HARAPAN UNTUK UIN KE DEPAN

Sebagaimana kita tahu bahwa pada hari Rabu yang lalu menteri Agama RI telah meresmikan tiga fakultas baru di lingkungan UIN Walisongo Semarang, yakni fakultas Ilmu Sosial dan Politik, fakultas Psikologi dan Kesehatan, dan fakultas Sains dan Teknologi.  Dengan peresmian tersebut menandakan bahwa UIN tidak saja  mengelola dan mengembangkan program program studi  keislaman semata, melaionkan juga  mengelola dan mengembangkan ilmu ilmu soaial dan juga sains dan teknologi.  Mungkin utnuk saat ini masih sangat terbatas ilmu yang dikembangkan, namun beberapa tahun ke depan, kita yakin akan banyak ilmu lain yang dikembangkan.

Pada saat ini sudah banyak harapan masyarakat ditujukan kepada UIN Walisongo sendiri, karena  keberadaannya diharapkan akan mampu ikut mengatasi persoalan masyarakat yang terus menerus terjadi.  Sesaat setelah peresmian tiga fakultas tersebut, sudah muncul  banyak harapan, setidaknya melalui siaran radio elshinta yang mewancarai saya secara langsung dan kemudian ada tanggapan secara langsung oleh masyarakat.

Persoalan masyarakat tentang narkoba, tentang kekerasan, tentang politik yang masih terus gaduh dan juga tentang asap.  Tentu tidak semua persoalan tersebut terkait dan  ada kajian tertentu dari kampus UIN, meelainkan  sebagiannya  memang ada dan sebagiannya ada di universitas lain.  Saya juga menjelaskan bahwa saat ini sudah ditemukan alat untuk mengatasi asap walaupun tentu harus diproduksi secara massal.  Namun menurut saya persoalan asap tersebut  harus diatasi  melalui mematahkan akarnya, yakni menghukum  berat kepada para pelaku pembakaran hutan.

Sebagaimana diberitakan saat ini bahwa sudah banyak tersangka pembakar hutan untuk perluasan danpembukaan lahan baru, baik secara perorangan maupun korporasi.  Nah,  kita tidak boleh hanya diam saja melainkan juga terus memantau proses hokum yang sedang berjalan, apakah nantinya mereka hanya dihukum ringan atau hanya dihukum denda atukah dihukum berat secara fisik dan juga dicabut ijinnya sehingga ke depan tidak  akan lagi muncul persoalan serupa.

Kita berharap hukuman apapun harus mengandung  sifat penjeraan, sebab kalau tidak, maka kejadian akan terulang kembali di masa depan, bahkan mungkin akan sangat parah kondisinya.  Untuk persoalan ini memang dapat dijkaji dari berbagai aspek, termasuk aspek moral dan ajaran agama, sehingga keberadaan UIN sangat tepat untuk ikut menyelesaikan persoalan tersebut.  Sementara itu meskipun saat ini di UIN sudah ada fakultas Sains dan Teknologi, nemun untuk saat ini belum dapat diharapkan banyak, karena masih baru diresmikan, sehingga membutuhkan beberapa waktu ke depan untuk dapat berbuat sesuatu.

Sedangkan untuk beberapa persoalan social lainnya, seperti narkoba,  kejahatan, kelomp[ok ekstreem,da juga masalah lainnya, tentu keberadaan UIN sangat vitas dan sejauh ini sudah berperan dalam memberikan solusi dan pemikiran dalamupaya menyelesaikan berbagai persoalan social di sekitar kita.  Kita tahu  bahwa masyarakat banyak  berharap kepada perguruan tinggi untuk   menyumbangkan pemikirannya dalam penyelesaian banyak malasalah masyarakat dan bangsa, termasuk kepada UIN Walisongo Semarang.

Sesungguhnya tanpa diminta pun  UIN Walisongo sebagai institusi pendidikan tinggi secara moral akan ikut bertanggung jawab atas  kemaslahatan umat secara umum, karena itu UIn akan treus meungsikan diri sebagai pencetak kader aanak bangsa yang cerdas dan sekaligus juga berkarakter kuat, berintegritas tinggi dan berakhlakul karimah.  Dan sosok seperti itulah yang ingin diohasilkan oleh UIN Walisongo, disamping  tentu kapasitas sesuai dengan bidang masing masing juga kuat dan dapat diandalkan.

