MACET

Setiap orang yang pernah ke Jakarta, tentu akan sangat paham dengan kemacetan, sebab macet sudah merupakan trade mark ibu kota negara kita tersebut, sehingga mungkin semua orang sudah sangat menyadari akibat dan berbagai kemungkinan yang disebabkan oleh kemacetan tersebut.  Kesadaran itulah yang membuat mereka kemudian mengatur strategi bagaimana agar kemacetan tersebut tidak sampai mengganggu aktifitas mereka. Walaupun demikian terkadang masih saja terjadi hal-hal diluar kemampuan orang yang masih tetap membuat orang tidak bisa berkutik, semacam adanya kejadian mendadak yang segera harus mendapatkan pertolongan di suatu tempat tertentu.

          Macet memang dapat membuat sesuatu yang sudah direncanakan dengan matang menjadi berantakan, apalagi sesuatu tersebut datangnya mendadak dan sama sekali tidah direncanakan.  Beberapa hal dapat saja terhambat disebabkan kemacetan tersebut, seperti telat sampai ditempat kerja, telat dalam suatu pertemuan penting, telat memberikan pertolongan kepada seseorang yang sangat memerlukan bantuan medis, bahkan dapat ketinggalan pesawat.

          Barangkali kalau macet tersebut sudah menjadi hal rutin sebagaimana di Jakarta, orang dapat merencanakan dan membuat strategi agar tidak menjadi telat atau ketingalan dalam berbagai hal, namun bagi masyarakat di kota tertentu dimana macet bukanlah merupakan hal rutin, tetapi hanya terjadi sesekali saja, tentu akan sangat merugikan banyak pihak.  Dan kalau kemacetan tersebut disebabkan terjadinya sesuatu yang diluar kemampuan orang untukmenghindarinya, semacam terjadinya kecelakaan misalnya, maka meskipun banyak orang sangat menyesalkan, tetapi masih dapat menerima kemacetan tersebut.

          Nah, lain halnya kalau kemacetan tersebut hanya disebabkan oleh ulah beberapa pemakai jalan yang tidak taat kepada peraturan lalu lintas atau bahkan hanya disebaban oleh tidak tertibnya beberapa orang pengguna jalan, tentu hal tersebut tidak bisa ditolerir, dan menurut saya pengguna jalan yang semacam itu harus mendapatkan sanksi yang berat, semisal dicabut surat ijin mengemudinya atau bahkan dapat dikenakan hukuman kurungan.

          Apa yang saya alami kemarin sore, sunguh merupakan kejadian yang patut disesali oleh semua pihak.  Artinya kemacetan yang hingga mencapai beberapa kilo meter tersebut ternyata hanya disebabkan oleh tidak tertib atau tidak taatnya beberapa pengguna jalan raya saja.  Saya kebetulan sedang pulang dari Tegal, dan sesampainya di Randu Garut ternyata jalanan macet total  sehingga tidak dapat bergerak.  Setelah dapat sedikit bergerak kemudian saya mendapat  kesempatan untuk membelok ke kanan dan seterusnya masuk gang-gang  dan akhirya sampai ke Ngalian.  Tetapi rupanya sesampai Ngalian, dari arah Selatan menuju Jrakah juga macet, sehingga harus ambil jalan lewat Sulanji dan sampai ke Krapyak.

          Nah dissitulah saya baru mengerti bahwa penyebab kemacetan tersebut ternyata bukan adanya kejadian kecelakaan atau sejenisnya, tetapi hanya disebabkan tidak tertibnya sebagaian pengguna jalan  sehingga seluruh kendaraan tidak ada lagi kesempatan bergerak.  Coba bayangkan hanya untuk membelok kea rah jalan tol saja, hamper satu jam saya terjebak di situ, dan akhirnya memang benar-benar tidak dapat masuk ke tol, dan untungnya ada sedikit kesempatan untuk bergerak kea rah kalibanteng.

          Apa yang saya alami tersebut ternyata telah membuat saya agak telat melaksanakan shalat maghrib, dan saya sangat yakin bahwa dengan kemacetan tersebut banyak orang yang kehilangan kesempatan untuk melakukan aktifitas yang sudah direncanakan. Bayangkan saja  macet yang mencapai beberapa kilometer ke Barat tersebut berlangsung cukup lama, dan tentu banyak orang yang mempunyai kepentingan menjadi berantakan.  Di sana tentu ada orang  sakit dan segera harus mendapatkan pertolongan medis, ada pula yangsudah berjanji dengan sahabatnya untuk bertemu membicarakan sesuatu halpenting, yang harus beranakan pula; Ada banyak orang yang sudah ditunggu keluarga di rumah karena membawa sesuatu yang sangat penting, dan banyak lagikepentingan yang harus tertunda cukup lama hanya disebabkan oleh ulah sebagian pengguna jalan yang tidak tertib dan bahkan  cenderung ingin menang sendiri.

          Memang perilaku kurang tertib dan bahkan melanggar aturan yang telah dibuat, akan dapat merugikan pihak lain dan bahkan dirinya sendiri.  Rambu-rambu lalu lintas semacam lampu pengatur lalu lintas  yang ada di perempatan jalan msalnya, dibuat untuk mengatur kendaraan agar tidak bertumpuk sehingga akan menggangu lalu lintas jalan.  Namun kalau aturan tersebut tidak ditaati maka kejadiannya akan dapat dibayangkan, yakni macet yang tidak saja merugikan kepada pihak lain, tetapi diri orang yang melanggar aturan tersebut juga akan terkena imbasnya.  Inilah terkadang yang tidak pernah dipikirkan oleh sebagian orang yang suka melanggar aturan.

