Mr. “A”

Panggung perpolitikan di negeri ini lagi-lagi sedang ada ontran-ontran, dan yang sedang menghadapinya tersebut ialah partai terbesar berdasarkan hasil pemilu tahun 2009 yang lalu, yakni partai Demokrat.  Barangkali banyak orang yang tidak menyangka bahwa partai pemenang pemilu tersebut akan tertimpa masalah, karena SBY masih tampak begitu kokoh dan sangat aktif mengontrol partai.  Namun kenyataannya saat ini partai ini sedang mendapatkan ujian, terutama melalui salah satu fungsionaris Dewan Pimpinan Pusatnya, yakni Bendahara Umum Nazaruddin yang saat ini telah diberhentikan.

          Walaupun demikian bukan berarti masalah telah selesai, bahkan malah bertambah runyam dengan kepergian mantan bendahara umum PD tersebut ke Singapura.  Memang pada awalnya ada pernyataan dari yang bersangkuan bahwa dia pasti akan segera kembali ke Indonesia setelah selesai periksa kesehatannya di sana, dan bahkan dengan mantapnya mengatakan bahwa ia akan segera kembali dan melaporkan menjernihkan persoalan, termasuk "fitnah" yang dilakukan oleh MK.

          Sempat juga dia menulis di dunia maya bahwa dia akan membongkarseluruh praktek busuk yang telah dilakukan oleh orang-orang yang telah "menganiayanya", termasuk orang-orang partai Demokrat sendiri.  Dan bahkan keadaan tersebut justru malah membuat orang-orang PD menjadi kebakaran jenggot, sehingga mereka kemudian berusaha agar dia segera kembali dan mempertanggung jawabkan segala perbuatannya.       

Namun hingga saat ini justru keberadaan mantan bendahara umum PD tersebut malah menjadi misterius.  Artinya, meskipun dia ada di Singapura, tetapi keberadaannya masih belum bisa diketahui secara persis, sehingga akan tetap menyultkan kepada tim yang katanya telah dibentuk untuk menjemputnya di Singapura.  Meskipun kalau hal demikian untuk kepolisian akan tidak terlalu sulit,  karena dengan kepiawian yang dimiliki polisi, sesunguhnya akan sangat mudah untuk menemukannya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Nazaruddin diduga terlibat dengan masalah suap dalam pembangunan wisma atlet di Palembang Sumatera Selatan, yang menyeret petinggi di kemenpora.  Disamping itu Nazaruddin juga diduga terlibat pemberian uang gratifikasi kepada sekretaris jendral Mahkamah Konstitusi, meskipun keduanya tidak diakui olehnya dan bahkan dia menuduh baha semua itu hanyalah fitnah belaka, karena dia merasa tidak bersalah dan bahkan akan balik membongkar beberapa perilaku jelek beberapa orang yang telah menjadikannya seperti itu.

Tetapi seperti juga kita ketahui bahwa ancaman Nazaruddin yang berkali-kali tersebut ternyata sampai saat ini belum dibuktikannya, bahkan saat ini seakan dia memang menghindari proses hokum  dan menghindar dari tanggung jawab.  Namun tentu semua orang akan menunggu janji Nazaruddin  yang dungkapkan beberapa waktu lalu, sehingga semuanya menjadi jernih dan akan diketahui siapa sesungguhnya yang berbohong dan siapa yang benar.

Namun di tengah ontran ontran yang sedemikian hebat, ternyata ada saja beberapa  perilaku politik yang menurut saya cukup "ganjil", yang seharusnya tidak perlu untuk dikemukakan.  Seperti tentang tangapan Presiden SBY tentang SMS fitnah yang menuai banyak tanggapan balik.  Mereka pada umumnya menyayangkan tanggapan  presiden tersebut, karena masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh presiden daripada hanya ngurusi SMS yang tidak jelas jungtrungnya.  Bisa saja SMS tersebut memang kerjaan orang iseng,  Nah kalau kita semua, lebih-lebih prsiden menanggapi hal semacam itu tentu  waktu kita akan habis untuk ngurusi hal yang sangat tidak ada gunanya tersebut.

Demikian juga akhir-akhirnya ini muncul lagi pernyataan yang membuat spekulasi dan condong untuk membuat fitnah, yakni munculnya istilah Mr "A" yang dilontarkan oleh Wakil Sekretaris Jendral PD  Ramadlan Pohan.  Menurutnya ada kekuatan politik yang ingin menghancurkan PD. Lebih lanjut dia mengatakan "Kami sudah tahu dia berinisial A. Dia membujuk kader kita supaya mau merusak Partai Demokrat dari dalam. Tapi kader kami ini kokoh pendiriannya, jadi tidak berhasil dia. Tapi paling tidak kami sudah tahu siapa dia".  Saat didesak siapa identitas asli A, Ramadhan Pohan tidak mau menyebutkan. "Saya tidak bisa sebutkan, tapi dia tokoh lama dalam dunia perpolitikan. Tapi baru kali ini dia berbuat seperti ini, dia tidak pernah menjelekkan SBY atau PD, tapi ternyata di belakang dia seperti itu,"

Isyu Mr A ini kemudian menyulut tanggapan yang juga tidak kalah ramainya  dibandingkan dengan isyu tentang tangapan SMS.  Namun hamper semua tanggapan tersebut  bernada menyayangkan bahwa Wasekjen PD tersebut hanya ingin mengalihkan  dan sekaligus mencari kambing hitam atas persoalan yang muncul di dalam partainya.  Sebab dengan melontarkan Mr A dan tidak mau menjelaskannya, tentu akan banyak spekulasi menyangkut Mr. A tersebut.

