PERTEMUAN PRODUKTIF DI JERMAN

Sebagaimana rencana semula bahwa  kepergian saya  bersama dengan wakil dekan 1 dan dekan  fakultas sains dan Teknologi ke Jerman ialah untuk penjajagan kerjasama dengan universitas Gottingen, terutama  pada departemen Islamic Studies dan juga Astrophysic.  Dan alhamdu lillah semuanya dapat berjalan sebagaimana direncanakan.  Pertemuan dengan  bagian Islamic Studies diterima langsung oleh Prof. Dr. Irene Schneider dan Prof. Dr. Fritz Schulze dari Depertement of Arabic an Islamic Studies Gottingen university.

Dalam oertemuan tersebut didiskusikan tentang berbagai kemungkinan yang dapat dilakukan  dalam upaya kerjasama anatara UIN Walisongo Semarang dengan Gottingen University.  Salah satu kesepakatan yang  dapat dijalankan dalam waktu dekat ialah penyelenggaraan seminar internasional bersama yang insyaallah akan  dilaksanakan pada tahun 2016.  Demikian juga mereka sepakat untuk mempermudah memberikan Letter of Accepteble untuk para calon mahasiswa yang akan melanjutkan ke Gottingen university.

Ini tentu berita menggembirakan, karena  salah satu persyaratan untuk mendapatkan beasiswa, baik dari LPDP maupun dari program lima ribu doktor  yang diselenggarakan oleh kementerian Agama,  ialah mendapatkan LoA dari universitas yang akan dituju.  Dengan kesepakatan ini kita sangat berharap nantinya banyak  alumni dan mungkin juga dosen kita yang akan menrsuakan studinya di Gottingen university.

Kemungkinan kerjasama lainnya yang dapat dilakukan ialah  pertukaran  students dengan pembiayaan  dari universitas mitra dalam jangka waktu tertentu.  Demikian juga  dengan kolborasi riset dan juga publikasinya.  Tentu masih banyak lagi hal hal lain yang dapat ditindak lanjuti untuk  saling  mendukung program yang dicanangkan masing masing pihak.

Kita juga akan mengundang salah satu profesor  di Gottingen university untuk datang dan memberikan kuliah kepada para mahasiswa di UIN Walisongo.  Bahkan sangat mungkin hal tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat, yakni pada tahun 2016 nanti.  Dengan demikian atmosfir internasional yang sengaja ingin kita ciptakan di kampus, benar benar akan  terwujud, walaupun tentu masih harus melakukan kerjasama dengan berbagai universitas lainnya di dunia.

Selain kesepakatan bersama dengan  departemen of Arabic and islamic Stuies, kedatangan  kami ke  Jerman uga   dalam upaya untuk mendapatkan dkungan dalam hal pengembangan program studi ilmu falak atau Islamic Astronomi.  Keinginan tersebut alhamdu lillah juga terlaksana, karena kami kemudian dapat diterima oleh prof. Dr. Wolfram Kolatschny, dari Astrophysik Gottingen university.

Sebagaimana kita tahu bahwa UIN Walisongo sudah berketetapan untuk menjadikan program studi ilmu falak sebagai andalan dan Icon, yang sesungguhnya sudah dideklarasikan oleh  Dirjen Pendidikan Islam pada era Prof. Dr. Muhammad Ali, bahkan deklarasi tersebut bukan sekedar utk di Indonesia, melainkan  diAsean.  Dengan demikian menjaditanggung jawab seluruh warga bear UIN Walisongo Semarang untuk terus mengembangkan dan memperkuatnya.

Kita juga sudah merencanakan untuk membangun gedung sebagai bentuk laboratorium ilmu falak, yakni Planetarium dan Observatorium yang disupport oleh Islamic Development Bank.  Nah,  secara kebetulan   di Gottingen university, eruama  bidang Astrophysiknya baru saja mendapatkan  nobel, yakni pada tahun ini.  Karena itu sangat tepat bila kami kemudian menjalin hubungan dan kerjasama dengan Astrophysik Gottingen university tersebut.

Semua yang kita lakukan tersebut dalam upaya untuk mengembangkan  prodi ilmu falak, yang  ke depan tidak saja hanya berkutat terhadap masalah yang terkait dengan peribadatan semata, seperti penentuan arah kiblat, menentukan  waktu waktu shalat, dan juga menentukan penggalan Qamariyyah, akan tetapi diharapkan prodi ilmu falak tersebut akan mengembangkan diri menjadi sebuah prodi yang mengkaji berbagai disiplin yang terkait dengan persoalan astronomi.

