JUMAT BERSIH

Barangkali istilah jumat bersih sudah sangat akrab di telinga kita, terutama bagi kita yang berada di instansi atau lembaga pemerintah.  Karena  istilah tersebut diperuntukkan bagi  para pegawai  untuk melakukan kerja bakti di lingkungan mereka masing-masing.  Biasanya  kerja bakti tersebut dilaksanakan setelah mereka melakukan olah raga bersama, bahkan tidak jarang setelah itu mereka pun bekerja dengan tetap memakai pakaian olah raga.

          Hari jumat memang special untuk diperbolehkan bekerja dengan memakai  kaos olah raga, dan tidak diharuskan memakai pakaian dinas.  Itu semua dimaksudkan untuk memberikan kemudahan kepada para pagawai, setelah sebelumnya melakukan kegiatan olah raga dan dilanjutkan dengan bersih-bersih di sekitar lingkungan.  Namun saya melihat akan sangat baik manakala kerja bakti tersebut tidak hanya di lingkungan masing-masing, melainkan sampai kepada lingkungan di luar wilayah kantornya, seperti di jalan raya ataupun di beberapa tempat yang biasanya tampak kumuh.

          Memang hal tersebut dirasakan cukup berat, tetapi kalau ada komitmen bersama untuk melakukan kerja bakti kebersihan, resik-resik kuto secara serentak, maka hal yang sebelumnya dianggap memberatkan, akan bisa menjadi ringan.  Karena memang tujuan utama bersih-bersih dan kerja bakti tersebut, disamping ingin menciptakan suasana dan budaya bersih, juga yang tidak kalah penting ialah menanamkan rasa keikhlasan dan ketulusan dalam bekerja kepada seluruh pegawai.  Kalau keikhlasan dan ketulusan dalam setiap tindakan tersebut sudah meresap dalam hati, maka apapun yang dikerjakan, akan terasa menyenangkan dan tidak ada lagi keterpaksaan.

          Kalau kondisinya sudah seperti itu, maka apa yang tadi saya sampaikan, ialah kerja bakti untuk masyarakat di tempat-tempat yang biasanya kumuh, menjadi biasa dan bahkan akan dilakukannya dengan penuh semangat. Apa lagi kalau didasari pula dengan kesadaran keagamaan yang tinggi, maka akan lebih mendorong kepada keinginan mendapatkan  hasil yang lebih, karena  semua yang dikerjakan akan juga mendapatkan nilai pahala.

          Kebersihan itu sendiri sesungguhnya sangat dianjurkan oleh semua ajaran agama, dan tidak ada yang mengajarkan berbuat jorok, kumuh dan kondisi tidak menyenagkan lainnya.  Islam, misalnya sangat menganjurkan kebersihan ini, bahkan Tuhan akan sangat menghargai dan mencintai kepada orang yang selalu bersih.  Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa kebersihan itu sebagian dari iman.  Artinya kalau seseorang itu benar-benar beriman kepada Allah SWT, tentunya ia akan  bersih; bersih hatinya, bersih pikirannya, bersih badannya, bersih pakaiannya, bersih tempat tinggalnya, bersih tempat kerjanya dan bersih lingkungannya.

          Alangkah menyenangkan orang yang beriman dan dapat menerapkan konsep bersih tersebut dalam  realitas kehidupannya sehar-hari.  Namun sayangnya memang masih banyak orang beriman yang belum dapat menerapkan  kebersihan tersebut dalam hidupnya, sehingga secara kasat mata orang tersebut dapat dikategorikan sebagai  beriman yang kurang sempurna.  Tetapi memang kita harus menyadari bahwa kebanyakan mereka itu terbawa oleh kebiasaan yang dialaminya sejak masa kanak-kanak dan juga lingkungan.  Dan celakanya banyak  diantara kita yang belum menyadari bahwa kebersihan tersebut juga akan mempengaruhi kadar keimanan kita, sehingga mereka tidak berusaha secara nyata untuk menerapkan kebersihan ini dalam kehidupan nyata sehari-hari.  Akibatnya ia tidak akan mengajarkan kehidupan bersih kepada anak-anak dan keluarganya.  Padahal ini sangat penting untuk membiasakan mereka mengingat dan merealisasikan hidup bersih tersebut.

          Kita memang harus terus menerus memberikan pencerahan kepada setiap orang beriman, agar mempraktekkan konsep  bersih ini dalam diri dan keluarga, serta lingkungannya, karena konsep bersih ini memang menjadi satu kesatuan dengan keimanan seseorang.  Umumnya  belum banyak yang memahami bahwa bersih itu sangat erat berkaitan dengan iman seseorang, dan itulah yang saat ini menjadi tugas kita untuk menjelaskan kepada mereka para umat yang sampai saat ini belum menyadarinya.

