PRILAKU PEGAWAI KITA

Secara kasat mata, saat ini kita dapat menyaksikan bahwa tingkat kehadiran para pegawai di lingkungan IAIN  kita cukup menggembirakan, terutama sejak diterapkannya absensi elektronik.  Lebih-lebih sejak kebijakan bahwa bagi setipa pegawai yang datang melebihi jam 7.30,  ataupun pulang sebelum jam 15.30, meskipun hanya satu menit, maka akan ada pengurangan 50% tunjangan kesejahteraan pegawai.  Barangkali kalau hanya sekedar dilihat dari aspek ini, tentunya  kita sangat prihatin, tetapi saya yakin bahwa para pegawai kita tidak semata-mata karena adanya kebijakan tersebut, melinkan karena  semakin menyadari tugas dan tanggung jawabnya sebagai pegawai negeri sipil.

          Tentu kita harus terus memberikan motivasi kepada mereka  tentang  disiplin yang memang seharusnya menjadi ciri khas pegawai negeri sipil di lingkungan IAIN Walisongo, yang notabene sebagai muslim yang taat.  Meskipun demikian kita juga menyadari bahwa sebagian pegawai kita belum sepenuhnya mencerminkan kondisi iodeal ini.  Sebagian dari mereka masih ada yang kehadirannya ke kantor hanya dengan pertimbangan kebijakan yang diterapka di IAIN, bahkan masih ada juga yang tetap tidak disiplin masuk sesuai dengan jam kerja yang telah ditentukan.

          Oleh karena itu kita masih harus terus berupaya agar seleuruh pagawai kita mentaati seluruh aturan, termasuk tentang jam masuk kerja.  Caranya ya dengan memberikan contoh, memberikan motivasi, memberikan pembinaan secara rutin, sampai kepada teguran lisan dan seterusnya.  Kita menginginkan bahwa  seluruh pegawai kita dapat menikmati pekerjaan yang menjadi tanggung jawab mereka, tidak lagi merasa terbebani ataupun terpaksa dan lainnya.  Sebab kita yakin bahwa  kalau suatu pekerjaan itu dilakukan dengan tulus dan penuh kesenangan dan tentu mengharapkan  ridlo dari Tuhan, niscaya pekerjaan tersebut akan terasa ringan dan memberikan kepuasan tersendiri.  Dan kondisi seperti inilah kiranya yang akan kita ciptakan dalam lingkungan kerja kita.

          Islam sendiri sesungguhnya  sangat mengajurkan umatnya untuk  selalu bekerja dengan penuh semangat dan menyenangi pekerjaannya tersebut, dan bahkan mengecam umatnya yang berdiam diri, tidak mau berusaha, menyerah kepada keadaan, membiarkan dan tidak mensyukuri nikmat Tuhan, dan berputus asa  terhadap kerunia Tuhan.   Kita semua ini sangat beruntung dapat  bekerja di lingkungan IAIN Walisongo, karena  ternyata di luar sana masih banyak saudara kita yang berjuang mengadu nasibnya dengan berusaha dan belum mendapatkan hasil yang diinginkan.  Untuk itu sudah seharusnya kita selalu mensyukuri nikmat ini dengan terus meningkatkan kinerja kita.  Kita sangat percaya bahwa kalau kinerja kita baik dan terus meningkat, pasti Tuhan akan memberikan nikmat lain sebagai tambahan atas karunia-Nya kepada kita.

          Sementara itu para pegawai kita dari kalangan dosen, terutama sejak adanya sertifikasi dosen dan diterapkannya Peraturan Pemerintah nomor 37 tahun 2009 tentang dosen, relatif lebih bagus dalam hal tingkat kuantitas tatap muka di kelas dibandingkan sebelumnya.  Data tentang hal tersebut disebutkan dan dilaporkan oleh masing-masing fakultas melalui masing-masing ketua program studi.  Namun kita juga masih harus terus mendorong agar pelaksanan tugas dosaen dapat maksimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk pembimbingan kepada mahasiswa.

          Disamping itu kita juga harus mengakui bahwa masih ada sebagian dosen yang belum maksimal dalam menjalankan tugas, baik dalam perkuliahan maupun dalam tugas-tugas lain di luar perkuliahan, seperti pembimbingan kepada mahasiswa, penelitian, dan lainnya.  Untuk itu kita harus terus mendorong dan memberikan motivasi kepada mereka untuk dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya secara maksimal, melalui berbagai kesempatan, baik ketika rapat dosen, pertemuan berkala dan berbagai kesempatan lainnya.

