MENYESAL ITU TERLAMBAT

Biasanya orang itu akan menyesal setelah sesuatu terjadi dan merugikan dirinya, akibatnya sesuatu tersebut tidak dapat dikembalikan sebagaimana semula.  Penyesalan selalu terlambat, meskipun masih lebih bagus ketimbang sama sekali tidak ada penyesalan.  Bagaimanapun menyesali terhadap sesuatu itu merupakan sebuah koreksi dan evaluasi diri secara lebih dini, dan jika kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan sesuatu yang sebaliknya, maka itu merupakan sesuatu yang bagus, karena ada niat untuk memperbaiki kesalahan atau kekhilafan yang sudah terjadi.

Kalau  seseorang terlanjur melakukan kesalahan, kemudian cepat menyadari kesalahan tersebut dan menyesal, maka itu sesungguhnya masih ada harapan baik bagi seseorang tersebut, karena dengan demkinian masih ada  secercah nurani yang tetap berbicara dan mengedepan.  Coba bilamana  seseorang melakukan kesalahan bahkan kejahatan dan sama sekali tidak menyesal atas perbuatan melawan hukum tersebut, dan jika mungkin akan diulanginya lagi, maka itu merupakan awal kehancuran seseorang, karena nuraninya sudah terkubur bersama ambisi dan nafsunya yang mendominasi.

Artinya sekali lagi bahwa sikap menyesal itu ternyata sangat bagus karena ada usaha dan haraan untuk memperbaiki diri, walaupun mungkin tidak sebagus sebelumnya.  Namun justru ada kalanya dengan menyesal tersebut, seseorang akan melakukan yang lebih baik, karena sekaligus sebagai tebusan atas kesalahan yang telah dilakukannya.  Sebagai suatu contoh jika seseorang khilaf dan melakukan sebuah dosa, berzina, misalnya, lalu seketika itu sadar dan menyesali perbuatannya tersebut, maka seseorang tersebut akan melakukan kebjikan yang lebih ketimbang sebelumnya, sehingga ada harapan untuk lebih bagus.

Namun ada kalany penyesalan tersebut akan tetap menjadi sebuah penyesalan selamanya, jika seseorang  salah dalam melakukan sesuatu yang berakibat fatal, baik bagi dirinya, maupun bagi orang lain.  Dapat dicontokan seperti jika seseorang dengan kenekatannya  kemudian melakukan sesuatu yang sangat membahayakan dirinya,  dan  benar kemudian dia celaka karena kakinya menjadi lumpuh dan sama sekali tidak berfungsi, maka dia  akan menyesali hal tersebut untuk selamanya, walaupun  mungkin  pada akhirnya dia akan dapat menerima kenyataan terhadap  sesuatu yang dialaminya.

Contoh lainnya ialah ketika ada seseorang yang dengan emosi sesaatnya, melakukan sesuatu yang membahayakan kepada orang lain, dan setelah dilakukan, ternyata memang terjadi demikian, dan naasnya orang lain yang terkena perbuatannya ialah anaknya sendiri, maka dia juga akan menyesalinya  seumur hidup.  Misalnya karena anak yang belum dapat berpikir secara jernih melakukan pencoretan dengan paku terhadap mobil barunya, lalu dengan emosi dia  memukul sekeras kerasnya tangan anaknya tersebut dengan benda keras, yang ternyata mengakibatkan  angan anaknya harus diamputasi.

Nah, penyesalan yang dilakukannya tersebut, meskipun tidak akan mengembalikan sesuatu sebagaimana aslinya, tetapi masih lebih bagus, ketimbang tidak menyesal sama sekali.  Barangkali dengan penyesalan tersebut orang tersebut akan lebih berhati hati dalam bertindak dan juga akan lebih dapat mengendalikan nafsunya, serta  akan mengedepankan akal sehatnya ketimbang emosi sesaatnya.  Itulah manfaat penyesalan tersebut, walaupun sekali lagi, penyesalan tetaplah penyesalan yang datang terlambat.

Dalam kehidupan keseharian kita, terkadang kita disuguhi dengan berbagai episode kehidupan yang berakibat penyesalan.  Dalam kehduan rumah tangga, seringkali orang menjadi  berpikir pendek dan tidak memikirkan berbagai akibat atas tindakan dan keputusannya.  Hanya disebabkan oleh persoalan remeh, kemudian terjadi percekcokan yang dahsyat dan  berakhir dengan perceraian.  Barangkali  sejenak setelah perceraian, mereka  sangat puas karena  sudah mengeluarkan seluruh emosi dan  nafsunya, namun pada saatnya, yakni setelah berlalu bberapa saat, tentu  mereka akan menyesali perbuatannya.

