NIKMATNYA KEBERSAMAAN

Barangkali ada sebagian orang yang menjadi lebih nikmat manakala sedang sendirian, menyepi, merenungkan  segala hal yang ada di sekitarnya.  Tetapi kebanyakan manusia justru akan merasa nikmat apabila dapat bersama-sama dengan kawan dan keluarganya.  Bagi orang yang suka menyendiri, berkhalwat, dan semedi, mungkin tidak akan dapat menikmati kehidupan secara sempurna.  Hal itu disebabkan perenungannya yang sedemikian dalam terhadap kehidupan dan alam sekitar, sehingga hamper-hampir melupakan diri dan keluarganya.  Orang yang demikian memang  berkeinginan menjauh dari hal-hal kesenangan dan kenikmatan.

          Untuk itu jenis manusia seperti ini tidak akan saya  masukkan ke dalam golongan manusia normal yang akan menjadi pemicaraan  dalam tulisan ini.  Pada umumnya, manusia selalu ingin berkumpul bersama dengan  kawan ataupun keluarganya, karena dengan bertemu dengan mereka, orang tersebut akan dapat mengungkapkan segala perasaan dan berbagi kesenangan maupun kesedihan. Jenis manusia seperti ini, tidak akan dapat hidup sendirian.  Ia selalu berkeinginan untuk berkumpul dengan sesamanya, dan kalau kebetulan tidak dapat berkumpul dengan mereka, biasanya ia merasa tersiksa dan menderita.

          Kebanyakan manusia mempunyai kecenderungan seperti itu, dan karena itu, mereka selalu berusaha mengembangkan relasinya untuk mendapatkan kawan yang akan dapat membuatnya merasa puas dan senang.  Dibandingkan dengan jenis manusia yang ingin menyendiri manusia yang ingin berkumpul dapat dikatakan lebih normal, karena memang  manusia sebagai makhluk social tentu cenderung untuk berkumpul dengan manusia lainnya.  Karena disamping  mereka saling membutuhkan  antara satu dengan lainnya, juga  dengan berkumpul, mereka akan dapat melakukan kompetisi dalam berbagai hal.

          Pada dasarnya manusia memang tidak bisa hidup sendiri, ia harus membutuhkan bantuan orang lain, bahkan semenjak kecil hingga  tua dan meninggal.  Bagaimana mungkin seseorang dapat hidup sendiri tanpa membutuhkan banuan orang lain?.  Untuk makan saja ia harus membutuhkan banyak sekali bantuan pihak lain, seperti petani yang menghasilkan beras,pengrajin yang menghasilkan periuk untuk memasak, tukang kompor, dan lainnya.  Demikian juga untuk berpakaian ia  juga membutuhkan bantuan pihak lain, bahkan untuk sekedar tidupun sesungguhnya ia tergantung  dengan bantuan pihak lain.

          Betapa pentingnya berhubungan dengan pihak lain, mengharuskan setiap orang seharusnya memelihara hubungan dan bahkan terus memupuknya dengan silaturrahmi dalam bentuknya yang sangat luas. Dan bilamana ada orang yang  dengan sengaja maupun tidak mengarah kepada pemutusan hbungan tersebut, maka sudah dapat dipastikan bahwa dia akan mengalami kerugian yang sangat besar, bahkan pada saatnya, akan menyesali perbuatannya tersebut.

          Kata kunci untuk memelihara hubungan tersebut  ialah silaturrahmi.  Ati dari silaturrahmi itu sendiri sesungguhnya menyambung persudaraan atau menyambung  hubungan kekerabatan.  Namun  makna besarnya dapat dipahami lebih luas lagi, yakni usaha untuk memelihara dan atau mengusahakan terciptanya hubungan yang  harmonis diatara pihak dalam upaya untuk saling membantu dan membutuhkan  atau sekedar memelihara persudaraan.  Sebab dengan memelihara dan mengusahakan terwujudnya  hubungan yang saling  memerikan manfaat bagi para pihak, akan dapat diwujudkan beberapa keuntungan yang tidak ternilai, baik dalam waktu dekat maupun dalam waktu yang tidak dapat diprediksi.

          Dengan silaturrahmi sepeerti itu, seseorang akan dapat menyerap keuntungan yang sangat banyak, disamping keuntungan secara rohani dan motivatif, seperti yang di sampaikan sendiri oleh Nabi Muhammad SAW.  Sebagaimana diketahui oleh khalayak bahwa  Nabi pernah mengatakan bahwa silaturrahmi akan dapat memperpanjang usia seseorang dan sekaligus dapat memperluas rizkinya.  Pertanyaannya kemudian ialah apakah benar bahwa silaturrahmi akan dapat memperpanjang usia seseorang?.  Jawabannya banrangkali dapat dikatakan ya, tetapi juga dapat diuraikan  yang akirnya juga menjadi ya.

          Jikalau seseorang bersilaturrahmi bertemu dengan kawan dan atau sanak keluarga, maka sangat mungkin seseorang tersebut akan merasa bahagia dan dapat elupakan sebagian persoalan yang melilit dirinya.  Kondisi bahagia tersebutlah yang kemudian memberikan semangat dan dorongan hidup lebih besar dan dapat menjadi salah satu penyebab menghilangnya hambatan dalam tubuh kita, sehingga kita menjadi semakin sehat serta dapat disimpulkan panjang umur.  Namun demikian kita juga harus tetap yakin bahwa umur itu tetap di tangan Tuhan, sementara kita hanya dapat berusaha dan berdoa.

