwa dan bukan semata-mata karena pekerjaan.

          Disamping itu masih  cukup banyak pula guru, terutama mereka yang berada di sekolah-sekolah swasta dan belum mendpatkan tunjangan profesi, yang  mengajar dan mendidik para siswa dengan peralatan seadanya.  Jangankan laboratorium untuk menunjang pemahaman dan peningkatan pengetahuan mereka, untuk mendapatkan informasi tentang  berbagai kemajuan ilmumpengetahuan melalui buku saja sangat sulit.  Kita dapat membayangkan bagaimana guru yang digaji hanya 300 ribu sebulan akan dapat membeli buku untuk pengayaan materi, tentu tidak akan mungkin.  Akibatnya para siswa juga tidak akan dapat mengakses berbagai informasi tentang kemajuan ilmu pengetahuan yang sangat dibutuhkan tersebut.

          Untuk itulah kiranya sangat beralasan mengapa pemerintah  berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan mereka melalui sertifikasi guru yang saat ini masih berproses.  Kita sangat berharap bahwa mereka yang memang menjadikan profesi guru sebagai bagian dari hidupnya, bahkan merupana bagian dari dunyut nadi dan detak jantungnya, akan mendapatkan tunjangan profesi tersebut, sehingga akan dapat membantu mereka untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mereka.

          Namun demikian saya sangat apresiasi terhadap para guru yang gigih memperjuangkan kemajuan pendidikan di negeri ini dengan melakukan berbagai upaya, meskipun terkadang harus menanggung kerugian secara materiil, seperti  meningkatkan ilmu pengetahuan melalui studi ke jenjang yang lebih tinggi, melakukan berbagai riset untuk kemajuan ilmu, khususnya bidang studi yang ditekuninya, dan melakukan berbgai upaya lainnya dengan maksud  anak didiknya dapat maju dan berkembang serta tidak tertinggal dengan berbagai informasi yang dibutuhkan.

          Saya sangat bangga dengan para wisudawan yang hari ini diwisuda, yang kebanyakan dari mereka adalah para pendidik yang akan menjadi taruhan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.  Keyakinan saya tersebut didasarkan kepada kenyataan bahwa hamper seluruh wisudawan ternyata dapat menyelesaikan studinya tepat waktu, yang itu berarti mereka sangat sungguh-sungguh dalam mengikuti studi di IAIN Walsongo dan berharap akan segera dapat bertemu dengan para siswanya dan menerapkan berbagai pengetahuan yang sudah diperoleh di bangku kuliah.

          Hanya saja  saya juga perlu mengingatkan bahwa meskipun nantinya ada pekerjaan lain yang lebih menjanjikan dari sisi pendapatan, tetaplah dalam profesi yang sudah menjadi pilihan, yakni mengabdikan diri untuk  anak-anak bangsa sebagai guru.  Saya sangat yakin bahwa profesi guru itu jauh lebih mlia daripada profesi apapun, dan insya Allah akan tetap mendapatkan kepuasaan diri serta ketenangan hidup yang biasanya disebut dengan istilah barokah.

          Lebih jauh saya juga berharap bahwa kalau nantinya  para wisudawan ini menjumpai kawan-kawan guru yang tidak professional secara substansial, atau  mendapati guru yang hanya sebagai samben, tolong  ajaklah mereka itu untuk memikirkan kembali tentang pekerjaan yang ditekuninya.  Artinya kalau mereka tetap memilih sebagai guru ya harus focus dan seluruh juwa nya dicurahkan untuk mendidik dan tidak berusaha pindah pekerjaan manakala ada yang lebih menjanjikan.  Tetapi sebaliknya, kalau memang menginginkan suatu pekerjaan lain yang lebih baik, dan menjadikan guru hanya sebagai batu loncatan, tolong ingatkan bahwa sebaiknya mereka itu segera meninggalkan profesinya sebagai guru, karena mereka itu hanya akan merusak dunia pendidikan saja.

          Kita semua menginginkan bahwa seluruh wisudawan nantinya akan dapat menjadi pioneer dan penggerak kemajuan bangsa ini melalui bidang pengabdian yang ditekuni, khususnya guru.  Tentu juga bidang pengabdian lainnya seperti jaksa, pegawai negeri di berbgai kementerian dan lainnya. Kami akan selalu berdoa  semoga seluruh wisudawan  akan dapat memerankan dirinya sebagai insane muslim yang dibekali dengan ilmu pengetahuan yang cukup, sehingga akan dapar mewarnai kehidupan dilingkungannya.

          Semoga harapan ini mendapatkan apresiasi dari seluruh wisudawan sehingga cita-cita kita dan mimpi kita  untuk menjadikan masyarakat kita sebagai masyarakat madani yang  maju, berkembang, dan taat hokum  serta berakhlak, akan dapat cepat terwujud. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.