SEMUA AKAN KEMBALI KE ALAM BAKA

Kehidupan di dunia ini tidaklah kekal, karena semua orang pasti akan mengalami kematian dengan berbagai cara.  Kematian tersebut  merupakan  pintu masuk ke alam lain yang disebuit sebagai ala barzah sebagai bentuk penentian sebelum pada saatnya nanti secara bersamaan  akan memasuki alam akhirat yang kekal.  Itulah kepercayaan yang selama ini tertanam dalam benak umat muslim yang beriman.

Kehidupan di dunia memang tidak pantas disebut sebagai bentuk kehidupan terakhir, karena  disana  sangat banyka sekali kejadian yang belum sempurna, sehingga tidak  adil bilamana  sudah berakhir untuk selamanya.  Kita dapat mencontohkan betapa banyaknya kejadian yang disebabkan oleh ulah manusia, dan manusia tersebut belum sempat mendapatkan balasannya.  Ada kalanya seseorang membunuh  saudaranya sesama manusia, dan tidak  ketahuan, sehingga hingga matinya, orang tersebut aman dari hukuman balasannya, maka jika hal tersebut dianggap selesai, kiranya  sangat janggal bagi kita.

Kehidupan duniawi yang memang tidak sempurna tersebut, mengharuskan adanya kehidupan lain yang  semua perbuatan akan mendapatkan balasannya  dengan seadil adilnya.  Itulah hukum akal yang seharusnya terjadi.  Sementara  di dunia  masih sangat banyak yang belum selesai, sehingga akal belum akan  menerimanya sebagai bentuk keadilan, karena itu pastilah akan ada alam lainnya yang semua manusia akan mendapatkan perlakuan yang  adil.

Atas dasar  hal tersebut, kita meyakini  bahwa semua manusia pasti akan kembali kepada alam yang abadi, sebagaimana ajaran Islam yang sudah kita yakini.  Artinya jika seluruh manusia  mau berpikir dengan sadar dan lebih menekankan kepada akal  dengan pertimbangan hati, sudah pasti mereka  akan sampai kepada sebuah kesimpulan akhir yang pasti, yakni bahwa kehidupan dunia ini hanyalah sementara dan  semua akan kembali kepada alam kekekalan.

Saat ini, kita  dapat menyaksikan betapa setiap hari banyak orang meninggal dunia, baik disebabkan oleh  sebuah penyakit yang sudah lama diderita, maupn disebabkan oleh adanya kecelakaan, peristiwa alam yang menimpanya, atau bahkan disengaja oleh orang lain.  Namun hakekatnya semuanya itu hanyalah penyebab dan sama sekali tidak menentukan kematian.  Kita sangat yakin bahwa kematian tersebut merupakan ketentuan Tuhan yang sudah ditetapkan.

Artinya jika  ada orang yang ingin membuat mati pihak lain, mungkin saja akan terjadi dan mungkin saja tidak akan terjadi, karena jika Tuhan menghendaki seseorang akan mati dan jika menghendaki pula, pasti Tuhan akan menyelamatkan seseorang, meskipun sudah  diusahakan oleh seseorang lain untui membunuhnya.  Ingat banyak kejadian mengherankan terjadi di dunia ini dan kebanyakan orang  sama sekali tidak melihat hal tersebut sebagai kuasa mutlak Tuhan, melainkan hanya sebuah keganjilan semata.

Pada saat ada peristiwa Tsunami yang mematikan hampir seluruh manusia yang ada, tetapi ternyata  masih ada pula manusia yang diselamatkan oleh Tuhan melalui berbagai cara yang terkadang tidak masuk di akal manusia.  Hanya manusia beriman saja yang dengan mudah dapat mengerti dan memahami  kondisi tersebut, sedangkan  manusia yang sama sekali tidak beriman, bisa saja cuek dengan kondisi tersebut atau bahkan hanya geleng geleng kepala saja tanpa makna.

Demikian juga ketika ada sebuah kendaraan yang memuat banyak penumpang, lalu mengalami kecelakaan, dan mengakibatkan banyak  penumpang yang meninggal dunia, namun kita seringkali juga menyaksikan bahwa betapa Tuhan Maha Kuasa dengan menyelamatkan  orang yang turut dalam kecelakaan tersebut.  Hal tersebut disebabkan  keputusan tentang kematian seseorang tersebut memang diputuskan lain oleh Tuhan.

