SERTIFIKASI DOSEN

Sejak tahun 2008 yang lalu, istilah sertifikasi, baik bagi guru maupun bagi dosen, mulai marak dan gaungnya bahkan mengalahkan persoalan lainnya.  Meskipun kita tahu bahwa di lingkungan kementerian agama (Departemen Agama, waktu itu) baru muncul pada tahun 2009.  Itupun dengan berbagai persoalan yang cukup rumit, terutama  menyangkut sertifikasi guru, karena menyangkut kuota dan juga perioritas.  Sedangkan untuk sertifikasi dosen, relative lebih tanpa masalah.  Namun dengan segala dinamikanya, sertifikasi tersebut akhirnya dapat terselenggara dengan cukup baik.

          IAIN Walisongo Semarang sendiri pada tahun 2009 mendapatkan kuota 145 dosen untuk diusulkan dalam sertifikasi dosen tersebut.  Sedangkan perguruan tinggi penyelenggara serdos yang menilai DYU (dosen yang diusulkan) dari IAIN Walisongo, berdasarkan surat keputusan direktur jenderal pendidikan Islam, ialah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.  Dan sebagaimana kita ketahui, alhamdu lillah keseluruhan 145 dosen kita tersebut memenuhi kualifikasi sebagai pndidik professional dan lulus.

          Sementara itu untuk kuota tahun 2010, IAIN Walisongo kita mendapatkan kuota sebanyak 102 dosen, dan sesuai keputusan dirjen Pendis, PTP yang menilai dosen kita ialah Universitas Islam Negeri Syaraif Qasim Riau, dan sebagaimana kita ketahui juga bahwa dengan alasan hampir mendekati pensiun, salah satu dosen kita mengundurkan diri, sehingga portofolio yang kita kirim ke UIN Riau hanya berjumlah 101 dosen, dan alhamdu lillah keseluruhannya dinyatakan memenuhi syarat dan lulus.

          Kemarin kita telah menyerahkan sertifikat tersebut kepada seluruh dosen kita dengan maksud agar  segera dapat ditindak-lanjuti untuk dapat diusulkan pembayaran tunjangan profesinya, sebagai konsekwensi mereka setelah mendapatkan sertifikat pendidik tersebut.  Dan dengan sertifikat tersebut dosen kita telah dianggap professional dan kompeten, yang karena itu kita harapkan bahwa mereka akan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

          Kita semua ingin bahwa dengan adanya sertifikasi tersebut, pendidikan di  lembaga kita akan semakin  bergairah dan tentu lebih baik dari sebelumnya.  Sebagaimana kita ketahui bahwa untuk dosen, kita telah mempunyai peraturan pemerintah nomor 37 tahun 2009, yang memuat berbagai hal tentang dosen; tentang kewajibannya, hak-haknya, termasuk  konsekwensi terhadap pelaksanaan tugas, dan juga konsekwensi  kalau meninggalkan tugas.  Menurut saya semua dosen harus membaca dan memahami PP tersebut sebagai bahan dan pedoman dalam melaksanakan tugas, tentu disamping peraturan dan perundangan lainnya.

          Karena itu kita tidak ingin bahwa  serdos ini hanya dimaknai sebagai peningkatan kesejahteraan semata.  Memang pemaknaan tersebut tidak seluruhnya salah, tetapi justru yang lebih penting dan menjadi tujuan utama sertifikasi dosen tersebut ialah dalam rangka peningkatan pendidikan kita.  Kalau dosen telah bersertifikat, artinya dosen tersebut dianggap professional dan menguasai berbagai kompetensi, yakni kompetensi pedagogic, kompetensi, professional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi social.  Tentu dengan 4 kompetensi tersebut secara teoritik, dosen akan dapat mendidik mahasiswa dengan baik, sehingga para peserta didik kita benar-benar berkualitas dan sekaligus juga berakhlak mulia.

          Alhamdu lillah sejak akhir tahun 2009 kemarin, yakni setelah sertifikasi tahap pertama, kita dapat meyaksikan dan merasakan perubahan nyata dalam kinerja dosen kita.  Dampak yang kasat mata ialah dalam hal tingkat kehadiran tatap muka dosen di kelas, rata-rata mereka dapat melaksanakannya lebih baik ketimbang sebelumnya.  Disamping itu kewajiban dalam melaksanakan beban kerja dosen juga  meningkat dan mulai saat itu seluruh dosen telah memenuhi  minimal kewajiban beban sks.  Kedepan kita sangat berharap bahwa peran dosen dalam pembinaan dan pembimbingan terhadap mahasiswa  akan lebih meningkat.  Artinya, dosen tidak hanya melaksanakan kewajiban mengajar di kelas saja, tetapi juga mendidik dengan benyak melakukan komunikasi dengan para mahasiswa, mendengarkan kesulitan dan berbagai masalah mereka, dan berupaya membantu dalam hal belajar mereka.