Artinya  semua pergruan tinggi  tentu menginginkan para alumninya dapat berkiprah  di berbagai bidang untuk menjamin kesejahteraan masyarakat, namun kalau hanya  mengandalkan aspek pengetahuan dan kecerdasan semata, maka harapan tersebut tentu akan mudah bergeser, karena dengan ilmu yang tinggi saja tidak cukup untuk menghadapi persoalan hidup yang sangat kompleks.  Bisa bisa orang panadai  tercebur dalam lingkrang korupsi, sehingga tidak saja merugikan diri dan keluarn=gnya, namun juga bangsa dan negaranya.

Karena itulah berbarengan dengan pendidikan akal untuk kepentingan penguasaan ilmu yang tinggi, sekaligus harus dibarengi dengan pendidikan karekter dan akjhlak yang secara terus menrsu dilatihkan dan dipraktekkan.  Sudah barang tentu keteladanan dari para pimpinan dan dosen juga diperlukan untuk  memastikan bahwa kebiasaan yang dilakukan dalam  keseharian juga sesuai dengan teori yang diajarkan.  Itulah keinginan kita semua sehingga ke depan  UIN diharapkan akan mampu mencetak  para alumni yang tidak saja pintar dalam hal keilmuan, namun juga  tinggi dalam akhlak.

Dengan ditambahnya tiga fakultas baru sebagaimana telah diresmikan oleh menteri tersebut, harapan masyarakat kepada UIN tentu lebih banyak lagi, yakni ke depan  UIN akan  dapat membuka program studi baru yang  sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas.  Sebagai contoh bahwa setelah adanya fakultas psikologi dan Kesehatan, tentu prodi kesehatan masyarakat juga sana urgen utnuk segera dibuka, demikian juga  prodi farmasi dan lainnya.

Demikian juga  dibukanya fakultas Sains dan teknologi, kiranya ke depan UIN akan membuka prodi tekni informatika, teknik elektro, sipil, arsitektur dan lainnya, sehingga masyarakat akan mengaksesnya.  Temntu masih banyak harapan masyarakat terkait dengan dibukanya fakultas baru tersebut.  Hanya saja masyarakat juga perlu mengetahui bahwa  untuk membuka sebuah program studi baru, dibutuhkan kelengkapan  dan persyaratan yang tidak mudah, seperti ketersediaan  sarana dan prasarana pendukung, seeprti  ruang kelas, laboratorium, dan juga ketersediaan SDM.

Sementara ini pemerintah sendiri sangat kewalahan untuk mempertahankan kondisi yang ada, sehingga untuk menambah sesuatu yang lain, tentu agak  berat.  Namun kita akan terus berusaha meyakinkan bahwa investasi  dalam pendidikan itu sama sekali tidak ada ruginya, bahkan akan sangat menguntungkan, meskipun tidak langsung atau instan,m mnelainkan akan membutuhkan waktu tetapi pasti.  Kita memang tidak dapat menutup mata kebutuhan masyarakat, dalm hal pendidikan, karena itu dana pendidikan yang  sudah diputuskan oleh UUD harus dipenuhi oleh pemrintah untuk memastikan bahwa perjalanan pendidikan dalam upaya mencetak generasi yang lebih bagus, dapat terealisasi.

Sementara itu kami para pemimpin yang diberikan amanah untuk mengelola UIN Walisongo tentu akan terus berusaha secara maksimal  agar semua  keinginan, termasuk keinginan masyarakat tersebut dapat dipenuhi, walaupun harus dilakukan secara bertahap.  Kita sangat yakin pada saatnya nanti perguruan tinggi ini akan semakin mantap dan memberikan sumbangsih yang nyata  kepada masyarakat.  Kita akan terus berusaha meningkatkan kualitas dan pengembangannya sehingga dapat bersaing dengan berbagai perguruan tinggi yang sudah terlebih dahulu maju, baik di dalam maupun di luar negeri.

Terkadang kita harus bersabar dalam  hal menanggapi harapan masyarakat yang tentu santat beragam.  Harapan tersebut terkladang sangat ambisius sehingga tidak rasiona;.  Namun semua itu harus kita jadikan sebagai pemacu dan pemicu kita untuk terus mengabdi dengan ketulusan.  Kita tidak perlu terpengaruh oleh siapapun,  yang terpenting ialah bagaimana kita  menjalankan  amanah tersebut dengan bagus serta terus berupaya untuk  meningkatkan semua aspek dalam pelayanan dan pengelolaan.

Kita harus mendengar keinginan masyarakat, namun  kita juga harus  dapat bersikap bijaksana terhadap semua harapan, sehingga kita  akan tetap dapat berpikir dan bekerja secara  baik dan tidak terseret kepada persoalan yang akan membuat rumit sertta akan merugikan kita semua serta lembaga. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.