PESTA SEKS ANAK BELASAN TAHUN

Belum lagi reda persoalan moralitas para oknum anggota dewan, kini ditiru oleh anak-anak belasan tahun.  Anak-anak usian 12 an tahun tersebut mengadakan pesta seks dengan sesame mereka di Palembang.  Sangat boleh jadi hal tersebut tidak hanya terjadi di Palembang, namun juga di beberapa kota besar lainnya di tanah air. Sungguh tragis nasib bangsa ini yang ahulu dikenal sebagai bangsa yang sopan, beradab, ramah, dan agamis, kini menjadi bangsa yang penuh dengan problem moral.  Tidak hanya anggota masyarakat biasa, tetapi sudah menjalar kepada anak-anak yang seharusnya polos dan bersih da juga para anggota parlemen yang seharusnya sangat terhormat, serta para pejabat yang seharusnya menjadi contoh teladan.

          Sebagai warga bangsa, tentu kita menangis melihat kenyataan seperti itu, tetapi menangis dan perihatin saja  tidaklah cukup dan tidak akan mengubah keadaan.  Untuk itu harus  ada gerakan nyata untuk berperang melawan moralitas bobrok seperti itu.  Kita harus memikirkan bersama bagaimana cara untuk mengatasi persoalan tersebut dan mengembalikan citra bangsa ini dimata dunia.  Tentu hal tersebut tidak mudah dan sekali jadi seperti membalikkan telapak tangan, tetapi harus terencana dan berproses dan melibatkan kesadaran semua pihak, terutama para tokoh.  Yang jelas, kita harus melakukannya, sebesar apapun hambatan yang akan menghadang kita.

          Seperti diketahui bahwa beberapa waktu lalu, kita dikejutkan dengan adanya pesta seks yang dilakukan oleh anak-anak belasan tahun di kota Palembang.  Mereka melakukannya dengan tanpa rasa malu dan canggung dan bahkan barangkali malah bangga.  Padahal biasanya  untuk melakukan hal tidak senonoh seperti itu, orang cenderung sembunyi dan perbuatannya sedapat mungkin tidak diketahui oleh orang ketiga.  Ini sungguh merupakan persoalan yang sangat gawat, yang harus segera mendapatkan perhatian dan pertolongan.  Para psikolog juga sudah berpendapat bahwa ada yang sakit di masyarakat kita, sehingga bisa terjadi kasus seperti itu, namun seberapa jauh  atau parahnya sakit yang ada di masyarakat kita, kita masih harus mencarinya, sehingga terapinya akan lebih mudah.

          Barangkali ada yang berpandangan bahwa semua itu akibat dari tidak adanya peminaan moral bagi mereka di sekolah, atau kalau toh ada mata pelajaran tentang itu, namun biasanya hanya diberikan secara teoritis,  sementara praktek di masyarakat, justru malah sebaliknya.  Dengan mudahnya mereka akan dapat menyaksikan berbagai perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai kegitan yang mengarah kepada pornografi dan porno aksi, baik yang disakasikan melalui internet, di televisi, maupun berita-berita di koran dan majalah.

          Kalau anggapan ini benar, maka persoalannya menjadi sangat kompleks, Karena menyangkut berbagai aspek yang sangat sulit untuk tangani secara serempak.  Tetapi ada juga yang memandang bahwa tidak adanya kepedulian pemerintah untuk memperhatikan persoalan ini.  Mereka selalu diributkan dengan persoalan politik merebut dan mempertahankan kekuasaan, dan lupa menangani persoalan masyarakat dan bangsa.  Mungkin harus ada perubahan yang menyeluruh tentang system pemerintahan kita, agar pemerintah yang sedang berkuasa dapat tenang dan tidak khawatir akan dihentikan di tengah jalan, sehingga mereka akan dapat fous membangun dan mensejahterakan masyarakat.