Beberapa waktu lalu ada yang sedikit menghubungkan kemungkinan Mr A tersebut dengan Akbar Tanjung, tetapi dengan tegas yang bersangktutan telah menolaknya dan  malah meminta agar Ramadlan Pohan segera memunculkan inisial A tersebut, agar semuanya menjadi jelas.  Ada juga ang mengaitkannya dengan ketua umum Golkar Abu Razal Bakri, tetapi sekali lagi yang bersangkutan tampak tidak peduli dengan  intrik yang seperti itu.  Bahkan  yang disebut terakhir ini  enggan untuk menanggapi hal seperti itu karena dinilainya  sebagai tidak ada manfaatnya, dan dia bahkan menyuruh untuk bertanya langsung saja kepada yang melontarkan istilah Mr.A tersebut.

Memang Mr  itu bisa dialamatkan kepada siapa saja yang mempunyai nama depan A, dan kerena yang mempunyai nama depan A itu banyak, maka  kalau tidak segera dijelaskan, akan bisa membuat fitnah yang berkepanjangan.  Tokoh politik lama yang mempunyai inisial A itu cukup banyak, baik yang di partai Golkar maupun di partai lain, termasuk di partai Demokrta sendiri.  Tetapi karena hubungan yang selama ini kurang sreg antara PD dan Golkar meskipun dalam satu koalisi, maka banyak orang menduga bahwa Mr A tersebut berasal adari  parati Golkar.  Namun sekali lagi, kalau ini tidak segera dijelaskan,  justru akan menjadi bola liar dan fitnah yang akan semakin menjauhkan nharapan masyarakat untuk dapat disentuh dan dipikirkan keadaan mereka.

Persoalan Mr A tersebut sesunguhnya merupakan persoalan penting, karena Mr. A ini dinilai berusaha menghancurkan partai Demokrat.  Kalau hal ini memang benar seperti ungkapan wasekjen PD, tentu harus dimunculkan kepermukaan agar semua orang tahu dan partai Demokrat akan terangkat posisinya.  Namun kalau misteri Mr A tersebut tdak diungkap, tentu orang akan menganggap bahwa apa yang dilontarkan oleh Ramdlan Pohan tersebut hanyalah cara lama untuk menutupi kekurangan dan kesalahan yang ada.  Kalau hal tersebut benar maka  justru akan menurunkan citran partai Demokrat sendiri.

Kita semua termasuk masyarakat awam sangat menginginkan bahwa kondisi perpolitikan kita bisa baik dan santun, tidak lagi penuh dengan intrik dan saling menuduh yang tidak berujung.  Kita sudah jenuh dan bosan dengan berita tentang pertikaian politikus  yang berujung kepada persaingan yang tidak sehat dalam upaya memperebutkan kedudukan atau lainnya.  Kejenuhan tersebut sama  dengan kejenuhan masyarakat terhadap praktek korupsi yang masih saja subur dan merajalela di negeri ini.  Masyarakat sudah tidak sabar menginginkan bahwa mereka itu dipikirkan nasibnya, karena sesungguhnya para pejabat dan penentu kebijakan yang ada seharusnya tidk lagi memikirkan diri mereka, tetapi harus memikirkan masyarakat dan bangsa.

Munculnya  Mr A di tengah-tengah persoalan yang saat ini ramai dibicarakan publik, khusunya  menyangkut politisi partai Demokrat, menunjukkan bahwa perilaku politik sebagian politikus kita  masih sangat rendahan. Kepanikan masih selalu mendominasi mereka, dan akibat dari kepanikan tersebut, akhirnya memunculkan  spekulasi yang tidak jelas dan tidak berujung.  Sebab kalau memang Mr A yang dianggap mengobok-obok partai Demokrat dan bahkan akan menghancurkannya, tentu tidak cukup hanya dilontarkan saja tetapi harus ditangani dan bahkan dilaporkan ke kepolisian, sehingga akan dapat diproses secara hukum.  Apalagi  sebaga pantai pemerintah, PD tidak akan menemukan kesulitan berarti untuk mengungkap hal tersebut.

Namun karena yang melontarkan isyu Mr A tersebut tidak mau menjelaskannya, maka dapat disimpulkan bahwa Mr. A seperti yang dilontarkan wasekjen PD tersebut sesungguhnya hanya isapan jempol belaka, dan menurut saya hal tersebut justru akan merugikan partai Demokrat sendiri.

Kita sangat berharap kesantunan dan moral para elit kita dapat dimunculkan ke permukaan, sehingga suasana negeri kita ini akan dapat terasa sejuk dan damai, sebab hanya dengan kondisi seperti itulah kita bisa berharapbahwa  negeri ini akan dapat maju dan bekembang dengan baik dan penyakit masyarakat akan dapat disingkirkan jauh-jauh.  Semoga Tuhan memberikan hidayah kepada para elit politik kita  sehingga mereka dapat menyadari kekeliruan mereka dan segera bertobat untuk kemudian membangun negeri dan masyarakat Indonesia  tercinta ini dengan sungguh-sungguh. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.