CATATAN UNTUK KKN KITA

Kuliah kerja nyata yang beberapa waktu lalu dipertanyakan oleh beberapa perguruan tinggi,  saat ini sudah menjadi semacam kebutuhan bagi perguruan tinggi dalam upaya memberikan pengalaman nyata bagi para mahasiswanya untuk nantinya dapat hidup dan bergaul serta mengetahui berbagai peroalan yang ada di masyarakat.  Untuk itu KKN  bagi perguruan tinggi dianggap sebagai sesuatu yang memang mutlak dilaksanakan, sebelum mahasiswa mengakhiri kuliahnya di perguruan tinggi.  Meskipun harus diakui masih ada perguruan tinggi yang tidak menjadikan KKN sebagai sesuatu yang harus dilaksanakan oleh mahasiswanya.

          Bagi IAIN Walisongo Semarang, KKN memang sudah menjadi bagian dari kurikulum yang  harus dilaksanakan oleh seluruh mahasiswa S1 sebelum mereka menyelesaikan kuliahnya.  Ada beberapa alasan kenapa KKN harus  masuk dalam kurikulum, antara lain bahwa  bagaimanapun mahasiswa nantinya pasti akan hidup di masyarakat, bergaul dan menghadapi persoalan kemasyarakatn bersama mereka.  Nah, untuk memberikan bekal awal kepada mereka, tentunya sangat dibutuhkan penengenalan  dan skaligus praktek nyata di masyarakat, sehingga pada saatnya nanti setelah mereka menjadi alumni dan berada di tengah-tengah masyarakat, mereka akan tidak asing dan sekaligus dapat menjadi tokoh yang dapat menyelesaikan berbagai persoalan umat.

          Disamping itu, tentu dimaksudkan bahwa dengan KKN, IAIN Walisongo akan dapat memberikan kontribusi nyata di masyarakat tentang berbagai hal, seperti membantu mereka dalam hal-hal yang mungkin dilakukan oleh para mahasiswa, seperti membantu memberdayakan masyarakat melalui berbagai aktifitas dan program KKN, atau membantu memikirkan bagaimana memperbaiki berbagai sarana umum dan pendidikan yang dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan mereka, atau juga dalam upaya menyadarkan masyarakat tentang potensi mereka yang asih terpendam, atau lainnya.

          Sebagaimana diketahui bahwa dalam setiap pelaksanaan KKN yang dilakukan oleh para mahasiswa IAIN Walisongo Semarang di berbagai tempat, hamper dapat dipastikan  selalu ada karya nyata dari mereka dalam hal yang berkaitan dengan sarana dan kebutuhan umat dalam hal keagamaan, baik itu berupa sarana ibadah maupun sarana pendidikan dan bahkan sarana umum.  Karya nyata mereka itu terkadang hanya berupa rehap, tetapi tidak jarang justru berupa bangunan yang sama sekali baru yang diinisiatifi oleh para mahsiswa.

          Dalam pelaksanaan KKN kali ini, khususnya yang dilaksankan di kecamatan Mijen dan Gunungpati kota Semarang, para mahasiswa juga telah berhasil memberikan sumbangan yang cukup besar kepada masyarakat, baik berupa kegiatan yang dapat digolongkan sebagai fisik maupun  yang nonfisik.  Dan dalam kunjungan kerja rector bersama dengan pemerintah kota Semarang Sabtu kemarin, dapat dilihat berbagai aktifitas yang telah dilakukan oleh para mahasiswa di kedua kecamatan tersebut.

          Pada dasarnya seluruh kegiatan mahasiswa yang sedang berKKN telah melaksankan berbagai kegiatan yang dapat dikelompokkan kedalam  4 sektor, yakni sector agama fisik, sector agama non fisik, lintas sector agama fisik dan lintas sector agama non fisik.  Sebagai contoh dalam hal kegiatan sector agama fisik, mereka melaksankaan perbaikan sarana peribadatan dan juga pendidikan, untuk sector agama non fisik, mereka melakukan berbagai ceramah dan penyluhan agama terhadap  masyarakat, khutbah jumat dan lainnya.  Sementara itu untuk lintas sector agama fisik, mereka turut memperbaiki jalan, gapuro dan papanisasi berbagai sarana umum, dan untuk lintas sector agama non fisik, mereka juga memberikan ceramah tentang kebersihan, PKK, kesehatan dan lainnya.

          Sebagaimana yang dilaporkan oleh dosen pembimbing lapangan dalam acara kunjungan kerja rector kemarin,tampak jelas bahwa  para mahasiswa telah berupaya dengan sungguh sungguh  untukmemberdayakan masyarakat melalui penguatan kelembagaan Islam khususnya dan berbagai aspek lainnya.  Pada  kesempatan tersebut juga diresmikan sebuah Raudlotul Athfal muslimat 56 yang diinisiatifi oleh para mahasiswa KKN dengan juga memberikan dana stimulan untuk melengkapi beberapa sarana yang dibutuhkan seperti berbagai alat peraga, mainan, kursi, almari dan lainnya.

          Jadi dengan melihat berbagai hasil yang selalu dicapai oleh para mahasiswa KKN IAIN Walisongo dari waktu ke waktu, kiranya semakin mantap, bahwa KKN memang harus tetap dilaksanakan, dengan tetap menjaga empat kemanfaatn yang dapat ditaih, yakni manfaat bagi lembaga, manfaat bagi mahasiswa, manfaat bagi masyarakat, dan manfaat bagi pemerintah.  Dengan demikian kiranya kedepan harus terus ditingkatkan kerjasama  antara  perguruan tinggi, dalam hal ini IAIN Walisongo Semarang dengan berbagai pemenrintah kota dan kabupaten dalam upaya memberdayakan masyarakat melalui kegiaan KKN atau kegiatan lainnya.