          Bagaimana mungkin pemerintah aan dapat memikirkan bangsa dan negaranya, kalau mereka terus diributkan oleh ulah para politisi yang sama sekali tidak mempunyai jiwa kenegarawanan, dan hanya memikirkan  dirinya sendiri.  Selalu saja mencari masalah untuk mendapatkan perhatian dan membangun opini, biar dianggap vocal dan dengan dalih membela masyarakat.  Seharusnya ada system yang memungkinkan jaminan sebuah pemerintahan itu sampai akhir masanya, yakni lima tahun, bukan seperti saat ini, dimana pemerintah hampir hampir tidak dapat focus dan konsentrasi untuk menjalankan program-program kesejahteraan rakyat dan pembangunan akhlak dan moral mereka.  Tetapi selalu disibukkan dengan mencari alasan dan argumentasi untuk menolak dan mempertahankan diri dari serangan pihaklain, terutama para anggota parlemen.

          Beberapa pandangan tersebut memang tidak seluruhnya salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar.  Ada unsure-unsur yang dapat dibenarkan, misalnya tentang minimnya pembinaan moral dan mata pelajaran agama di sekolah, dan kalautoh diajarkan kepada peserta didik, hal itu biasanya hanya secara teoritis saja, sementara prakteknya hamper tidak ada, sehingga para peserta didik tidak akan dapat menjalankan sendiri makna dari pelajaran agama tersebut.  Kita ambil contoh pelajaran agama Islam, misalnya seharusnya disamping pelajaran secara teoritik, seharusnya juga dibarengi dengan praktik. Berbagai prkatek pelajaran agama Islam, dapat dilaksanakan melalui shalat secara bersama di sekolah, berpakaian bersih dan rapi, cara bergaul antara laki-laki dan perempuan, suka berderma dengan megunjungi panti asuhan, dan berbagai aktifitas nyata lain yang langsng dilaksanakan oleh siswa degan didampingi oleh guru.

          Tetapi mengenai kurangnya perhatian pemerintah terhadap pembinaan rakyat juga ada benarnya.  Selama ini memang pemerintahan kita sedemikian rupa sehingga tidak memungkinkan mereka melaksanakan tugas mensejehterakan rakyat dan memberikan contoh yang baik buat mereka.  Ada kecenderungan membiarkan masyarakat melakukan kemauan mereka sendiri tanpa dapat dicegah an bahkan diarahkan saja sangat sulit.  Orang cenderung merasa bebas sebebas bebasnya, padahal kita ini berada di Negara yang berdaulat dan mempunyai berbagai aturan main yang harus dijalankan, sehingga Negara dan bangsa ini akan menjadi baik dan bermoral.

          Barangkali saat ini kita tidak usah memikirkan kondisi Negara dan para pemimpinannya yang memang sedemikian jauhnya dari kondisi ideal, tetapi yang harus segera kita pikirkan ialah bagaimana menyelamatkan generasi kita agar tidak semakin menjadi parah, seperti kejdian di Palembang tersebut.  Tentu yang dapat kita lakukan ialah dengan mendidik anak-anak kita secara baik.  Artinya kita harus mau menyediaan sedidkit waktu untuk memberikan perhatian kepada mereka dengan memberikan perhatian terhadap seluruh aktifitasnya dengan menanyakan dan sedikit ngobrol, memberikan kasih sayang dan keteladanan.

          Kalau kita mampu dan ada waktu, ada baiknya kita mengajari mereka bagaimana belajar yang baik, memberikan ajaran-ajaran agama yang praktis, sehingga mereka dapat paham dan mengerti arti ibadah yang kita lakukan, tahu sifat-sifat Tuhan, keteladanan yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW dan juga para ulama dahulu, sampai mereka akhirnya tahu apa artinya berbuat baik dan apa akibatnya kalau berbuat jelek dan maksiat.  Dengan begitu keyakinan dan syariat akan tertanam dalam diri mereka secara pelan tetapi pasti.  Proses yang demikian tentu akan dapat menangkal segala macam gangguan yang setiap saat mengancam mereka.

