SYUKUR

Meskipun kata syukur telah berulangkali kita dengan dan bahkan hamper setiap hari, namun terkadang pelaksanaannya tidak sesering  yang dapat kita dengar.  Orang sering bersyukur kalau kebetulan mendapatkan sesuatu yang luar biasa, seperti ketika mendapatkan anak atau cucu misalnya, atau diterima bekerja di suatu tempat yang memang diidamkannya dan lainnya.  Tetapi sangat jarang kita dengar ada orang yang mau mensyukuri nikmat yang diberikan oleh SWT dalam setiap harinya, padahal kita semua tahu bahwa segala sesuatu yang kita dapatkan setiap harinya itu sesungguhnya merupakan karunia dari Allah SWT.

Orang sering lupa terhadap nikmat dan karunia yang setiap hari diterima secara gratis.  Dan ketika sebagian nikmat tersebut dicabut sajalah  kemudian baru menyadari bahwa ada sesuatu yang hilang.  Pada saat normal seperti biasa, banyak orang tidak mau mensyukuri nakmat, karena lupa atau sengaja melupakan nikmat tersebut.  Orang tidak mau menyadari bahwa kesehatan yang melekat dalam tubuh kita, mulai dari kaki hingga kepala sesungguhnya pe,berian Tuhan, dan kalau kemudian Tuhan mengambil nikma tersebut sehingga  badan menjadi sakit, barulah menyadari kalau sehat itu nikmat.

Itulah watak sebagian besar manusia yang memang digambarkan oleh Tuhan sebagai makhluk yang dhalim dan sekaligus suka ingkar.  Allah sendiri dalam Surat Ibrahim ayat 34 telah berfirman yang maksudnya dan Tuhan telah memberikan apa saja yang telah kalian minta dan sekiranya kalian menghitung nikmat Tuhan, niscaya kalian tidak akan mampu menghitungnya, dan sesungguhnya manusia itu benar-benar dhalim dan ingkar.

Sekiranya semua manusia  menyadari secara terus menerus akan nikmat Tuhan yang dicurahkan kepada mereka, tentunya akan terjadi keseimbangan dalam hidup mereka.  Artinya  dalam menjalani hidup di dunia ini  mereka tentunya akan selalu mengingat Tuhan dan sekaligus akan menjalankan perintah serta menjauh dari larangan-Nya.  Kesadaran mereka  akan ketergantungan mereka kepada Tuhan dalam segala hal, akan memungkinkan mereka menjadi manusia yang tunduk dan patuh secara tulus, sehingga  seluruh hidupnya akan diabdikan hanya kepada Tuhan semata.

Namun sayangnya manusia  memang sering lupa dan tidak menyadari sesuatu yang dikaruniakan kepadanya, sehingga  ia seolah hidup dengan sendirinya dan segala hal yang berhubungan dengannya seakan ditentukan oleh dirinya sendiri.  Inilah yang kemudian mengantarkannya menjadi manusia sombong dan tidak mau mensyukuri  nikmat yang diterimanya, meskipun  secara riil dan dalam waktu tertentu ia sangat mengerti akan pemberian Tuhan tersebut.  Barangkali karena watak dhalim dan suka ingkar sebagaimana yang disampaikan oleh Tuhan itulah yang menyebabkan ia tidak mau menyadari dan kemudian mau berbuat sesuatu yang  positif sebagai akibat kesadaran tersebut.

Sungguh sangat tidak terpuji sikap yang ditunjukkan oleh sebagian besar  umat manusia seperti tersebut.  Bagi kalangan orang yang tahu dan mempunyai ilmu, tentu akan  mengecam sikap seperti itu, karena  sangat bertentangan dengan nurani dan akal sehat setiap orang.  Artinya, kita  memang harus berterima kasih kepada siapapun yang telah berbuat baik kepada kita, lebih-lebih Tuhan yang telah berbuat sangat baik kepada kita dengan memberikan karunia-Nya yang demikian besar serta kasih sayang-Nya yang demikian luas kepada kita, tentu wajib hukumnya bagi kita untuk terus bersyukur atas semua itu.

Bentuk syukur tersebut bisa bermacam macam; yang paling ringan tentu selalu mengungkapkannya dengan ucapan syukur, tetapi lebih dari itu yang justru lebih penting ialah dengan mematuhi segala titah-Nya, yaitu melaksanakan segala perintah-perintah-Nya dan sekaligus menjauh dari larangan-larangan-Nya.   Menurut saya  perilaku dan sikap seperti inilah yang lebih sesuai dengan bentuk syukur atas nikmat dan karunia Tuhan tersebut.

