MAKNA PENTING DIKLAT PRAJAB

Sejak Sabtu Sore tanggal 14 Mei 2011 hingga pertengan Juni nanti, Balai diklat Semarang menyelenggarakan diklat prajab golongan III angkatan 1-9 tahun 2011, yang diikuti oleh sejumlah 360 calon pegawai negeri sipil di lingkungan kementerian agama se Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.  Diklat pra jabatan itu sendiri memang merupakan kewajiban yang harus ditempuh oleh seluruh calon pegawai negeri sipil, sebelum mereka diangkat menjadi PNS.

          Untuk itu menurut saya  diklat seperti harus dimanfaatkan untukmemberikan berbagai informasti penting seputra tugas dan fungsi PNS, khususnya di lingkungan kementerian agama, serta visi misi kementerian yang harus diwujudkan bersama.  Beberapa hal lainnya, seperti sikap prilaku, moralitas, integritas, kedisiplinan, dan lain-lian hal penting lainnya,juga sangat perlu disampaikan dalam diklat prajab tersebut.  Tujuannya sangat jelas ialah dalam upaya memberikan belak kepada seluruh CPNS untuk  nantinya dapat memperkuat jajaran birikrasi kementerian agama, dan sekaligus dapat ikut membawa citra kementerian  menjadi kementerina yang bersih, bebas dari korupsi dan menjadi teladan diantara kementerian lainnya.

          Mentalitas  kebanyakan PNS yang dianggap sebagai kelompok pekerja yang malas dan tidak kreatif sebagiamana yang saat ini banyak disorot masyarakat, harus dapat kita hilangkan.  Sebagaimana diketahui bahwa masyarakat saat ini sudah terkadung memberikan cap bagi PNS sebagai orang yang malas dan hanya mau menerima gaji saja.  Hal tersebut memang tidak sepenuhnya salah, karena memang  sangat banyak PNS yang tidak disiplin, malas, tidak kreatif, dan bahkan pelayanan  kepada masyarakat yang seharusnya menjadi  kewajibannya, sering tidak dilakukan dengan baik.

          Bukti ketidak-disiplinan  sebagian PNS tersebut, sampai saat ini masih dapat diketahui dari jam masuk dan selesai kerja yang seringkali dilanggar. Bahkan masih ada juga pada jam kerja beberapa PNS yang keluyuran ke mall atau tempat lainnya yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.  Sementara iu kemalasan yang disorot oleh masyarakat juga dapat disaksikan dalam kinerja sebagian dari PNS yang setelah sampai di tempat kerja, hanya ngobrol, atau sekedar baca koran, dan bahkan sering  ada yang hanya main game saja, padahal mereka digaji oleh pemerintah dengan uang rakyat.

          Pelayanan kepada masyarakat yang seharusnya menjadi pekrjaan pokok mereka , ternyata justru malah kurang mendapatkan perhatian, dan bahkan ada sebagian yang justru masih meminta imbalan dari masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang cepat, dan beberapa perilaku negative lainnya yang menempel pada sosok PNS, meskipun yang melakukan hanya sebagian saja.  Untuk itu persoalan ini harus mendapatkan prioritas pertama dalam diklat prajab ini. Bahkan kalau perlu ada semacam kontrak atau perjanjian bahwa seluruh CPNS yang mengikutu prajab tersebut harus membuat pernyataan  untuk melaksanakan kerja dengan sungguh-sungguh dan menjauhkan diri dari sifat-sifat negative sebagaimana tersebut.

          Apalagi  saat ini kita sedang berusaha meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat.  Artinya ketrampilan dan kesungguhan serta keikhlasan hars terus tertanam dalam diri setiap PNS.  Masing-masing dari PNS harus dapat menghayati dan menigkatkan kemampuan dan ketrampilan yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan job yang telah diberikan.  Kita tidak berharap ada PNS yang tidak dapat melaksanakan tugas, disebabkan tidak mempunyai kecakapan dan ketrampilan sesuai dengan yang dikehendaki.  Tetapi kalau misalnya masih ada yang demikian, kita harus memberikan dorongan kepada mereka untuk segera melakukan upaya nyata dalam mengejar ketertinggalannya tersebut, baik melalui kursus ataupun melalui studi lanjut dalam  bidang yang seharusnya menjadi bidangnya.

          Jadi seluruh CPNS yang saat ini sedang mengikuti diklat prajab, harus diberikan informasi yang jelas mengenai cara kerja dan tujuan kementerian secara umum, termasuk visi dan misi kementerian.  Artinya kita harus menjadikan mereka sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari usaha kita menjadikan keenterian agama ini sebeai kementerian yang bersih dan berwibawa di mata masyarakat, dengan pemberian pelayanan yang prima serta  menjadi teladan bagi seluruh kementerian.

          Target yang saat ini ingin diwujudkan ialah  mendapatkan penilaian laporan keuangan dari BPK dengan predikat WTR atau wajar tanpa pengecualian.  Tetapi target tersebut sesungguhnya bukan menjadi tujuan akhir, melinkan hanya target  atau sasaran  antara yang pada saatnya nanti penilaian ETP tersebut akan menjadi kebiasaan yang memang sudah menjadi semestinya, karena keseluruhan  PNS di kementerian gama dari pusat hingga satker yang paling kecil dan berada di daerah yang sangat jauh dari keramaian, melaksanakan kerja dengan baik dan selalu berada dalam koridor ketentuan peraturan perundangan yang ada.

