MEMBUAT ORANG TERSENYUM

Terkadang kita menjadi sangat rindu terhadap seseorang yang biasa kita temui dan mereka tidak pernah tersenyum kepada kita.  Mungkin karena kesibukannya atau mungkin karena  tidak kenal kepada kita atau karena sebab lain, tetapi dalam kenyataannya mereka kerap kali bertemu dan berpapasan dengan kita,  dan mereka sama sekali tidak memperhatikan kita, meskipun hanya sekedar tersenyum atau menyapa dengan basa basi saja.

Barangkali alasan pertamalah yang membuat pertemuan yang sering terjadi, tetapi tidak terjadi komunikasi, sehingga  masing masing asyik dengan dunianya  sendiri sendiri.  Alasan pertma yang dimaksuidkan tersebut ialah tentang kesibukan. Idealnya  setiap manusia itu saling  menyapa, bahkan meskipun belum kenal, karena dengan menyapa tersebut, akan terjalin sebuah komunikasi dan pada saat tertentu akan sangat penting artinya.

Kiranya sangat  baik jika kita berusaha  menyapa terlebih dahulu pada saat kita  bertemu dengan orang lain, apalagi yang  kerap kali berjumpa.  Kalaupun misalnya mereka tidak menyambut sapaan kita,  sebaiknya kita tetap sabar untuk menyapanya, siapa tahu sapaan pertema memang belum disadarinya, dan sapaan berikutnya  insyaallah akan dijawab.  Sapaan tersebut dapat berupa ucapan dan dapat juga berupa isyarat, seperti anggukan kepala dan sejenisnya.

Kalau misalnya sapaan kita mendapatkan respon, sudah pasti kita akan melangkah lebih jauh untuk saling mengenal dan memberikan informasi  masing masing.  Mungkin tentang pekerjaan, tentang keluarga, ataupun tentang kesibuakan yang sedang dijalaninya.  Mengenal sesama tersebut sesungguhnya menjadi salah satu tujuan diciptakannya manusia di atas bumi ini, bukan sekedar mengenal nama, melainkan juga informasi lainnya yang  suatu saat  dapat dimanfaatkan untuk  kepentingan masing masing.

Banyak kejadian di dunia ini, dimana pada awalnya hanya sebuah kebetulan, yakni sebuah perkenalan yang tidak disengaa, tetapi pada akhirnya justru membuahkan hasil yang manis, yakni perkawanan yang sangat akrab, bahkan seperti saudara sendiri.  Banyak pula kejadian dari  pertemuan perkenalan tersebut pada akhirnya  dapat  memberikan kesuksesan, karena inforasi penting yang diberikan dan kemudian ditangkap dengan baik dan ditekuni.

Kita memang menyadari ada  tipe orang yang  senang menyendiri dan tidak suka berkomunikasi dengan siapapun, tetapi biasanya orang seperti itu akan sulit untuk sukses dalam menjalani kehidupan.  Kepandaian dalam membangun komunikasi dengan pihak lain, termasuk untuk mendapatkan kawan adalah awal dari sebuah perjalanan sukses seseorang.  Artinya kalau orang mau  sukses, salah satu caranya ialah bagimana  dia membangun komunikasi dengan semua pihak dengan baik.

Sesungguhnya  cara berkomunikasi tersebut dapat dipelajari dan dibangun sendiri oleh  masing masing orang.  Kalaupun  seseorang bertipe pendiam dan tidak menyukai komunikasi, tetapi asalkan ada kesadaran dari diri orang tersebut untuk membangun komunikasi, karena  mengetahui pentingnya berkomunikasi, maka  orang tersebut akan dapat melakukannya, walaupun untuk pertama kalinya harus mengalami kesulitan.

Keinginan keras dan ketekunan dalam membangun komunikasi tersebut harus terus digelorakan, dan  dibentengi dari kemungkinan putus di tengah jalan.  Artinya jika seseorang baru mulai membangun untuk berkomunikasi dengan pihak lain, tetapi kemudian menemukan kendala, maka jangan sampai mandek dan kapok dalam menjalani komunikasi tersebut, melainkan harus dijadikan sebagai pengamalan untuk terus  meningkatkan kemampuan dan keluwesan.

Nah, kalau pokok pangkal berkomunikasi tersebut sudah berada di tangan,. Maka  hal yang kemudian harus dibangun dan dipertahankan ialah bagaimana komunikasi tersebut dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, seperti saling memberikan informasi mengenai apapun, termasuk peluang untuk berusaha ataupun peluang untuk menjadpatkan job dan lainnya.

Pada perjalanan komunikasi tersebut sudah tentu akan ada  saatnya kita membuat mereka tersenyum, karena informasi penting yang kita sampaikan dan kemudian dapat dimanfaatkan  oleh kawan kita tersebut.  Atau mungkin karena perkawanan tersebut terjadi dengan begitu eratnya, sehingga  kita juga  membuat mereka tersenyum dengan kehadiran kita bahkan keluarga kita.