          Lantas kalau silaturrahmi akan dapat memperluas rizki, apakah ada hubungannya secara langsung?.  Lagi-lagi jawabannya dapat berbeda penjelasan.  Artinya bahwa silaturrahmi itu sama dengan mengadakan hubungan antara beberapa pihak, baik antara seseorang dengan kerabat dan saudaranya, ataupun dengan beberapa pihak dan kemudian menjadi mitra, atau bahkan dengan siapa saja.  Dan jikalau seseorang mempunyai hubungan baik dengan beberapa pihak, maka sangat mungkin ia akan mendapatkan banyak informasi yang dapat dijadikan sebagai titk awal dalam memperbaiki kehidupannya.

          Kalau seseorang itu banyak menjalin silaturrahmi dengan semua pihak, maka sudah barang tentu ia akan mendapatkan banyak keuntungan yang memungkinkannya untuk mengembangkan usahanya di dunia ini.  Dengan keadaan yang demikian ia tidak akan kesulitan atau setidaknya ketika menddpatkan kesulitan, ia akan mendapatkan bantuan atau jalan keluar yang mudah dari setiap problem yang dihadapi.  Diantara sekian banyak hubungan yang dipelihara dengan beberapa pihak tersebut tentu ada yang dengan senang hati mau membantu kesulitan yang sedang ia hadapi, bau  mengenai persoalan ekonomi, sosial, maupun persoalan rumah ytangga misalnya.

          Itulah nikmatnya menjalin hubungan dengan pihak lain yang didasarkan atas  niat yang baik. Menjalin hubungan atau silaturahmi, berarti berkumpul atau bertemu dengan pihak lain.  Sedangkan berkumpul yang didasarkan atas keikhlasan, berarti  menujukkan kebersamaan, baik dalam menjalankan kewajiban sebagai hamba Tuhan maupun dalam memerankan diri sebagai makhluk sosialyang  memang harus saling membantu dan menolong diantara sesama.

          Sebaliknya kalau seseorang terbiasa berkumpul dan bersilaturrahmi dengan berbagai pihak, kemudian  pada suatu saat harus hidup sendirian, maka akan sangat terasa kebutuhan akan kebersamaan tersebut.  Apalagi kalau kesendiriannya tersebut menjadi cukup lama, disebabkan sebuah tugas atau kewajiban lainnya.  Dalam keadaan yang demikian  terkadang ia dapat stress dan bahkan kalau  badannya tidak kuat, akan dapat jatuh sakit, hanya persoalan tidak dapat mengadakan hubungan atau silaturrahmi tersebut.

          Dalam kasus kecil misalnya dapat disampaikan bahwa suatu saat seluruh keluarga, termasuk anak dan isteri sedang berlibur dan berkunjung ke tempat  neneknya, maka tingallah saya sendirian, disebabkan oleh tugas saya yang tidak memungkinkan mengikuti liburan tersebut. Pada saat sedang menjalankan tugas, tentu saya tidak merasa kesepian, karena  di sana banyak orang yang bekerja bersama dengan saya, namun ketika malam tiba dan saya hanya sendirian di rumah, maka ada sesuatu yang terasa kurang dan bahkan hilang, yakni kebersamaan bersama keluarga. Padahal kondisi tersebut tidak berlangsung lama.  Jadi saya dapat membayangkan bagaimana seandainya keluarga saya tersebut berlibur sampai berhari hari, saya bisa menjadi sangat kesepian.

          Memang terkadang seseorang  baru merasa ada kekurangan setelah mengalaminya sendiri.  Tetapi barangkali pengalaman saya tersebut dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua bahwa menjalin dan memupuk hubungan yang dasarkan atas keikhlasan dan saling  pengertian, tentu akan sangat membawa banyak manfaat bagi masing-masing pihak.  Kita juga sangat yakin bahwa  dengan banyak berhubungan dengan banyak pihak, seseorang akan  menjadi  mudah dalam menjalankan tugasnya sebagai hamba Tuhan dan juga sebagai manusia yang harus  bertanggung jawab kepada keluarga.

          Dengan banyak relasi, seseorang  akan merasa ringan dalam menjalani kehidupan dan akan dengan mudah mendapatkan solusi atas segala permasalahan yang muncul dalam dirinya.  Ia akan menjadi tenang dan menikmati hidup sedemikian rupa, sehingga akan terhindar dari berbagai masalah yang  sulit dipecahkan.  Untuk itu pelajaran ini tentu harus kita jadikan  teladan dalam kehidupan kita, yakni selalu mau berhubungan dan bersilaturrahmi dengan siapa saja atas dasar keikhlasan dan bukan atas  dasar niat yang kurang baik.

          Semoga Tuhan senantiasa memberikan kita kekuatan dan kesempatan untuk terus  menjalin hubungan dan silaturrahmi dengan kawan dan keluarga, sehingga kita akan mendapatkan ketenangan hidup dan kenikmatan  luar biasa  yang dapat kita rasakan. Semoga, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.