PENERIMAAN MAHASISWA BARU PTAIN

Para pimpinan Terguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) kemarin berkumpul di ruang sidang utama Kementerian Agama RI, jl. Lapangan Banteng untuk bersama-sama membahas persiapan penerimaan mahasiswa baru secara nasional.  Sebenarnya pada tahun 2010 yang lalu seleksi penerimaan mahasiswa baru secara nasional telah dilakukan, walaupun masih banyak yang harus dilakukan, terutama mengenai sosialisasinya.

          Memang pada saat itu waktunya sangat tidak ideal, karena pada bulan Mei, baru ditetapkan mengenai pelaksaan dan segala hal yang berkaitan dengannya, termasuk surat keputusan dari Dirjen Pendis yang sangat terlambat.  Meskipun begitu, pelaksanaannya dianggap cukup sukses dan diharapkan pada tahun ini, dimana masih cukup waktu untuk sosialisasi, seleksi bersama tersebut dapat lebih maksimal.

          Barangkali perlu diinformasikan bahwa pada saat ini telah terbit peraturan pemerintah nomor 66 tahun 2010, dan ditindak-lanjuti dengan permendiknas nomor 34 tahun 2010, dimana didalamnya diatur mengenai sistem penerimaan mahasiswa baru.  Hal yang sangat penting dalam kaitannya dengan hal tersebut ialah, mengenai kewajiban perguruan tinggi negeri untuk menerima  calon mahasiswa minimal 60 % melalui seleksi bersama secara nasional, dan selebihnya dapat melalui seleksi yang dilakukan secara mandiri.  Itupun dengan syarat bahwa pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru yang melalui seleksi mandiri harus dilaksanakan setelah seleksi nasional.

          Dengan pertimbangan inilah kiranya kita semua harus berusaha secara maksimal untuk pelaksanaan seleksi bersama tersebut, yang namanya  sudah disepakati pada tahun lalu dengan sebuan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri dan disingkat menjadi SPMB-PTAIN.  Kita tidak menginginkan bahwa nantinya ada perguruan tinggi  dalam lingkungan Kementerian Agama yang tidak maksimal, sehingga tidak akan mendapatkan  calon mahasiswa sesuai yang diinginkan.  Memang kita harus  cepat belajar untuk perubahan ini dan kalau perlu membantu para calon mahasiswa yang masih gagap teknologi untuk  bisa mendaftar melalui internet.  Caranya ialah dengan membuka meja di perguruan tinggi kita untuk melakukan pendampingan bagi mereka yang datang ke kampus kita.

          Sesungguhnya SPMB-PTAIN ini sangat menguntungkan kepada calon mahasiswa, terutama yang tinggalnya jauh dari kampus yang dituju, karena pendaftarannya cukup ke kantor BRI di manapun di seluruh Indonesia.  Dengan membayar di BRI, calon mahasiswa akan mendapatkan nomor PIN dan passward yang diperlukan untuk akses SPMB-PTAIN, yang dapat dilakukan diwarnet, bahkan di rumah sendiri, dan tidak perlu datang ke kampus, kecuali pada saat ujian dilaksanakan.  Dengan mengakses SPMB-PTAIN tersebut, calon mahasiswa kemudian mengisi formulir yang ada dan juga nomor ujian yang tersedia di sana, dan selanjutnya dapat mencetak sendiri kartu dan nomor ujian tersebut.  Printoutan tersebutlah yang nantinya pada saat ujian dibawa untuk ditunjukkan kepada petugas atau panitia untuk disahkan dan langsung dapat mengikuti ujian seleksi masuk PTAIN yang dituju.

          Ada kemudahan yang didapat oleh para calon mahasiswa  melalui SPMB-PTAIN ini, karena disamping tidak perlu repot  datang ke kampus pada saat mendaftar, juga seluruh  siswa yang berada di kelas XII atau kelas tiga  SLTA sudah bisa mendaftar, sedangkan syarat ijazah dan lainnya diperlukan pada saat regristasi setelah yang bersangkutan dinyatakan lulus dalam SPMB-PTAIN tersebut.  Jadi pada saat mengikuti ujian seleksi, tidak dipersyaratkan harus sudah lulus atau telah mengantongi ijazah.

          Sekarang justru yang segera harus dilakukan ialah mempersiapkan pelaksanaan SPMB-PTAIN tersebut, sehingga pada saatnya seluruh PTAIN telah siap dan seluruh calon mahasiswa  mendapatkan informasi yang cukup untuk hal ini. Barangkali yang harus juga diupayakan untuk mensukseskan pelaksanaan SPMB-PTAIN ini ialah disamping menggencarkan sosialisasi  melalui berbagai media yang ada dan langsung datang ke sekolah, juga kebijakan kita bahwa beasiswa yang disediakan untuk para mahasiwa kita akan kita prioritaskan diberikan kepada mereka yang mendaftar melalui SPMB-PTAIN.  Kebijakan ini  memang perlu kita tempuh untuk memaksimalkan cara penerimaan calon mahasiswa baru yang kita sepakati tersebut.  Tujuannya ialah bahwa dalam SPMB-PTAIN tersebut kita semua bisa mendapatkan calon mahasiswa minimal 60 % sebagaimana diatur dalam peraturan yang sebutkan di atas.  Syukur-syukur kita  justru dapat menerima lebih dari 60 %, sehingga dalam  seleksi yang diselenggarakan secara mandiri, tinggal beberapa prosen saja kuota yang harus kita penuhi.