Tersenyum kepada pihak lain itu termasuk salah satu bentuk ibadah yang  murah tetapi mempunyai kualitas tinggi.  Pada saat pihak lain tersebut  dapat tersenyum atas  peran kita, tentu mereka juga akan memberikan  dorongan dan doa  yang baik bagi kita.  Namun kita juga menyaksikan ada sebagian orang yang tidak mau berterima kasih jika didoakan oleh pihak lain, atau bahkan mungkin tidak menyadari atau tidak “nglegewo”.  Mereka yang tidak memperhatikan betapa ada pihaklain yang mendoakan kepada kita, sesungguhnya sudah menyia nyiakan kesempatan emas.

Kita sebagai manusia, sesungguhnya sangat membutuhkan doa pihak lain.  Disampaing untuk memberikan kepwrcayaan dan keyakinan, juga sekaligus untuk menjadikan diri kita tenang  serta puas dengan kondisi yang sedang kita jalani.  Terkadang kita juga tidak menyadari bahwa doa yang diucapkan oleh piha lain, ternyata menjadi kenyataan  di waktu tertentu, karena doa tersebut ternyata didengar dan kemudian dikabulkan oleh Tuhan.

Rugilah bagi mereka yang didoakan tetapi malah tidak sadar dan  atau rugi sekali bagi mereka yang pada saat didoakan tetapi malah meremehkan atau  tidak mau dan merasa direndahkan.  Saya sendiri pernah menyaksikan ada orang yang didoakan oleh seorang pengemis, tetapi malah tidak senang, karena mengira bahwa pengemis tersebut akan jauh dari dikabulkan oleh Tuhan.  Mungin dia mengira bahwa kalau doa pengemis tersebut dikabulkan oleh Tuhan, pastilah dia akan kaya, karena pasti dia akan berdoa untuk dirinya sendiri.

Namun pandangan dan dugaan tersebut belum tentu benar, karena bisa saja doa seorang pengemis justru malah dikabulkan oleh Tuhan, karena diucapkan dengan sangat ikhlas.  Coba kita  pada saat  memberikan sedekah kepada mereka yang tidak mampu, meskipun hanya seledarnya saja, mereka kemudian akan merasa sangat  senang dan kemudian mendoakan kepada kita agar mendapatkan rizki yang banyak dan selamat dalam menjalni kehidupan.

Kesukaan  tersebutlah yang  sangat mungkin membawanya kepada sebuah keikhlasan dalam menyampaikan doa, sehingga sangat mungkin doanya  cepat dikabulkan oleh Tuhan,imbang doa kita sendiri yang terkadang juga  tidak  disertai dengan ketulusan dan keseriusan.  Karena itu kita harus terbiasa  membuat orang lain tersenum, termasuk kepada mereka yang miskin dan kemudian kita  bersedekah atau menyantuni mereka  dengan sebagian rizki yang dititipkan oleh Tuhan kepada kita.

Saya mersaa beruntung pada saat  bertemu dengan orang orang yang berjualan sovenir pada saat mengunjungi tempat wisata.  Mereka menawarkan  dagangannya dengan sangat sopan dan menyampaikan bahwa  karena  sudah akan pulang ke rumah, maka dagangannya dijual dengan harga murah, yang penting kembali modal.  Sesungguhnya kiat  kebanyakan dari mereka memang seeprti itu untuk memunculkan rasa kasihan para pengunjung.

Pada awalnya saya juga mempunyai pikiran yang relatif sama dengan kebanyakan orang, namun karena  sedikit iseng, saya kemudian  menyakan  harga kepada penjaja tersebut dan dijawab bahwa harga  barang sovenir tersebut ketika  dia membeli adalah15 ribu rupiah, dan kemudian ditawarkan 20 ribu rupiah.  Tetapi dia kemudian menyatakan bahwa   dia akan lepas 5 buah sovesnir tersebut kepada saya  cukup dengan 75 atau 80 ribu saja.  Artinya kalau dijual 75 ribu berarti hanya kembali modal saja.

Nah, karena keseriusan  penjaja tersebut saya kemudian  membelinya  dengan menyodorkan uang seratusan ribu rupiah, dan dia akan memberikan kebalian kepada saya, tetapi saya mengtatakan “sudahlah ambil saja”.  Saat itulah dia kemudian  mengucapkan terima kasih kepada saya berkali kali, sampai saya sendiri merasa tidak enak.  Bahkan akhirnya dia juga mendoakan kepada saya semoga saya diberikan rizki yang banyakoleh Tuhan serta diberikan  keselamatan hidup.

Tentu saja mengucapkan terima kasih atas doanya dan sayapun kemudian juga mendoakan kepadanya agar usahanya tersebut  terus berkembang dan mendapatkan keuntungan yang berkah.  Saya merasas sangat beruntung karena hanya meberikan  uang sebanya 20 ribu rupiah tetapi mendapatkan sovenir dan juga  doa yang begitu tulus dari orang tersebut.  Ternyata  uang 20 ribu tersebut telah mampu membuat orang tersebut tersenyum lebar, sehingga mungkin itulah yang kemudian membuatnya memberikan doa kepada saya.

Mari kita terus  berusaha membuat orang lain tersenyum dengan berbagai cara yang memungkinkan kita lakukan.  Dengan begitu kita akan semakin banyak kawan dan menjauh dari musuh, utamanya  setan yang terkutuk. Semoga.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.