Bahkan kalaupun ada manusia yang  nekat ingin bunuh diri, baik dengan menceburkan diri ke dalam arus deras sungai, atau melalui minum racun atau bahkan menabrakkan diri kepada kendaraan yang sedang melaju, namun jika Tuhan tidak menghendaki bahwa dia itu mati pada saat tersebut, maka Tuhan pasti masih akan memberikan kehidupan kepadanya.  Hal tersebut sudah banyak terjadi dan kita sudah menyaksikannya, hanya saja  masih banyak manusia yang tidak mengambil hikmah dari peristiwa tersebut.

Andaikata seluruh manusia dapat mengambil hikmah setiap kejadian, apapun bentuknya, pasti mansuia tersebut  akan dapat bertindak bijak dan akan semakin tunduk dan patuh kepada Tuhan, hanya sayangnya  setiap kali ada kejadian yang luar biasa, manusia hanya  sampai pada tingat kekaguman semata dan tidaka dilanjutkan, siapakah yang membuat sesuatu yang mengagumkan  tersebut, sehingga manusia tersebut tidak  mampu meningkatkan  kadar keimananya kepada Tuhan.

Manusia  sebagai  satu satunya makhluk Tuhan yang dilengkapi dengan akal tentu  akan  dimintai pertanggung jawaban oleh Yang Maha Memberi tersebut, sedangkan makhluk lainnya, seperti hewan, tumbuhan dan semua yang ada di  alam ini, pastinya sudah akan berakhir pada saat  dunia ini berakhir.  Manusia  dibedakan dengan makhluk lainnya, karena  manusia dibekali dengan akal yang dapat digunakan untuk berpikir dan memilih pilihan hidupnya.

Sangat wajar dan masuk di akal, jika Tuhan sebagai pemberi akal dan kemudian juga sekaligus memberikan beban kepada manusia,  meminta  tanggung jawab kepada manusia atas  semua itu, yakni apakah beban yang diberikan tersebut  benar benar dijalankan ataukah diabaikan?.  Beban tersebut dalam bahasa lain dapat dikatakan sebagai amanah yang harus ditunaikan, seperti kewajiban manusia untuk berbuat baik kepada sesama, saling membantu dan  kebajikan lainnya.

Apakah manusia  dengan akalnya tersebut telah berpikir dan berkesimpuilan bahwa  ada kewajiban pribadi terhadap Tuhan yang harus dipenuhi, seperti menjalankan shalat lima waktu, berpuasa Ramadlan, dan lainnya, atau justru malah menentang kepada Tuhan melalui pembangkangan terhadap kewajiban dan melanggar larangan.  Semua itu terserah sepenuhnya kepada masing masing manusia yang sudah diberi bekal akal tersebut.

Konsekwensinya ialah bagi manusia yang  menggunakan akalnya, kemudian patuh dan mengikuti apapun yang dikehendaki oleh Tuhan, maka  dia pasti akan diberikan balasan yang baik, bahkan mungkin lebih bagus dari sekedar balasan untuk perbuatannya di dunia.  Namun bagi mereka yang menentang atau   meninggalkan kewajiban, dan melakukan larangan, pasti Tuhan akan memberikan balasan kepada mereka tersebut, bahkan balasannya  akan sangat pedih sebagaimana  yang berkali kali diancamkan  oleh Tuhan melalui firman-Nya.

Keberadaan manusia di alam duniawi ini hanyalah  untuk sementara dan sebagai ujian, apakah manusia mau berusaha mempersiapkan dan membuat bekal untuk kehidupan  di akhirat yang kekal, ataukah  sebaliknya, mereka  lupa diri dan tidak mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang abadi tersebut, pastilah Tuhan tidak begitu saja membiarkan manusia dalam kebingunanya.  Tuha telah mengutus  para Nabi untuk memberikan peringatan dan mengajarkan  sayariat kepada seluruh manusia.

Persoalannya ialah apakah manusia tersebut mau berpikir dan mengikuti para utusan tersebut ataukah tidak. Tetapi saya yakin dan kita semua juga yakin bahwa jika seseorang menggunakan akalnya untuk berpikir, pastilah akan sampai kepada kesimpulan bahwa semua manusia pasti akan beralih ke alam lain yang disana  semua perbuatan manusia akan diberikan balasan secara adil, karena di sunia ini masih sangat banyak ketimpangan dan ketidak adilan yang membuat sebagian manusia dirugikan dan terdhalimi.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.