BRIPTU NORMAN MENJADI SELEBRITI

Awalnya  hanya karena hobi menyanyi dan sekedar iseng menmgibur kawan-kawannya sesama anggota polisi agar dalam menjalankan tugas tidak ngantuk, tetapi justru dari sesuatu yang sederhana itulah, saat ini Norman menjadi orang terkenal dan mempunyai penggemar yang luar biasa banyak, nahka saat ini sudah ada produser yang ingin mengikat kontrak dengannya senilai tidak kurang dari Rp 500.000.000,-.

          Menurut analisa saya, ada faktor yang menjadikannya begitu cepat terkenal dan mendapatkan tempat dihati banyak penggemar.  Faktor tersebut sangat mungkin ialah karena dia seorang polisi.  Seperti kita maklumi bahwa pandangan kebanyakan masyarakat kita terhadap polisi itu kurang simpatik.  Itu lebih banyak disebabkan oleh berbagai perlakuan sebagian anggota polisi dalam menangani masyarakat yang domonstrasi dan unjuk rasa.  Tidak saja yang ada di Jakarta, tetapi hampir menyeluruh di berbagai daerah di Indonesia.

          Hampir dapat dipastikan bahwa ketika menangani para pengunjuk rasa, polisi akan bersikap yang ecnderung dapat dikatakan sebagai kasar dan bahkan brutal.  Memang tidak seluruhnya merupakan kesalahan polisi, melainkan juga disebabkan oleh ulah sebagian para  demonstran yang terkadang berlaku anarkhis dan brutal.  Namun justru karena itulah kemudian kebanyakan masyarakat kurang simpatik dengan polisi, meskipun sesungguhnya mereka itu merupakan korp yang melindungi ketenteraman masyarakat.

          Nah, dalam kondisi seperti itulah, ketika dari dalam dalam korp polisi ada sesuatu yang lain, dan sesuatu tersebut sama sekali jauh dari kesan yang selama ini ada, maka dengan cepat sesuatu yang kebetulan bernama briptu Norman tersebut menjadi idola.  Apalagi ketika pertama kali muncul, Norman tampak mau diberikan sanksi, karena dia sudah dipanggil ke Jakarta untuk menghadap pimpinan di Mabes Polri.  Namun setelah dipertimbangkan dengan masak-masak, akhirnya Norman tidak diberikan sanksi, bahkan diijinkan untuk manggung.

          Pada saat itu sudah cukup banyak masyarakat yang memberikan tanggapan terhadap pemanggilan Norman, dan seandainya Norman jadi diberikan sanksi, maka ketenaran Norman akan semakin lebih tinggi dan luas.  Tetapi dengan  cerita yang seperti itu saja saat ini dia sudah menjadi selebriti yang  cukup terkenal dan mendapatkan tempat di hati anak-anak muda.

          Ada kemungkinan bahwa salah satu faktornya ialah bahwa Norman itu mempunyai suara yang indah dan juga mempunyai gaya goyang yang khas, seperti gaya potomg-potong, namun tidak seperti milik Anisa Bahar atau Dewi persik yang terkesan norak dan jorok.  Tetapi gaya Norman memang lain dan enak dinikmati.  Semua itu serba mungkin menjadi penyebab tenarnya seorang Norman, tetapi menurut saya yang lebih dominan menadikannya cepat terkenal ialah itu tadi karena dia seorang polisi yang awalnya  akan mendapatkan sanksi gara-gara menyanyi tersebt.

          Padahal jujur saja bahwa menurut saya, kalau ditinjau dari sisi suara yang dimilki oleh Norman, tidak terlalu istimewa.  Itulah yang saya maksudkan kenapa Norman bisa begitu cepat terkenal, yaitu tadi disebabkan  dia itu seorang polisi, yang kebetulan bisa menyanyi dan sedikit bergoyang.  Dan tidak kalah penting ialah karena pada awalnya ia  semacam akan mendapatkan sanksi dari aktifitasnya menyanyi tersebut, sehingga masyarakat merasa simpati dan akhirnya jatuh hati kepadanya.

          Sementara itu kalau ditilik dari aspek lainnya, sesungguhnya hal tersebut sangat wajar dan bisa saja terjadi kepada siapa saja.  Karena kalau Tuhan berkehendak, maka apapun bisa terjadi.  Jangankan seorang Norman yang memang dapat menyanyi, orang biasa saja yang mungkin tidak mempunyai ketrampilan apapun, kalau Tuhan menghendaki orang tersebut terkenal dan digandrungi banyak orang, pasti hal tersebut akan bisa terjadi.  Itulah karena Tuhan itu Maha Kuasa atas segala sesuatu.

          Bahkan dalam salah satu ayat di dalam al-Quran, Tuhan telah menyatakan  bahwa Nabi Muhammad SAW disuruh menyampaikan bahwa Allahlah Tuhan yang memiliki kerajaan dan kekuasaan, yang akan diberikan-Nya kepada siapapun yang dikehendaki, dan demikian pula Allah akan mencabut kekuasaan yang telah diberikan kepada seseorang, manakala Tuhan menghendakinya.  Tuhanlah yang  menjadikan seseorang itu mulia dan dihormati banyak orang atau sebaliknya menjadikannya sebagai orang hina dan dicaci serta dijauhi banyak orang, karena sesungguhnya kebaikan itu ada pada Tuhan, dan Tuhan Maha Kuasa atas segala sesuatu.

