TUJUH LANGKAH HIDUP NYAMAN

Mungkin diantara kita  ada yang merasakan bahwa hidup ini terasa sempit dan  selalu saja tidak membuat kita nyaman, bahkan usaha yang kita lakukan nampaknya tidak membawa hasil.  Nah, karena itu kemudian sebagian kita  justru tergoda untuk mengikuti aliran yang dianggapnya sebagai jalan keluar untuk mengatsi masalah tersebut.  Namun dalam kenyataannya justru semakin menambah masalah, karena sesungguhnya kenyamanan dan kebahagiaan hidup itu terletak pada diri kita sendiri, dan bukan  pada pihak lain.

Nah, untuk menuju kehidupan yang nyaman tersebut, sangat perlu diketahui tentang persoalan hati, pikiran dan prasaan, utamanya  yang berkaitan dengan diri kita sendiri.  Sebagai contoh mudah, ketika kita  tidak suka kepada seseorang dan kebetulan kita berada  dekat dengannya, tentu hal tersebut membuat kita tidak nyaman.  Namun tahukah kita bahwa rasa tidak suka tersebut hanyalah perasaan dari diri kita  semata, sehingga kalau kita mampu mengubah tidak suka menjadi suka, maka  keberadaan kita bersamanya akan sangat nyaman.

Untuk itu ada tujuh hal yang kalau kita mampu melakukannya, insyaallah kehidupan kita akan nyaman dan  bahagia.  Keenam hal tersebut sesungguhnya sangat sedrhana, walaupun memerlukan kemauan diri dan  pengorbanan kita, terutama  untuk memerangi nfasu kita yang terkadang mendominasi kehidupan kita.  Ketujuh hal tersebut ialah (1). Jangan membenci siapapun, walaupun terhadap pihak yang menyalahimu, sebab membenci itu  merupakan  masalah emosi dan prasaan serta  didorong oleh nafsu.  Jika kita mempu mengendalikannya dan tetap tidak membenci, terutaa kepada mereka yang membenci atau menyakiti kita, tentu itu sebuah modal yang sangat bagus untuk kenyamanan hidup.

Namun kita tahu hal ini akan sangat sulit dilakukan, terutama  bagi yang emosinya belum stabil dan merasa bahwa  dirinya sangat terhormat, sehingga seolah siapapun harus menghormatinya dan bukan melecehkannya.  Karena itu untuk tidak membenci kepada siapapun, merupakan hal sederhana tetapi sangat sulit untuk dikerjakan.  Kalau kita berpikir lebih luas bahwa kalau ada pihak yang merendahkan atau menyalahi kita, anggap saja itu hanya sedikit, danmasih banyak pihak lain yang tidak demikian, sehingga pikiran dannhati kita akan dapat dikendalikan untuk tidak membalas membencinya.

(2). Jangan  pernah bersedih secara berlebihan, meskipun masalah  besar sedang melandamu.  Mungkin  ini juga merupakan hal yang nampak sepele, tetapi akan suli dilakukan, terkecuali sudah  berniat dan  menyaipkan diri untuk menghadapi hal tersebut dan juga diperlukan latihan yang tidak mudah.  Biasanya manusia itu akan terbawa oleh perasaan dan bahkan dikalahkan oleh egonya, sehingga ketika  kita sedang menghadapi masalah yang bertumpuk dan  besar serta sulit untuk dipecahkan, maka pikiran dan hati kita tertutup, sehingga kesedihanlah yang akan menghinggapi kita.

Nah,  ketika kita memelihara dan memunculkan kesedihan dalam diri kita, tentu kehidupan kita tidak akan yaman dan  bahkan cenderung semakin sengsara.  Pada saat kita bersedih, akal kita tidak akan berkembang dan tidak akan mempu berpkir jernih, apalagi kemudian menumbuhkan kreatifitas, justru yang ada ialah ketumpulan dan bahkan  terkadang tidak mempu berpikir dengan baik, sehingga tidak mendapatkan jalan keluar sebagaimana seharusnya.  Karena itu kita harus berusaha untuk tidak sedih dan  bersuaha pula untuk menciptakan kegembiraan dalam hidup kita dengan berbagai cara yang memungkinkan.

(3). Hiduplah dalam kesederhanaan, meskipun serba  berkecukupan.  Mungkin kebanyakan manusia akan berubah hidupnya, jika perekonomian  atau artanya bertambah banyak.  Bahkan cara hidup, pakaian, makan dan lainnya juga ikut berubah, semuanya  harus yang mahal dan bergengsi.  Nah, kehidupan seperti itu atau kehidupan hedonis, sama sekali tidak akan menenangkan diri atau membuat nyaman kita, melainkan justru akan semakin membuat kita  tertuntut untuk terus mempertahankan dan semakin hedonis.

