MENIKMATI HARI LIBUR

Barangkali bagi sebagian orang, istirahat di rumah atau rekreasi bersama keluarga di hari libur merupakan hal rutin dan dianggap sangat biasa, tetapi bagi sebagian lainnya yang selalu sibuk dalam urusan pekerjaan dan lembur, bisa beristirahat di rumah merupakan hal langka yang bisa didapatkan.  Memang seharusnya, dalam setiap seminggu, orang harus menyediakan waktu untuk beristirahat utnuk memulihkan tenaga dan pikirannya agar dapat fres dan berkualitas  dalam pekerjannya.  Namun teori tersebut terkadang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.  Ada kalanya kegiatan-kegiatan itu justru dilakukan pada saat hari libur, dan anehnya hal itu yang saat ini menjadi trend di kalangan kebanyakan orang atau instansi.

          Lebih-lebih kalau kita hubungkan dengan dunia perguruan tinggi, seperti IAIN Walisongo Semarang misalnya, cukup banyak kegiatan semacam workshop, lokakarya dan semacamnya justru banyak dilakukan di hari libur dengan tujuan tidak mengganggu jadual perkuliahan.  Sangat dapat dimengerti alasan yang dikemukakan, sebab kalau seluruh kegiatan semacam workshop tersebut dilaksanakan pada hari efektif, tentu akan mengganggu pelaksanaan perkuliahan, khususnya bagi mereka yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

          Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa saat ini seluruh dosen sedang kita dorong untuk dapat melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku, yakni melaksanakan tatap muka perkuliahan dengan mahasiswa sebanyak 16 kali untuk mata kuliah yang 2 sks dan 32 kali untuk mata kuliah yang bernilai 4 sks.  Kita tidak menginginkan bahwa perkuliahan yang  ada di IAIN Walisongo tidak dilaksanakan sesuai peraturan, sebagaimana diatur dalam PP 37 tahun 2009 tentang dosen.

          Kita semua telah sepakat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendidikan di IAIN Walisongo Semarang, karena kita sangat menyadari bahwa kita mengemban amanat dari para stake horders atau masyarakat untuk mendidik  anak-anak mereka dan membekali mereka dengan ilmu pengetahuan serta akhlak yang mulia.  Untuk itu kita tidak bisa main-main dengan pengelolaan pendidikan ini.

          Kembali kepada  persoalan awal, yakni menikmati hari libur, tentu bagi keluarga besar IAIN Walisongo Semarang, terutama bagi para pimpinan, akan menjadi berkurang, disebabkan berbagai kegiatan tersebut.  Namun  karena memang sudah diniati sejak awal, maka kondisi tersebut tidak menjadi kendala dan bahkan dapat dinkmati sebagai sebuah pengabdian.  Walaupun kalau sekali waktu ada  hari libur yang memang benar-benar libur, akan terasa sangat nikmat melebihi kenikmatan lainnya.

          Seperti saat ini, dimana seharian kemarin, hari Sabtu, saya dapat menikmati hari libur dengan penuh kepuasan.  Karena memang dua hari sebelumnya, saya kebetulan kecapaian dan agak flu, sehingga hari libur Sabtu tersebut dapat saya manfaatkan penuh untuk beristirahat di rumah sambil dapat membaca dan membuka internet, melanglang buana di dunia maya.  Biasanya saya memang setiap hari membuka internet, tetapi hanya sekedar meng up load data refleksi pemikiran saya  setiap harinya.  Tetapi sekali lagi kemarin saya dapat menjelajah beberapa situs yang ada untuk sekedar mendapatkan informasi tentang berbagai kejadian, terutama di Jepang.

          Kepuasaan seseorang memang  berbeda, ada yang  didapatkan melalui rekreasi ke tempat-tempat yang dianggap mempunyai pemandangan indah, ada yang  harus didapatkan dengan memancing, atau ke tempat keramaian, pergi ke restoran bersama dengan keluarga dan lainnya.  Mungkin saya juga dapat menemukan kepuasan tersebut saat bersama dengan keluarga, baik saat pergi rekreasi mapun saat di rumah dengan menonton TV bersama atau bahkan saya terkadang dapat mendapatkan kepuasan dengan asik membaca tanpa diganggu oleh siapapun.

          Sesungguhnya hari libur yang didesain oleh setiap instansi atau lembaga apapun, dimaksudkan agar pihak-pihak yang terlibat di dalamnya dapat beristirahat dan selanjutnya pada saat harus masuk kerja, dapat memfokuskan seluruh konsentrasinya untuk pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.  Dengan kondisi seperti itu diharapkan hasil yang diperoleh akan maksimal.  Saat ini hampir seluruh instansi non pendidikan telah memberlakukan kerja lima hari dengan hari libur dua hari, yakni Sabtu dan Minggu. Bahkan lembaga pendidikan pun sudah mulai ada yang memberlakukan lima hari efektif belajar, tidak saja dilakukan di lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga lembaga pendidikan menengah.

