PESAN UNTUK PARA WISUDAWAN

Hari ini Rabu dan Kamis besuk IAIN Walisongo Semarang menyelenggarakan wisuda yang terdiri atas Ahli Madya D3 Perbankan Syariah,  Sarjana S1, S2 dan S3.  Barangkali ada yang bertanya kenapa wisuda dalam satu angkatan harus dilaksanakan dua hari secara berturut-turut, idak seperti biasanya?.  Ya memang  untuk wisuda kali ini tidak seperti biasanya, karena jumlah mereka yang diwisuda cukup banyak dan kalau dilaksanakan hanya dalam satu hari, tentu harus dilaksanakan dengan begitu cepat, baik dalam penerimaan ijazah  dan pemindahan kuncir, maupun dalam proses lainnya, sehingga dikhawatirkan  tidak akan khidmat.

          Mungkin kita sudah harus membiasakan diri dengan kondisi seperti ini, karena  jumlah mahasiswa kita yang semakin bertambah banyak, dan yang luluspun  juga secara otomatis menjadi banyak pula.  Untuk saat ini kiranya memang harus dipahami bahwa masih ada sebagian yang terkejut dengan kondisi  seperti ini, sehingga diantaara anggota senat ada yang meminta ijin untuk tidak dapat menghadiri acara wisuda tersebut pada hari pertama dengan berbagai alasan, tetapi akan datang pada hari kedua.  Mereka yang ijin tersebut  memang mengira bahwa wisuda hanya dilaksanakan  sehari sebagaimana biasanya.

          Tetapi ada yang lebih penting dari semua itu  yakni bagaimana  seharusnya para alumni kita yang cukup banyak tersebut, apakah mereka harus menambah deretan pengangguran intelektual atau justru sebaliknya, bahwa mereka akan menjadi pionir dalam mewujudkan kesejahteraan di masyarakat.  Semua itu tergantung kepada mereka sendiri.  Akan tetapi  sebagai pimpinan  IAIN, tentu  harus memberikan pengarahan dan penggambaran sebagai pembekalan bagi mereka  sebelum mereka semua meninggalkan kampus yang selama ini mereka huni.

          Ya, memang  ada kalanya  sebagian alumni menjadi bingung setelah selesai kuliah, mereka tidak tahu harus berbuat apa setelah menyandang gelar kesarjaan.  Mereka membayangkan betapa mereka  di daerahnya sudah dianggap sebagai orang "elit", tetapi di sisi lain mereka sesungguhnya masih belum mempunyai pengalaman hidup dalam masyarakat dengan segala problemnya.  Bahkan mereka juga  membayangkan bagaimana nantinya ketika harus berumah tangga dan hidup bermasyarakat.  Mereka umumnya akan menjadi malu kalau seorang sarjana harus  pergi ke sawah bertani seperti umumnya masyarakat yang tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi, dan berbagai bayangan "suram" yang selalu menggelayuti pikran mereka.

          Tentu dalam kondisi gundah seperti itu  perlu diberikan beberapa wejangan agar mereka menjadi tegar dalam menghadap kenyataan hidup di tengah-tengah masyarakat.  Barangkali beberapa hal yang saya sampaikan di bawah ini dapat dijadikan pertimbangan untuk menentukan langkah selanjutnya setelah selesai studi di IAIN Walisongo Semarang pada khususnya. Hal-hal yang saya maksudkan tersebut ialah:

  1. Para alumni harus percaya seratus persen bahwa rizki itu Tuhan yang menentukan bagi kalian, sehingga kalian  tidak perlu khawatir akan masa depan, apa lagi kalian telah dibekali dengan berbagai ilmu sesuai dengan disiplin yang kalian tekuni.  Jadikanlah ilmu nyang ada  untuk modal dalam melangkahkan kaki menapaki kehidupan ini.  Artinya keyakinan akan kekuasaan Tuhan dan dibarengi dengan ketekunan dan kesalihan diri untuk tetap menjadikan diri kita sebagai hamba Tuhan yang baik, haruslah terus dipelihara.  Sedangkan untuk mendapatkan karunia Tuhan tersebut kalian dapat melakukan usaha apapun yang memungkinkan untuk dilakukan dan sekali kali menganggap pekerjaan yang halal itu  hina, meskipun  untuk pertama kalinya hanya dapat menghasilkan pendapatan yang sangat minim.  Ketabahan dan kesabaran serta keuletan dalam menekuni pekerjaan dan usaha  tersebut perlu terus dijaga dan pertahankan.  Kalian arus yakin bahwa Tuhan pasti akan membantu  hamba-Nya yang tekun dan istiqomah dalam menjalankan usaha.
  2. Barangkali saya harus menegaskan bahwa  janganlah para alumni IAIN Walisongo Semarang untuk bermimpi menjadi pegawai negeri, meskipun  kalau misalnya ada kesempatan untuk itu tentu tidak ada jeleknya untuk  dicoba.  Artinya  para alumni  harus berusaha untuk menjadi diri sendiri yang tidak ditentukan oleh pihak lain, termasuk menentukan pekerjaan apa yang diinginkan.  Sebagaimana kita ketahui bahwa  pegawai negeri  itu sangat terbatas dan tidak bebas dalam menentukan berbagai hal yang diinginkan.  Dengan kata lain bahwa pegawai negeri itu hanyalah buruh, sementara itu untuk dapat menjadi diri sendiri dan dapat menentukan keinginan sesuai dengan hati dan pikiran, seseorang harus menjadi bos atau majikan.  Untuk itulah kesempatan untuk menjadi majikan dan bos sangat terbuka laus, dan seleuruh alumni mempunyaikesempatan yang sama, karena tidak ada kuota tertentu bagi majikan tersebut.  Siapapun dapat menjadi majikan tersebut, termasuk seluruh alumni bisa menjadi majikan.  Tentu harus dimulai dari diri sendiri dengan berusaha secara tekut, ulet, percaya diri, sabar dan tawakkal kepada Tuhan.
  3. Ketika kalian sudah mentukan dan menata hati dan pikiran bahwa kalian tidak lagi bermimpi menjadi pegawa negeri, maka saya justru menganjurkan kalian untuk  memperdalam keptrampilan dalam berwira usaha, baik secara teoritis maupun praktis.  Dunia usaha tersebut memang dunia yang sangat luas dan semua orang dapat memasukinya dengan berbagai variasi.  Saya ini termasuk orang yang sangat percaya bahwa kalau seseorang mau berusaha dengan tekun, yakin kepada Allah secara total, sabar, dan tidak pernah menyerah, meskipun dicoba dengan kegagalan, pasati Tuhan akan memberikan karunia-Nya.  Memang kebanyakan orang yang gagal dalam melakukan usaha ialah karena tidak sabar, mudah menyerah kepada cobaan dan tidak yakin  dengan karunia Tuhan. Memang "nasib" manusia  antara satu dengan lainnya tidak sama;  Ada seseorang yang dengan mudah mendapatkan kesuksesan dalam melakukan usaha, tetapi ada pula mereka yang  tidak mudah untuk mendapatkan kesuksesan, melainkan harus dilaluinya dengan perjuangan yang cukup berliku dan susah, tetapi pada akhirnya kesuksesanpun diraihnya juga, karena mereka  sangat yakin kepada Tuhan, sabar dalam menghadapi segala cobaan dan tetap teguh dalam berusaha serta menjalankan ibadah kepada Tuhan.  Nah itulah yang saya maksudkan agar para alumni dapat melakukan usaha yang seperti itu dan selalu siap menghadapi berbagai cobaan kegagalan atau kesulitan lainnya, namun  dengan tekad yang bulat dan keyakinan yang mantap, pasti Tuhan akan membukakan pintu karunia-Nya.
  4. Namun bagi  para alumni yang masih berkeinginan untuk melanjutnya studinya pada jenjang yang lebih tinggi, khsususnya bagi para alumni D3 perbankan Syariah, S1, dan S2, tentu kami sangat mendukung dan bahkan mendorong kepada para alumni, karena dengan pendidikan yang lebih tinggi akan memungkinkan mendapatkan kesempatan yang lebih luas dalam mengakses karunia Tuhan.  Ini bukan berarti bahwa ketika para alumni nantinya juga telah lulus dari studi di jenjang yang lebih tinggi, akan mudah mendapatkan pekerjaan? Sama sekali bukan seperti itu.  Saya bermaksud bahwa  dengan bekal ilmu yang lebih banyak tentu  seseorang akan bisa berpikir lebih bijak dan menyikapi berbagai masalah dengan lebih dewasa, sehingga kondisi tersebut akan membantunya mendapatkan sesuatu yang diinginkannya.  Kita harus yakin bahwa janji Tuhan untuk mengangkat derajat mereka yang beriman dengan benar dan juga mereka yang berilmu.  Caranya, tentu  kita yang  berupaya dan Tuhan yang akan menentukan.
  5. Dalam kesempatan seperti ini saya memang harus mengingatkan bahwa janganlah menjadikan studi kita untuk mencari pekerjaan, karena hal itu justru akan  menambah persoalan  pada diri kita sendiri.  Artinya kita harus dapat menempatkan niat kita dengan benar, yaitu ketika kita belajar dan kuliah harus dengan niat murni mencari ilmu dan menghilangkan kebodohan, dan sekali-kali dicampur dengan ingi mendapatkan pekerjaan.  Karena itu kita harus yakin bahwa persoalan pekerjaan adalah keputusan Tuhan. Banyak orang yang ketia kuliah bercita-cita  menjadi seorang hakim, untuk itulah dia kuliah di fakultas Syariah, namun pada kenyataannya malah menjadi  seorang guru misalnya. Nah, untuk itulah sekali lagi kita harus meluruskan niat kita, khususnya bagi para alumni yang akan melanjutkan studi.  Sementara bagi yang tidak akan melanjutkan studi juga harus memperkuat niat untuk mengabdikan ilmu yang telah diperoleh untuk kesejahteraan dan kedamaian umat manusia.  Sedangkan usaha yang harus dilakukan dapat dimuali dengan menetukan jenis usaha yang akan ditekuni sesuai dengan kemampuan yang dimiliki atau dengan belajar lagi dalam bidang tertntu tersebut.

Saya sangat percaya bahwa para alumni  akan dapat melakukan sesuatu yang dapat memberikan manfaat, baik bagi dir, keluara dan lingkungan serta masyarakat secara umum.  Dengan berbekal ilmu pengetahuan, khususnya pengetahuan keislaman dan keyakinan yang benar serta  keteguhan untuk terus maju dan berkembang, seluruh alumni akan  bisa mendarma baktikan dirinya untuk kesejahteraan umat manusia.  Artinya  bahwa seluruh alumni tidak ada yang menjadi beban masyarakat, tetapi justru menjadi solusi bagi problem kehidupan dalam masyarakat.

Demikian sdikit nasehat ini mudah-mudahan akan dapat memberikan inspirasi bagi seluruh alumni yang hari ini dan besuk diwisuda.  Saya selalu mendoakan  agar seluruh alumni menjadi anggota masyarakat dan dapat mewarnai kehidupan dengan merealisasikan syariat Islam di tengah tengah masyarakat.  Dengan begitu maka misi kita untuk tetapi menyerukan kalimat Tuhan akan terwujud bersama dengan menyebarnya alumni di setiap sudut negeri tercinta ini.  Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.