          Tetapi yang lebih penting dari itu semua ialah menjadikan diri kita sebagai teladan bagi semua orang, terutama dalam hal kebersihan.  Kita harus dapat menjadi contoh dalam pelaksaan kebersihan ini, bahkan kita harus dapat mendorong agar terjadi gerakan kebersihan dalam masyarakat, terutama di ligkungan masing-masing. Atau bahkan kalau perlu mendorong agar ada regulasi yang nyata berupa perda tentang kebersihan yang disamping memuat prinsip-prinsip kebersihan yang harus dijaga oleh masyarakat, juga memuat sanksi bagi orang yang dengan sengaja ataupun tidak, telah melakukan sesuatu yang kontra kebersihan, misalnya membuang sampah  di sembarang tempat, termasuk di jalanan.

          Kita sering melihat perilaku kurang terpuji dalam hubungannya dengan kebersihan ini, semisal membuang sampah berupa tissu, kulit kacang, bungkus permen dan lainnya di jalan raya, atau juga membuang kertas bukti pembayaran jalan tol di jalanan, dan banyak lagi pemandangan yang sangat menyedihkan.  Semua itu menyebabkan terjadinya pemandangan yang sangat tidak sedap dan sangat tidak nyaman, dan bahkan bisa mengganggu siapapun yang menyaksikannya.

          Salah satu solusi untuk mengatasi  hal ini ialah dengan membuat peraturan yang mengharuskan mereka yang tidak berperilaku bersih tersebut dikenai sanksi yang cukup berat.  Memang barangkali hal ini tampak sangat berat, tetapi adakalanya untuk menciptakan kondisi yang diinginkan, memang harus di awali dengan menerapkan sanksi seperti itu untuk menyadarkan sebagian masyarakat kita yang dapat dikatakan bandel dan tidak mau tahu tentang perasaan orang lain.  Saya yakin kalau ini dapat diwujudkan, dan semua orang mentaati aturan tersebut, maka ancaman sanksi yang dianggap berat tersebut akan tidak diwujudkan, dan pada saat itu tampak tidak berat.

          Sekali lagi bersih itu menyenangkan dan indah, dan karena itu sangat rasional kalau bersih itu termasuk salah satu komponen iman yang harus dimiliki sekaligus diwujudkan oleh orang yang beriman.  Karena itu menjadikan jumat sebagai hari bersih-bersih, sangatlah cocok dan perlu diterapkan oleh semua instansi dan lembaga di negeri ini.  Barangkali masih ada yang meragukan tentang efektifitas dan keberhasilan jumat bersih tersebut, namun dengan menerapkan jumat bersih, setidaknya telah memberikan sedikit kesempatan kepada seluruh pegawai untuk berderma dengan tenaga dalam rangka menciptakan lingkungan  yang bersih, asri dan menyenangkan untuk dipandang.

          Disamping itu dalam rangkaian jumat bersih juga didahului oleh kegiatan olah raga bersama untuk sekedar meregangkan otot-otot kaku yang selama satu minggu sibuk dengan  pekerjaan.  Kesempatan seperti itu sekaligus dapat menjadi wahana refressing  bagi para pegawai dengan maksud agar mereka selalu dalam kondisi fit dan gairah yang tinggi dalam menjalanjakan tugasnya sehari-hari.

          Khusus di lingkungan Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang, kegiatan jumat bersih ini memang belum diterapkan secara kontinyu, dan hanya sesekali saja, tetapi untuk kedepan kiranya sangat penting untuk diterapkan secara rutin setiap jumat sekaligus dirakit dengan kegiatan lainnya, seperti berolah raga sebelumya dan bersih-bersih tempat kerja  serta lingkungan sekitar.  Saya sangat yakin bahwa dengan diterapkannya jumat bersih seperti ini, akan tercipta kondisi yang kondsif bagi seluruh pegawai.  Sebab  sementara ini yang kita rasakan ada semacam kesenjangan diantara para pegawai, bahkan  ada yang tidak saling mengenal diantara mereka.  Ini disebabkan karena setiap hari mereka hanya melaksanakan tugas rutin di tempatnya masing-masing  tanpa berkomunikasi dengan sesama di laingkungan yang sama.

          Karena itu kiranya sudah mendesak untuk segera diwujudkan kegiatan jumat bersih ini dalam rangka tujuan-tujuan mulia tersebut.  Kita berharap dengan jumat bersih yang nantinya akan kita terapkan secara rutin tersebut akan dapat membawa suasana yang lebih menyenangkan dan keakraban yang lebih ditingkatkan.  Kita semua berdoa kepada Tuhan, agar semua yang kita inginkan tersebut dapat terlaksana dan mendapatkan dukungan dari seluruh pegawai serta yang paling penting semua itu akan mendukung rasa keikhlasan dan ketulusan kita dan sekaligus juga akan membawa berkah bagi semua.  Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.