Kalau bentuk syukur seperti itu yang ditunjukkan, saya sangat yakin bahwa  Allah pasti akan memberikan sesuatu yang lebih bagi kita, karena Allah telah berjanji melalui ayat-ayat-Nya  yang maksudnya Dan ketika Tuhankalian memaklumkan bahwa  kalau sekiranya kalian semua mau mensyukuri (nikmat yang Aku berikan kepada kalian), niscaya aku akan tambahkan nikmat tersebut kepada kalian, tetapi manakala kalian ingkari nakmat-Ku tersebut, ketahuilah bahwa adzab-Ku itu sangat pedih.  Janji dan pemakluman  Tuhan tersebut tidaklah main-main, tetapi serius dan pasti akan diwujudkan.  Tetapi sekali lagi terkadang masih mensikapinya secara biasa saja.  Akibatnya banyak orang yang kemudian mendapatkan peringatan dari Tuhan  disebabkan mengabaikan pernyataan Tuhan tersebut.

Sebagai orang beriman seharusnya kita akan sangat percaya kepada apa saja yang difirmankan oleh Tuhan.  Kepercayaan tersebut bukan saja ada pada ucapan dan lisan saja melainkan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.  Artinya  kalau memang percaya kepada titah Tuhan, tentu harus selalu berada dalam kondisi seperti yang diinginkan oleh Tuhan, yakni berperilaku baik kepada siapapun, suka membantu orang yang memang membutuhkan,  serta selalu melakukan perbuatan positif yang dapat memberikan manfaat bagi diri, dan lingkungannya.

Bahkan lebih jauh bagi manusia muslim, ia harus meyakini bahwa segala hal yang menimpa dirinya berupa kebaikan haruslah dialamatkan kepada Allah SWT, dan segala hal yang menimpa dirinya berupa hal yang jelek, haruslahn dialamatkan kepada dirinya sendiri yang kurang bisa  memanfaatkan pemberian Tuhan, sehingga kejelekann tersebut memang dirinya sendiri yang membuat dan menginginkannya.  Kita harus yakin bahwa Tuhan selalu berbuat baik kepada kita, karena kasih dan sayang-Nya sangat luas melebihi apapun.  Oleh karena itu ketika kita menerima musibah, itu bukan karena Tuhan tidak menyayangi kita, tetapi justru karena sayang-Nya itulah Tuhan kemudian memberikan kita peringatan.

Syukur dalam bahasa kita sehari-hari dapat juga disebut berterima kasih, namun demikian untuk  kita kedua kata tersebut memang mempunyai persamaan disamping perbedaan.  Persamannya ialah bahwa  keduanya sama-sama  mengutarakan rasa senang karena  mendapatkan suatu kemanfaatan, tetapi penggunaannya biasanya dibedakan.  Artinya kata terima kasih bisa di alamatkan kepada sispa saja, dimana setiap kita mendapatkan apresiasi dari pihak lain kita kemudian akan sangat baik kalau mengucapkan terima kasih, sementara itu kalau kata syukur selalu dialamatkan kepada Tuhan, dan bukan kepada yang lain.

Substansi dari kedua kata tersebut memang sama, sehingga ketika kita mengungkapkan rasa syukur berarti kita sedang mengungkapkan terima kasih kepada Tuhan.  Untuk itulah kesyukuran hukumnya menjadi wajib dilakukan oleh semua manusia,  disebabkan semua manusia membutuhkan dan memang selalu diberikan karunia oleh Tuhan.  Ketika manusia memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi kita saja, kita menjadi semacam wajib mengungkapkan terima kasih, apalagi kepada Tuhan yang tidak pernah  sedetikpun tidak memberikan kasih dan sayang-Nya kepada kita.

Untuk itulah Tuhan banyak mengingatkan kepada umat manusia agar selalu mengingat Tuhan dan mensyukuri segala nikmat yang telah dilimpahkan kepada mereka.  Bahkan Tuhan sangat mengecam kepada  mereka yang mengingkari nikmat-Nya dan sekaligus mengancam mereka dengan hukuman yang sangat dahsyat.  Demikian juga dengan Nabi Muhammad SAW melalui hadis-hadisnya selalu mengingatkan kita agar bisa menjadi manusia yang tahu diri  sebagai hamba Tuhan yang harus menghambakan dirinya kepada Tuhan dengan segala konsekwensinya.

Pada akhirnya kita hanya berharap agar kita dapat menjadi manusia yang tahu diri dan bersyukur kepada Tuhan serta kepada siapapun yang  telah berjasa kepada kita.  Kiranya sangat tidak terpuji  atau bahkan berdosa kalau sekiranya kita tidak mau bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada siapapun yang berbuat baik dan memberikan kesempatakan kepada kita  untuk berbuat baik.  Semoga kita dapat menjadi manusia  berbudi dan menjadi hamba yang patuh serta  mukmin yang shalih, baik secara individual maupun secara social.  Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.