          Tentu juga harus pula dibarengi dengan upaya kita untuk terus mengontrol kegiatan mereka, terutama yang berkaitan dengan aktifitas di luar rumah dan pergaulan mereka.  Dan yang lebih penting lagi ialah bgaimana kita dapat menciptakan lingkungan rumah tangga yang harmonis, sehingga mereka merasa kerasan di dalam rumah.

          Kalau kita tidak ada waktu dan tidak sempat, selayaknya kita mencarikan tempat bagi mereka di tempat yang memungkinkan mereka tumbuh dengan kesadaran keimanan dan ketaqwaan tinggi, tetapi juga  tetap kreatif dan inovatif.  Tempat yang ccocok untuk hal tersebut ialah di asrama atau pesantren yang baik dan juga di boarding school yang memang dikelola dengan baik.  Tetapi memang harus diakui bahwa ada beberapa tempat seperti pesantren yang kurang perhatian terhadap perkembangan dan keilmuan santri, sehingga tidak akan membuat santri menjadi berkembang dengan wajar, melainkan malah terpengaruh pada   aktifitas yang dapat dikatakan menyimpang dari maenstrim.

          Untuk itu sekali lagi kita  harus selektif dalam menempatkan anak-anak kita di tempat-tempat seperti itu.  Memang yang terbaik ialah kalau kita open dan kober.  Artinya ada waktu untuk memperhatikan dan memberikan kasih sayang kepada mereka, serta dapat memberikan pembelajaran epada ereka, baik secara teoritik maupun secara praktis.

          Kalaupun mereka  bertempat tinggaldi rumah dan kita kurang mempunyai waktu untuk memperhatikan mereka, setidak tidaknya kita sering memperhatikan mereka dengan menegur, mengajak makan bersama, atau menanyakan tentang pelajarannya di sekolah, ataupun aktifitas di luar rumah.  Dengan sekedar menegur sapa dan mengajak dialog tentang hal-hal ringan kepada mereka, kiranya  sduah merupakan andil yang cukup besar bagi jiwa dan  emosi mereka.  Mereka  akan dapat terkendali dan tidak akan dengan mudah terpengaruh oleh  berbagai hal negative yang melingkupinya.

          Namun demikian kita juga masih menginginkan bahwa pemerintah juga turun tangan langsung untuk memikirkan bobroknya moral masyarakat kita.  Sebab kalau kita sudah berusaha  maksmal untuk menyelamatkan generasi muda kita, namun pemerintah tidak berbuat apa-apa dan hanya memikirkan keselamatan dirinya sendiri, tentunya kita juga akan sangat kecewa dan menyesal dengan kondisi mereka.  Setidaknya ada aksi bagaimana memperbaiki moral bangsa.  Bisa jadi dengan lebih mengoptimalkan peran komisi penyiaran dan lembaga sensor atas beberapa tayangan televise yang kurang patut disuguhkan kepada khalayak.  Bisa jadi juga dengan memberikan pembatasan atas beberapa berita yang dianggap kurang sopan untuk dimuat di majalah atau koran, dan lain sebagainya.

          Yang jelas kita harus melakukan sesuatu, setidaknya untuk menyelamatkan anak-anak kita sendiri dari bencana moral yang sangat menakutkan.  Kalaupun pemerintah masih terus asyik dengan usaha mempertahankan kekuasaannya dan lupa membina dan mensejahterakan umat, kita  masih dapat menyelamatkan generasi muda kita, khususnya akan-anak kita, dari dekadensi moral.

          Kita selalu berharap agar Tuhan senantiasa memberikan kekuatan dan kesabaran kepada kita dalam mendidik dan mengarahkan anak-anak kita ke jalan yang benar dan diridloi oleh Allah SWT.  Demikian juga kita berharap agar di lingkungan kita tidak terjalar penyakit moral yang sangat menyedihkan tersebut, serta selalu diberikan jalan keluar dari setiap masalah yang timbul. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.