Misi pengembalian kajian dalam ilmu astronomi tersebut menjadi sangat penting, karena  sesungguhnya  dunia sangat membuthkan uluran tangan para ahli  untuk dapat terus menemukan berbagai hal yang terkait planet dan kemanfaatannya bagi umat manusia secara umum.  Mungkin harapan ini terlalu ingi, namun untuk masa mendatang bukan  hal yang mustahil untuk digapai, jika  kita memang seirus untuk mengembangkan ilmu ini.

Sebagaimana yang selalu saya  kritik tentang reduksi ilmu falak yang dahulu  dilakukan oleh para ulama, dimana  ilmu falak yang dahulunya  mengkaji tentang berbagai hal yang terkait dengan bumi, termasuk tentang cuaca dan lainnya, sehingga  dapat digunakan untuk memprediksi cuaca, arah angin, hujan dan lainnya, kemudian hanya diambil  beberapa hal yang terkait dengan peribadatan saja.  Mungkin para ulama terdahulu sama sekali tidak sengaja untuk memutuskan hubungan antara ilmu falak dengan dunia astronomi, melainkan hanya sekedar untuk mempermudah umat muslim dalam  membantu cara beribadat semata.

Namun sangat disayangkan bahwa kemudian yang terjadi ialah tereduksinya ilmu falak  hanya untuk kepentingan ibadah saja.  Hal tersebut  juga sangat tergantung kepada  ulama berikuitnya yang hanya mengikuti kajian ilmu falak yang sudah disempitkan tersebut, dan tidak pernah dilihat ulang tentang substansi kajian ilmu falak sebelumnya.  Dengan demikian kita yang mewarisi ilmu falak tersebut seolah hanya melhat obyek kajian ilmu falak kepada hanya beberapa aspek saja yang terkait dengan  dukungan terhadap peribadatan umat muslim.

Untuk itu saat inilah kiranya waktu yang tepat untuk mengembalikan kajian ilmu falak tersebut kepada aslinya, sehingga akan mendapatkan hasil yang lebih.  Kunjungan kami ke Gottingen university, salah satunya ialah  mengemban misi untuk mendapatkan berbagai pengalaman dari pengelolaan Atrophysik  di kampus tersebut, sekaligus juga  untuk pengembangan kurikulum ilmu falak yang kita miliki.

Kita juga sudah menyampaikan keinginan untuk pembangunan  planetarium nanti, desain dan juga kemungkinan peralatannya, akan  berkonsultasi dengan pihak Astrophysik, setidaknya kepada profesor  Kollatschny.  Demikian juga  kemungkinan kita mengundang beliau ke  Semarang untuk melaklukan berbagai diskusi tentang pengembangan ilmu falak di UIN Walisongo.  Secara prinsip, beliau sudah setuju, tinggal mencai waktu yang tepat dan tidak mengganggu  agenda yang sudah direncanakan.

Dengan demikian kita sudah sedikit lega dengan  pertemuan yang sanat rpoduktif tersebut.  Walaupun waktunya sanat pendek, namun hasil yang didapatkan sungguh sangat luar biasa.  Hanya saja  kita harus terus berkomunikasi dan melakukan  tindakan nyata dalam upaya menindak lanjuti berbagai  hal yang sudah didiskusikan.  Kelemahan kebanyakan perguruana tinggi ialah dalam hal tindak lanjut atas kesepakatan kerjasama, karena itu UIN Walisongo akan   terus melakukan  komunikasi dan  melakukan berbagai kegiatan yang terkait dengan keberlanjutan kerjasama tersebut.

Secara umum masa depan kerjasama  UIN Walisongo Semarang dengan universitas Gottingen akan tampak membanggakan, jika kita mampu untuk mendesain berbagai kegiatan yang mendukungnya.  Salah satu kegiatan yang sangat mungkin untuk segera dilakukan ialah dengan menyelenggarakan  seminar bersama, baik tentang kajian keislaman,  maupun  tentang  pengembangan  ilmu falak. 

Karena itu saya berharap kepada  semua pihak, terutama  bagian kerjasama dapat melakukan berbagai hal untuk tindak lanjut kerjasama tersebut.  Tentu dengan menggandeng  fakuiltas dan program studi yang terkait sehingga materi yang akan dikaji memang  sangat dinbutuhkan untuk pengembangan lembaga secara umum.  Dengan begitu kita  tidak akan mengabaikan dan menyia nyiakan  upaya yang sudah dilakukan.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.