          Memang harus diakui bahwa ada kesulitan tersendiri untuk melaksanakan peran maksimal dosen tersebut, tetapi kita harus berusaha secara maksimal, bahwa dengan sertifikasi dosen dan segala konsekwensi yang melekat di dalamnya, kita optimis dapat memaksimalkan peran dosen, terutama dalam pembinaan dan pembimbingan mahasiswa.  Karena kita semua menyadari bahwa  garapan utama kita ialah mendidik mahasiswa dan mengantarkan mereka untuk menjadi  manusia yang siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan dan problem, sehingga mereka nantinya akan dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakat secara umum.

          Sertifikasi dosen secara riil memang bukan menjadi ukuran yang menjamin profesionalitas seseorang, meskipun secara teoritis seharusnya dapat dijadikan ukuran dalam menilai dosen.  Tetapi kita yakin bahwa dengan serdos ini, kita akan dapat mendorong kepada  seluruh dosen untuk lebih meningkatkan kinerja mereka. Keyakinan tersebut didasarkan kepada kenyataan awal yang saat ini dapat kita rasakan bersama, disamping berbagai motivasi yang selalu kita sampaikan kepada mereka tentang keberkahan tunjangan yang diterima.  Artinya untuk dosen-dosen IAIN, kita  masih yakin bahwa mereka masih mempercayai tentang aspek keberkahan dalam rizki yang diberikan oleh Tuhan.  Bayangkan kalau mereka menerima tunjangan tetapi tidak dimbangi dengan kinerja, maka mereka akan merasa bahwa tunjangan tersebut kurang berkah.  Karena itu saya sangat yakin bahwa dengan serdos  ini, keseluruhan dosen akan termotivasi untuk meningkatkan kinerja mereka.

          Namun kita juga berharap bahwa seluruh dosen, terutama yang sudah tersertifikasi, akan mentaati segala peraturan perundangan yang berlaku.  Sebagaimana kemarin saya sampaikan di hadapan para dosen dalam acara penyerahan sertifikat, bahwa  untuk dapat diusulkan pembayaran tunjangan profesinya, seorang dosen harus  melaksanakan tugas sesuai yang diatur dalam peraturan pemerintah nomor 37 tahun 2009 tentang dosen, dan sekaligus tidak melakukan pelanggaran terhadap larangan yang diatur di dalamnya.  Kinerja dosen tersebut dibuktikan dengan laporan yang harus dibuat oleh setiap dosen pada setiap semesternya.  Untuk semester ganjil, laporan diserahkan antara tanggal 15 sampai 20 setiap Januari, sedangkan untuk laporan kinerja semester genap disampaikan pada antara tanggal 15-20 setiap bulan Juli.  Dan untuk tugas khusus professor diserahkan pada bulan Januari antara tanggal 15  sampai 20.

          Kita sudah berkomitmen bahwa kalau dosen tidak melaksanakaan tugas dan atau  tidak melaporkan  kinerjanya sesuai ketentuan yang ditetapkan, maka tidak akan diusulkan pembayaran tunjangannya.  Demikian juga bagi dosen yang melanggar ketentuan, misalnya  disamping sebagai dosen tetap di IAIN Walisongo Semarang, ternyata yang bersangkutan juga menjadi tenaga tetap di luar IAIN Walisongo, misalnya sebagai pejabat di perguruan tinggi swasta ataupun menjadi pejabat di lembaga lainnya.  Oleh karena itu dalam rangka menghindari bermasalah yang mungkin timbul dikemudian hari, kita sudah tetapkan bahwa setiap dosen harus membuat surat pernyataan tentang kesanggupannya untuk mengembalikan seleuruh tunjangan yang telah diterimanya, manakala dikemudian hari diketahui bahwa pembayaran tunjangan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.

          Karena itu sesungguhnya kita menginginkan bahwa seluruh dosen  akan mentaati keseluruhan peraturan perundangan yang berlaku, sehingga tidak ada masalah dikemudian hari.  Kejujuran dalam menyampaikan informasi tentu menjadi keharusan, sehingga  surat pernyataan yang dibuat tersebut tidak akan menjadi sandungan, tetapi justru akan semakin menjadi motivasi untuk menunjukkan kesungguhan dosen dalam menekuni profesinya.  Dan sekali lagi saya percaya penuh dengan niat baik seluruh dosen kita, namun semua yang saya sampaikan tersebut hanyalah sebagai worning dan nasehat agar kita tetap  berada dalam jalur yang benar.

          Pada akhirnya kita berharap bahwa Tuhan akan senantiasa memberikan taufiq, hidayah dan inayah-Nya kepada kita sehingga kita dapat melaksanakan tugas kita dengan baik dan mendapatkan ridlo dari-Nya.  Dengan demikian kita berharap bahwa keseluruhan penghasilan yang kita peroleh akan menjadi berkah bagi keluarga kita.  Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.