          Pendeknya, melalui diklat prajab ini, kita harus dapat memnanamkan sikap yang kuat dan komitmen yang jelas kepada seluruh CPNS untuk dapat menjadi pionir dan pendekar dalam mewujudkan cita-cita luhur kementerian agama.  Karena itu beberapa hal, termasuk memberikan ketrampilan, penanaman sikap dan moral, pengenalan terhadap keseluruhan cita-cita kementerian, dan kemungkinan untuk memberikan sanksi bilamana ada kesalahan yang dilakukan oleh mereka, dan lain-lain hal penting lainya, harus di berikan dan menjadi kurikulum pokok yang mesti dipahami oleh seluruh peserta.

          Semua itu bukan untuk apa-apa, tetapi semata-mata hanya untuk memperbaiki kinerja lembaga dan memperbaiki citra kementerian di mata masyarakat.  Tentu kita juga harus memberikan keteladanan dalam sikap, moral dan tindakan tegas.  Artinya kalau ada diantara PNS dilingkunan kita yang melakukan kesalahan dan indisipliner, maka kita tidak segan-segan memberikan peringatan atau bahkan hukuman sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan.  Ini semua juga dalam upaya memperbaiki kinerja mereka dan sekaligus membuat efek jera, baik bagi PNS yang melakukannya maupun bagi PNS lainnya.

          Kalau kita menginginkan menjaga dan memperbaiki citra lembaga yang kita cintai, maka pada saat  diklat prajab inilah waktu yang sangat tepat untuk memberikan dan sekaligus memulai rintisan untuk merealisasikan keinginan tersebut. Sebab kita menyadari bahwa  merekalah para CPNS yang nantinya akan memberikan warna di lingkungan kita.  Apakah nantinya lingkungan kerja kita akan menjadi kondusif ataukah sebaliknya akan menjadi amburadul, semuanya akan ditentukan pada saat-saat seperti ini.  Kalau toh PNS dilingkungan kita ada sebagian yang kurang disiplin, tentu kita ahrus berupaya mendisiplinkan mereka dengan cara yang baik.  Artinya dapat dengan cara halus, melalui teguran biasa misalnya, sampaikepada pemberian sanksi.  Sementara tambahan PNS baru harus dikondisikan sedemikian rupa, sehingga akan ikut memberikan kekuatan dalam upaya memperbaiki kineja dalam memberikan peyanan kepada publik.

          Apalagi kita tahu bahwa peserta diklat prajab ini adalah untuk CPNS golongan III, dimana seluh pesertanya berarti minimal lulusan S1, sehingga mereka itu diproyeksikan pada saatnya akan menjadi pimpinan dalam unit kerja masing-masing.  Demkian juga posisi mereka juga berbeda, mungkin ada yang menjadi tenaga edukatif di perguruan tinggi, mungkin juga ada tenaga It yang diproyeksikan akan memperkuat IT di masing-masing unit, ada juga yang tanaga laboran, pustakawan, ada yang diproyeksikan sebagai tenaga akuntan atau administrasi, dan lainnya.  Nah untuk itulah sekali lagi sangat perlu diberikan berbagai informasi seputar wilayah pekerjaan yang nantinya akan menjadi tanggungjawab mereka.

          Kita juga harus wanti-wanti kepada mereka agar mereka fokus dalam menjalankan pekerjaan, dan tidak terpengaruh oleh berbagai hal yang justru akan mengendorkan semangat dan keikhlasan mereka.  Caranya tentu sangat bervariatif sesuai dengan kondisi dan keberadaan mereka nantinya.  Namun yang jelas cara tersebut akan dapat memberikan keyakinan kepada mereka bahwa beristiqomah dalam menjalankan kewajiban tersebut akan membuatnya semakin  baik dan berprestasi.

          Sementara itu pada sisi lain, kita ini berada dalam keluarga besar kementerian agama, sebuah kementerian yang oleh masyarakat dianggap sebagai kementerian putih, sehingga kalau ada sedikit saja noda  tertetes di sana, tentu akan sangat tampak. Bahkan terkadang juga terjadi kesalahpahaman dalam hal pemberian cap negatif tersebut.  Artinya sesungguhnya tidak ada penyimpangan dalam kinerja PNS dikementerian, namun dihembuskan seolah-olah ada kecurangan di dalmnya, sehingga meskipun pada saatnya tidak terbkti ada kecurangan sebagimana yang diisukan, tetapi nama kementerian terlanjur diberitakan secara tidak baik.

          Untuk menghadapi kemungkinan terjadinya pemberitaan yang kurang baik tersebut, kita memang harus super waspada terhadap apapun yang kita hadapi.  Tetapi yang terpenting ialah kita harus berjalan sesuai dengan rel peraturan perundangan yang ada sehingga  kita akan  selamat dari kemungkinan buruk yang akan menimpa kita.

          Semoga keingina kita yang baik dalam menalankan tugas sebagai abdi negara di lingkungan kementerian agama  akan dapat terwujud dan sekaligus mendapatkan kekuatan baru dengan hadirnya para PNS baru yang saat ini sedang digembleng untuk turut mempercepat terwujudnya keinginan kementerian yang dituangkan melalui visi dan misi dan program yang telah dirumuskan.  Kita sangat percaya bahwa dengan diklat yang saat ini sedang berlangsung, aan dapat dilahirkan PNS-PNS yang berkualitas, loyal, penuh dedikasi, serta ikhlas dalam menjalankan tugas.  Amin.

         

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.