          Kita tidak menginginkan bahwa dosen yang saat ini telah mendapatkan tunjungan profesi dan bagi guru besar juga telah mendapatkan tunjangan kehormatan, tidak melaksanakan kewajibannya  dengan benar.  Kedepan kita  akan memacu mereka  dengan penerapan peraturan yang berkaitan dengan tugas-tugas dosen dan sekaligus laporan kinerjanya.  Kita semua menginginkan bahwa para dosen kita akan dapat menjadi  teladan bagi pegawai lainnya, dalam hal kinerja dan akhlak serta semangat pengabdian dan ketulusannya.  Kita dapat membayangkan kalau seandainya  seluruh dosen dapat menjalankan tugas dan kewajibannya secama maksimal, terutama dalam hal keteladanan dan bimbingan kepada mahasiswa, niscaya mahasiswa kita akan  menjadi  mahasiswa teladan bagi keseluruhan mahasiswa di nusantara ini, baiak dalam hal kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan, akhlak, dan kedisiplinan serta kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku.

          Kedepan kita juga menginginkan bahwa seluruh dosen kita dapat fokus dalam kewajibannya di IAIN Walisongo, dan tidak lagi nyambi di luar yang justru akan merugikan IAIN secara keseluruhan.  Kita harus mengakui bahwa saat ini masih ada sebagian dosen kita yang justru lebih fokus di luar dibandingkan dengan di IAIN, padahal mereka digaji secara penuh di lembaga ini.  Kondisi ini tentu memunculkan  pemikiran ketidak-adilan dan ujungnya  akan memicu keretakan dan ketidak-harmonisan hubungan diantara keluarga besar IAIN Walisongo itu sendiri.  Sekali lagi kita tidak menginginkan hal itu  terjadi.  Karena itu kita harus berupaya secara sungguh-sungguh untuk mencegah hal itu, dan mengkondisikan agar semua dosen bisa fokus menjalankan kewajibannya, termasuk membina mahasiswa.

          Lebih daripada itu mulai tahun 2011 ini kita sudah berkomitmen untuk melaksanakan seluruh ketentyuan yang berlaku bagi seluruh pagawai.  Sebagaimana kita ketahui bahwa saat ini telah muncul dan diberlakukan peraturan pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, dimana di dalamnya diatur tentang berbagai kewajiban dan larangan serta berbagai sanksi, mulai yang ringan sampai yang berat.  Dan menurut ketentuan dalam PP tersebut seluruh pegawai negeri sipil dapat terkena dampak dari peraturan tersebut, bilamana tidak melaksanakan ekwajiban dan bahkan justru melakukan larangan.

          Khusus untuk jam kerja, ada yang perlu saya ingatkan bahwa dengan gradasi yang ada, setiap PNS yang secara komulatif tidak masuk kantor selama 46 hari dalam satu tahun dan tidak harus berturut-turut, dapat diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri dari statusnya sebagai PNS.  Untuk itu pagi-pagi saya harus mengingatkan kepada seluruh pegawai di IAIN untuk memeprhatikan ketentuan tersebut dan mentaatinya.  Peringatan saya tersebut seharusnya tidak perlu ditakutkan karena kalau kita sebagai  PNS yang mau mensyukuri nikmat Tuhan, tentu hal seperti itu tidak pernah akan kita lakukan, bahka terbayangpun seharusnya tidak.  Karena sebagimana  yang saya sebutkan di atas, bahwa kedudukan kita itu sebagai hamba Tuhan yang taat, dan kita berkeyakinan bahwa  semua penghasilan yang kita dapatkan tidak sesuai dengan ketentuan, niscaya tidak akan membawa berkah dalam kehidupan kita.  Dan kita tahu bahwa sebagai PNS kita digaji secara penuh itu konotasinya harus diimbangi dengan kerja yang penuh juga, sehingga kalau kerja kita tidak penuh, sementara itu penghasilan dan gaji yang kita terima penuh, maka  disana tentu ada sebagian gaji kita yang tidak berkah.

          Kalau kita semua menyadari kondisi ini, tentu  tidak mungkin kita akan membiarkan diri dan keluarga kita memanfaatkan sesuatu yang tidak berkah.  Terus bagaimana  seandainya  dengan kekhilafan dan ketidak-sengajaan, ada  sebagian gaji kita yang tidak berkah, maka jalan keluar yang sangat bijak ialah kita akan selalu memberikan sebagian penghasilan kita untuk diinfaqkan, disampaing tentu saja setelah dikurangi dengan kewajiban zakat kita.

          Dengan begitu kita berharap bahwa seluruh penghasilan yang kita manfaatkan tersebut benar-benar berkah dan mendapatkan ridla dari Allah SWT, dan kita akan selamat, baik di dunia maupun ketika kita berada di akhirat nanti.  Dan dengan berperilaku  seperti itu, kita juga sesungguhnya ikut membesarkan dan mengukir nama baik lembaga kita.

          Pada akhirnya kita memohon kepada Tuhan agar kita semua seluruh keluarga besar IAIN Walisongo Semarang, mulai dari pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswa diberikan ketetapan iman, keteguhan jiwa dalam memperjuangkan kebenaran, kekuatan jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas dan kewajiban, dan diberikan kemudahan dan berbagai hal, serta diberikan pertolongan dalam memajukan dan mengembangkan lembaga pendidikan tinggi kita tercinta ini bersama-sama. amin

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.