KOMITMEN SELURUH PMPINAN

Salah satu aspek yang sangat perlu diketahui oleh semua pimpnan disebuah institusi ialah bagaimana  ada kebersamaan  dalam melangkah dan mencapai cita cita.  Tanpa kebersamaan dan pengertian dari semua unsur, maka  akan  sulit  meraih cita cita tersebut, bahkan mungkin aka lebih bagus jika  sebagian pimpinan tersebut dian saja tanpa melakukan apapun, ketimbang melakukan sesuatu tetapi justru bertentangan dan berpotensi menghambat proses pencapaian cita cita tersebut.

Karena itu dalam  seiap pertemuan, termasuk pada saat rapat kerja projek peningkatan perguruan tinggi yang disupport oleh Islamic Development Bank,  juga diingatkan kembali tentang pentingnya kebersamaan dan komitmen untuk selalu sejalan dan seirama dalam menjalankan roda institusi.  Bahkan   dalam kesempatan tersebut perlu juga  disampaikan  kilas balik betapa pada  masa yang lalu masih ada beberapa sikap dan kejadian yang tidak boleh lagi terjadi di masa  mendatang, yakni sikap  pesimis dan tidak mendukung sebuah keinginan untuk memajukan institusi.

Pada saat awal merencanakan dan  mempersiapkan projek inii, ada sebagian bahkan mungkin cukup banyak diantara warga kampus yang tidak  Cuma tidak mendukung dan mebantu, melainkan justru malah seolah meremehkan dan  menganggap sebagai sebuah mainan yang  tidak mungkin akan tercapai.  Untungnya masih ada beberapa orang yang masih menyimpan optimisme untuk terus bekerja tanpa kenal lelah, walaupun saat itu belum ada honornya sama sekali.

Ketekunann tersebut pada akhirnya menghasilkan sebuah keberhasilan yang nkemudian dapat dinikmati oleh semua warga kampus.  Walaupun demikian ternyata masih ada   sebagian diantara warga kampus yang  masih melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang dianggap aneh, hanya disebabkan oleh peran beberapa orang yang menyiapkan tersebut banyak terlibat dalam kegiatan yang disupport oleh  dana IsDB tersebut. 

Sudah barang tentu mereka yang terlibat semenjak awal mempersiapkan, akan banyak terloibat dalam banyak kegiatan, karena merekalah yang “berjasa” melahirkan projek tersebut.  Sementara  pihak yang dahulunya meragukan dan bahkan mencibirnya pun pada saat ini sudah dilibatkan dalam kegiatan yang dibiayai oleh IDB tersebut.  Tentu  dalam persoalan tersebut harus ada sikap tegas dan adil dalam melibatkan pihak  pihak lain, agar seuanya dapat berjalan dengan lancar.

Kalau misalnya ada  beberapa orang yang seolah selalu terloibat dalam pelaksanaan  kegiatan, itu disebabkan  memang merekalah yang  bertanggung jawab melaksanakan program tersebut, sehingga kondisi tersebut harus dapat dimaklumi oleh semua pihak.  Sudah barang tentu secara umum aspek pemerataan dan keadilan akan ditekankan sepanjang hal tersebut memang diperlukan untuk menjaga keseimbangan dan keutuhan  serta kebersamaan.

Sikap komitmen tersebut juga  sangat diperlukan dalam hal apapun, karena  contoh dalam pelaksanaan projek IsDB tersebut hanyalah sebuah contoh saja, dan selebihnya tentu kita dapat menganalogkan sendiri.  Bahkan mungkin sedikit kita dapat contohkan lagi proses  alih status  dari IAIN menjadi universitas yang cukup panjang dan memang harus diperjuangkan sendiri.

Pada saat awal keinginan untuk ada perubahan kelembagaan  menjadi universitas yang memungkinkan untuk membuka banyak dan bervariasinya program studi, ternyata  cukup banyak hambatan yang ditemui.  Memang pada awalnya  tidak ada hambatan apapun yang muncul dari dalam, dan karena itu proses persiapannya cukup lancar.  Akan tetapi sangat disayangkan bahwa  dalam kondisi  siap tersebut, ada kebijakan dari kementeraian yang tidak berpihakkepada keinginan tersebut.

