WIRA USAHA UNTUK MAHASISWA

Hari ini di IAIN Walisongo diselenggarakan workshop tentang kewira-usahaan bagi mahasiswa, tentu kegiatan ini menurut saya sangat baik dan memang harus terus diselenggrakan secara kontinyu.  Kita harus berorientasi kepada pemberia bekal kepada seluruh mahasiswa untuk dapat mengarungi kehidupan yang sangat kompetitif di masyarakat dengan berbagai bekal yang memungkinkan semua orang dapat melakukannya. 

          Kalau dahulu kebanyakan orientasi mahasiswa setelah lulus ialah menjadi pegawai negeri, sudah saatnya untuk memupus kondisi tersebut dan mengarahkan mereka kepada  wirausaha.  Seperti kita semua maklumi bahwa lowongan kerja, lebih-lebih ntu menjadi pegawai negeri sangatlah kecil dan tidak seimbang dengan produksi sarjana yang setiap tahunnya dikeluarkan oleh perguruan tinggi.  Kita tidak menginginkan bahwa alumni IAIN Walisongo Semarang nantinya hanya  mengandalkan  atau bermental kuli, yakni dengan bermimpi untuk menjadi pegawai.  Kita menyadari itu semua dan kemudian harus mengarahkan orientasi mereka untuk berwira usaha, karena  kalau seseorang mempunyai mental wira usaha, tentu ia  akan dapat melakukan usaha apa saja dan menjadikannya sebagai andalan dalam meniti hidupnya.

          Memang pada saat ini kebanyakan orang, termasuk para mahasiswa  ada kecenderngan untuk mendapatkan segala sesuatu dengan instant.  Mereka kebanyakan juga melihat orang dari sisi keberhasilannya saja, dan tidak pernah memperhatikan bagaimana  keberhasila yang dicapai oleh seseorang tersebut entu dilaluinya dengan proses panjang dan tentu mengalami berbagai halangan dan rintangan yang tidak ringan.  Akibatnya mereka tidak pernah berpikir bagaimana seharusnya mereka itu memulai segala sesuatu dengan  nol kemudia merangkat dan seterusnya hingga akhirnya  akan mendapatkan keberhasilan.

          Di dunia ini hampir tidak ada orang yang berhasil dengan begitu saja, tetapi dapat dipastikan bahwa keberhasilan tersebut didapatkannya melalui proses panjang yang  ditempuh dan dalam perjalannya tersebut mereka juga mengalami pasang surut dalam usaha mereka.  Semua itu harus menjadi pelajaran bagi semuaorang, sehingga mereka ada semangat untuk berusaha dan akan dapat menyikapi segala hambatan dan rintangan.  Dengan begitu maka pada saatnya nanti merekaakan berhasil dalam usaha yang ditekunina.

          Sudah cukup banyak orang yang mengawali usaha dari nol dan akhirnya dapat menikmati hasil jerih payahnya tersebut setelah berproses puluhan tahun.  Saya mempunyai kawan yang memang mempunyai jiwa dan sifat wira usaha, padahal ia hanya seoranag yang tidak lulus SLTA.  Selepas dari nyantri, dia langsung menikah dengan gadis idamannya dengan berbekal sedikit pemberian orang tuanya yang hany cukup untuk mengontrak satu kamar.  Namun dengan ketekunan yang ada ia memulai usaha dengan menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari rumah tangga.  Tentu kita jangan membayangkan bahwa usaha tersebut disokong oleh modal besar, sama sekali tidak, karena yang dia jual itu hanyalan semacam cabe, bawang, garam dapur dan sebangsanya yang hanya cukup ditempatkan dalam satu tampah.

          Hari demi hari dilaluinya dengan penuh kesabaran, bahkan bulan demi bula dan tahun demi tahun, terkadang dia harus berpuasa karena memang kebutuhan sehari-harinya memang kurang.  Namun karena ketekunannya dan keyakinannya bahwa Tuhan pasti akan memberikan jalan yang lapang bagi orang-orang yang ulet dan tabah, maka lambat tapi pasti, usahanya tersebut mengalami kemajuan.  Mungkin awalnya  orang hanya kasihan kepada dia, kemudian mereka membeli jualannya, tetapi dengan kejujuran yang ditunjukkan, akhirnya orang-orang di sekitar semakin senang untuk membeli barang-barang yang dijualnya.

          Tentu setelah agak ada kemajuan, ida tidak lantas lupa diri, tetapi justru ia semakin tertantang untuk terus mengembangkan usahanya tersebut.  Dia tidak mau hidup enak dahulu dengan membeli kendaraan yang bagus, tetapi ia masih rela hanya mempunyai sepeda ontel, meskipun kalau mau ia  sudah dapat membeli kendaraan bermotor baru, tetapi ia lebih memilih untuk mengembangkan usahanya dahulu.

