RAPIMNAS KEMENTERIAN AGAMA




Sejak Kamis sore tanggal 12 Mei  sampai 14 Mei, kementerian agama mengadakan rapat pimpinan Kementerian agama RI tahun 2011 di hotel Merlynn Park  Jakarta.  Rapat pimpinan itu sendiri sesunggunhnya merupakan  wahana untuk mengevaluasi secara lebih dini terhadap  pelaksanaan program  dan anggaran tahun 2011.  Sebab menurut catatan secretariat jendral kementerian agama, sampai pada bulan april kemarin, penyerapan anggaran masih minim, yakni sekitar 13,55 % dari target  sekitar 21, 25 %.  Untuk itu dalam rapim kali ini juga ditekankan betapa pentingnya perhatian kita semua untuk melakukan  percepatan penyerapan anggaran tersebut.

Disamping itu juga dibahas tentang berbagai kendala yang muncul dan  upaya mencari solusi menghadapi kendala dan hambatan tersebut  serta bagaimana tindak lanjut yang seharusnya dilakukan. Seluruh satker diharapkan  dapat mengenali hambatan dan kendala yang ada dan berusaha mencari solusinya, dan kalau tidak sanggup dan tidak dapat menghadapi serta mencarikan solusinya sendiri, sangat diharapkan dapat melaporkan kepada sekretaris jendral untuk dilakukan langkah-langkah yang diperlukan guna mencarikan solusi atas kendala dan maslah tersebut, sehingga tidak akan berlarut.

Selain itu dalam rapim tersebut juga dilakukan upaya pengendalian dan pemantapan program tahun 2011 yang sedang berjalan.  Tujuannya sangat jelas bahwa dengan dilakukannya upaya pengendalian dan pemantapan program, akan dapat  dipantau sejauh mana program-program yang telah direncanakan, akan dapat direalisasikan sekaligus dapat meraih target yang dicanangkan.

Upaya yang dilakukan melalui pengendalian tersebut ialah  dirumuskannya kembali arah kebijakan dan strategi pelaksanaan program, sehingga akan lebih memudahkan  untuk dilakuan upaya upaya yang diperlukan guna  mensukseskan program.  Disamping itu juga dirumuskan mekanisme pemantauan pelaksanaan program dan kegiatan, sehingga dengan  begitu akan mudah untuk melalukan pemantauan dan sekaligus evaluasinya.  Dan yang tidak kalah pentingnya ialah  rencana monitoring  dan pelaporan pelaksanaan program.  Dengan monitoring yang terencana dan dilakukan sedemikian rupa, akan menjadi pemicu pelksanaan program  sesuai yang direncanakan.

Jadi dengan rapim kali ini diharapkan bahwa semua satker akan dapat melaksanakan program dan anggaran sesuai yang ditargetkan oleh kementerian, yakni secara bertahap dapat dipantau dan kalau ada persoalan akan dapat sedini mungkin dapat diketahui dan sekaligus dicarikan solusi penyelesaiannya.  Dan untuk memudahkan pemantauan dan evaluasi tersebut disepakatilah  cara pelporan dan sekalgus evaluasi tri wulanan, yakni pada 5 Mei 2011, kemudian periode keduanya 5 Juli 2011, periode ketiga 5 Oktober 2011, serta periode keempat pada 5 Januari 2012.

Diharapkan bahwa seluruh satker  konsisiten  dengan kesepakatan tersebut dan jujur dalam meksanakannya, sebab secara acak secretariat jendral akan mengadakan pengecekan secara langsung ke beberapa satker, dengan tujuan  untuk mencocokkan lapran dengan kenyataan di lapangan.  Memang bukan berarti secretariat jendral kementerian agama tidak percaya dengan satker yang ada dalam lingkungannya, tetapi semata-mata  hanya untuk memebrikan  keyakinan  terhadap seluruh laporan yang  menjadi bahan utma dalam melaksanakan evaluasi dan laporan kementerian agama.

Mengingat pentingnya perencanaan, maka dalam rapim kali ini juga dibahas tentang  bagaimana penyusunan program dan anggaran tahun 2012.  Yang jelas  dalam program yang disusun harus memperhatikan prioritas nasional pada RPJM tahun 2010-2014, peningkatan dan perluasan program pro rakyat, ssaran khusus bidang agama dan pendidikan, RAPBN tahun 2012, dan bebrapa hal lain yang dianggap penting dalam upaya penyusunan program 2012.  Tentu ada beberapa hal yang memang  harus diperhatikan oleh seluruh satker di lingkunagn kementerian agama dalam rangka penyusunan  program, agar pada saatnya nanti  akan dapat dilakukan dan diwujudkan dengan baik, serta tampak manfaatnya bagi bangsa  dan Negara.

