MENEGASKAN KONVERSI IAIN KE UIN

Hari ini, Selasa tanggal 26 April dipilih sebagai hari penegasan kembali tentang konversi IAIN Walisongo Semarang ke UIN, melalui sebuah seminar nasional dengan menghadirkan  nara sumber yang sangat kompeten dalam persoalan ini. Pidato kunci akan diberikan oleh menteri Agama RI, tetapi karena bersamaa dengan koordinasi dengan wapres, maka sambuatan Menteri akan di bacakan oleh Kepala Badan Litbang Kemenag, sekaligus  mewakili menteri.  Nara sumber kainnya ialah Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional Prof. Joko Santoso,  Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Imam Suprayogo, dan Dr. Abdul Muhayya.

          Saya katakan bahwa seminar ini merupakan bentuk penegasan kembali atas rencana konversi IAIN Walisongo Semarang ke UIN, karena seluruh elemen  masyarakat kampus telah sepakat dan siap untuk beralih dari IAIN ke UIN dengan segala konsekwensinya.  Proses untuk menuju ke sana juga telah dilakukan dengan intensif.  Sementara itu  dari sisi persipan  dan prasyarat yang dibutuhkan juga telah diupayakan sedemikian rupa, sehingga pada saatnya nanti, tidak ada lagi hal-hal yang menjadi kendala.

          Jadi kata penegasan kembali dimaksudkan bahwa saat inilah waktu yang sangat tepat untuk mengekspos tekad dan keinginan tersebut kepada publik dengan lebih formal.  Selama ini gaung konversi memang sudah seringkali kita dengar, beberapa surat kabar juga sudah memuatnya dengan berbagai argumentasi yang rasional, namun secara formal belum ada kegiatan yang menunjukkan bahwa kita ini memang sedang mengarah ke sana.  Nah, melalui seminar inilah kita tegaskan sekali lagi bahwa konversi ke UIN bukan hanya angina lalu, tetapi merupakan tekad yang dilaksanakan dengan serius dan saat ini sedang berjalan.

          Kita memang berharap bahwa dengan penegasan kembali tentang tekad bulat konversi IAIN Walisongo Semarang ke UIN ini akan diperkuat oleh pihak-pihak yang sangat berkompeten dalam proses konversi.  Menteri Agama RI, tentu sangat berharap bahwa perguruan tinggi yang ada dalam pembinaannya, terutama IAIN Walisongo Semarang akan dapat mengembangkan dirinya dan dapat berkompetisi secara sehat dengan pergurua tinggi lainnya, bahkan tidak saja di tingkat nasional, melainkan juga tingkat internasional.  Untuk dapat bersaing dengan berbagai perguruan tinggi lainnya, tentu dibutuhkan kebebasan dan keluasan jangkauan serta pembukaan dan pengembangan program studi yang memang dibutuhkan oleh masyarakat.  Dan semuanya tidak mungkin dilakukan selama IAIN Walisongo masih menjadi IAIN.  Untuk itu perubahan lembaga menjadi universitas menjadi mutlak dilakukan.

          Sementara itu kita juga sangat berharap ada banyak masukan dari prof. Joko tentang bagaimana mengelolan perguruan tinggi sehingga nantinya dapat sejajar dengan perguruan tinggi yang telah maju dan bahkan nantinya dapat bersaing dengan mereka.  Tentu di sana banyak kita yang harus dilaksanakan, mulai dari menejemen, sumber daya manusia pelaksana  pendidikan, saran dan prasarana penunjang dan berbagai hal lain yang sangat erat berkaitan dengan pengembangan perguruan tinggi.  Tentu disamping dukungan beliau dalam upaya kita melaksanakan konversi IAIN menjadi UIN itu sendiri.

          Sebagaimana  diketahui bahwa diantara salah satu syarat universitas ialah adanya 6 program studi eksakt, dan pada saat ini  kita telah mengajukan ijin pembukaan program studi ke Diknas, termasukprodi eksakt yang menjadi syarat konversi.  Tentu semua warga besar IAIN Walisongo Semarang sangat berharap bahwa ijin pembukaan program studi tersebut akan dapat keluar dengan segera, karena secara formal, seluruh persyaratan telah kita siapkan dan penuhi.  Nah, kehadiran prof. Joko ini tentunya  akan memberikan angin segar bagi  terkabulkannya ijin prodi yang kita ajukan tersebut.

          Sedangkan  dari nara sumber prof. Imam Suprayogo, kita sangat berharap dukungan yang maksimal, terutama pengalaman beliau dalam melaksanakan konversi dari STAIN menjadi UIN.  Kita tahu bahwa beliau sangat kaya pengalaman dan juga kiat-kiat dan jurs untuk mengegolkan setiap keinginan baik yang direncanakan.  Untuk itu sekali lagi kehadiran beliau sangat diharapkan akan mampu memberikan dorongan dan semangat kepada seluruh warga besar IAIN Walisongo Semarang untuk berjuang dan meloloskan serta mengegolkan proses konversi tersebut.

          Semenetara itu nara sumber dari dalam IAIN Walisongo Semarang  sendiri  disamping akan menegaskan kembali kenapa kita perlu berubah dan melakukan oonversi ke UIN, dengan argumentasi yang bersifat filosofis dan tentu argumentasi perluasan pelayanan kepada masyarakat, juga akan memberikan prediksi UIN kedepan   dalam jangka waktu tertentu.  Semua itu dalam upaya memberikan gambaran yang kongrit tentang masa depan yang kita inginkan bersama dalam wadah Universitas Islam.

