PENYESUAIAN

Saat ini merupakan hari kedua  saya berada di Amsterdam Belanda untuk penendatanganan MoU dengan VU, dan sebagaimana biasanya setibanya di negera yang terpaut  lebih dari 4 jam selalu saja jetleg akan mengganggu, dan diperlukan sebuah penyesuaian  agar dapat melakukan aktifitas  dengan baik.  Kemarin pada saat tiba di Amsterdam, memang masih pagi dan belum dapat checkin hotel, karena memang harus menunggu hingga jam 14.00, namun  syukur sejak jam 12 saya sudah mendapatkan kamar hotel, untuk selanjutnya  meskipun gerimis, saya harus keluar ke pusat kota untuk mendapatkan tiket kereta.

Sebagaimana rencana semua bahwa  pada hari ini, tepatnya siang ini, saya akan menendatangani  MoU dengan pihak VU, dan kemudian pada Selasa besuk, saya harus ke jerman untuk melakukan kerjasama dengan pihak Gottingen University pada dua departemen, yakni Islamic studies dan juga Astronomy.  Nah, untuk  ke Jerman, saya akan menempuhnya  dengan jalan darat, yakni naik kereta cepat, dan alhamdu lillah kemarin saya sudah mendapatkan tiketnya langsung beli di central Amsterdam, stasiun  pusat.

Insyaallah besuk  jam 09. Pagi saya harus  berangkat  menuju Jerman.  Memang rencana pertemuan dengan pihak Gottingen akan dilaksanakan  pada hari Rabu, tetapi kalau berangkat hari Rabu, apalagi cuaca di Eropa baru tidak  bersahabat, khususnya untuk saya, maka berangkat sehari sebelumnya, akan  menjadi alternatif terbaik.  Artinya Selasa malam  nanti saya dapat bermalam di Jerman untuk kemudian paginya dapat dengan  mudah  berkunjung ke Gottingen university.

Saat ini, waktu Amsterdam masih sangat pagi, yakni baru jam 03. 48 menit dan subuh di sini sekitar jam 06.02, sehingga masih banyak waktu luang di pagi hari ini.  Namun tidak ada  kegiatan yang dapat saya lakukan di luar hotel, karena masih sangat gelap, bahkan hingga jam 08.00 pagi masih agak gelap.  Konon  dalam musim speerrti ini semua kgiatan akan dimulai pada jam 09.00.  namun saya  merasa  sangat sulit untuk dapat tidur kembali, mengingat sudah sangat banyak  istirahat, karena  selepas  Isyak kemarin, yakni sekitar jam 19.00, saya langsung rebahan karena capek seharian.

Apalagi  sebelumnya saya juga melakukan perjalanan panjang dan masih ditambah dengan jalan kaki untuk menuju ke halte kereta  dan juga  jalan jalan di sekitar central Amsterdam, sehingga   begitu merebahkan tubuh, langsung  tertidur, hingga jam 01 malam.  Tentu sudah lebih dari cukup, walaupun hari masih sangat pagi.

Sebagaimana  kebiasaan saya setiap harinya, maka kesempatan ini saya gunakan untuk menulis kisah perjalanan saya seharian kemarin untuk dapat dibagikan kepada teman di manapaun juga.  Beruntung bahwa di dalam hotel hawanya tidak terlalu dingin, karena memang tidak terterpa angin secara langsung. Tidak seperti saat di luar hotel dimana anginnya sangat kencang dengan suhu udara yang cukup dingin, membuat setiap orang yang baru datang  dapatn dipastikan harus kedinginan.

Karena itu  memang diperlukan beradaptasi, baik dalam hal cuaca, cara berpakaian dengan  pakaian musim dingin, dan juga dengan perbedaan jam yang  hingga 6 jam.  Dahulu ketika saya ke Eropa  kebetulan pada musim panas, walaupun tidak terlalu panas, sehingga  siangnya lebih panjang, bahkan Maghrib saat itu baru sekitar jam 21.00 dan subuhnya sekitar jam 04. Lebih sedikit.

Namun yang terjadi saat ini justru sebaliknya, yakni  malam harinya lebi panjang dibandingkan dengan siang hari.  Bahkan sepanjang  seharian kemarin tidak nampak matahari di Amsterdam.  Untuk itu  setiap orang memang harus  berusaha menyesuaikan diri dengan semua yang ada.  Penyesuaian diri tersebut menjadi sangat penting, karena akan  dapat menentukan semua hal, termasuk keberhasilan seseorang dalam menunaikan tugas.