Nah, kebijakan untuk tidak menambah UIN di lingkungan kementerian agama tersebut hampir memu[puskan harapan dan memang sudah pupus sementara sampai  orang nomor satu di kementerian berganti.  Nah, meskipun ada angin segar untuk dapat diproses, ternyata masih ada pihaklain di level eselon satu yang  relatif sama dengan sikap menteri terdahulu, yakni  tidak diperlukan UIN  lagi, dan cukup dengan institusi yang ada  saat itu.

Namun ahl tersebut terus diupayakan untuk kelanjutan proses alih status tersebut, walaupun tentu sangat berat.  Dan singkat  cerita sete;lah pejabat tersebut diganti dengan pejabat lainnya, ada angin segar kembali untuk melanjutkan proses ali status tersebut.  Hanya saja  kendali tidak berhenti sampai di situ, tetapi justru datng dari pihakluar kementerian, yakni kementerian terkait yang  mengharuskan  adanya persetujuan dari kementerian tersebut.

Berbaai usaha sudah dilakukan dan mungkin pada batas yang maksimal, karena  tidak hanya mendatangkan  orang nomor satu dalam kementerian tersebut, melainkan juga dilakukan melalui pendekatan yang memungkinkan.  Tetapi  apa yang disebut sebagai “rekomendasi” persetujuan tersebut tidak kunjung datang, sehingga pada saat itu sempat hampir frustasi.  Sementara itu dengan lamanya proses tersebut dan dengan tidak adanya kabar tentang kemajuan proses, maka  dari dalam  sendiri mulai terlihat adanya pihakpihak yang meragukan usaha yang kita lakukan.

Bahkan sempat muncul gerakan untuk melemahkan proses alih status tersebut dengan berbagai tindakan yang sungguh sangat disayangkan.  Seharusnya semua warga kampus mendukung, setidaknya melalui doa, agar proses tersebut cepat sukses, demi kemajuan bersama.  Namun itulah yang terjadi sehingga kondisi tersebut semakin memacu kita untuk tidak boleh menyerah dan frustasi.  Seluruh konsentrasi dikerahkan dan difokuskan untuk mensukseskan hal tersebut, walaupn harus  sedikit nekat.

Alhamdu lillah pada akhirnya  proses alih status tersebut berhasil dan saat ini kita  dapat menikmatinya, walaupun tentu masih banyak hal yang perlu ditingkatkan serta memerlukan perhatian kita untuk melanjutkannya sehingga institusi kita akan semakin baik.  Inilah pengalaman yang kurang bagus yang harus kita jadikan sebaai sebuah guru yang baik agar ke depan kita dapat lebih kompak dan mudah dalam meyelesaikan persoalan apapun.

Ternyata persoalan tersebut tidak pernah habis dan berhenti, kaena saat ini kita juga masih menghadapi banyak persoalan, akan tetapi jika kita kompak dalam menyikapi dan menghadapinya,  insyaallah akan dapat diatasi dengan baik.  Termasuk di dalamnya ialah  mengatsi kekurangan ruang kuliah dan berbagai fasilitas yang  dibutuhkan.  Kita tentu  tetap optimis, jika kita terus berusaha, tentu pasti akan  ada jalan keluar yang berujung manis.

Saat ini  merupakan  kondisi yang sangat memungkinkan bagi kita untuk melakukan sesuatu yang benar dan besar, karena  ini merupakan awal kiprah kita dalam membangun dan memajukan isntitusi kita.  Dengan  awal periode khidmah kita dala institusi ini, kiranya akan sangat bagus jika kita  mengawalinya dengan sebuah komitment  bersama untuk menjadikan  UIN kita sebagaiperguruan tinggi yang  maju dan berkualitas serta dapat berprestasi menonjol.

Jalan untuk mewujudkan itu sudah cukup terbuka, karena saat ini kita sudah mempunyai odal cukup dan semua  cita cita  besar kita  sesungguhnya  sangat mungkin untuk kita raih dengan mudah, dengan sayarat kita semua tetap fokus dan menjadikan institusikita sebagai rumah pertama kita, dan bukan hanya sebagai ampiran.  Kita percaya bahwa kita akan mampu melakukanna dan semoga Tuhan senantiasa  memberikan bimbingan kepada kita untuk melaksanakan amanah  sebagai pimpnan di institusi ini.

Sudah pasti  hambatan seringan atau seberat apapun akan muncul dan kita  harus mengantisipasinya sedemikian rupa sehingga  pada akhirnya akan mampu mengatasinya dengan bagus dan tanpa menyisakan persoalan lain. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.