Itulah sebab utama orang tidak mampu hidup nyaman, karena dibatasi oleh dirinya sendiri yang tidak mau sesuatu yang sedrhana.  Bahkan ketika  suatu saat hartanya  menipis, pikirannya akan  terganggu dan mungkin juga akan terseret melakukan hal hal yang dilarang.  Namun kalau kita mau dan mampu hidup sederhana,  tentu semuanya akan menjadi sangat nyaman.  Kalaupun kita mempunyai harta yang sangat banyak, tetapi kehidupan kita tetap sederhana, dan bahkan kalau kita mau membagi sebagian  harta kita kepada mereka yang sangat membutuhkan, maka  hati dan pikiran kita akan semakin tenang dan nyaman.

(4). Janganlah kita  memutus doa baik untuk diri kita maupun untuk saudara kita sesama mukmin.  Mungkin diantara kita ada yang  belum meyakini tentang kemapuhan dan kekuatan doa, sehingga seolah meremehkannya, padahal doa itu sungguh sangat luar biasa mempengaruhi kehidupan kita.  Jika seseorang sudah memutus doa, maka  itu merupakan awal kesengsaraan hidupnya karena tidak ada sandaran dan harapan yang sangat kuat untuk mendapatkan sesuatu yang sangat baik untuk hidupnya.  Demikian juga dengan doa kepada sesama, karena  itu merupakan sebuah amal yang akan erus membuat kita menjadi tenteram dan nyaman.

(5). Perbanyaklah memberi, walaupun  sedang  kesulitan.  Memberi adalah perbuatan yang santat dianjurkan, karena sesungguhnya kalau kita melakukannya dengan ketulusan, dan untuk kebajikan, maka  Tuhan berjanji akan membalasnya dengan sepuluh kali lipat.  Balasan Tuhan tersebut tidak hanya diberikan kepada kita pada saat nanti di akhirta, melainkan juga akan diberikan kepada kita pada saat kita masih berada di dunia.  Semakin ita banyak bersedekah dan memberi serta berbagai kepada sesama, maka  kelapangan rizki kita akan semakin membaik dan mudah.

Karena itu jika kita sedang kesulitan dalam bidang ekonomi, janganlah kemudian kita surut untuk membagi sekecil apapun penghasilan kita, karena kalau kita kemudian menjadi irit dan tidan mau berbagi, maka Tuhan akan semakin mempersulit jala rizki kita, atau kalaupun  jalan rizki kita  tetap bagus, maka  harta kita tidak akan berkah atau kurang berkah.  Karena itu keberkahan dan kenyamanan hidup akan tercipta jika kita selalu berbagi kepada sesama, walaupun kita hanya mendapatkan sedikit saja.  Disitulah letak keindahan  dan kenyamanan kita dalam mengarungi kehidupan ini.

(6). Tersenyumlah, walaupun  hatimua sedang menangis.  Perbuatan ini bukanlah  sikap munafik, melainkan sekedar menampakkan keceriaan sehingga pihaklain tidak  akan terpengaruh, dan sekaligus juga untuk melatih diri untuk tidak larut dalam kesedihan terhadap musibah yang sedang menimpa.  Bersedih itu sesungguhnya tidak mengapa, asalkan tidak terlalu dan dapat dikendalikan, sehingga dengan benyak tersenyum, terutama jika sedang bersama dengan pihak lain, adalah salah satu cara kita untuk nyaman dalam hidup.

Tersenyum kepada sesama  merupakan sikap kita  untuk membahagiakan  sesama, sehingga tersenyum tersebut dapat dianggap sebagai  salah satu bentuk  sedekah, asalkan tidak  tersenym sendirian, karena hal itu dapat  membuat orang lain curiga.  Menampakkan wajah seang  itulah yang  nantinya diharapkan akan senantiasa menghiasi diri kita sehingga kehidupan kita  menjadi  nyaman dan terjauhkan dari kesedihan dan kesengsaraan.

(1). Berbuatlah kebajikan, meskipun sedang  mendapatkan  musibah.  Berbuat  baik itu tidak dibatasi pada saat sedang mendapatkan  nikmat saja, melainkan  dianjurkan  secara terus menerus.  Kalau kita menanamkan kebajikan kepada semua orang, tentu kita akan mendapatkan  ketangan dalam hidup kita, dan ketika kita sedang mendapatkan musibah, tentu akan banyak pihak yang akan bersimpati dan mendoakan kepada kita.  Bahkan jika kita tetap berbuat baik kepada siapapun pada saat  musibah sedang melanda kita, itu yang luar biasa.

Karena itu jika tujuh hal sebagaimana di atas  dapat kita wujudkan dalam kehidupan kita, tentu kita akan semakin bahagian dan nyaman dalam menghadapi hidup ini, seberat apapun beban yang mungkin  ada pada diri kita.  Ingat bahwa Tuhan pasti akan menguji kita dengan ujian yang sesuai dengan kemampuan kita, sehingga kita  harus bersiap diri untuk  menghadapinya. Insyaallah kita akan mampu melewatinya jika kita membiasakan  tujuh ahl tersebut.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.