Seluruh program yang disusun tentunya juga harus tetap dalam upaya mewujudkan visi dan misi kementerian agama itu sendiri. Barangkali akan lebih jelas kalau dalam kesempatan kali ini saya  sebutkan kmbali visi misi dan program prioritas kementerian agama tersebut. Sebagaimana yang semua orang tahu bahwa visi kementerian agama ialah “ terwujudnya masyarakat Indonesia taat beragama, rukun, cerdas, mandiri, dan sejahtera lahir batin”.  Nah dari vis tersebut kemudian dirumuskan misi yang diemban, yakni: (1). Meningkatkan kualitas kehiidupan beragama, (2). Meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama, (3). Meningkatkan kualitas pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, (4) Meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji, dan (5). Mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Sungguh sangat luar biasa visi dan misi yang dicanangkan oleh kementerian agama ini, dan kalau seluruh satker dan bahkan seluruh pegawai kementerian agama ini memahami dan meresapi, serta  ada komitmen untuk mewujudkannya, saya sangat yakin bahwa bangsa ini tentu akan semakin baik dan berkualitas.  Lebih-lebih kalau kemudian kita melihat  fokusprogram kementerian agama saat ini, yakni: (a). Peningkatan kualitas kehidupan beragama, (b). Penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa, (c). Peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas, mengejar ketertinggalan, dan pemberdayaan tenaga pendidik dan kependidikan, (d). Revitalisasi penyelenggaraan ibadah haji, dan (e).  Penanganan kerukunan umat beragama.

Disamping persoalan evaluasi dan upaya penyusunan program dan anggaran tahun 2012, rapim kali ini juga menyahuti berbagai isu terkini yang memerlukan perhatian semua pihak terutama para pimpinan  satker di lingkungan kementerian agama.  Isu tentang merebaknya aliran radikalisme, terorisme, pencucian otak untuk direkrut menjadi jamaah atau kelompok tertentu, kedok agama untuk tujuan yang melawan hokum dan lain sebagainya. Untuk tujuan itulah  dalam kesempatan tersebut dihadirkan beberapa nara sumber yang dianggap kompeten dalam menyahuti persoalan tersebut.

Diantara narasumber yang diundang untuk memberikan pencerahan kepada para piminan dilingkungan kementerian agama tersebut ialah  Badan Intelejen Nasional, badan Penanggulangan Terorisme, Komisi Pemberantasan Korupsi, Posdaya, dan lainnya.  Dan benar dari para nara sumber tersebut kita  mendapatkan berbagai informasi mutakhir yang didasarkan atas data-data valid, teruatama tentang berbagai isu mutakhir yang saat ini masih hanyat dibicarakan oleh masyarakat, seperti tentang gerakan radikalisme, terorisme dan semacamnya.

Menurut saya informasi tersebut sangat berharga dalam upaya kita mendeteksi secara dini  munculnya gerakangerakan yang  mengarah kepada radikalisme, terorisme dan semacamnya tersebut,  karena dengan mengetahuinya secara dini, kita akan dapat mengupayakan penyelesaiannya ecara lebih baik.  Berbagai solusi tentunya dapat dilakukan, manakala gerakan yang mengarah kepada hal-hal yang membahayakan tersebut belum terlalu kuat dan mengakar, serta belum mendapatkan  simpati dari banyak orang.  Tetapi lebih dari itu yang justru lebih penting ialah bahwa dengan mengetahui informasi tentang berbagai hal di seputar radikalisme, terorisme dan semacamnya tersebut, kita akan melalukan  aktifitas preventif dalam upaya mencegah munculnya gerakan tersebut.

Artinya  kita dapat melalkukan upaya-upaya yang dapat menutup rapat kemungkinan munculnya gerakan tersebut di lingkungan kita, karena kita sekarang telah mendapat informasi tentang gerakan tersebut sekaligus motivasi dan tujuannya.  Nah, dengan melakukan aktivitas yang memungkinkan gerakan tersebut tidak ada ruang  untuk muncul, sesungguhnya kita telah berjasa menyelamatkan bangsa kita dari kemungkinan buruk dirusak oleh kelompok dan gerakan yang sangat merugikan tersebut.

Kiranya itulah beberapa hal yang  memang mutlak dilakukan oleh para pimpinan di lingkungan kementerian agama, yakni dapat melakukan evaluasi kegiatan dengan baik, sehingga berbagai persoalan dan temuan pada tahun yang lalu akan  dijadikan  bahan untuk tidak mengulanginya lagi serta peningkatan berbagai hal sesuai dengan  kapasitas kita masing-masing.  Disamping itu kegiatan menyusun rencana tahun depan yang lebih baik, lebih mengena sasaran, lebih memberikan manfaat, dan tentu lebih efisien, akan dapat dilakukan, sehingga kedepan keinginan kementerian agama ini untuk mendapatkan penilaian wajar tanpa pengecualian dari BPK akan dapat kita raih.

Selain itu sebagai pimpinan ditingkat sartker di daerah, para pimpinan tersebut juga akan mampu menanggulangi segala kemungkina yang akan muncul, termasuk persoalan social kemasyarakatan yang saat ini muncul dan ramai dibicarakan masyarakat, dan bahkan dapat melakukan upaya-upaya preventif untuk mencegah kemungkinan munculnya masalah tersebut.

Pada akhirnya dengan rapim tersebut kita berharap bahwa kementerian agama ini  nantinya akan menjadi  kementerian yang kuat dan dapat memerankan dirinya sesuai dengan visi misi dan tujuan yang telah ditetapkan.  Dan kami semua sangat yakin bahwa dengan komitmen yang  begitu kuat dari seluruh jajaran pimpinan  dari pusat hingga daerah untuk melakukan perbaikan-perbaikan tersebut, cita-cita kementerian agama  sebagaimana dicanangkan dalam program pokok dan focus, akan dapat dicapai.  Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.