          Artinya, kalau Tuhan  akan memberikan sesuatu kepada seseorang, tentu akan dengan mudah Tuhan memberikannya.  Demikian juga kalau Tuhan menhendaki seorang Norman  menjadi orang terkenal dan mendapatkan penggemar yang banyak, maka jadilah dia seperti saat ini.  Tetapi dalam waktu yang bersmaan, kita harus yakin bahwa kalau Tuhan kemudian menghendaki  sesorang itu jatuh dan hina, maka akan dengan mudah dan cepat hal tersebut akan terjadi.

          Kita dapat mengkaca atas dua peristiwa berdekatan yang saling bertolak belakang. Pertama, tentang kasus yang menimpa Malinda Dee, dimana sebelumnya dia diberikan kemudahan oleh Tuhan, dapat bekerja di bank dan mendapatkan gaji yang sangat tinggi, tetapi kemudian dalam waktu sekejab dia menjadi orang yang jatuh dan menderita.  Kedua tentang seorang anggotan polisi di Gorontalo, yang awalnya biasa saja, tetapi dengan cepat menjadi pujaan banyak penggemar dan mendapatkan anugrah yang luar biasa.

          Ini semua harus kita baca sebagai kehendak Tuhan.  Namun sekali lagi kita tidak boleh  hanya berpegang dan menunggu keputusan Tuhan tanpa berusaha.  Artinya dalam mengarungi kehidupan di dunia ini kita harus senantiasa berusaha dengan maksimal untuk mendapatkan karunia dari Tuhan,  tentu saja  disamping terus berdoa memohon kepada Tuhan agar usaha yang kita lakukan akan mendapatkan hasil maksimal.  Tetapi pada saat yang sama kita harus juga memahmi bahwa Tuhan itu Maha Kuasa, oleh karena itu kalau usaha kita belum berhasil, kita tidak boleh putus asa dan menyalahkan Tuhan.  Kita harus terus berupaya tanpa mengenal putus asa dan terus berdoa.

          Kalau misalnya usaha kita selalu gagal, tetapi usaha kawan kita berhasil dengan gemilang, kita harus ikhlas dan tidak boleh iri, apalagi mengumpat kepada Tuhan dan mengatakan bahwa Tuhan tidak adil, sama sekali tidak boleh.  Karena sesungguhnya kita sangat yakin bahwa Tuhan itu Maha Mengetahui dan keadilan Tuhan itu tidak terbatas.  Untuk itu yang kita harus lakukan dan sikapi ialah dengan mawas diri dan mencoba menggali hikmah yang ada dibalik kegagalan kita dan keberhasilan kawan tersebut.

          Dari situlah kita akan mendapatkan pencerahan  dan kepercayaan yang lebih tinggi  atas keadilan Tuhan.  Dengan bersikap seperti itu kita akan semakin matang dan sekaligus bijaksana dalam menghadapi berbagai problem yang ada di sekitar kita.  Dan Tuhan tentu akan semakin sayang kepada kita.  Tetapi sebaliknya kalau kita menyikapi kondisi tyersebut dengan menyalahkan  Tuhan, maka kita hanya akan mendapatkan kesengsaraan hidup.  Pikiran kita akan semakin kacau, kehidupan kita akan semakin tidak tenang dan Tuhan tentu semakin jauh dari kita.

          Kembali kepada kisah Briptu Norman, kita berharap agar dia dapat mensyukuri nikmat Tuhan tersebut dan sekaligus dapat tetap menjadi sikapnya yang murah senyum dan sederhana.  Kita tidak berharap dia  kemudian menjadi sombong dan jauh dari sifat kesederhaan.  Kita juga tidak berharap bahwa dia tergiur dengan harta duniawi yang melimpah, sehingga dia meninggalkan pekerjaannya sebagai seorang anggota polisi.  Karena kalau dinilai dari sisi pendapatan, tentu menjadi selebriti itu jauh lebih menjanjikan hidup glamour ketimbang sebagai seorang polisi yang gajinya pas-pasan.

          Kita sekaligus juga berharap bahwa pimpinan polisi tidak memangkas aktifitas Norman dengan alasan apapun.  Biarkalah dia menikmati hobinya tersebut, asalkan dia tidak meninggalkan dan melalaikan tugasnya sebagai seorang polisi.  Memang kita juga tidak menginginkan bahwa Norman nantinya akan menjadi besar kepala disebabkan gajinya jauh diatas pimpinannya, misalnya, tetapi kita semua yakin bahwa Norman adalah seorang Norman yang selalu ingin melaksanakan tugasnya dengan baik dan sekaligus dapat menghibur orang lain.

          Kita dapat menjadikan kisah Norman dan jua Malinda Dee, sebagai pelajaran yang sangat berharga bagi kita, bahwa sesuatu yang ada di dunia ini sama sekali tidak ada yang kekal dan abadi.  Untuk itu kita tidak boleh terlalu berlebihan dan ngoyo dalam mengusahakan sesuatu yang bersifat duniawi. Berusaha sungguh-sungguh memang harus, tetapi kalau sampai melebihi batas yangh wajar, itu justru akan menjadikan kita  lupa terhadap sesuatu yang seharusnya kita pentingkan, dan terkadang malah bisa menjadikan kita putus asa dan menderita. Disamping bersungguh-sungguh  meraih kehidupan duniawi,  kita juga  harus bersungguh sungguh dalam menggapai kehidupan yang kekal, yakni kehidupan ukhrawi.  Jadi keduanya harus kita upayakan secara proposional dan dengan penuh keikhlasan.

          Semoga Tuhan senantiasa memberikan hidayah kepada kita sehingga kita akan dapat membaca setiap peristiwa untuk kemaslahatan kita dan seluruh umat manusia serta alam lingkungan di sekitar kita.  Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.