          Namun anehnya banyak diantara mereka yang diberikan kesempatan untuk istirahat di hari libur, tetapi justru kebanyakan dari mereka malah tidak memanfaatkannya ntuk beristirahat, melainkan untuk kegiatan lain sebagai  upaya mencari tambahan penghasilan, sehingga pada saat masuk hari Senin diharapkan bugar, kenyataannya banyak yang justru tampak loyo, kelelahan dan kurang bersemangat.

          Memang kita tidak dapat menyalahkan siapapun, karena memang tuntutan hidup menghendaki demikian,  sehingga setiap orang akan berusaha dan mencari akal dan kesempatan untuk dapat memanfaatkan waktu yang ada dalam upaya memperoleh harta.  Toh dalam hal yang demikian, mereka tidak merugikan siapapun, karena memang mereka  melakukan usaha tersebut pada saat mereka sedang tidak harus menjalankan tugas di lembaga atau instansinya.  Artinya usaha yang mereka lakukan di luar jam kerja, memang tidak menyalahi aturan yang berlaku, dan mereka dapat mempertahankan argumentasi dengan benar.

          Idealnya memang hari libur itu dipergunakan sepenuhnya untuk beristirahat atau bersantai ria  untuk memulihkan  kepenatan dan ketegangan selama lima hari bekerja secara penuh dan konsentrasi yang fokus.  Seluruh pikiran dan anggota tubuh lainnya memang bukanlah mesin yang dapat bekerja secara mekanik terus menerus tanpa ada istirahat, tetapi semua itu membutuhkan istirahat untuk sekedar melepaskan otot-otot yang tegang atau sekedar menghilangkan kepenatan dan keletihan yang pasti dapat menghinggapi setiap orang.  Dengan istirahat yang cukup atau dengan  santai dalam waktu yang cukup, diharapkan seluruh anggota tubuh dan pikiran akan menjadi segar kembali, sehingga pada saatnya akan dapat melaksanakan pekerjaan dengan maksimal.

          Kalau kita  dapat memanfaatkan hari libur tersebut untuk total beristirahat atau bersantai bersama dengan keluarga  atau kawan, tentu akan mendapatkan banyak keuntungan, seperti yang saya alami Sabtu kemarin.  Memang sepertinya  saya baru menemukan kembali saat-saat yang dahulu banyak saya alami, meskipun tidak dapat saya nikmati atau sadari.  Tetapi setelah kesibukan yang demikian luar biasa mengharuskan saya beraktifitas, bahkan seakan tidak ada hari libur untuk saya,  termasuk hari Sabtu dan Minggu, begitu ada kesempatan untuk beristirahat, apalagi pada saat saya sedang kurang enak badan, sungguh sangat terasa betapa nikmatnya beristirahat tanpa diganggu dengan suatu pekerjaan.

          Sungguh kalau kita ikuti keinginan dan idealisme yang ada, tentu tidak akan ada waktu yang boleh terbuang percuma.  Semua kesempatan harus dapat dimanfaatkan untuk kepentingan keluarga dan masyarakat, tanpa terkecuali.  Namun sekali lagi kalau kemudian dipikirkan ulang, ternyata yang lebih penting ialah memanfaatkan semua kesempatan untuk berbuat kebaikan dan bermanfaat bagi banyak orang, termasuk  ketika menikmati liburan.  Jadi bukannya  beristirahat dan bersantai bersama keluarga itu merupakan suatu yang mubazir, melainkan justru yang demikian itu disamping akan memberikan kesegaran dan kebugaran badan, juga akan memberikan manfaat yang banyak bagi hubungan dan kasih sayang  keluarga.

          Pendeknya dengan memanfaatkan hari libur untuk beristirahat dan sekaligus bersantai bersama dengan keluarga akan dapat menjadikan hidup kita lebih bermakna dan mempunyai manfaat yang lebih besar bagi kehidupan umat manusia.  Apa yang saat ini saya rasakan, yakni kepuasan beristirahat yang demikian penuh dan luar biasa ini, tentu tidak lepas dari suatu rentetan peristiwa yang saya alami, dimana sebelumnya saya  terlalu sibuk melakukan berbagai aktifitas sehingga seakan tidak ada lagi waktu tersissa untuk istirahat.  Dan begitu kesempatan itu ada, maka saya dapat merasakan nikmatnya beristirahat dengan sangat puas.

          Untuk itu ketika kita ingin merasakan betapa nikmatnya beristirahat tersebut, kita harus dapat menghayatinya dengan baik dan  hars dapat menumpahkan seluruh perhatian dan pikiran kita untuk diistirahatkan atau setidaknya untuk bersantai dalam membahagiaan keluarga.  Insya Allah kalau semua itu kita dapat lakukan, maka kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.