PEMBEKALAN KULIAH KERJA NYATA

Sebagaimana diketahui bahwa tugas pokok perguruan tinggi ialah melaksanakan tridharma, yang meliputi dharma pendidikan dan pengajaran, dharma penelitian, dan dharma pengabdian kepada masyarakat.  Dan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh perguruan tinggi ialah dengan melaksanakan kulia kerja nyata yang realisasinya dilakukan oleh para mahasiswa. Pada umumnya, mahsiswa yang melaksanakan KKN ialah mereka yang telah menyelesaikan lebih dari 120 sks, dari seluruh program studi S1.

          Memang ada beberapa perguruan tinggi, khususnya setelah reformasi yang kemudian tidak melaksanakan KKN tersebut dengan berbagai alas an.  Tetapi untuk IAIN Walisongo Semarang, KKN masih merupakan kewajiban yang harus ditempuh oleh seluruh mahasiswa S1 sebelum mereka menyelesaikan studinya. Alasannya ialah karena IAIN Walisongo masih memandang bahwa KKN itu sangat penting  bagi upaya untuk melatih mahasiswa terjun langsung di masyarakat.  Kita menyadari bahwa pada saatnya, para mahasiswa nantinya pasti akan bergaul dan terjun di tengah-tengah masyarakat.  Untuk itulah diperlukan semacam latihan untuk bergaul dan mengembangkan potensi masyarakat sesuai dengan ilmu yang selama ini digeluti di IAIN Walisongo Semarang, bahkan juga seluruh ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki untuk didharma baktikan kepada masyarakat.

          Tujuan KKN, disamping mempraktekkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang di dapatkan di bangku kuliah, juga dimaksudkan untuk memberikan pengalaman nyata bagi seluruh mahasiswa dalam kaitannya dengan hidup bermasyarakat dan upaya  pengembangan dan memaksimalkan potensi yang dimiliki, sehingga menjadi  bermanfaat bagi seluruh manusia dan lingkungan.

          Secara nyata kuliah kerja nyata yang dilakukan oleh IAIN Walisongo Semarang selama ini ternyata sangat bermanfaat dan memberikan bantuan yang cukup signifikan bagi pengembangan masyarakat dan terutama dalam upaya memotivasi masyarakat serta menyadarkan akan kemampuan dan potensi yang dimiliki mereka, untuk kemudian dimaksimalkan unuk mencapai kesejahteraan yang lebih. Berbagai testimony yang disampaikan oleh masyarakat, cukup menjadi bukti bahwa kita dapat merasa bangga bahwa pelaksanaan KKN dapat diterima masyarakat serta membawa manffat yang besar bagi kemajuan pembangunan di perdesaan pada khususnya.

Dengan melihat tujuan dan manfaat KKN yang begitu baik dan signifikan bagi pendewasaan mahasiswa, maka sangat dapat dimengerti apabila IAIN Walisongo Semarang tetap mempertahankan kegiatan dharma pengabdian ini.  Bahkan saat ini telah diupayakan untuk terus meningkatkan pelaksanaanya dengan harapan akan lebih memberikan dampak positif bagi masyarakat.  Upaya tersebut dilakukan dengan memberikan tema tertentu pada pelaksanaan KKN.  Saat ini tema yang diusung ialah pemberdayaan masyarakat melalui penguatan lembaga-lembaga keagamaan.

Tema tersebut menurut saya sangat tepat, karena pada saat ini lembaga-lembaga keagamaan, terutama yang ada di perdesaan sangat strategis untuk pembinaan dan pengembangan masyarakat secara keseluruhan.  Lembaga keagamaan, baik yang formal maupun yang non formal, masih dipandang perlu untuk diberikan sentuhan, baik dalam aspek menejemen maupun dalam hal materi, dan lainnya.  Untuk itulah KKN ini sangat tepat mengambil tema tersebut dalam upaya ikut memperkuat lembaga-lembaga tersebut sehingga nantinya akan dapat memberikan support atau motivasi yang besar kepada masyarakat, terutama generasi mudanya untuk terus berkarya dan mengembangkan diri  ereka menuju kebrhasilan dan kesejahteraan.

Hari ini, Kamis 7 April 2011, diadakan pembekalan bagi para mahasiswa yang akan bertugas melaksanakan KKN.  Sangat pentig bagi mahasiswa untuk diingatkan bahwa mereka itu membawa misi IAIN Walisongo Semarang, sehingga diharapkan mereka nantinya akan tetap  berjalan pada rel yang benar dan melaksankan tus dengan penuh gairah serta diniati dengan ibadah.

Saya harus mengingatkan kepada seluruh mahasiswa bahwa masyarakat akan memandang bahwa mahsiswa IAIN Walisongo ialah mahsiswa yang pandai dalam hal keilmuan agama, berakhlak mulia dan pandai bergaul dengan masyarakat.  Untuk itu keberadaan mahsiswa di desa lokasi KKN harus dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam segala hal.  Dalam berpakaian, dalam bersikap, dalam pergaulan, dalam berkomunkasi, dan lainnya.  Kita tidak menginginkan bahwa mahasiswa KKN justru membuat ulah dan masalah yang dapat merugikan dirinya dan juga almamaternya.  Citra IAIN Walisongo Semarang yang selama ini dipandang baik oleh masyarakat, jangan dinodai dengan perbuatan tercela atau sikap yang tidak simpatik dan bahkan meresahkan masyarakat.