          Ia melihat ada kemungkinan usahanya tersebut dikembangkan  dengan lebih maju lagi.  Peluang itulah yang kemudian dia kejar.  Dengan tetap perihatin dalam hidupnya, meski ia telah dianggap mampu.  Cita-citanya ialah dengan membeli rumah yang saat itu ia sewa salah satu kamarnya.  Singkat cerita, rumah yang cukup besar dan berada di pinggir jalan tersebut dapat dibelinya, dan usaha yang dijalankannya semakin hari semakin berkembang dan besar.  Kalau dahulu ia harus membeli barang-barang dagangannya tersebut dengan pergi ke agen yang cukup jauh dari rumahnya, namun kemudian ia malah menjadi agen dari beberapa produk, sehingga ia tidak perlu lagi susah-susah pergi berbelanja, tetapi sudah banyak pihak yang mengantar sendiri barang produknya  ke tempat dia.

          Jadilah dia sebagai agen yang cukup besar diwilayahnya.  Tetapi yang membuat saya kagum ialah karena meskipun  dia sudah cukup sukses, tetapi hidupnya tidak berfiya-foya.  Ia tetap sederhana sebagaimana  dahulu saya kenal.  Meskipun saat ini mobilnya sudah tiga, termasuk mobil untuk usaha, tetapi sikap dan penampilannya masih tetap seperti dahulu, sederhana dan tidak sombong.  Bahkan sering membantu tetangga dan kawan-kawannya.

          Memang kalau Tuhan berkehendak, apapun bisa saja terjadi.  Kawan saya  yang dahulunya sangat tidak mampu, tetapi karena ketekunan dalam berusaha dan mau belajar untuk maju, akhirnya dapat menimati kesuksesannya tersebut.  Tentu hal seperti itu bukan satu-satunya, sebab saya sangat yakin bahwa siapapun yang mau berusaha dan ulet, tekun serta tidak mudah menyerah, pasti Tuhan akan memberikan pertolongan dan menjadikannya sebagai orang yang sukses.

          Tetapi sayangnya  masih banyak diantara masyarakat yang tidak tahan godaan.  Artinya ketika usaha yang dijalankannya sudah mengalami sedikit kemajuan, ia telah bertingkah atau tergesa kepingin hidup enak dan dibelilah  beberapa barang  yang sesungguhnya belum menjadi kebutuhan primer bagi dirinya dan bahkan dapat ditunda sampai benar-benar tidak mengganggu modal usahanya.  Inilah  yang menjadi salah satu kegagalan usaha yang mereka jalankan.  Dan kondisi seprti ini juga dialami dan menimpa salah seorang kawan saya, dan bahkan sekarang susah untuk bangkit kembali.

          Untuk itulah saya menyambut gembira  dengan diadakannya workshop tentang kewira-usahaan bagi mahasiswa ini.  Dari workshop itulah nantinya mahasiswa akan mendapatkan pengetahuan tentang berbagai hal mengenai wira usaha, termasuk berbagai pengalaman yang dialami oleh para pelaku usaha dalam menjalankan usaha mereka.  Tentu tidak saja mereka yang berhasil dan sukses, tetapi juga perlu disampaikan beberapa pengalaman orang yang gagal dengan berbagai penyebabnya.

          Dengan begitu diharapkan mahasiswa akan dapat mengorientasikan dirinya  dalam hal-hal positif dalam lingkup bersuaha tersebut, dan sekaligus  dapat sedikit-demi sedikit menghapus keinginan mereka untuk sekedar menjadi kuli atau pagawai.  Mereka diharpkan akan tergugah semangatnya untuk menekuni bidang wira usaha ini.  Bidang apapun yang mereka tekuni, tidak menjadi masalah, yang penting mereka  dapat melakukan usaha tersebut denga penuh gairah dan harapan, serta mampu menyikapi setiap hambatan dan kesulitan dengan bijak dan tidak mudah menyerah.

          Kalau sikap seperti ini telah dapat mereka kuasai, saya menjadi sangat yakin bahwa mereka nantinya akan menjadi orang-orang sukses dalam hidupnya.  Demikian juga mereka tidak akan melupakan bahwa mereka itu berasal dari perguruan tinggi Islam, sehingga mereka nantinya tidak akan melupakan ajaran syariat Islam untuk tetap hidup secara sederhana, mau dan bahkan suka membantu mereka yang kurang mampu, suka beramal untuk kepentingan Islam secara umum dan lainnya.

          Itulah yang saat ini saya bayangkan dan impikan,  yakni dimuali dengan workshop tersebut, kemudia  akan memberikan nyawa bagi berkembangnya semangat dan sikap serta sifat berwira usaha bagi  seluruh mahasiswa. Semoga Tuhan mengabulkan keinginan baik tersebut dan sekaligus memberikan kekuatan, taufiq dan hidayah-Nya kepada seluruh wagra besar IAIN Walisongo Semarang.  amin

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.