          Saya kira kita dapat melaksanakan SPMB-PTAIN ini dengan maksimal, karena masih ada cukup waktu untuk mempersiapkannya, terutama sosialisasi kepada calon mahasiswa, dan tentu kebijakan dan orientasi kita yang harus segera diubah dan disesuaikan dengan kebijakan baru secara nasional ini.  Sebab pada hakekatnya ialah hanya  mengalihkan dari sistem lama kepada sistem baru yang justru dianggap lebih mudah, murah dan sekaligus  memberikan pilihan yang lebih variatif kepada para calon mahasiswa, disamping kita tidak terlalu ribut dengan pekerjaan rutin yang banyak menyedot tenaga dan konsentrasi ini.

          Tentu untuk kali ini, kita juga masih mempersiapkan tenaga yang diperuntukkan bagi para calon mahsiswa yang mungkin mengalami kesulitan dengan teknologi.  Sebab  saya masih yakin bahwa masih banyak diantara para calon mahasiswa kita yang datang ke kampus untuk mendaftar, meskipun sesungguhnya tidak perlu datang ke kampus dan cukup mengisi form yang tersedia di internet, ketika mereka mengakses SPMB-PTAIN, yang semuanya itu dapat dilakukan di rumah masing-masing atau setidaknya di warnet yang ada dimana-mana.

          Tetapi kita harus menyadari bahwa  diantara calon mahasiswa kita itu ada yang sekolahannya masih tergolong sangat tradisional, dan barangkali juga belum tersebutuh teknologi seperti internet, lebih-lebih kalau kita mengingat kondisi di luar pulau jawa, semacam di daerah Indonesia Timur dan di kepulauan kecil yang tersebar di seluruh nusantara.  Oleh karena itu kita memang masih membutuhkan seleksi mandiri yang segala sesuatunya masih dikerjakan secara manual untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang dalam kondisi seperti tersebut dan juga memberikan kesempatan kepada mereka yang kebetulan kalah bersaing dengan kawan-kawannya di SPMB-PTAIN, dalam prodi yang dipilih dan kemudian ingin beralih kepada pilihan prodi lainhya, dan lainnya.  Dan semua ini akan kita wadahi dalam kuota sisa setelah pelaksanaan SPMB-PTAIN.

          Untuk itu sekali lagi, kita memang harus all out dalam mempersiapkan SPMB-PTAIN ini, termasuk perangkat IT yang dibutuhkan.  Kita tidak boleh pesimis dan menyerah dengan keadaan, sambil menungggu datangnya calon mahasiswa ke kampus kita, tetapi kita harus jemput mereka bahkan sampai ke sekolah dan bahkan rumah mereka.  Saat ini adalah saat kompetisi, bukan lagi saat menyerah kepada keadaan, karena siapapun yang tidak mau berusaha dan hanya mengandalkan mukjizat, maka ia akan tergilas oleh roda kehidupan dan hiruk pikuknya teknologi informasi yang sedemikian cepat.

          Kita semua ingin bahwa perguruan tinggi kita, yaitu perguruan tinggi Islam yang berada di lingkungan kementeran Agama, dapat maju dan berkompetisi serta sejajar dengan perguruan tinggi negeri lainnya, bahkan kalau perlu kita harus berada  di atas mereka dalam berbagai aspek, atau setidaknya dalam beberapa aspek yang menjadi koncern kita.  Dan saya sangat yakin bahwa kita bisa, hanya persoalannya ada pada kemauan kita.  Kalau kita memang mempunyai ghirah yang tinggi untuk hal tersebut, tentu akan ada jalan.  Misalnya dimulai dengan menata dan mengembangkan SDM melalui berbagai upaya yang dapat dilakukan, sampai membenahi sistem  dan perangkat yang dibutuhkan.  Dan yang harus dicatat bahwa semua itu harus melalui perjuangan dan pengorbanan, dan tentu waktu, tetapi tentu semua itu tidak akan sia-sia, melainkan pasti bermanfaat dan menjadi amal shalih bagi kita.

          Kembali kepada persoalan SPMB-PTAIN,  sesungguhnya ini merupakan bagian kecil dari upaya kita memajukan dan mengembangka lembaga kita, meskipun demikian ini juga tidak boleh kita lewatkan dan anggap remeh, karena  justru  dari sesuatu yang tampaknya remeh inilah dimulainya sebuah keberhasilan.  Kita semua berharap semoga Tuhan selalu menyertai usaha baik yang kita lakukan dan sekaligus memberikan kemudahan dan kesuksesan kepada kita. amin

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.