Pembekalan yang dilakukan oleh panitia pada hari ini dimaksudkan agar seluruh mahasiswa yang akan melaksanakan KKN, dapat  megetahui kondisi dan keadaan masyarakat serta desa yang akan dijadikan tempat KKN.  Demikian juga pembekalan kali ini dimaksudkan agar mahasiswa mengetahui apa tema yang diusung dan harus disukseskan oleh mereka,  serta  materi pokok yang perlu mereka ketahui dan nantinya diprktekkan di lokasi KKN.  Dan lebih penting lagi ialah seluruh mahasiswa mengetahui visi dan misi pengabdian IAIN Walisongo secara umum, dan berbagai hal  berkaitan dengan penjagaan citra almamater yang harus dihayati dan direalisasikan oleh seluruh mahasiswa.

Disamping itu pembekalan tersebut juga dimaksudkan  sebagai wahana untuk membicarakan berbagai persoalan yang dibutuhkan selama  proses KKN, termasuk bidang garapan yang harus dilakukan serta penyususnan skala prioritasnya.  Biasanya bidang garapan yang dilaksankaan dipilah dalam dua hal, yakni sektor keagamaan dan lintas sektoral yang meliputi sosial ekonomi dan budaya.  Namun dengan penentuan tema yang jelas seperti saat ini, seluruh potensi tentunya akan dicurahkan dalam rangka mensukseskan tema tersebut.  Tetapi bukan berarti bidang-bidang lainnya menjadi terabaikan.  Justru sangat diharapkan bahwa disamping meyukseskan tema yang diusung, mahaisswa juga tetap melaksanakan kgiatan yang berkaitan dengan  keagamaan dan juga sosial ekonomi dan budaya,  yang memungkinkan untuk dijangkau dan dilaksanakan.

Kebijakan pelaksanaan KKN kali ini memang sedikit berbeda dengan KKN yang sudah sudah, karena KKN kali ini tidak saja diikuti oleh mahasiswa regler, tetapi juga diikuti oleh mahasiswa kualifkasi dan bahkan saat ini diikuti oleh mahasiswa program dual mode system.  Artinya para mahasiswa reguler ditempatkan di kabupaten kendal, sementara mahasiswa program kualifikasi dan program DMS ditempatkan di kota Semarang.

Ini semata-mata untuk memudahkan koordinasi dan pengawasan, sebab para mahasiswa reguler, tentu akan menempat di desa selama melaksanakan KKN dan memang tidak dibenarkan untuk pulang ataupun ke kampus, kecuali ada urusan yang sangat penting dan setelah mendapatkan ijin dari DPL, sedangkan para mahasiswa kualifikasi dan DMS karena statusnya yang tidak memungkinkan untuk terus tinggal di desa lokasi KKN, karena tugas yang harus dilaksanakan sebagai guru yang tidak memungkinkan meninggalkan sekolah dalam waktu yang lama, maka KKN mereka memang didesain sedemikian rupa sehingga memungkinkan mereka dapat melaksanakan KKN dan sekaligus juga masih dapat melaksanakan tugasnya sebagai seorang guru.

Sebagaimana diketahui bahwa para mahasswa program kualifikasi ialah mereka yang sesungguhnya telah menjadi guru, hanya saja karena kualifikasi guru menharuskan lulusan S1, maka kementerian agama kemudian memberikan beasiswa kepada para guru yang belum S1 untuk melanjutkan kuliah hingga mendapatkan ijazah S1.  Sedangkan program DMS juga dimaksudkan sebagai upaya membantu para guru untuk dapat meraih S1 sebagi salah satu syarat mengikuti sertifikasi guru.  Hanya saja DMS ini memakai model bahwa peserta program menggunakan modul Belajar Jarak Jauh. “BBJ ini tidak sama dengan kelas jauh. Kalau kelasa jauh itu identik dengan kuliah asal-asalan, bahkan tidak pernah kuliah, tiba-tiba ujian. Selain dengan modul, mahasiswa juga diharuskan kuliah tatap muka dengan dosennya di titik-titik yang ditentukan.

Namun meskipun kedua bentuk KKN tersebut berbeda, tetapi  diharapkan akan dapat mencapai target sesuai yang dicanangkan, dan waktu yang disediakan akan dapat dimaksimalkan oleh para mahasiswa untuk mensukseskan program yang telah dsusun.  Kita sangat percaya bahwa merka yang dari program kualifikasi dan program DMS dapat menyesuaikan diri sera dapat melaksanakan tugas KKN  dengan baik dan sukses.

Selamat mejalankan tugas sebagai duta IAIN Walisongo Semarang, kami semua percaya bahwa saudara akan dapat menjalankan tugas dengan baik dan menjaga citra IAIN Walisongo di mata masyarakat, serta memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.  Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.