          Memang kalau seseorang tidak berpikir dua kali atau lebih tentu akan cenderung melanggar aturan.  Mereka kebanyakan mengira bahwa dengan melanggar aturan tersebut akan dapat memperoleh keuntungan, semisal tidak perlu antri sehingga akan lebih cepat sampai ke tujuan atau kalau diterapkan kepada para driver angkutan umum, mereka akan mendapatkan kesempatan lebih dahulu dan dapat mengejar para penumpang dan segera  dapat memperoleh setoran ataupun lainnya.  Tetapi dengan ulahnya tersebut justru terkadang akan membuat kerugian besar bagi orang lain dan bahkan dirinya sendiri.

          Tujuan sederhana yang ada dalam pikirannya dan hanya dipikirkan sekali saja tersebut ternyata telah membuat jalanan macet, dan ketika hal tersebut terjadi mereka sendiri yang akan rugi  dan tidak dapat memenuhi keinginannya mendapatkan keuntungan lebih atau tidak dapat sampai ke tujuan tepat waktu, disebabkan macet tersebut.  Itulah kemungkinan yang tidak pernah dipertimbangkan dalam pikiran mereka.

          Dalam pandangan Islampun perbuatan tersebut dapat digolongkan kepada perbuatan  jelek yang akan mendapatkan balasan dosa di akhirat nanti.  Islam sangat menganjurkan untuk berbuat baik dan bermanfaat bagi dirinya serta orang lain, Nah, kalau perbuatan yang dilakukan tersebut justru malah dapat merugikan kepentingan banyak pihak, tentu perbuatan tersebut dapat digolongkan kepada perbuatan dosa dan tidak disukaiole Tuhan.  Semakin banyakpihak yang dirugikan akibat perbuatanmereka itu, maka akan semakin tingi dosa  mereka dan akibatnya akan semakin banyak dosa yang telah dikoleksi.

          Islam didesain sebagai agama yang menginginkan seluruh pemeluknya untuk selalu berbuat baik, memberikan manfaat bagi pihak lain, suka tertib dan memberikan pertolongan kepada siapa saja yang memerlukan, tidak merugikan pihak lain dan segala hal positif yang akan membuat dunia ini damai, aman dan sentosa.  Namun dalam kenyataanya masih banyak orang Islam yang belum menyadari hal tersebut, dan menganggap bahwa Islam itu ya hanya melaksanakan shalat, puasa Ramadlan dan ibadah lainnya.  Sedangkan untuk aturan lalu lntas dan semacamnya  yang dibuat oleh manusia dianggapnya sebagai hal lain yang sama sekali tidak terkait dengan dosa dan pahala.

          Itulah pandangan yang harus diluruskan dan dan diberikan pencrahan, bahwa Islam itu tidak saja mengatur entang kehidupan akhira semata, tetapi lebih dari itu Islam juga banyak mengatur kehidupan di dunia ini, bahkan lebih banyak.  Kitab-kitab fiqh yang disusun oleh para ulama dahulu, disamping mengatur tentang hal-hal yang berkaitan dengan persoalan ibadah, disana juga di atur tentang bagaimana bermuamalah atau berkomunikasi, bertransaksi, berhubungan dalam berbagai hal mengenai kehidupan duniawi dan mengatur pula tentang kepentingan manusia di dunia ini.

          Bagaimana orang berjual beli, menyewa, meminjam, menggadaikan, memesan barang,  sampai bagaimana  orang berkongsi, semua diatur dalam fiqh yang memang dimaksudkan untuk membuat kehidupn ini teratur dan dapat membuat maslahat kepada semua umat manusia.  Tentunya termasuk bagaimana agar manusia itu dapat menjalankan tugasnya dengan baik, nyaman dan tenang.  Untuk itu segala peraturan yang dimaksudkan untuk mengatur manusia agar menjadi lebih baik, lebih tertib dan teratur, menurut pandangan fiqh adalah baik dan harus dilaksanakan.  Dan bagi siapapun yang melanggarnya  seharusnya mendapatkan sanksi, baik di dunia maupun di akirat.

          Dengan demikian jikalau seluruh umat Islam yang mayoritas di negeri ini  mau tunduk dan patuh terhadap seluruh aturan, baik yang datngnya dari Tuhan maupun yang dibuat oleh manusia dengan tujuan untuk membuat kehidupan ini menjadi lebih baik, lebih teratur dan tertib, tentu dunia ini akan damai dan aman, dan itulah tujuan Islam diturunkan untuk umat manusia, tetapi jika peraturan tersebut dilanggar, tentu akan terjadi sebaliknya, dunia ini ntidak aman, tidak tertib, dan banyak manusia menjadi gelisah dan tidak nyaman serta aman.

          Semoga Tuhan senantiasa memberikan kesadaran kepada umat Islam pada khususnya dan kepada semua bangsa ini para umumnya, sehingga kita naninya  akan dapat menyaksikan kehidupan yang damai, nyaman dan tentram.  Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.