          Sementara itu pelaksanaan KKN itu sendiri saat ini sudah difokuskan kepada satu tema tertentu dengan harapan akan lebih memberikan manfaat dan kontribusi yang lebih dibandingkan dengan KKN konvensional, meskipun dengan KKN tematik tersebut arahnya menjadi semakin sempait, tetapi menjadi lebih focus dan dapat memberikan  penekanan terhadap satu program yang ditentukan, sehingga hasilnya diharapkan lebih maksimal.  Nah, untuk KKN saat ini  diberikan tema pemberdayaan masyarakat melalui penguatan lembaga-lembaga Islam.

          Dengan tema pemberdayaan seperti yang saat ini dicanangkan, tentu kita sangat berharap bahwa para mahasiswa akan dapat memberikan sumbangan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam hal bagaimana mereka termotivasi untuk mengembangkan dirinya sehingga akan bisa memanfaatkan setiap kesempatan untuk memberikan keuntungan yang besar bagi masyarakatnya.  Disamping itu sumbangan yang diharapkan akan dapat diberikan mahasiswa ialah dengan upaya bagaimana masyarakat dapat menyadari potensi yang ada di dalam masyarakat itu sendiri yang selama ini mungkin belum tersentuh. Sumbangan motivasi dan penggalian potensi diri tersebut sangat  penting dibandingkan hanya sekedar sumbangan materi yang diberikan.

          Sehingga KKN kali ini akan diangap berhasil dan sukses, manakala para mahasiswa dapat memberikan kesadaran diri para anggota masyarakat tentang potensi yang mereka miliki, untuk kemudian dapat dikembangkan lebih jauh sehingga akan membawa kemanfaatan yang lebih luas bagi diri, keluarga, dan masyarakatnya. Jadikeberhasilan KKN bukan lagi diukur dari seberapa banyak sumbangan materi dan bangunan yang telah dihasilkan, sebagaimana penilaian pada waktu yang lalu.  Sebab dengan banyaknya bangunan, tetapi setelah para mahasiswa pulang ke kampus, ternyata bangunan tersebut dibarkan begitu saja, alias mangkrak, maka itu sama sekali tidakmemberikan manfaat bagi masyarakat.

          Sumbangan motivasi dan memberikan kesadaran akan kemampuan masyarakat untuk membangun diri mereka, justru jauh lebih besar artinya, karena mereka setelah ditinggalkan oleh para mahasiswa, ternyata semakin dapat mengembangkan potensi diri mereka dalam upaya membangun masyarakat dan desa mereka.  Kesadaran untuk membangun, untuk maju dan bersaing secara  positif dengan kampung atau desa lain, akan semakin menambah motivasi merka dalam mengembangkan diri mereka dan kepercayaan yang tinggi akan kemampuan yang merka miliki.

          Itulah ukuran keberhasilan yang saat ini kita nilai dan harapkan.  Untuk tujuan tersebut memang harus ada persiapan yang matang dengan memberikan pembekalan kepada para mahasiswa yang dianggap cukup, sehingga  ada kesamaan visi , misi, dan progran yang diusung untk disukseskan bersama di masyarakat.

          Barangkali untuk beberapa tahun kedepan tema ini juga masih sangat relevan manakala dihubungkan dengan programpemerintah terutama melalui POSDAYA yang saat ini lagi giat-giatnya melakukan sosialisasi dan penerapan  program pemberdayaan masyarakat, terutama  pada kaum perempuan dan pemuda dalam berbagai bidang; ekonimo, kesehatan, keluarga berencana dan lainnya.  Tentu program-program seperti itu akan selaras dengan program pemberdayaan masyarakat yang diusung  dalam melaksanakan kuliah kerja nyata tersebut.

          Kita  memang menyadari bahwa masih banyak permintaan dari beberapa pemerintah kabupaten /kota yang menginginkan KKN dengan tema tertentu sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing, walaupun kita masih menganggap bahwa tema pemberdayaan masih sangat relevan bagi masyarakat kita di manapun mereka berada.  Tetapi memang  pada saatnya nanti kita juga akan menyahuti permintaan pemerintah daerah  dengan ema tertentu tersebut.

          Sebagai catatan akhir, kiranya kita juga harus tetap mengevaluasi pelaksanaan KKN yang saat ini hamper berakhir, karena bagaimanapun juga di sana tentu ada beberapa kekurangan yang pada saatnya nantiperlu diperbaiki dan ditingkatkan.  Minimnya waktu pelaksanaan, cueknya sebagian masyarakat terhadap pembangunan desanya, keengganan sebagian masyarakat untuk mengikuti berbagai pertemuan, sehingga informasi penting yang seharusnya sampai kepada mereka akhirnya tidak sampai., dan hal-hal lain yang dapat dikategorikan sebagai hal yang perlu mendapatkan perhatian ke depan.

          Pada akhirnya kita hanya dapat berharap bahwa KKN yang dilaksankan pada saat ini, dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam upaya membangun daerah dan masyarakat secara keseluruhan.  Dan para mahasiswa sendiri juga dapat mengambil manfaat yang besar untuk dijadikan pengalaman, sehingga pada saatnya nanti ketika mereka sudah benar-benar terjun di masyarakat, akan menjadi bekal pengalaman  yang sangat berharga.  Semoga.

         

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.