Salah satu hal yang  harus diperhatikan  ialah persoalan kesehatan, karena biasanya  dengan perbedaan cuaca yang  ada seringkali  dapat menyebabkan  gangguan pada salah satu fungsi dalam tubuh kita.  Penyakit yang mudah timbul ialah demam, bersin dan influenza atau bahkan batuk.  Mungkin ada  orang yang merasa sangat sehat sehingga tidak akut dengan cuaca dngin yang  dialami, sehingga  dia hanya cukup dengan berpakaian biasa saja.  Namun kalau hal tersebut dilakukan, bukan tidak mungkin justru akan  dapat mengganggu kesehatannya.

Untuk saya  sendiri, memang sudah bersiap sejak sebelum berangkat, yakni dengan mempersiapkan jaket tebal, sehingga ketika  keluar  memakai jaket tersebut rasanya tidak terlalu berpengaruh rasa dingin yang berlebihan.  Demikian juga dengan persiapan lainnya, untuk menjaga agar tubuh tetap bugar dan tidak terserang  penyakit yang akan mengganggu kegiatan saya selama  kunjungan.

Memang semuanya tergantung kepada Tuhan, tetapi berusaha untuk menjaga kesehatan, menurut saya  sangat penting, namun kalau kemudian Tuhan tetap mencoba  dengan penyakit, tentu itu sudah berada di luar  kemampuan kita.  Sudah barang pasti disampaing berusaha  sebagaimana tersebut, saya  juga senantiasa memohon kepada Allah swt agar diberikan kemudiahan, kesehatan dan keselamatan selama menjalankan tugas di Eropa kali ini.

Hanya saja memang ada beberapa hal yang tidak perlu adanya penyusaian diri,  seperti hal hal prinsip yang menurut kita bertentangan dengan  rasa atau keyakinan kita.  Bahkan adakalanya kita memang tidak bleh menyesuaikan diri dengan  kondisi di Eropa terhadap hal hal yang secara nyata bertentangan dengan keyakinan, seperti  halnya dalam hal makanan, minuman, kebiasaan dan lainnya.  Prinsip untuk tetap konsisten  memegang teguh keyakinan memang harus dipertahankan, bahkan hingga kematian menjemput kita.

Sedangkan untuk hal hal yang bersifat  keduniaan dan  tidak bertentangan dengan  prinsip ajaran agama yang kita yakni, maka  itu boleh, bahkan  ada kalanya  harus, untuk menjaga  hal hal yang tidak diinginkan, seperti  tersebut di atas.  Pendeknya menjaga diri untuk tetap dapat mempertahankan apa yang kita anggap baik dan bermanfaat bagi diri kita adalah sebuah keniscayaan, dan kalau ada yang sampai mengabaikannya, tentu akan dapat merugikan, bahkan mungkin dapat menghambat kita.

Saya  sendiri sangat berharap bahwa  penandatanganan MoU dengan VU kali ini  nantinya dapat dikembangkan lebih lanjut, karena sesungguhnya secara riil UIN Walisongo Semarang sudah melakukan kerjasama dengan pihak VU, semisal kita mengirimkan banyak dosen untuk melakukan training, namun memang belum  dilakukan secara formal seperti  hari ini.  Unutk itu nantinya   diharapkan dengan for4mal penendatanganan MoU ini  kerjasama  dapat dilakukan lebih  banyak, seperti dalam hal penyelenggaraan  conference bersama, riset bersama dan juga dalam hal publikasi.

Demikian juga dapat dilakukan  pertukaran dosen dan mungkin juga mahasiswa.  Dalam waktu dekat kita berharap nantinya ada  seorang profesor dalam bidang ilmu sosial, hukum, atau  pendidikan, yang  dapat berkunjung ke Walisogo untuk memberikan kuliah umum atau untuk bediskusi mengenai  persoalan persoalan yang muncul dan aktual.  Mungkin itu bentuk riil kerjasama yang  dalam waktu dekat dapat direalisasikan.

Sementara  untuk hal hal lain, yang memerlukan  perencanaan dengan matang, dapat dilakukan secara bertahap dan  juga dengan mempertimbangkan banyak hal.  Demikian juga nantinya pada saat bertemu dengan pihak Gottingen university kita berharap  dapat melakukan kerjasama  untuk megembangkan UIN secara keseluruhan. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.