          Kita semua tentu menginginkan bahwa perubahan IAIN ke UIN memungkinkan kita dapat memberikan palayanan yang lebih banyak dan luas kepada masyarakat.  Kalau selama ini kita hanya dapat memberikan playanan kepada masyarakat dalam program-program studi keagamaan, karena lembaga kita memang masih berupa institute yang dibina oleh kementerian agama, sehingga hanya memungkinkan mengembangkan program studi keagamaan.  Dan setelah ada mandate yang diperluas, kita memang dapat membuka program studi tadris atau pendidikan yang meliputi beberapa keilmuan yang bukan keagamaan, seperti pendidikan bahasa Inggris, pendidikan Matematikan, fisika, kimia, dan biologi.  Namun kita belum dan tidak bisa membuka dan mengembangkan beerapa program studi yang saat ini banyak diminati oleh masyarakat.

          Kenyataan di lapangan, masyarakat kita sesungguhnya menginginkan adanya pilihan program studi yang lebih bervariasi.  Ketikan kkita menjajaki keinginan para siswa di beberapa madrasah aliyah, baik negeri maupun swasta,  ternyata di sana banyak siswa yang lebih mendambakan bisa meneruskan kuliah di universitas daripada kuliha di perguruan tinggi agama semacam IAIN.  Sebab utamanya ialah bahwa di universitas akan lebih memungkinkan mereka untuk memilih program studi yang diinginkan dan "laku di pasar".

          Pengalaman beberapa perguruan tinggi yang telah berubah menjadi universitas Islam, menunjukkan bahwa UIN tersebut  akan lebih diminati oleh masyarakat, dengan pertimbangan bahwa UIN itu merupakan perguruan tinggi Islam, yang tentu masih memelihara dan mengajarkan keilmuan Islam, namun dalam waktu yang bersamaan, UIN juga menawarkan beberapa program studi yang dibutuhkan pasar.  Dengan begitu, para orang tua juga akan lebih mendukung anak-anak mereka untuk melanjutkan studinya di UIN ketimbang di universitas umum lainnya.

          Kenyataan tersebut sekaligus merupakan modal yang sangat berharga dalam mengembangkan UIN kedepan.  Tentu masih banyak hal yang dapat menentukan perkembangan UIN kita disamping modal minat dan antusias masyarakat  yang begitu besar.  Faktor sumber daya manusia, terutama dosen,  juga sangat menentukan berkembang serta maju tidaknya sebuah perguruan tinggi.  Untuk itu kedepan UIN harus memerankan dirinya untuk terus  berusaha mengembangkan SDM melalui berbagai program, seperti short cours, memberikan bea siswa untuk meneruskan studi, baik di dalam maupun di luar negeri, dan juga pelatihan-pelatihan lainnya.

          Tahun 2012 kita sudah merencanakan untuk mengembangkan SDM kita, terutama para doctor dan profesor melalui kursus singkat di beberapa negara untuk menambah pengalaman dan sekaligus melakukan penelitian, dengan target mereka dapat menghasilkan sebuah buku, atau setidaknya sebuah karya tulis ilmiah yang dipublikasikan melalui jurnal atau lainnya.  Demikian juga dengan tenaga administrasi juga telah kita rencanakan untuk kita kursuskan dalam bidang menejemen untuk mendukung pengelolaan UIN.

          Demikian juga pada tahun anggaran berikutnya, kita jga tetap akan terus berupaya untuk mengalokasikan dana pengembangan SDM, baik yang saat ini sduah ada maupun juga dalam upaya rekrutmen SDM dosen baru dalam berbagai disiplin ilmu yang langka.  Dengan begitu kita akan dapat memetik hasilnya dalam kurun waktu sekitar 3-4 tahun, sehingga dengan demikian pada saatnya nanti, UIN kita akan menjadi kuat dan keinginan untuk dapat bersaing dengan beberapa perguruan tinggi lainnya, dapat kita mulai dan wujudkan.

          Selain SDM, halpenting lainnya  yang dapat mendorong pengembangan UIN ialah sarana  prasarana yang memadahi, mulai dari perpustakaan,laboratorium dengan peralatan yang memadahi, ruang kelas dan perkantoran yang representative, dan sarana pengembangan lannya.  Untuk itulah mulai tahun 2012, dimana kita akan mendapatkan bantuan luar negeri melalui IDB, telah kita programkan untuk memenuhi  keinginan tersebut.  Artinya dengan rencana pembangunan fisik sebagai sarana untuk mengkaji dan mengembangkan keilmuan yang kita tekuni, tentu akan semakin mendorong untuk dapat melakukan berbagai inovasi dan kreasi dalam bdang keilmuan.

          Semua itu akan dapat terwujud manakala kita semua bersatu untuk bersama-sama berjuang memajukan dan mengembangkan UIN kita.  Kita semua harus bersama-sama menyingsingkan lengan baju untuk bekerja dan membangun serta mengembangkan lembaga kita. Jangan sampai ada diantara kita yang menjadi penonton dan bahkan menjadi pencela yang hanya akan mengganggu dan menghambat perkembangan lembaga kita.

          Untuk itu mari kita bersama berdoa kepada Tuhan agar kita dan seluruh keluarga besar IAIN Walisongo Semarang, yang nantinya akan menjadi UIN, diberikan  kesadaran yang penuh untuk mengabdikan diri kita kepada lembaga dimana saat ini kita menggantungkan hidup  dan maisyah kita di sana.  Insya Allah dengan niat yang tulus, kita akan mendapatkan dua keuntungan, yakni keuntungan di dunia dan keuntungan di akhirat.  Amin.

         

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.