Sebab dengan perpisahan tersebut, ada anak yang harus menjadi korban dan  secara emosional mereka akan  dirugikan, karena  hubungannya dengan kawan kawannya juga akan terganggu dan perkembangannya juga tidak akan  normal sebagaimana jika kedua orang tuanya  mesra dan menjadi satu kesatuan dalam ikatan keluarga yang penuh kebahagiaan.  Namun dengan adanya penyesalan tersebut, boleh jadi mereka akan dapat rujuk kembali dan membangun rumah tangga yang lebih baik dan tidak cepat emosi.

Hanya saja kalau kemudian masing masing saling adu gengsi dan lebih memilih jalan masing masing, tentu penyesalan tersebut hanya  sekejap dan kemudian menguap, tanpa  ada bekasnya sama sekali.  Penyesalan seperti itu sesungguhnya bukan penyesalan dalam arti yang sesunggunya, karena tidak diikuti oleh tindakan untuk menebus kesalahan yang telah dilakukannya, apalagi menyangkut pihak lain, speerti anak dan lainnya.

Terkadang kita  tidak memperhitungkan juga tentang  perbuatan kita, sehingga hanya disebabkan oleh perbuatan yang  sembrono, kita kehilangan kesempatan emas untuk memperoleh keberuntungan atau keuntungan besar.  Di dunia ini ada kalanya  kesemptan itu hanya sekali datangnya, dan tidak akan kembali lagi untuk selamanya.  Nah, kalau  kesempatan yang hanya sekali tersebut kita abaikan dengan alasan apapun, apalagi  hanya disebabkan kemalasan kita, maka penyesalan akan terjadi dan kerugian pun akan mendera kita.

Jika ada  telepon berdering dan kita  enggan untuk mengangkatnya, sebab masih mengantuk, dan ternyata  setelah beberapa jam kemudian  dilihatnya, ternyata panggila yang diabaikan tersebut adalah pangglan dari seseorang yang mempunyai otoritas dan menentukan kebijakan dalam sebuah korporasi, padahal dia  sedang mengharapkan panggilan darinya, maka hilanglah kesempatan tersebut untuk selama lamanya, karena  pihak perusahaan tentunya tidak akan mau direpotkan oleh orang yang secara lahir tidak siap untuk megemban tugas.

Tentu masih banyak bentuk penyesalan lainnya yang dapat kita saksikan dikehidupan seari hari kita.  Namun beruntunglah bagi  siapapun yang selalu berpkir antisipatif dan  selalu engedpankan dua kali berpikir,  yakni berpikir melakukan sesuatu dan berpikir  akibat dari kelakuan tersebut.  Artinya jika seseorang sebelum  memutuskan dan melakukan sesuatu mau berpikir dua kali terlebuh dahulu,  tentu akan dapat  terbebas dari kemungkinan penyesalan, karena semuanya sudah terpikirkan, termasuk akibatnya.

Itu semua hanyalah bentuk penyesalah di dunia, dan kita belum berbicara mengenai  penyesalan di akhirat, karena bagaimana pun untuk  membicarakan penyesalan di akhirat, kita harus mendasrinya terlebih dahulu dengan keyakinan atau iman.  Tanpa  keyakinan tersebut, akan sangat sulit untuk memahamkan  adanya penyesalan di kemudian hari.  Penyesalan di akhirat hanya akan dialami oleh mereka yang pada saat di dunia tidak yakin adanya kehidupan akhirat tersebut, dan hanya berpikir bahwa dunia akan berakhir dan di situlah semuanya akan berakhir pula.

Namun bagi mereka yang yakin, tentu ada gambaran yang jelas bahwa di ahirat nanti akan  ada dua  hgolongan, yakni mereka yang berbahagia dan mereka yang akan sengsara serta penuh penyesalan.  Bagi mereka yang  saat berada di alam dunia  yakin dan sekaligus juga mempersiapkan diri dengan baik, yakni memperbanyak amalan shalih dan menjauhi perbuatan maksiat,  pasti mereka akan mendapatkan kebahagiaan tersebut untuk selamanya.

Sebaliknya bagi mereka yang saat didunia tidak mempunyai iman, atau mereka  punya iman tetapi  sama sekali tidak mau mempersiapkan dirinya  dengan  bekal taqwa dan amalan  yang baik, mereka akan menyesal dan terus berada dalam kehidupan yang sengsara dan menyakitkan.  Mungkin bagi yang maasih ada sedkit iman dan  sedkit amal, mereka pada akhirnya akan dapat menikmati kebahagiaan, walaupun harus  berlama lama berada dalam kesengsaraan, tetapi bagi yang sama sekali tidak ada iman, pasti akan kekal di dalam kesengsaraan tersebut.

Semoga kita tidak akan menyesal, baik di dunia maupun lebih lebi di akhirat, karena kita  sudah menyadari tentang  baik dan buruk serta kita tetap mengikuti Tuhan dan Rasul-Nya dengan penuh ketataan dan ketulusan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.